Trade-Off Tahun Baru versi Budi
Model Trade-Off menyatakan bahwa target tingkat hutang yang optimal mempertimbangkan biaya dan manfaat yang diterima dengan menggunakan hutang dalam keputusan investasi. Struktur modal optimal dicapai dengan men trade-off tax shield dengan biaya financial distress dalam beberapa tingkatan hutang yang dilakukan. Teori ini dikeluarrkan oleh Modigliani dan Miller (1958) yang dikenal dengan Preposisi I dan II.
Seperti halnya trade-off yang dipopulerkan oleh MM, trade-off yang akan saya buat juga tidak kalah populer dan cukup sulit untuk dilakukan. Karena trade off ini bukan membandingkan antara hutang dan manfaat pajak, malainkan saya akan mencoba untuk men trade-off acara tahun baru yang sudah di depan mata. Kira-kira trade-off tersebut dapat saya implemantasikan dengan rumus Break Even Point (BEP) sebagai berikut:

Keterangan :
TC =Laluppo
FC = Family
VC = Sup Buah
Implemantasi rumus :
1. acara tahun baru yang tinggal 48 jam dari sekrang, membuat saya harus membuat teori ini, karena terus terang variabel-variabel yang terlibat dalam trade-off kali ini tidak cateris paribus (tetap) melainkan semuanya mempunyai perasaan. Sehingga penulis belum bisa mengimplementasikan hasil trade-off ini untuk diterapkan secara langsung pada semua variabel yang terlibat dalam trade-off ini yaitu family, laluppo dan sup buah, karena setiap variabel akan memberikan respon yang berbeda ketika saya akan terapkan teori ini, oleh karena itu teori ini saya promosikan melalui blog ini, dengan harapan mereka bisa membaca dan mengambil titik impas atau manfaat optimal dari masing-masing variabel yang berperasaan ini.
2. untuk lebih jelasnya, penulis mencoba menjelaskan masing-masing variabel diatas:
- TC = Laluppo → adalah sahabat-sahabat terbaik saya di Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, mereka sudah banyak menolong, mungkin tanpa mereka sekarang aku belum bisa ngerjain skripsi atau paling tidak aku selalu dapet contekan tugas kuliah. Hehehe
- FC = Family → waw, waw, waw, variabel yang satu ini harus selalu jadi pertimbangan, tidak hanya pada saat trade-off acara tahun baru tetapi pada setiap kegiatan yang akan diambil oleh penulis, karena jujur saja tanpa variabel yang satu ini, penulis tidak akan pernah lahir ke dunia apalagi bisa menulis blog ini, oleh karena itulah family saya jadikan variabel FC, artinya apapun dan bagaimanapun bentuk trade-off yang akan dibuat, variabel ini harus terlibat.
- VC = Sup Buah → sebenarnya variabel VC ini ada karena adanya keinginan saya untuk mencoba melatih jiwa bisnis, karena sup buah yang menjadi variabel cost merupakan bisnis yang akan saya jalankan pertama kali pada saat malam tahun baru, dan yang lebih parahnya lagi, semua ini sudah direncanakan jauh hari sebelumnya.
Kalau bisa dijadikan gambar, kira-kira akan jadi seperti ini :

Kalaw sudah lihat gambar di atas, gimana mau mencari titik optimal ya?
Semua itu terjadi dengan asumsi semua variabel akan dilakukan pada rentan waktu tahun baru, yaitu hari rabu tanggal 31 desember 2008, dimulai pukul 80.00-24.00.
Weleh..weleh penulis jadi pusing nih, tolong beri jawabannya, kalau bisa plus analisis yang relevan, insayaallah dapat pahala…Aamin.
Investor Unsri gagal Invest di Muara enim

Jum’at tanggal 5 Desember 2008. Empat orang calon investor sukses mencoba survey muara enim, tanpa modal, tanpa strategi bisnis tapi dengan keinginan yang kuat untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses.
impian itulah yang menguatkan kami untuk tetap datang ke muara enim untuk meninjau lokasi yang jika tidak ada halangan nantinya akan kami buka toko baju. tapi apa daya, muara enim kabupaten tanah abang belum bisa kami jadikan tempat investasi untuk saat ini. setidaknya ada beberapa alasan yang membuat kami belum mau invest disana :
1. 90% penghasilan masyarakat adalah karet dan sekarang harga karet sedang turun drastis.
