What I do?

Ketika kebahagiaan harus diciptakan bukan dicari.
Terkadang mencapai suatu target yang telah kita petakan sekalipun hanya mampu menciptakan kebahagiaan sesaat. Tetapi pada saat euphoria kebahagiaan itu telah terkikis bahkan menghilang. Kita akan dihadapkan pada masa transisi antara menggali sisa-sisa kebahagiaan karena target telah tercapai dan mengumpulkan tenaga-tenaga baru untuk menundukkan target-target berikutnya. Mungkin ini akan terjadi terus-menerus, sampai kita menjadi target malaikan izrail yang akan mencabut nyawa kita.
Hal ini akan diperparah, tatkala kita hanya merumuskan target-target dunia, yang jikalau kita sadari hanya suatu fatamorgana, karena semua itu hanya akan melahirkan kebahagiaan sesaat, kebahagiaan yang terbatas pada ruang dan waktu.
Kita akan bingung, hampa bahkan stress ketika mengalami kondisi seperti ini. Setidaknya inilah yang sedang aku rasakan sekarang. Dulu, aku sempat berfikir, orang-orang yang bisa menyelesaikan kuliahnya akan bahagia karena telah mencapai pendidikan yang tergolong tinggi, meskipun tinggi atau tidaknya itu sangat subjektif. Ternyata acara yudisium pada tanggal 26 Februari 2009 kemarin, hanya menciptakan rasa hampa bagiku, tetapi aku harap tidak untuk kedua orang tuaku, yang telah setia menghadiri acara tersebut. Jelas saja, setelah ini aku belum bisa meramu hal baik apa yang bisa aku lakukan dengan keadaan sekarang, bersantai menikmati fatamorgana kebahagiaan, melamar kerja, atau melamar anak orang. (heeeeee)
Alhamdulillah pada kondisi seperti ini aku teringat kata guruku, beliau bilang bahwa selalu ada hikmah dalam setiap kejadian. Aku mulai berfikir, memutar otak untuk mendapatkan hikmah dari kondisiku sekarang ini. Sedikit demi sedikit aku mulai meracik dan membuat untaian kata dalam imajinasi yang belum bisa terealisasi secara verbal apalagi untuk dibagikan pada teman-teman yang mungkin mengalami kondisi yang sama sepertiku.
Setidaknya ada 179 alumni Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, baik dari program regular, ekstensi ataupun kejuruan. Umumnya sedang mengalami masa-masa iddah (menunggu), mungkin kita sering mendangar bahwa orang setelah melahirkan akan mengalami masa iddah sekitar 40 hari. Tetapi masa iddah kuliah (jeda antara yudisium sampai hari wisuda) sekitar 30 hari. Pelajaran pertama, jangan membuat visi, misi atau target hanya sebatas dunia, cobalah untuk meramunya dalam cakupan yang lebih luas, artinya target yang dari hari ke hari bisa terus diperbaiki demi peningktan kwalitas diri. Sekali lagi kata guruku, biar tenang hidup itu harus diniatkan hanya untuk ibadah, jadi apa yang kita lakukan, usahakan semuanya bermuara pada Allah. Kalaupun kita ingin dipuji, berharaplah pujian dari Allah dengan cara mengagungkan kebesaran-Nya. Semakin aku menulis dan berfikir, semakin aku menemukan jawaban atas kondisiku sekarang, walaupun setidaknya untuk ketenangan diriku sendiri.
Sekarang jika ada orang yang bertanya:
What I do?
Dengan senyum yang tulus Insyallah akan kujawab..
I do it for Allah SWT.
Aamin ya rabbal ‘alamin
Quotes:
- kebahagiaan itu harus diciptakan bukan dicari
- untuk menciptakan kebahagiaan kita harus membahagiakan orang lain
- untuk membahagiakan orang lain, berilah apa yang ia butuhkan dengan ikhlas
- Ikhlas dilahirkan dari keimanan seorang hamba pada Tuhannya.
Kebahagiaan kakek, kebahagiaan cucunya..

