Ketika Diburu Waktu

Tidak ada hal yang begitu berharga hari ini, selain mengahadiri rapat senat pemilihan dekan fakultas ekonomi universitas sriwijaya, di mana ada 5 kandidat colon dekan yang salah satunya adalah incumbent.
Sebenarnya menghadiri rapat senat calon dekan ini adalah rencana kedua ku, karena waktu itu aku sempat mendapat amanah dari kepala bagian kemahasiswaan fakultas ekonomi untuk menghadiri acara tersebut karena gubernur mahasiswa sedang sakit. Tujuan utamaku adalah untuk menemui dosen pembimbing skripsiku, karena deadline skripsi yang tinggal 10 hari lagi membuat aku harus pontang-panting untuk menyelesaikannya.
Keinginanku untuk menyelesaikan skripsi ternyata membuat aku seperti keluar dari zona kenyamanan, di mana aku bisa tahan untuk tidak tidur hingga jam 12 malam, tetapi sepertinya pekerjaan aku semalam belum membuahkan hasil, karena walaupun telah menunggu hampir 4 jam ternyata aku belum bisa konsultsi dengan pembimbing skripsiku, karena beliau ada rapat dan besoknya harus keluar kota..
aku sempat kecewa dengan semua ini, sepertinya kerja kerasku semalam belum bisa dihargai oleh beliau. Ini membuatku termenung dan berfikir “apakah aku masih bisa mengejar wisuda maret yang deadlinenya tinggal 10 hari lagi”?
Di dalam lamunan itu aku telah disadarkan, ternyata aku bisa keluar dari zona nyaman bahkan mengubur rasa malasku yang sudah mengidap di jiwa ini mungkin sejak aku lahir. Aku sadar sekaligus malu kapada sang Khalid, karena semangat yang aku berikan untuk skripsi ini tidak datang ketika aku harus menghadap kepada-Nya. Padahal jika aku bisa sedikit berfikir, skripsi hanyalah bagian kecil dari hidup ini, dan Rabb adalah visi jangka panjangku yang harus selalu ada dalam setiap nafas, langkah dan perjalanan hidupku. Seharusnya waktu yang memburuku untuk menyelesaikan skripsi ini tidak mengalahkan waktuku untuk beribadah kepada-Nya.
-
apapun proses yang kita jalani sekarang, itu hanyalah bagian kecil dari hidup ini karena hanya pada Allah lah seharusnya kita mengabdikan hidup kita.
Semoga skripsi ini tidak mebuat aku lupa dan lalai untuk istiqamah di jalan-Nya…
Aamin ya rabbal ‘alamin.
