Cara Mudah Investasi Saham

Menurut Wikipedia saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen financial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis – saham (efek ekutias) – dengan imbalan uang tunai. Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi. Saham dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market).

Berinvestasi saham berarti kita turut menjadi pemilik perusahaan dan berhak mendapat keuntungan dari pembagian deviden. Selain itu saham juga dapat diperjual belikan di bursa efek.

Jenis-Jenis saham

Saham terbagi dua jenis yaitu saham biasa dan saham preferen. Saham biasa memiliki kharakteristik antara lain tanggung jawab terbatas pada jumlah yang diberikan, hak didahulukan bila perusahaan menerbitkan saham baru, memiliki hak suara pemegang saham, dapat memilih dewan komisaris, jika perusahaan dilikuidasi pemegang saham biasa mempunyai hak klaim terakhir, kewajiban terbatas artinya jika perusahaan rugi, maka kerugian maksimum yang ditanggung jawab investor saham hanya sebesar nilai investasi pada saham tersebut.

Sedangkan saham preferen mempunyai kharateristik antara lain memiliki hak pembagian deviden, konvertibilitas, dapat ditukar menjadi saham biasa, memiliki hak klaim terlebih dahulu dibanding dengan saham biasa jika perusahaan dilikuidasi.

Keuntungan investasi saham antara lain

  1. Capital gain adalah keuntungan dari hasil jual beli saham
  2. Deviden adalah bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemilik atau pemegang saham
  3. Hak suara adalah hak yang dimiliki oleh pemegang saham untuk memberikan suara pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan
  4. Jaminan tambahan adalah saham dapat dijadikan agunan tambahan atas kredit

Risiko investasi saham antara lain

  1. Capital loss adalah kerugian atas transaksi jual beli saham
  2. Opportunity loss adalah kerugian dari selisih suku bunga deposito dikurangi hasil yang diperoleh dari investasi saham
  3. Kerugian likuidasi adalah nilai likuidasi lebih rendah dari harga beli saham.

Bagaimana memulai investasi saham?

Melalui perusahaan sekuritas , investasi saham dalam dilakukan pada. Pertama pasar perdana yaitu di pasar pertama kali perusahaan menawarkan saham kepada masyarakat. Kedua pasar sekunder yaitu pasar dimana investor dapat melakukan jual beli atas saham yang telah tercatat di bursa.

Apa syarat investasi saham?

Syaratnya simple yaitu mengisi formulir dan menandatangani perjanjian pembukaan rekening serta menyiapkan modal awal Rp.1 juta yang digunakan untuk jual beli saham.

Palembang, 20 Agustus 2014

Eko Pratomo Suyatno, Another Story of Connecting the Dots

Eko Pratomo Suyatno, nama beliau sudah tidak asing bagi para pelaku ekonomi Indonesia. Namanya sering muncul baik di media cetak maupun elektronik, khususnya terkait dengan investasi. Selain pakar di bidang investasi beliau juga merupakan seorang pemimpin keluarga yang patut dijadikan teladan. Beliau memang seorang leader dalam banyak hal dan tidak sungkan berbagi dengan siapapun, saya juga pernah mendapat advis dari beliau tahun 2009 lalu. Waktu itu saya membaca buku karangan Pak Eko berjudul reksa dana solusi perencanaan keuangan di era modern, dan saya tertarik untuk mengaplikasikan isi dari buku tersebut.

Berikut Jawaban Pak Eko sekaligus ini menjadi tahun pertama saya berkenalan dengan dunia investasi. Saya berdoa semoga Pak Eko dan keluarga selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Aamiin.