Perasaan bahagia itu datang ketika kita berani rendah hati untuk bersyukur atas apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Mungkin perasaan inilah yang sedang dialami oleh kakekku. Beliau tidak bisa menyembunyikan rona bahagia dari wajahnya, mukanya yang terus sumringah, walaupun setiap senyuman hanya dihiasi oleh giginya yang tinggal dua. Hari ini, 22 Februari 2009, kakekku yang biasa aku panggil Mbah Ramto akan melangsungkan Aqiqah/sukuran 2 cucunya. Satu dari anak laki-lakinya yang bernama Keyza Azzahra Ramadhani Binti Marwan Suprianto dan yang lain adalah Hafiizh Bima Syaputra Bin Syafrijon.
Lengkap sudah kebahagian Mbah Ramto, terang saja kakek yang lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain dengan cucu-cucunya ini sudah memiliki 5 orang cucu dari 4 orang anaknya. Kakekku yang nama aslinya Saliman ini, sangat berarti bagi kehidupanku. Setidaknya aku pernah menjadi pelanggan tetap untuk mendapatkan pajak harian dari Mbah Ramto, jika aku tidak mendapatkan uang dari orang tuaku atau pemberian uang dari beliau kurang, tanpa malu aku melangkahkan kaki ke rumah Mbah Ramto dengan satu tujuan yaitu minta uang. Heee

Banyak orang bilang, Mbah Ramto lebih mencintai cucu-cucunya dibandingkan dengan anak-anaknya sendiri, setidaknya hal ini pernah aku rasakan. Waktu itu, tatkala aku duduk di bangku sekolah dasar, sebelum pergi sekolah bapak menyuruhku untuk membuatkan kopi untuknya, tetapi entah kenapa aku menolak keinginan beliau pada waktu itu, sontak kejadian itu membuat bapakku kesal dan marah. Aku yang mungkin waktu itu masih polos (,,heehee) ngambek dan memutuskan untuk tidak sekolah serta mengadukan masalah ini kepada kakekku. Tanpa banyak kata, Mbah Ramto langsung menegur bapakku, entah mengapa aku merasa senang waktu itu, mungkin karena aku merasa dibela dan pembelaan itu membuat bapak terdiam seribu bahasa. Saat ini, jika teringat kejadian itu, aku merasa malu. Karena tidak sepantasnya aku sebagai seorang anak menolak keinginan orang tua, kecuali mereka menyuruh kita untuk melakukan sesuatu yang di luar koridor agama.
Kini aku sudah tidak kecil lagi, walaupun umurku yang sudah kepala dua belum bisa menghapus ritual Mbah Ramto yang saat ini sudah diturunkan kepada anaknya. Sampai saat ini aku masih sering dikasih uang setiap bulan oleh anak Mbah Ramto. Tak jarang orang tuaku meminta untuk memberhentikan kebiasaan itu tapi anak Mbah Ramto tetap saja ngotot dan bilang, biarlah bude (ibuku) selagi dia masih belajar saya akan membagi rezeki saya untuk dia..(yes,,yes,,yes)..
Aku senang mendengarnya, tapi lama-kelamaan aku malu dan mulai terpikir olehku, apa yang bisa aku berikan untuk kakek, anak-anak kakek dan cucu-cucunya kakek yang telah begitu baiknya padaku?
Pertanyaan besar yang menantangku untuk bekerja lebih keras dan berdoa lebih banyak agar aku bisa membahagiakan mereka, Insayallah..
Aamin ya rabbal ‘alamin.
Terima Kasih Allah SWT
BFI’S BACHELOR DEGREE (S1) SCHOLARSHIP FOR COLLEGE STUDENTS OF UNSRI PALEMBANG
The BFI’s Bachelor Degree Scholarship Scheme does not only apply to the college students in Java Island, but also expanded its wings across the Sumatera area. After going through a very tide and thorough selection process, it was a solid decision to grant the scholarship to one student from the Faculty of Economics of the University of Sriwijaya in Palembang, majoring in Management, named Mr. Budi Setiawan.