2. lokasi yang akan kami jadikan tempat tidak strategis, karena sudah ada orang jual baju dan penduduknya rata-rata pedagang.
3. masyarakat tanah abang lebih suka kredit dari cash.
4. infrastuktur yang belum baik karena mobil kami sempat jeblok untuk masuk kesana.
inilah beberapa hal yang membuat kami belum bisa invest di tanah abang.
kami tidak kecewa karena survey yang kami lakukan belum berhasil dan untuk menggantikan semua itu, kami lalu jalan-jalan mengelilingi muara enim, tanjung enim dan prabumulih yang berakhir di sungai bedegung yang sedang dilanda hujan pada saat itu.
tidak hanya hujan di air terjun bedegung yang membuat kami prihatin tapi banyak pengalaman-pengalaman yang jarang terjadi. mungkin teman-teman belum pernah melihat ada biawak jalan dipingir jalan raya, buaya yang ada di pulau dangkal tetapi ada orang desa yang ikut mandi di dekat buaya tersebut, sapi, anjing, kucing , ayam dan bebek yang fashion show seperti pragawati sedang jalan di catwalk atau teman-teman mau lihat nenek-nenek perkasa yang selalu mengelilingi desa tanah abang untuk berjualan.
tidak hanya itu keanehan yang bisa saya lihat tapi kepedihan juga kami rasakan. hal ini terjadi karena kami telat pulang dan hari sudah menunjukkan sekitar jam 8 malam, maka kami takut pulang karena jalan yang akan kami lewati cukup buruk, tapi tidak langsung menyerah tapi kami mencoba dulu untuk melewati jalan tanah merah yang sudah lembut karena terguyur hujan. bukan sampai rumah yang kami dpapatkan, tapi kami harus turun mobil dan mendorongnya karena mobil kami terperosok, dan akhirnya dengan perasaan cemas kami putuskan untuk mencari pom bensin dan bermalam di sana. malam itu akan menjadi malam pertamaku tidur di pom bensin..hehehe
hujan dintik-rintik, uhhh ngeri banget tapi alhamdulillah gue tetap bisa tidur..hehehe
pengalaman yang sulit dilupakan, semoga aja proses ini bisa membuat kami jadi investor yang sukses..Aamin.
mau tau para investor itu??? lihat foto-foto calon orang sukses ini…

Thanks to : Ibu wulan yang udah mau nyetir dari palembang-muara enim-tanjung enim-prabumulih-pom bensin-palembang..hoho
Ibu yuyun sudah ngasih kami makan di rumah wak nya,, makasih ya wak dedek, nenek dan kakek..maaf kue nya kami habisin.
Kiki yang sudah tidur -tidur ayam di pom bensin, maaf ki aku paling ga bisa begadang..
Budi yang selalu nyusahin orang..HEHEHE
Research Never Ending and Always Change

Setidaknya judul dari tulisan ini cukup releven untuk menggambarkan kondisiku saat ini. Perjalanan panjang yang harus aku lewati tatkala aku harus menyelesaikan skripsi untuk memenuhi sebagian syarat agar aku bisa mendapatkan gelar S1. semua ini membuatku harus bekerja keras.
Ini salah satu contoh kerja keras itu. Pada tanggal 19 November 2008, itu adalah kali ketiga aku menghadap dosen pembimbing skripsi pertama (PS 1) sebelum beliau menyetujui proposal itu dan memintaku untuk melanjutkannya sampai Bab 3. Tapi apa daya, Allah berkehendak lain, ketika proposal yang sudah di setujui oleh PS 1 ternyata belum disetujui oleh PS 2 dan beliau memintaku untuk memperbaiki proposal skripsi. Yang lebih parahnya lagi, alasan PS 2 memintaku untuk memperbaiki itu cukup jelas dan bisa diterima akal. Dengan senang hati aku harus mengikuti saran PS 2. jadi tugasku sekarang bukan menyelesaikan Bab 3 melainkan memperbaiki proposal, yang berarti aku harus mencari data baru. Ehhhhmm.