On Sun Dec 20th, 2009 1:51 PM ICT budi setiawan wrote:

Assalamu’alaikum wr wb
 
Salam kenal pak eko.
Nama saya budi umur 22 tahun. Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bpk Eko dan Bpk Ubaidillah yang telah menulis buku reksa dana (solusi perencanaan investasi di era modern). Sekilas membaca buku Bapak, saya tertarik dan berencana ingin membeli reksa dana setiap bulan, dan Insyallah dimulai akhir bulan ini (Desember 2009). Tujuan saya investasi adalah untuk biaya pendidikan S 2 yang mungkin membutuhkan biaya sekitar 50 jta dengan waktu sekitar 2 tahun 6 bulan dari sekarang. Saya mempunyai penghasilan 3 jta/ blan. Ada beberapa hal yang selalu menjadi pertanyaan saya pak, semoga bapak eko bias memberi pengetahuan tentang ini.
1. menurut pak eko reksa dana apa yang lebih menguntungkan dari analisa pak eko, kerena saya rencananya ingin membeli 2 produk reksa dana yaitu RDS dan RDC. Untuk Reksa dana saham saya tertarik dengan “Fortis Equitas” sedangkan untuk reksa dana campuran “Schroder dana prestasi”, ini saya pilih berdasarkan RD terbaik tahun 2009 versi majalah investor?
2. dalam membeli unit itu ada pilihan tanggal yaitu tanggal 1 sd 28 bulan bersangkutan, pada tanggal berapa yang lebih baik untuk membeli (awal bulan, pertengahan bulan atau akhir bulan)?
3. rencananya saya menggunakan produk Installment Plan Bank Mandiri, atau ada jasa manajemen investasi lain yang lebih baik, mungkin dengan pertimbangan credibilitas, selling fee dan redemption fee?
4. dari penghasilan saya yang 3 jta / bulan, kira-kira berapa uang yang harus saya invesatasikan ke RDS dan RDC untuk bisa mewujudkan mimpi saya kuliah S2 dengan biaya 50 jta dengan jangka waktu 2,6 tahun?
5. apakah investasi RD ini cukup berisiko untuk biaya pendidikan?

Terima kasih banyak atas buku yang telah Pak Eko dan pak Ubaidillah tulis, semoga Reksa Dana bisa menjadi solusi investasi di era modern. Terima kasih banyak sebelumnya pak eko.

Wassalamu’alikum wr wb 
Budi setiawan.

Dari: Eko Pratomo <eko_pratomo2002@yahoo.com>
Kepada: budi_080487@yahoo.co.id
Terkirim: Ming, 20 Desember, 2009 17:53:26
Judul: Re: Salam kenal dan terima kasih untuk tulisannya Pak Eko

Www Dik Budi,
Terima kasih dan salam kenal juga. Saya salut semangat anda utk berinvestasi dan untuk tujuan sekolah.
Saya juga kagum, rupanyan anda sdh langsung ingin menerapkan apa yang sudah anda baca di buku saya.
Boleh diceritakan sedikit back ground anda? 
Saya ingin mengetahui profil pembaca yang langsung meresponse buku tsb dengan rencana seperti ini.  
Anda lulus kapan, bidangnya apa dan dari mana? Sekarang sdh kerja dimana dan sebagai apa? 
Berapa dana yang siap disisihkan untuk tujuan sekolah S2?
Mudah2 an sy bisa membantu anda.

Salam
Eko  

— On Sun, 12/20/09, budi setiawan <budi_080487@yahoo.co.id> wrote:

From: budi setiawan <budi_080487@yahoo.co.id>
Subject: terima kasih sekali Pak Eko
To: “Eko Pratomo” <eko_pratomo2002@yahoo.com>
Cc: budi.finance@gmail.com
Date: Sunday, December 20, 2009, 7:06 PM