The symbolic ceremony of the BFI’s Bachelor Degree Scholarship endowment to the recipient was held last Friday, November 28, 2008, at the Faculty of Economics’ Council Room of the said university. The appreciation certificate was delivered by Mr. Iwan acting as Regional III Coordinator dan Branch Manager of BFI Office in Palembang to the selected student, witnessed by all invitees coming from the academic environment of the University of Sriwijaya dan fellow colleagues of BFI Office in Palembang.

Source: http://www.bfi.co.id/
SAHABAT. Tidak terasa sekitar dua bulan lagi kita akan meninggalkan kampus kita dan mencoba untuk mendedikasikan ilmu yang telah kita gali selama kita kuliah guna kemaslahatan manusia, banyak kenangan-kenangan indah di dalam hati ini. walau kadang terbersit rasa kesal, marah dan putus asa di antara kita, tapi yakinlah insyallah itu hanyalah anugerah dari-Nya yang menunjukkan bahwa kita adalah seorang manusia.
sahabat, malam ini aku hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semua. sahabat yang telah datang dan pergi dari kehidupanku, sahabat yang selalu mengajarkan kebaikkan dan selalu menasehati dalam meningkatkan kwalitas diri.
sahabat, jasamu sungguh tak terganti, walau dengan materi sekalipun. meskipun waktu akan memisahkan kita, insyallah hati kita akan selalu bertautan satu sama lain.
Ya Rabb,
Satukan kamu kembali
Dalam jalan cinta-Mu
Thanks to : Allah SWT, My Family, Manajemen FE UNSRI, BEM FE UNSRI, EFECs UNSRI, Laluppo’z, Majelis Taklim Ash-Shobirin, PT. BFI Finance Indonesia Tbk.
Surat Kabar atau Album Parpol

DEMOKRASI. Pemilu legislatif yang kurang dari 2 bulan lagi, membuat bakal calon anggota legislatif mengeluarkan semua amunisinya untuk menarik simpati masyarakat yang nantinya diharapkan mereka akan menjatuhkan pilihan pada oknum tersebut. Bentuk amunisi ini bermacam-macam, mulai dari spanduk, famlet, stiker, gantungan tas, kartu nama, umbul-umbul hingga surat kabar tak lekang menjadi korban amunisi partai politik untuk mengeksploitasi kader-kader terbaik mereka.
Surat kabar yang semestinya berfungsi sebagai sumber informasi akan merubah sedikit fungsinya, setidaknya hanya untuk menyambut pesta demokrasi ini saja. Bayangkan saja, pada pemilu tahun 2009, Indonesia memiliki 34 parpol plus 6 partai local di Nanggroe Aceh Darusslam. Masing-masing partai cenderung mencalonkan lebih dari 1 kadernya, misalnya masing-masing partai mengirim 2 bakal calon untuk maju dalam pemilu legislatif pada tanggal 9 April 2009 berarti akan ada sekitar 80 manusia yang akan mempromosikan dirinya. Dari 90 orang tersebut sudah cukup membuat halaman surat kabar menjadi penuh. Surat kabar yang tadinya berfungsi sebagai sumber informasi bagi rakyat kini menjadi seperti album partai politik.
Kita tahu bahwa meskipun iklan-iklan parpol itu dipasang dengan konsekuensi akan mengurangi informasi dari surat kabar itu sendiri, tetapi tetap saja hukum demand dan supply berlaku saat ini. Karena terlalu banyak permintaan dari partai politik untuk mamasang iklan untuk kader-kadernya dengan harapan mereka bisa menjadi wakil rakyat nantinya, sementara halaman surat kabar itu sendiri tetap seperti sediakala, maka mau tidak mau perusahaan penerbit surat kabar tersebut akan menscreening lagi berita mana kira-kira yang lebih penting daripada iklan para bakal calon anggota legislatif tersebut. Jika orientasinya materi, jelas maka iklan parpol akan mendominasi surat kabar tersebut. Tetapi jika fokusnya untuk mencerdaskan masyarakat, maka jelas penerbit akan bijaksana dalam mengambil keputusan.