Walaubagaimanapun aku harus bersyukur, dan aku harus sadar bahwa setiap goresan pena dari pembimbing skripsi, itu membuatku untuk selalu belajar. Untuk menenangkan dan mengalihkan rasa khawatirku tentang skripsi ini, aku mencoba mengenang perjuangan para dosen, sebelum mereka mendapatkan gelar sarjana. Mereka selalu membandingkan sarjana lulusan diatas tahun 1990an yang menurut mereka kurang berkompeten.
Bayangin saja, jika dulu mereka harus kuliah sekitar 7 sampai 10 tahun baru bisa selesai kuliah, belum lagi mereka harus membuat skripsi menggunakan mesin ketik dan diperparah dengan tidak adanya internet sebagai sumber untuk mencari data..
Bahkan karena waktu kuliah yang terlalu lama, tak jarang mereka kuliah sambil kerja dan sudah menikah..wow..amazing.
Aku yang hanya kuliah saja, sering pusing tatkala tugas atau skripsiku dicoret oleh dosen pembimbing. Bagaimana beliau yang harus memikirkan kuliah, keluarga dan pekerjaan kantor. Sungguh terlatih mental mereka. Bukan isapan jempol jika kaum tua (sarjana lulusan dibawah tahun 1990) menilai sarjana zaman dulu lebih baik dengan sarjana zaman sekarang. Karena sekarang hampir semuanya instan, tidak hanya mie yang instan tetapi data skripsi bisa juga didapat secara instan.
Aku berharap, kita sebagai generasi muda tidak mudah menyerah dan bermalas-malasan tetapi kita harus lebih unggul dari kaum tua karena estapet perjuangan akan berada di tangan kita. Mau dibawa kemana negara Indonesia 10 tahun lagi, jawaban itu ada pada kondisi pemuda saat ini.
Generasi muda adalah generasi cerdas, yang selalu suka tantangan, memliki jiwa sosial yang tinggi dan selalu merasa gelisah ketika ada kesenjangan sosial di masyarakat. Karena ketika kita hanya diam dengan semua itu, maka tak ada bedanya kita dengan orang tua yang lumpuh.
Majulah pemuda karena hidup yang selalu bahagia adalah hidup yang tidak memiliki sejarah (happy is the people without history).
Walaubagaimanapun juga aku tetap sadah bahwa research never ending and always change.
Hidup adalah Mimpi
Mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah sampai lelah
sampai engkau meraihnya….
sepenggal bait lagu dari grup band nidji ini sangat berarti untuk mengobarkan semangat hidupku.
Mimpi ini terlahir ketika aku gagal dalam tes untuk masuk SECABA POLRI, dari kejadian itu Aku tersadar bahwa Allah tidak mentakdirkan Aku untuk beribadah melalui jalan tersebut. Karena gagal aku cepat memutar haluan, aku cari informasi untuk bisa ikut tes SPMB dan alhamdulillah aku diterima sebagai mahasiswa fakultas ekonomi universitas sriwijaya.
Disini mimpi itu dimulai, bisa dikatakan mimpi ini sebagai reinkarnasi dari cita-cita ayahku, dahulu beliau berharap bisa kuliah dan mengambil jurusan ekonomi, tapi apa daya kekurangan materi dan beban hidup yang berat membuat beliau harus menguburkan dalam-dalam cita-citanya itu. Aku sebagai anak laki-lakinya tidak boleh diam, aku sangat terharu dan aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan menjaga, aku akan menggenggam dan akan aku simpan mimpi beliau jauh di dalam lubuk hatiku. Selama kuliah, mimpi itu terus membayangi, sangat mempengaruhi semua tindakanku dan itulah yang membuatku tetap semangat untuk belajar hingga saat ini.