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih sekali kpda pak eko atas jawabannya,,saya akan mencoba menjawab pertanyaan bpak..
sebelum saya menceritakan tentang back ground saya, saya akan menceritakan sedikit mengapa saya tertarik dengan reksa dana. sebenarnya saya sudah berencana ingin beli reksadana pada bulan april 2009 tetapi waktu itu gaji saya tidak cukup untuk membeli karena saya masih status training di PT BFI Finance Indonesia Tbk dengan salary Rp 1,6 Jta. tetapi dalam waktu penantian kenaikan gaji tersebut saya terus mencari informasi tentang dunia investasi baik saham, properti, unit link maupun reksadana. tetapi saya sangat bersyukur, mungkin ini sudah jalan dari Allah. hari Jum’at (1 Muharram 1931 H) saya ke gramedia yg rencananya akan membeli buku “TUHAN, Inilah Proposal Hidupku” karya bapak Jamil Azzaini. tetapi pda saat melihat buku karya Bapak Eko dan Bapak Ubai saya langsung tertarik untuk membacanya, kebetulan ada buku yang sudah dibuka jadi saya bisa membaca sekilas dan tiba-tiba saya keasikan membaca, akhrinya saya putuskan membeli kedua buku tersebut, dengan sisa uang makan saya. tetapi saya merasa beruntung karena dari kedua buku itu saya Insyallah banyak mendapat pelajaran.
orang tua saya asli jawa tengah tepatnya di Klaten, saya sejak kecil tinggal di Palembang karena orang tua bekerja PNS di Palembang. masa SD hingga Kuliah saya di Palembang, background pendidikan S1 saya ekonomi manajemen keuangan universitas sriwijaya, Palembang. saya masuk kuliah September 2005 dan lulus Mei 2009. sekarang saya bekerja di PT BFI Finance Indonesia Tbk sebagai Credit Analyst, ini karena saya mendapat beasiswa dari perusahaan tersebut ketika saya masih kuliah dan saya baru menjalaninya selama kurang lebih 8 bulan dari seluruh masa ikatan dinas yaitu 3 tahun, sekarang status saya di perusahaan ini sudah karyawan tetap setelah saya dinyatakan lulus presentasi MT (Manajemen Trainee) oleh perusahaan.

sekarang saya tugas di kota manado, dan berharap saya bisa mengumpulkan uang dari kerja ini agar bisa melanjutkan kuliah S2, karena saya sadar dengan kondisi keuangan orang tua. sekarang saya mendapat bayaran 3,5 jta dengan rincian 500.000 untuk kost, 500.000 untuk orang tua dan sisanya akan saya investasikan tentunya dikurangi biaya hidup di manado.
dana yang rencananya akan saya sisikan untuk tujuan S2 yaitu bulan ke 1 – 6 bulan kedepan sekitar 1 jta karena saya sudah daftar kursus bahasa ingris di English First, jadi dana sebagian tertarik ke sana. Dan setelah itu (bulan ke 7 – 30) Insyallah saya bisa invest sekitar 1,5 – 2 jta/ bulan. kalau tidak keberatan saya bisa mengetahui blog Bpak eko sehingga saya bisa mentautnya di blog saya di http://budirich.wordpress.com
mungikin info ini bisa menjawab pertanyaan Bpk Eko, tetapi jika ada info yang masih kurang lengkap, saya harap pak eko tidak ragu untuk menggalinya. sekali lagi saya ucapkan terima kasih pak eko untuk bantuannya, oya pak rencananya saya besok senin akan ke bank mandiri untuk mencari informasi mengenai produk2 reksadana, sebelum saya memutuskan untuk membeli yang rencananya akhir bulan ini. saya berharap Bpk Eko bisa memberi masukan dan saran..

Terima kasih banyak Pak Eko.

Budi Setiawan

Dari: Eko Pratomo <eko_pratomo2002@yahoo.com>
Kepada: budi setiawan <budi_080487@yahoo.co.id>
Terkirim: Sen, 21 Desember, 2009 22:05:29
Judul: Re: terima kasih sekali Pak Eko

 

Salam Budi.

Tks sdh menceritakan back ground yang cukup lengkap. Semoga niat anda didengar Allah dan dimudahkan dalam ikhtiarnya.

Beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan : 

1. Waktu 30 bulan, termasuk waktu yang singkat untuk berinvestasi. Secara konservatif, jika anda perlu dana 50 jt, dan mengasumsikan 0 % investment return, maka anda perlu mencicil/menabung Rp. 1.67 juta per bulan (50 jt dibagi 30 bulan). Mudah-2 an dengan investasi bisa berkurang jumlah yang harus dicicil karena sebagian diharapkan datang dari investment return.