Quote : Semoga rakyat mendapat hidayah-Nya untuk memilih calon legislatif yang Jujur, Amanah, Tabligh, dan Fathonah. Aamin.
Hidup itu 1 : 0

IKHLAS. Sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada orang yang telah menularkan ilmu pilosopinya ini kepada saya, yang saya ingat pilosopi 1 : 0 ini saya dapet ketika saya menghadiri seminar di wisma universitas sriwijaya di Palembang.
Mungkin bagi kita yang muslim sudah tak asing dengan hadist yang menjelaskan bahwa tangan di atas itu lebih baik dari tangan di bawah. Hadist ini menjelaskan bahwa kita harus banyak bersedekah, apalagi jika kita mampu untuk bersedekah. karena sedekah itu merupakan suatu kebaikan maka kita harus menyegerakannya.
Mungkin hadist ini yang melandasi pilosopi 1 : 0, karena arti dari 1:0 disini merupakan :
1= apa yang kita berikan
0= ikhlas, kita tidak berharap dari apa yang telah kita berikan.
Jadi dalam pilosopi 1:0 ini, kita diajak untuk ikhlas yaitu mencoba memberikan sesuatu yang baik kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan, karena apabila tangan kanan kita bersedekah maka tangan kiri kita tidak boleh tau.
Hal ini bisa dibuktikan secara matematis.
1 : 0 = ~ (tak terhingga) itu artinya jika kita memberikan dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan, maka insyallah Allah akan membalas kebaikan kita itu melebihi apa yang telah kita berikan sebelumnya.
1 : 1 = 1, jika kita bersedekah tapi berharap orang yang diberi sedekah akan melakukan hal sama kepada kita, mungkin kita akan mendapat 1 balasan dari orang itu (baca:secret).
1 : 2,3,4 = 0,.. jika kita bersedekah dan berharap ingin menerima pengembalian melebihi dari apa yang telah kita berikan, mungkin kita akan mendapatkannya dalam jumlah yang lebih kecil lagi.
Melaui tulisan ini, saya mencoba menyampaikan bahwa kita harus belajar untuk ikhlas, perbanyak sedekah dan banyak bersyukur kepada Allah SWT karena Allah tidak pernah tidur, maka Allah akan menambah riski/nikmat hamba-Nya yang bersyukur.
Quote : saat malam tiba , lihatlah ke atas langit .. jika kamu melihat sebuah bintang jatuh , jangan terpana melihatnya .. tapi buatlah sebuah permintaan .. percayalah .. permintaanmu akan dikabulkan Allah SWT karna aku telah melakukannya dan insyallah aku mendapatkannya ..(M Shodiq Mustika).
Dua Satelit Bertabrakan..??
Pagi ini saya menonton salah satu siaran televisi swasta yang pada saat bersamaan mereka sedang membaca Headline dari beberapa surat kabar, dan saya tertarik dengan pemberitaan yang menulis tentang adanya tabrakan antara satelit satelit komersial Iridium yang diluncurkan Motorolla Inc, pada 1997 dengan satelit Rusia yang diluncurkan pada 1993. untuk lebih jelasnya saya mengutip dari www.kepritoday.com dan www.INILAH.com.

Kepritoday.com. Washington (BCZ) Sungguh aneh, dua satelit yang beredar di angkasa bisa tabrakan. Dua satelit milik Amerika dan Rusia tersebut bertabrakan ratusan kilometer jauhnya dari bumi dan menyebabkan Satelit Komersial Irisium hancur.
Satelit milik Amerika Serikat yang dioperasikan sebagai satelit komunikasi tersebut menjadi satelit pertama di dunia yang mengalami kecelakaan ditabrak oleh satelit lainnya.
“Kejadian ini tidak pernah berlaku sebelumnya, sebab satelit Iridium telah dirancang untuk bisa menghindari kejadian aneh seperti ini,” kata juru bicara Bethesda, perusahaan yang menjalankan satelit tersebut.
