Budirich’s Weblog

live for praying

Mahalnya sebuah perubahan

Ketika kita mendengar kata Change, apa yang ada di pikiraan kita. Mungkin kita akan mengaitkannya dengan gerakan, pertumbuhan atau metamorfosis dari satu kondisi ke kondisi yang baru yang tentunya diharapkan jauh lebih  baik.

Belum hilang di ingatan kita, dimana satu kata magic yaitu change bisa membawa orang pertama keturunan amerika-afrika menjadi presiden di negara adidaya sekelas Amerika yang notabene masih kental dengan masalah rasis. Atau buku secret Rhonda Byrne, yang mencoba merubah pikiran alam  bawah sadar manusia agar selalu positif thingking.

Satu kata yang mudah dibaca tetapi butuh banyak pengorbanan untuk diimplementasikan. Setidaknya inilah yang dialami oleh perusahaan di tempatku bekerja. Bergerak di bidang multifinance menuntut suatu perusahaan harus dinamis, karena kita tahu bahwa pesaing semakin  hari samakin menggurita. Semakin  pintar saja dan tak ada kata lain ketika kita ingin survive maka kita harus berubah.

Sekitar 4 bulan terakhir perusahaan ini mulai merombak semua sistem kerja, jika dulu satu divisi bisa menyelesaikan proses aplikasi yang masuk hingga selesai tapi sekarang semua itu harus dirubah. Di mana employee harus bekerja sesuai divisi mereka masing-masing. marketing harus pure sebagai marketing, surveyor harus sebagai surveyor dan saya sebagai credit analyst harus sebagai filter dari setiap aplikasi yang masuk. dan tentu saja ada harga yang harus dibayar dengan menurunnya jumlah kontrak perusahaan.

change

Sampai saat ini ide cemerlang yang diharapkan mampu menciptakan efisiensi kerja ini masih mengalami resistensi dari masing-masing divisi. Terlalu banyak kambing hitam di dalam perubahan, ada yayang menilai ini sulit dilakukan, akan menurunkan portpolio perusahaan sampai ada yang sembunyi-sembunyi menolak perubahan ini.

Tapi aku cukup bersyukur, karena suatu hari kemarin aku sempat ikut pemaparan dari direktur pemasaran dan beliau menyatakan dengan tegas bahwa no point to return. Artinya kita harus menjalankan sistem ini, dan saya yakin  ketika perubahan sistem ini dapat diterapkan oleh semua karyawan bukan tidak mungkin pertumbuhan yang sekarang sedikit terhambat akan mulai menggeliat hingga terus tumbuh dan lebih produktif dari hari ke hari.

Bukan perubahan yang jadi masalah, tetapi siapkah sumber daya dengan suatu perubahan, jika semua sumber daya sudah siap maka kita bisa yakin bahwa perubahan itu akan tercipta. Yang selalu kita ingat bahwa semua di dunia ini akan berubah kecuali perubahan itu sendiri.

13 Juni 2009 - Ditulis oleh budirich | budi setiawan | | & Komentar

& Komentar »

  1. Malah kalo ada change kepikiran power ranger.. BERUBAH!!

    Komentar oleh Dinda Watson | 13 Juni 2009 | Balas

  2. Kata change jadi inget Barack Obama, akankan indonesia bisa lebih baik..

    Salam kenal mas, blog sudah saya add mas, mohon di linkback. Terimakasih.

    Komentar oleh dins | 27 Juni 2009 | Balas


Tinggalkan komentar