2. Utk jangka waktu 30 bulan, agak terlalu riskan berinvestasi seluruhnya di reksa dana saham. Anda perlu mengetahui risiko terburuk dan apakah siap menerimanya. Perlu dipertimbangkan menggunakan reksa dana campuran yang risikonya lebih rendah dengan kemungkinan potensi rutrun ysng lebih tinggi dari deposito. Perlu juga dipertimbangkan mengalokasikan sebagian dana pada instrumen yang berisko rendah seperti reksa dana pasar uang atau deposito. Misalnya alokasikan 50 % pada Reksa dana campuran dan 50 % pada rd pasar uang atau deposito. Jika anda paham dan berani menanggung risiko sebagian (kecil) dari dana di rd saham juga bisa dipertimbangkan. Perbandingan besarnya aset alokasi sangat tergantung profil (keberanian anda menerima) risiko.

3. Dalam memilih rd campuran, juga hati-hati karena sebagian rd campuran berorientasi/berkonsentrasi ke saham. Perhatikan tolok ukur/benchmark kinerjanya. Jika rd campuran memiliki tolok ukur 100 % IHSG maka rd campuran tersebut merupakan reksa dana saham juga. Ada salah satu produk rd campuran Fortis Equitra yang bisa dipertimbangkan. Coba  tanyakan kepada Mandiri dan pelajari prospektusnya. Bandingkan juga kinerja historisnya dengan rd campuran yang lain. Jika sesuai dengan kebutuhan anda dan sesuai profil risikonya dengan anda,  anda bisa gunakan.

4.Dalam perjalanannya, setelah 18 bulan misalnya, maka sisa waktu bernvestasi sudah semakin pendek (tinggal 1 tahun), anda perlu mengurangi (melikuidasi) porsi reka dana saham/campuran, dan mudah-2 an dalam posisi untung, sehingga sebagian besar/seluruhnya sudah berada pada investasi yang berisiko kecil (rd pasar uang atau depsoito) untuk mengurangi risiko investasi. Anda juga bisa melakukan penjulan sebagian rd saham/campuran ketika pasar dalam kondisi yang baik (mendapatkan keuntungan).

5. Pahami benar bahwa berinvestasi di reksa dana saham dan campuran tetap mengandung risiko.

Selamat berinvestasi.

Salam,

Eko   

Alhamdulillah, meskipun terlambat dari target yang sudah direncanakan, finally senin tanggal 4 Agustus lalu saya baru menyelesaikan kelas matrikulasi di Megister Manajemen Universitas Sriwijaya. Insha Allah hari senin tanggal 11 Agustus 2014 kuliah perdana akan dimulai. Semoga S2 bisa diselesaikan dalam waktu 2 tahun ke depan. Aammiin.

Terima kasih Pak Eko, semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.

Berikut salah satu video Pak Eko yg disiarkan oleh TVRI (https://www.youtube.com/watch?v=lrlEF-i_A_o) Selamat investasi.

Manado Okt 2009 dan Palembang Aug 2014.

 

Will Stocks Market Collapse in 2014?

And any time that valuation stands at more than 100% of the total goods and services in the economy means it is time to be wary about common stocks. (Warren Buffett)

Saat tulisan ini dibuat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam kondisi bearish, terkoreksi 0.9% berada di level Rp.4.947. Perdagangan juga relatif sepi, baru menyentuh 2,5 triliun. Kontradiktif dengan Wall Street yang ditutup menguat, indeks S & P ke level 1.920 naik 0.54 persen, Dow Jones dan Nasdaq naik masing-masing 0.39 dan 0.54 persen.

Berita dari laman lain, moneynews.com memuat berita mengejutkan tentang Warning: Stocks Will Collapse by 50% in 2014. Beberapa analis mempredikasi akan terjadi koreksi pasar saham di tahun 2014. Penyebabnya antara lain kebijakan suku bunga rendah di beberapa negara dan total ratio kapitalisasi pasar dibandingkan gross domestic produk (GDP) sudah lebih dari 100%.