Bethesda kini tengah berupaya untuk mengambil tindakan darurat untuk menggantikan sateli tersebut dengan satelit lainnya yang ada di orbit. Satelit ini dipergunakan oleh 66 jaringan komunikasi, dan peristiwa ini dianggap bukanlah kegagalan teknologi perusahaan tersebut. (jhs).
INILAH.COM, Florida – Untuk pertama kalinya dalam sejarah teknologi antariksa, tubrukan besar terjadi antara dua satelit yang berada di orbit masing-masing. Lembaga antariksa AS (NASA) akan menyelidiki insiden yang terjadi sekitar 804,6 km di atas Siberia itu.
“Kami sudah memprediksikan hal ini akhirnya akan terjadi,” kata pengamat puing angkasa di Johnson Space Center Houston, AS, Mark Matney, seperti dilansir AP, Kamis (12/2).
Menurut NASA, yang bertabrakan adalah satelit komersial Iridium yang diluncurkan Motorolla Inc, pada 1997 dengan satelit Rusia yang diluncurkan pada 1993. Menurut Matney, satelit Rusia yang sudah tak berfungsi lagi itu tak terkendali. Saat ini, para ahli masih menghitung jumlah pecahan kedua satelit itu.
“Mungkin ada ratusan puing jika kami selesai menghitungnya,” sambung Matney.
Sebelumnya, pernah terjadi 4 kasus tabrakan luar angkasa di orbit masing-masing. Namun mereka hanya bersenggolan dan hanya terdapat pecahan-pecahan kecil saja. Baru kali ini terjadi tabrakan besar hingga satelit pecah berkeping-keping.
Para ahli antariksa sudah cukup dipusingkan dengan sekitar 17 ribu puing-puing luar angkasa yang mengorbit mengelilingi bumi. Sampah luar angkasa itu berbahaya bagi satelit yang diluncurkan dari bumi. Umumnya, puing itu merupakan pecahan dari satelit tua yang tak lagi berfungsi.
Puing luar angkasa juga sangat berbahaya bagi pesawat ulang alik yang keluar dan memasuki bumi. “Tabrakan ini merupakan pelajaran, bahwa masalah ini merupakan sesuatu yang sangat penting,” pungkas Matney. [vin]
Target 1 Thn 2009 “Success”

ALHAMDULILLAH. Tanggal 9 Februari 2009, aku telah melewati bagian yang cukup besar selama aku menjadi mahasiswa di universitas sriwijaya, karena pada tanggal ini, aku tidak hanya akan mengikuti ujian akhir (ujian komprehensif), tetapi disini aku mempertaruhkan salah satu mimpi/target yang harus aku capai untuk tahun 2009, yaitu aku ingin lulus dengan cumlaude. sejauh ini, kerja kerasku yang dapat direalisasikan dengan IPK hanya menyentuh angka 3.50, yang artinya mau tidak mau, suka tidak suka, dan sakit tidak sakit, aku harus bisa mendapatkan nilai yang sempurna yaitu nilai AA pada ujian tersebut. karena nilai AB saja tidak cukup untuk menggapai target pertama di tahun 2009 ini. tapi alhamdulillah Allah selalu ada di setiap saat kita perlukan, tetapi tak jarang kita lupa dengan-Nya, dan baru akan ingat dengan Allah ketika kita dikelilingi dengan kesusahan atau masalah. Hari itu, tiga dosen penguji tidak membuatku gugup, walaupun selang beberapa hari sebelum aku ujian kompre, tidak sedikit mahasiswa yang keluar dengan tangan dingin dan keringat yang membasahi baju mereka, belum lagi ada mahasiswi yang harus mengeluarkan air mata, yang menurut informasi mendapat tekanan dari dosen penguji.