Ayah, hari ini, sebagaian dari mimpi itu telah berhasil aku wujudkan, aku mendapat beasiswa dan ikatan dinas selama tiga tahun dari PT BFI Finance Indonesia Tbk. Mimpiku tiga tahun yang lalu kini telah membuahkan hasil, setidaknya untuk tiga tahun kedepan aku bisa hidup insyaallah tanpa membebanimu karena mimpi itu.
Terima kasih Allah SWT, karena telah merangkul dan mewujudkan mimpi-mimpi ku semasa kuliah. Dulu aku pernah berharap agar bisa duduk di satu ruangan, di mana terdapat beberapa para pakar ekonomi dan alhamdulillah Allah memberiku kesempatan untuk menjadi panitia dalam IRSA (Indonesia Regional Science Assosiation) international conference.
Hari ini dua dari tiga mimpiku telah terwujud, kini aku berusaha untuk mengejar satu mimpi lagi, ya aku harus bisa lulus dengan pujian (cumlaude).
Inilah mimpi sekaligus misiku selama kuliah dan nanti aku ingin menggapai mimpi besarnya yang menurutku ini sangat sederhana tetapi begitu berat perjuangannya. Karena mimpi besarku hanya satu yaitu Aku ingin kembali pada-Nya dalam keadaan beriman.
Jika kita memiliki mimpi, maka tancapkanlah ia di dalam hati dan biarkan ia bergerak dan mengendalikan semua aktivitas kita, karena mimpi itulah yang membuat kita bisa hidup hingga saat ini.
Masjid Agung Palembang
Nov 28, 2008
Hidup adalah Pilihan
Sebelum berdo’a dan tidur malam ini, setidaknya ada tiga hal yang harus aku pikirkan yaitu aku harus bertemu Pak Taufik, dosen pembimbing skripsiku, aku harus mencairkan dana teman yang menitip di tabunganku dan ketiga aku harus menghadiri diskusi mahasiswa fakultas ekonomi yang sudah mati suri selama 10 tahun.
Kerena tema diskusi yang diangkat cukup baik dan kebutulan dampak ekonomi global bagi bangsa Indonesia telah menghantui pikiran dan membuatku semangat untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai hal tersebut. Dan akhirnya aku harus membatalkan ketemu dengan dosen pembimbingku karena terjadi mis komunikasi, aku berharap pada hari itu aku bisa ketemu beliau sore hari dan ternyata beliau mengajak bimbingan pada pagi hari, dengan berat hati aku harus menitipkan kembali skripsi itu pada beliau, sebelum menunggu dua hari lagi agar aku bisa bimbingan lagi, tapi aku tidak boleh kecewa karena diskusi ini sangat bermanfaat sekali bagi kami para mahasiswa. Karena dalam diskusi kita tidak hanya diajarkan untuk mengemukakan pendapat di depan umum tetapi kita juga diajarkan bagaimana menghargai pendapat orang lain.
Diskusi yang juga dihadiri beberapa dosen fakultas ekonomi unsri ini sangat menarik, terbukti tidak ada bangku yang kosong di dalam ruang diskusi, semua wakil dari masing-masing jurusan mempresentasikan makalah mereka dengan baik sekali. Tidak hanya itu, antusias dari para sporter masing-masing jurusan sangat tinggi, mereka terus memberondong dengan pertanyaan-pertanyaan yang baik, yang cukup membuat pemakalah untuk berfikir sebelum menjawabnya.
Dari diskusi ini, pikiranku terbuka, ternyata mahasiswa FE unsri memiliki segudang bakat yang harus diasah dan dikembangkan.
Diskusi yang diadakan oleh HIMEPA ini, telah memberikan dampak positif bagi mahasiswa. Tidak hanya mencari akar masalah tapi mahasiswa dan dosen mencoba untuk merumuskan formula yang tepat untuk menghadapi krisis global, dan formula itu telah dirangkum dan disampaikan oleh Pak Imam, formula tersebut antara lain:
Indonesia harus merubah sistem dari kapitalis ke sistem syariah
menyeimbangkan sektor moneter dan sektor riil, karena telah terjadi ketimpangan yang cukup signifikan yaitu 100:1.