Kita lupakan sejenak pergerakan indeks harian, coba kita lihat secara lebih luas membandingkan total bisnis di sector keuangan dengan melihat kapitalisasi pasar dan sector rill dilihat dari gross domestic product (GDP). Tabel di bawah menunjukkan total kapitalisasi pasar dan GDP di negera 20 ekonomi terbesar di dunia yang tergabung dalam G 20. Data di olah dari berbagai sumber.

Kapitalisasi Saham vs GDP

Dilihat dari data tersebut, total kapitalisasi pasar saham global hingga akhir tahun 2012 mencapai US$ 54 triliun dengan valuasi 76% dibandingkan dengan gross world product (GWR). Kapitalisasi pasar Amerika menjadi kontributor terbesar yaitu US$ 18,6 triliun dengan tingkat valuasi 115% artinya uang yang beredar di sector keuangan lebih besar dibandingkan sector riil. Warren Buffett, investor kawakan sekaligus pendiri Berkshire Hathaway menyebutkan And any time that valuation stands at more than 100% of the total goods and services in the economy means it is time to be wary about common stock.

Bagaimana dengan Indonesia?

Kapitalisasi pasar saham Indonesia per akhir 2012 mencapai US$ 397 dengan GDP US$ 875. Artinya valuasinya hanya 45 persen. Lebih kecil dibandingkan valuasi pasar total Negara G 20 dan Global yang sudah di angka 76 persen.

Melihat data di atas, pasar modal Indonesia memiliki opportunity sangat besar. Laman detik.finance.commenyebutkan dari sekitar 143 juta penduduk kelas menengah Indonesia hanya 500 ribu atau 0.3 persen yang sudah investasi di pasar modal. Padahal keberadaan pasar modal ini sangat penting guna menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan, dan stabilitas ekonomi nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat melalui peran strategisnya sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha, termasuk usaha kecil dan menengah, serta di sisi lain sebagai sarana investasi bagi masyarakat, termasuk pemodal kecil dan menengah (Budi Harsono).

 

BNI Securities Palembang

June, 6 2014.

 

Sumber:

1. http://www.quandl.com/economics/stock-market-capitalization-by-country

2. WFE 2012 Market Highlights

3. http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_GDP_(nominal)

4. Harsono, Budi Efektif Bermain Saham. Ales Media Komputindo, 2013.

5. http://en.wikipedia.org/wiki/Gross_world_product

6. http://finance.detik.com/read/2014/04/30/150455/2569961/6/masyarakat-indonesia-lebih-suka-menabung-daripada-investasi

Investasi

don’t put your eggs in one basket

Kata investasi berasal dari bahasa Inggris “to invest” artinya menanamkan uang atau modal. Menurut wikipedia, investasi adalah suatu istilah yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapat keuntungan di masa yang akan datang. Misalnya kita membeli rumah, emas, saham, atau jenis investasi lainya sekarang dengan harapan harga akan naik di masa yang akan datang.

Banyaknya jenis-jenis investasi saat ini tentunya membuat investor harus hati-hati dalam mengatur dana yang diinvestasikan. Kita masih ingat dengan pesan moral terkait investasi “don’t put your eggs in one basket”. Diversifikasi investasi penting dilakukan guna meminimalisir risiko di kemudian hari. Mitigasi risiko bisa dilakukan dengan cara merancang manajemen investasi secara baik.

Apa itu manajemen investasi?

Gordon J. Alexander, dkk dalam bukunya yang berjudul Invesment menyebutkan manajemen investasi, atau yang sering juga disebut sebagai manajemen portofolio adalah proses dimana uang dikelola.

Guru besar Keuangan di University of Minnesota membagi fungsi manajemen investasi ke dalam 5 langkah, antara lain:

  1. Menentukan kebijakan investasi . seorang manajer investasi harus mampu mengidentifikasi tujuan investasi klien, terutama siakpnya terhadap trade-off antara ekspektasi return dan risiko.
  2. Melaksanakan analisa sekuritas yaitu meneliti sekuritas individual atau kelompok untuk mengidentifikasi sekuritas yang misprise (harga yang tidak wajar).
  3. Membentuk portofolio yaitu mengidentifikasikan sekuritas tertentu (yang akan di investasikan) besarta proporsi modal yang akan di investasikan untuk tiap sekuritas
  4. Merevisi portofolio yaitu menentukan portofolio sekuritas saat ini, sekuritas mana yang akan di jual dan sekuritas mana yang akan dibeli sebagai pengganti
  5. Mengevaluasi kinerja portofolio yaitu menentukan kinerja portofolio, baik return maupun risiko dengan membandingkannya dengan tujuan investasi dan kinerja sekuritas di industri sejenis.