Alhamdulillah aku mendapat pertolongan dari Allah, sungguh tidak bisa aku menghitung nikmat dan rezeki yang telah diberikan Allah, aku selalu berusaha dan berdoa senantiasa menjadi orang yang bisa bersyukur atas apa yang telah Rabb berikan padaku, karena Allah telah berjanji dalam kitabnya yang sempurna bahwa bersyukurlah maka Allah akan menambah nikmat yang Dia berikan dan jangan kau ingkar karena azab-Ku sangat pedih. Meskipun kompre terlihat begitu mengerikan ketika dibayangkan, tetapi hal itu akan menadi cair ketika kita telah menyiapkan diri kita untuk menghadapi hari yang cukup bersejarah itu, maksud saya kita harus menyiapkan jasmani seperti kondisi tubuh yang fit, cukup istirahat, belajar secukupnya, dan yang terpenting kita harus siap secara rohani, salah satunya adalah berdoa kepada Allah, karena percaya atau tidak pada saat kompre itu emosi sangat berperan.
kita akan dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan, baik tentang skripsi yang telah kita buat ataupun tentang kejadian yang sedang hangat diberitakan saat itu, misalnya karena aku jurusan manajemen yang mengambil konsentrasi keuangan, maka salah satu dosen penguji menanyakan tentang kasus PT Sarijaya Sekuritas yang Alhamdulillah sedikit banyak aku telah menonton bahkan sudah membacanya dari surat kabar. Yang perlu kita sadari bahwa setiap jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh penguji itu akan melahirkan pertanyaan-pertanyaan baru, dan pertanyaan-pertanyaan baru tersebut hanya bisa ditutup dengan kerendahan hati dari mahasiswa itu sendiri..
kompre sudah selesai, satu target sudah tercapai dan target-target lain masih menanti..SEMANGAT.
Uppss, jangan lupa ya sedekah sebagai wujud rasa syukur kamu karena telah dibantu oleh Allah SWT..
Thanks to: teman2 yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini, terutama untuk kiki/kio yang telah sukses memotivasi aku, ketika kita harus tidur di mobil, di kota muara enim..
Good Luck teman. Aamin.
Dia yang Syariah

Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan mahkluk yang lainnya. Hal ini terjadi karena manusia diberikan akal untuk berfikir dan membedakan hal yang baik dan buruk dalam setiap perjalanan hidup manusia itu sendiri.
Menurut saya, secara sistem ekonomi, manusia itu bisa dibagi menjadi 3 golongan:
1. Manusia konvensional
Yaitu manusia yang dalam kegiatannya secara ekonomi selalu menggunakan sistem konvensional. Misalnya menabung di bank konvensional, kredit barang pada pembiayaan konvensional bahkan buat skripsipun objeknya perusahaan konvensional (mungkin yang terakhir ga apa-apa,hee).menurut hemat saya, manusia seperti ini rentan tercebur dalam riba, karena logikanya segala seuatu yang konvensional itu identik dengan bunga yang sudah pasti riba dan riba itu pastilah haram.
2. Manusia Syariah
Yaitu manusia yang dalam kegiatannya secara ekonomi selalu menggunakan sistem syariah atau sesuai dengan Al-quran dan hadist. Misalnya menabung di bank syariah, kredit barang pada pembiayaan syariah bahkan buat skripsipun objeknya perusahaan syariah. Menurut saya, manusia seperti ini rentan menjadi manusia yang beruntung, karena secara tidak langsung mereka telah membantu masyarakat miskin tanpa harus membebani pihak lain, misalnya perbankan, jika dalam hal ini dana yang diinvestasikan oleh nasabah itu tidak memperoleh keuntungan, maka pihak bank tidak perlu pusing untuk memberikan imbalan kepada nasabah.
3. Human Mix
Yaitu manusia yang dalam kegiatannya secara ekonomi menggunakan kedua sistem tersebut (sistem konvensional dan sistem syariah). Mungkin manusia seperti ini yang banyak kita jumpai, apalagi di Indonesia, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang tidak menganut sistem ekonomi Islam.

Menurut pengetahuan saya yang sangat terbatas, perbedaan fundamental antara sistem konvensional dan sistem syariah adalah AKAD, yaitu persetujuan antara kedua belah pihak, biasanya penjual dan pembeli. Dalam sistem konvensional semuanya sudah ditentukan, termasuk bunganya, tetapi pada sistem syariah semuanya harus disepakati oleh kedua belah pihak.
Inspired by : Dia yang tetap Syariah