Indonesia harus meninjau kembali fungsi uang sebagai alat spekulasi
Amerika harus menjamin uangnya dengan emas
memfokuskan market dalam negeri
formula ini menjadi tugas buat kita semua, kita harus berjuang untuk bisa memperbaiki negeri Indonesia dan sudah saatnya kita bangga dengan Indonesia.
Inilah proses yang telah aku lalui hari ini, sebelum aku bersyukur karena melihat mahluk ciptaaan Allah yang begitu baik, senyumnya membuatku tenang dan istoqamahnya di jalah Allah membuatku merindukan mahluk ciptaan Allah SWT yang satu ini dan aku sebagai mahluk-Mu yang lemah hanya bisa berdo’a. jika aku boleh berharap aku ingin disatukan dengannya dalam jalan cinta-Mu..
Aamiin ya rabbal ‘alamin.
Tax Goes to Campus (TGTC) di FE UNSRI
November 5th, 2007
Terkadang gelapnya malam tidak selalu membawa kensunyian,,
terkadang keramaian membuat kita tidak bisa berfikir jernih,,
hari ini gue sendiri,, ketika semua teman sudah bingung dengan kesibukannya masing2, tp memang beginilah kehidupan, smua hrus terbagi,,
hanya ada 2 kemungkinan tentang hidup ini,,
1. kita hidup mandiri
2. mengekor di ketiak petinggi
kesunyiaan ini menenangkan pikiranku, aku nga tau lagi apa yang harus aku pikirkan, padahal besok aku harus melanjutkan hari kedua sebagai ketua pelaksana acara Tax Goes To Campus, kerjasama pajak pusat melalui DJP kanwil Sum-Sel & Kep. Babel dan Bem FE Unsri..
sebenarnya aku malu dengan semua ini, tapi aku ga tau malu dengan siapa, diriku sendiri, panitia lain, atau malu pada tman2ku yang harus pusing dengan acara ini. tapi aku bingung banget, rasa tenang ini datang ketika aku merasa dibawah tekanan, apakah ini perputaran 180 karena aku telah mencapai puncak tertinggi dari stress,,,
kritik, nasehat, perintah datang disaat yg bersamaan, dan terkadang semua itu membuat kita bingung dan ga bisa mengambil keputusan,,dan inilah pilihan yg harus kita lewati, memilih apa saja yg sedang terjadi dalam hidup ini,. dan tidak jarang itu akan menimbilkan protes dr orang lain kerena mereka ga tau apa yg terjadi sebenarnya,,
yang pasti sekarang aku sadar satu hal : kebahagiaan, ketenangan akan datang ketika puncak ketegangan datang. dan semua itu akan hilang dengan cepat, bahkan sangat cepat. apalagi ketika kita sadar apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup ini?,,
Thanks to: Laluppo+ mas aji dan mas bagus, BEM FE UNSRI
SUM (sidang umum mahasiswa) FE UNSRI 2008
April 25th, 2008
Almdulillah, tgl 13 april kemarin gue diberi kesempatan untk ikut SUM, sidang terbesar bagi mahasiswa di fakultas ekonomi UNSRI dan gue jadi peserta penuh, wakil angkatan manajemen 2005. banyak kejadian di sini, yang paling berkesan ketika semua orang banyak menyampaikan masukan tentang koordinasi yang konstruktif, karena gue sendiri ngerasa emang sulit untuk melakukan itu semua. setahun di BEM FE UNSRI, tidak cukup membuat gue mahir dalam hal organisasi terutama koordinasi, dimana ada beberapa program tumpang tindih, maksudnya program yang seharusnya menjadi proker HMJ (himpunan mahasiswa jurusan) ternyata dijalankan oleh BEM, atau sebaliknya. mungkin inilah salah satu bukti kurangnya koordinasi.. tidak ada yang salah dalam hal ini, yang terpenting niat dan tujuan kita baik, baik untuk kepentingan fakultas dan universitas..
semoga koordinasi yg konstruktif ini dapat dicapai dan fakultas ekonomi UNSRI bisa menjadi lebih baik lagi..aamiin..
oh ya, kata orang “kita akan kesulitan jika kita berharap perubahan yang lebih baik dari orang lain tetapi semua itu harus dimulai dari diri kita sendiri, sekarang sudah saatnya kita menjadi pioner untuk menciptakan kebaikan”..