Kesimpulannya investasi ini penting dilakukan guna mencapai keuntungan sekaligus mempersiapkan kebutuhan keuangan di masa depan yang terus meningkat (baca: inflasi). Salah satunya caranya dengan melakukan diversifikasi atas dana yang kita investasikan. Selamat berinvestasi.

MM Unsri Palembang; June 19, 2014.

Menjadi Price Maker

Ibu adalah satu diantara ratusan pedagang di pasar traditional. Pagi ini sekitar jam 5 lebih 45 menit, saya membantu membuka kios, menyusun barang yang akan dijual hari itu, sebelum berangkat ke kantor untuk mengamati pergerakan harga saham.

Berkat pengalaman puluhan tahun berdagang, Ibu sudah mengenal banyak suplier dan seringkali mendapat harga lebih murah dibanding penjual lain.

Selain membantu beliau, saya juga mengamati aktivitas di pasar tersebut dan secara karakteristik pasar ini cenderung masuk ke dalam pasar persaingan sempurna. Terdapat penjual dan pembeli di satu area yang sama dengan menjual beberapa produk yang sejenis. Hari itu, saya juga berjalan mengelilingi setiap sudut pasar, mencoba menghitung berapa banyak penjual mangga yang ada di pasar tersebut. Ada sekitar 15 pedagang mangga. Di tempat ini, kekuatan demand dan supply sangat kental terasa.

Pedagang yang bisa menjual lebih murah mempunyai probabilitas lebih laku dibandingkan dengan pedagang yang menjual dengan harga yang lebih mahal.

Dengan pendekatan harga, seharusnya ibu mempunyai peluang yang sangat besar menjadi price maker untuk mengundang pembeli lebih banyak.

Kalau memang bisnis ini tak mengenal kawan dan saudara, tidak terlalu sulit untuk merusak harga di pasar itu. Tapi saya percaya bahwa bukan itu tujuan utama Tuhan memberi kami kesempatan untuk belajar tentang demand and supply.

Pasar Kuto, Palembang.

May 20, 2014.

Kelas Inspirasi Palembang (Budi Setiawan)

Bismillahirrahmanirrahim

Tuhan, memang tidak ada jalan mudah untuk menggapai cita-cita. Butuh kerja keras ribuan hari agar bisa menghubungkan titik-titik itu menjadi kesuksesan. Kehadiran kami –relawan kelas inspirasi- hanya tinggal menjadi cerita. Biarlah kenangan itu kami simpan sembari kami titipkan cita-cita anak ini pada-Mu. Bantulah mereka agar bisa menggapai cita-citanya. Demi mengangkat harkat martabat keluarga mereka, mengharumkan nama sekolah dan guru-guru mereka, dan memberi sumbangsih terbesar bagi bangsa Indonesia dan dunia. Tuhan, tanpa-Mu kami bukan apa-apa.

*

Pagi itu, mata saya tertuju pada selembar kain berwarna merah putih yang berkibar di atas tiang. Matahari pagi menghangatkan ratusan siswa, guru, dan kami waktu itu. Lagu Indonesia raya yang dilantunkan oleh para murid, guru,dan relawan kelas inspirasi menusuk ke hati. Mengingatkan saya pada fenomena menakutkan tentang masa depan anak Indonesia. Anies Baswedan dalam artikelnya Bonus Demografi bisa jadi Bom Waktu menjelaskan setiap tahun ada 5,6 juta anak Indonesia masuk kelas 1 SD. Ini termasuk tinggi karena mencapai 94-95 persen. Sejajar dengan negara-negara maju seperti Korea, Jepang, dan lainnya. Akan tetapi, hanya 2,3 juta yang melanjutkan SMA, yang 3,3 juta “hilang”.

