Apakah Saham Itu?

Menurut Wikipedia saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Sederhananya saham merupakan bukti kepemilikan perusahaan. Dengan menginvestasikan dana yang akan digunakan oleh perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional. Disini terjadi simbiosis mutualisme antara investor yang kelebihan dana sebagai tempat sarana investasi, sementara bagi pihak organisasi, dengan menerbitkan saham mereka bisa mendapatkan tambahan dana untuk melakukan kegiatan operasional perusahaan.

Kenapa Investasi di Saham? Dengan berinvestasi di saham, investor sebenarnya “membantu” perusahaan berkembang. Misalnya PT Unilever Indonesia (UNVR) saat ini sedang membutuhkan dana untuk pengembangan bisnis. Ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan oleh UNVR untuk memperoleh dana diantaranya menggunakan modal sendiri, pinjaman ke bank, atau meneribitkan saham. Jika UNVR memilih untuk menerbitkan saham, maka UNVR akan menjual saham di pasar modal. Kita dalam hal ini sebagai investor bisa membeli saham UNVR melalui perantara perusahaan sekuritas. Jika dari dana investor tadi UNVR bisa terus berkembang dan menghasilkan laba, maka etis rasanya jika investor juga berhak menerima keuntungan dalam bentuk dividen.

Bagaimana Risiko Investasi di Saham? Sama halnya dengan investasi yang lain, investasi saham juga diharapkan dapat memberi keuntungan bagi investor. Dalam perspektif keuangan, investasi di saham mempunyai risiko yang tinggi, hal ini sebanding dengan return yang akan diterima oleh investor. Prinsip dasar investasi tetap berlaku, high risk high return. Saran saya, sebelum mulai investasi di saham, ada baiknya investor untuk memahami tujuan investasi, profil risiko, dan juga mekanisme perdagangan saham, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham.

Apakah Investasi Saham Susah? Pertanyaan ini sebenarnya sangat subjective, masing-masing orang mempunyai pendapat yang berbeda. menurut saya, jika kita ingin memulai investasi, tetap pertama kali kita harus tahu terlebih dahulu mekanisme jual beli saham. Terus sembari nyelam minum air, artinya kita tetap belajar dan terjung langsung, praktek. Apalagi sekarang banyak perusahaan sekuritas hanya mematok biaya setoran awal yang cukup terjangkau. Di PT BNI Sekuritas Palembang contohnya, untuk masyarakat umum, hanya dengan menyetor dana Rp. 1 juta sudah bisa membuka rekening saham. Dan untuk mahasiswa diberi kemudahan, yaitu dengan menyetor dana di bawah Rp. 1 juta.

Kapan Saat Tepat Mulai Investasi? Menurut saya kalau bisa secepatnya, kalau bisa hari ini akan lebih baik.

Saham Apa yang Baik untuk Dibeli? Lagi-lagi pertanyaan ini sangat subjective, dan masing-masing punya pendapatnya sendiri. Seorang analis fundamental akan memberikan saran kepada investor untuk membeli perusahaan dengan kondisi fundamental seperti laporan keuangan yang sehat, trend net income-nya positif dari tahun ke tahun. Lain lagi dengan analis tehnikal, mereka akan memberikan rekomendasi beli atau jual dengan melihat chart seperti candlestick, fibonanci, moving average, dll. Bagi saya pribadi lebih tertarik untuk mengoleksi saham-saham yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti Unilever yang produknya sering kita gunakan sehari-hari, Bank Mandiri atau BRI yang secara aset sudah besar dan merupakan BUMN, dan WIKA perusahaan kontruksi yang plang-nya sering kita lihat di jalan-jalan, tau TELKOM yang jasanya sering juga kita gunakanan untuk komunikasi.

Berikut pergerakan Indes Harga Saham Gabungan (IHSG), PT Telkom (TLKM), PT Astra Internasional (ASII), dan PT Bank Mandiri (BMRI) periode 5 tahun terakhir. Sumber dari bloomberg, data diambil tanggal 16 Oktober 2014. Brosure

Finally, jika ingin investasi mulainya hari ini :)

MM Unsri, Palembang.

Thailand: Melihat Celah Pasar Global dari Sudut Pandang Lokal

Chang menjadi sponsor utama klub sepak bola liga Inggris, Everton.

Chang menjadi sponsor utama klub sepak bola liga Inggris, Everton.