Andrea hirata_Laskar pelangi
January 3rd, 2008
* Tuhan menjawab do’a ku dulu persis sama sprti yg tidak kuminta. begitulah cara Tuhan bekerja, jika kita menganggap doa dan pengabulan merupakan variabel-variabel dalam sebuah fungsi linear maka Tuhan tak lain adalah musim hujan, sedikit banyak kita dapat membuat prediksi. Tuhan tidak tunduk pada postutat dan teorema manapun, oleh karena itu, Tuhan sama sekali tak dapat diramalkan. (441)
* hari ini aku belajar bahwa setiap orang, bagaimanapun terbatas keadaanya, berhak memiliki cita-cita dan keinginan yg kuat unk mencapanyai. Cita-cita itu mampu menimbulkan prestasi-prestasi lain sebelum cita-cita seseungguhnya tercapai. keinginan-keinginan kuat itu juga memunculkan kemampuan-kemampuan besar yg tersembunyi dan kejadian-kejadian di luar perkiraan.
* Nasib, usaha dan takdir bagaikan tiga bukit biru samar-samar yg memeluk manusia dlm lena, mereka yg gagal tak jarang menyalahkan aturan main Tuhan. Jika mrka miskin mrka mengatakan bahwa Tuhan, melalui takdir-Nya, memang mengaharuskan mereka miskin. bukti-bukti itu membentuk konspirasi rahasia masa depan dan defenisi yg sulit dipahami sebagian org. seseorang yg telah berusaha menunggu takdir akan mengubah nasibnya. sebaliknya seseorang yg enggan membanting tulang, menerima saja nasib yg menurutnya takkan berubah karena semua telah ditakdirkan. inilah lingkaran iblis yg umumnya melanda para pemalas. tapi yg pasti pengalaman selalu menunjukkan bahwa hidup dngan usaha adalah mata yg ditutup unk memilih buah-buahan dalam keranjang, buah apapun yg didapat kita tetap mendapat buah. sedangkan hidup tanpa usaha adalah mata yg ditutup unk mencari kucing hitam di dalam kamar yg gelap dan kucingnya tidak ada.
* Ada org-org tertentu yg memendam cinta demikian rapi. bahkan sampai mereka mati, sekerling pun mereka tidak pernah memperlihatkan getir hatinya, cinta mereka sesepi stambul lama yg melankolis dengan pengarang yg tidak pernah dikenal. jika malam tiba mereka mengendus-endus meratapi rindu, menampar muka sendiri karena jengkel tak berani mendeklarasikan cinta yg menggelitik perutnya. cintanya tak pernah terungkap karena ngeri membayangkan risiko ditolak. lama-lama seperti seorang narsis, mereka menyukai mencintai seseorang di dalam hatinya sendiri. cinta satu sisi, indah merana tapi tak terperi. mereka hidup dalam bayangan, mengungkapkan cinta agaknya mengandung daya tarik paling misterius dari cinta itu sendiri.(463)
* Kita dapat menjadi org yg skeptis, selalu curiga, dan tak gampang percaya karena satu org telah menipu kita. tapi ternyata dengan satu kasih yg tulus lebih dari cukup unk mengubah persepsi cinta.
Asap Wajahmu
December 25th, 2007
ku buka mata dikala senja tiba
asap wajahmu yang mengganggu
dalam lelap mimpiku
senyummu memenuhi angkasa pikiranku
rembulan pancarkan cahayanya
memaksa ayam untuk berkokok
dan diriku untuk ungkapkan desakan jiwa
tapi hati dan ego sering berkelahi karenanya
dan ego selalu jadi pemenang..
lonely But happy
Addicted!!
I feel like an idiot
always think about u
I tramble like mad
always imagine u
I had been addicted by u
like a stupid man who drugs abuse
but I know
I’m not good in showing my feeling
maybe I’m not a romantic person
I may not say the word to u
but I know
everything that I’ve done
more then just a word of love…