Bonus Demografi dan Kompetisi Global

Indonesia diperkirakan mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2017 sampai 2019. Artinya komposisi jumlah penduduk dengan usia produktif 15-64 tahun mencapai titik maksimal, dibandingkan usia nonproduktif 0-14 tahun dan 65 tahun ke atas. Pada puncak bonus demografi itu proporsi penduduk usia produktif mencapai 55,5 persen (Sumber: Menkokesra.go.id). Di saat yang sama, pada tahun 2019 nanti. Jika kita tidak turun tangan mengatasi masalah “hilang”nya anak-anak Indonesia. Negara yang kita cintai ini akan berada di puncak bonus demografi dengan potensi anak-anak yang “hilang” sebanyak 16,5 juta (3,3 juta x 5 tahun), ini masalah!.

Jumlah penduduk dengan usia produktif yang besar saja tidaklah cukup untuk membawa kemajuan bagi Indonesia. Negara ini butuh anak muda yang terdidik dalam jumlah besar agar bisa menjadi global player di masa depan. Ingat, pada masa lalu bentuk penjajah itu adalah kolonialisasi tapi sekarang dan masa depan bentuknya adalah pasar konsumsi.

Apa yang harus kita lakukan sebagai orang yang sudah menikmati buah pendidikan?

Kita sudah tahu masalahnya. Apa kita akan membiarkan saja dan berharap akan ada orang lain yang menyelesaikan semua masalah itu atau kita pilih turun tangan, menjadi bagian dari solusi untuk menyelesaikan masalah.

Kami Pilih Turun Tangan!

Relawan Kelas Inspirasi Palembang kelompok II

Relawan Kelas Inspirasi Palembang kelompok II

Banyak cara untuk terlibat, berkontribusi demi kemajuan bangsa, salah satunya ikut berpartisipasi mengajar sehari di Sekolah Dasar (SD) melalui kelas inspirasi. Kelas inspirasi bermula dari teman-teman Indonesia Mengajar dan beberapa professional yang ingin berkontribusi terhadap pendidikan Indonesia. Kelas Inspirasi menyediakan platform kepada para professional yang sudah bekerja minimal dua tahun untuk menjadi guru, mengajar anak-anak SD satu hari. Ya, hanya satu hari saja.

Secara bilangan, satu hari merupakan waktu yang sangat singkat tapi pada kenyataanya satu hari yang digunakan untuk mengajar anak-anak SD sangat menguras tenaga dan pikiran tapi sangat menyenangkan. Bahkan satu hari sebelum hari H, kami yang melakukan koordinasi via social media menceritakan ketegangan untuk mengajar keesokan harinya. Ada beberapa teman yang susah tidur, terus berfikir tentang apa yang akan dilakukan di depan kelas esok hari. Di saat bersamaan saya terfikir perjuangan guru yang terus mengabdi mencerdaskan anak-anak setiap saat. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Tidak mudah menjelaskan apa yang kami kerjakan kepada anak-anak. Tapi hal itu tidak membuat kami putus asa. Sebelum mengajar kami sudah melakukan pertemuan untuk membahas persiapan-persiapan agar pesan yang ingin disampaikan pada saat mengajar bisa dimengerti oleh para siswa Madrasah Ibtidaiyah Qur’aniah IV Palembang.

Siswa-siswa yang kami temui berbeda dengan anak-anak yang belajar di sekolah perkotaan pada umumnya. Mereka bukan anak-anak yang sudah familiar dengan laptop, tablet, atau teknologi lainnya. Tak heran jika para relawan sangat antusias dengan berbagai persiapan. Ibu Dian yang berprofesi atlit sepatu roda datang lengkap dengan peralatan perang, memakai training dan sepatu roda, seperti mau bertanding hari itu. Ibu Sri membawa celengan dan beberapa lembar uang untuk memperkenalkan profesinya sebagai seorang banker. Ibu Indah juga tak mau kalah dengan membawa helm, miniatur jembatan, dan rompi insinyur. Ibu Una lengkap dengan baju dokter, peralatan P3K, dan beberapa contoh obat khas seorang apoteker. Pak Hendi membawa helm, laptop, dan baju safety mencerminkan seorang senior operator. Tak kalah sibuk Om Dika yang memfasilitasi relawan, memastikan acara kelas inspirasi berjalan lancar, serta Bang Surya sebagai seorang photographer yang siap mengambil momen menarik selama acara berlangsung.