Belum lama ini saya sempat mengunjungi Thailland. Sebagai salah satu negara tetangga, tentu kondisi alamnya tidak terlalu berbeda dengan Indonesia. Selain mampu memberdayakan alamnya, misalnya Phuket dan James Bond island sempat dijadikan lokasi pembuatan film James Bond dan The Beach yang diperankan oleh Leonardo De Caprio, Thailand juga mahir dalam mencari celah pasar (niche) untuk dijadikan sumber penarik devisa. Lady boy orkestra misalnya. Sebuah pertunjukan yang diperankan khusus oleh pria transgender atau lady boy laris manis. Saya melihat tak kurang dari ratusan penonton yang hadir untuk menyaksikan kontes tersebut. Hanya diberi air atau coke, kami harus membayar 700 bath atau sekitar Rp.280.000,- per orang. Atau plus 40 bath lagi jika ingin berfoto bersama lady boy setelah acara selesai.

Lelah keliling Thailand, saya kembari ke hotel di sekitar pantai Pattaya. Seperti di hotel lainnya, biasanya tamu diberikan product complement berupa air mineral. Disini saya diberi air mineral merk Chang. Membaca kata Chang, saya teringat dengan klub sepak bola Everton, yang bermain di divisi utama liga Inggris. Saya terfikir kecerdasan Thailand yang lainya. Mereka bisa mengintegrasikan agar produk lokal laku atau paling tidak diminum oleh tamu hotel yang datang bisa dari mana saja. Wajar jika Chang tetap bisa menjadi sponsor utama klub Evertor dengan nilai kontrak 4 juta poundsterling per tahun sejak tahun 2004.

Berikut pergerakan harga saham Thai Beverage (THBEV) yang salah satu produknya adalah Chang, sejak pertama listed di Singapore Stock Exchange 30 May 2006.Saham THBEV

Mungkin kita bisa mewajibkan setiap hotel yang ada di Indonesia untuk menyajikan wedang jahe atau kopi Luwak sebagai free drink.

Note: bermimpi suatu hari nanti saya bisa menampilkan stock chart PT Wedang Jahe Indonesia Tbk :)

MM Universitas Sriwijaya, Palembang, menunggu kuliah Manajemen Keuangan dimulai.

Prediksi IHSG hari ini

Global Index 8 Oct 2014

Global Index 8 Oct 2014

Warna merah menghiasi wajah indek global hari ini. Dow Jones, Nasdaq, dan S&P 500 kompak turun lebih dari 1,5%. Tak mau ketinggalan Hanseng dan Nikkei juga ikut terkoreksi. Sentimen di luar data ekonomi masih menghantui pasar antara lain kondisi korea utara dan selatan yang kembali memanas dan munculnya kasus penyakit Ebola pertama di luar kawasan Afrika.

Dari dalam negeri, terpaksa pemerintah harus menurunkan cadangan devisa untuk menjaga stabilitas Rupiah terhadap Dolar agar tidak terus terdepresiasi. Tak hanya itu, hasil pemilihan ketua MPR melalui voting yang sudah diputuskan tadi malam, menurut saya akan menjadi salah satu faktor katalis negatif hari ini.

Hemat saya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih akan bergerak dalam teritori negatif, buktinya sebelum pasar dibuka “kabut asapnya” sudah sampai ke sini :)

Note: Palembang sedang berkabut..

Learn from Astra

Marketing is all about creating value. Itu kata pertama yang keluar dari Dosen Manajemen Pemasaran saat memulai kelas. Hari ini saya merasakan value dari Astra saat menunggu mobil di service. Service mobil, meskipun hanya ganti oli tetap saja menyita waktu yang cukup lama, karena banyak antrian. Astra tahu apa yang harus mereka lakukan agar konsumen yang menunggu tidak bosan. Mereka menyiapkan satu ruang tunggu full AC, lengkap dengan makanan dan minuman, akses internet dan juga tempat kursi pijat. Semua fasilitas diberikan gratis.

Kami juga tidak perlu menghubungi customer service tentang sejauh mana proses pengerjaan mobil sudah dilakukan karena Astra sudah menyedian monitor di ruang tunggu lengkap dengan informasi estimasi proses service selesai. Harusnya banyak perusahaan yang bisa belajar dari Astra khususnya tentang cara menciptakan nilai bagi customer.

Pergerakan harga saham Astra (ASII) periode 5 tahun terakhir cut off September 2014.

ASII

Note: Tulisan ini dibuat di ruang tunggu Astra Palembang.