Saya sendiri bertugas untuk menjelaskan profesi sebagai seorang marketer. Dari rumah saya sudah mempersiapkan 5 lembar foto bergambar outlet/ toko. Mulai dari toko Hypermarket sampai gambar toko yang ada di pinggir jalan dengan harapan anak-anak akan lebih mudah memahami tugas seorang marketer.

Ternyata di lapangan kondisinya sangat berbeda. Pengalaman lebih dari tiga tahun manjadi marketer tidak lantas memudahkan saya untuk menjelaskan pada anak-anak. Saya pikir jauh lebih mudah melakukan deal bisnis kepada supplier, buyer, atau business owner dibandingkan menjelaskan tentang apa itu marketing kepada siswa. Sekali lagi, Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Di akhir sesi mengajar, kami meminta anak-anak untuk menuliskan cita-citanya. Saat mereka serius menulis. Saya merinding, teringat dengan mimpi-mimpi yang pernah saya tulis beberapa tahun lalu. Saya percaya bahwa kondisi saya hari ini –selain karena Allah- sebagian besar hasil dari apa yang sudah saya impikan sebelumnya.

Ya Allah, bantulah anak-anak ini untuk menggapai cita-citanya dan berkahi kami sebagai seorang pembelajar yang menjadikan kematian sebagai wisuda yang sesungguhnya.

Prabumulih: April 26, 2014.

Connecting Global CEO’s

Menurut saya jarak antara Chief Executive Officer (CEO) dan karyawan itu seperti bumi dan langit. Ini pengalaman pribadi, saya baru dua kali bicara dengan CEO selama bekerja hampir 5 tahun. Pertama terjadi watku masih bekerja di perusahaan finance nasional. Saat itu kami diskusi santai saat makan siang setelah beliau mengisi training. Kedua, saya mendapat kesempatan berbicara langsung dengan CEO saat mencoba menjawab pertanyaan dari CEO pada suatu meeting nasional yang dihardiri ratusan peserta. Jadi bisa dibilang saya tidak pernah diskusi bedua dengan CEO. Hhaaa

Twitter help me to chat with them

Budi Setiawan‏@budirich·Apr 20  Buku 3 CEO's. GE Indonesia, Zappos, Shell Indonesia. CC Pak @HandryGE @tonyhsieh @DarwinSilalahi. Nice books :) pic.twitter.com/Veg5wUMbDH

Budi Setiawan‏@budirich·Apr 20
Buku 3 CEO’s. GE Indonesia, Zappos, Shell Indonesia. CC Pak @HandryGE @tonyhsieh @DarwinSilalahi. Nice books :) pic.twitter.com/Veg5wUMbDH

Malam itu, tanpa disengaja saya menemukan 3 buku yang ditulis oleh 3 orang yang saat ini sedang menjabat sebagai CEO ada di meja tempat kumpul bersama keluarga. Iseng, saya membariskan tiga buku tersebut, memfoto, saya sharing di twitter dengan men-CC-kan ke penulisnya masing-masing. Dua dari tiga CEO’s merespon dengan cepat. awalnya Pak Handry (CEO GE Indonesia) membalas dengan senyuman, lalu diikuti oleh Pak Darwin (CEO Shell Indonesia) dengan ucapan terima kasih. Pak Handry membalas lagi dan ini balasan, challenge, atau cara saya ngomporin orang-orang hebat ini “Uda @HandryGE dan Pak @darwinsilalahi jika Shell dan GE Indonesia bisa kerjasama mungkin impact-nya akan luar biasa untuk Indonesia J

Semoga ada manfaatnya untuk Indonesia. Aamiin.