Dreaming: wanna be a smart young investor
Sampai hari ini kita masih sering mendengar beberapa kalangan meletakkan problem sosial sebagai tanggung jawab negara. Rendahnya tingkat pendidikan dan meningkatnya penduduk miskin seakan menjadi beban estafet pemimpin negeri ini. Mulai hari ini semestinya kita sudah harus berubah dengan berani mengambil sebagian tanggung jawab untuk menyelesaikan problem klasik bangsa ini. Apapun profesi kita hari ini. Baik kita sebagai seorang karyawan ataupun kita sebagai individu yang terdidik. Teringat pesan Rektor Unversitas Paramadina, Bapak Anies Baswedan bawah secara konstitusional mendidik adalah tugas negara tetapi secara moral mendidik adalah tugas setiap orang terdidik. Lalu bagaimana cara untuk mengemban tanggung jawab sosial ditengah kepadatan rutinitas?
Dalam skala internasional, kita sudah mempunyai contoh dari belahan dunia bagian timur. Disana ada Muhammad Yunus, penerima Nobel Perdamaian dari Bangladesh. Konsepnya yang terkenal adalah social business entreprise, yaitu bagaimana cara meraup laba dan menebar derma pada saat yang sama. Lalu, apa yang bisa kita lakukan sebagai individu agar bisa meraup laba dan menebar derma pada saat yang sama?
To be honest, secara pribadi saya meyakini dengan menjadi ½ social entrepreneur adalah jawaban yang tepat saat ini. Insya Allah hal ini sejalan dengan resolusi pribadi di semester pertama tahun 2012 yaitu ingin membuka usaha di bidang pendidikan. Kenapa pendidikan? Karena saya yakin pendidikan bisa menciptakan social multiplier effect yang dahsyat. Pertama, insya Allah saya ingin memberikan beasiswa berjenjang masing-masing gratis biaya kursus 100% untuk juara umum kesatu, gratis 75% untuk juara umum kedua, dan gratis 50% untuk juara umum ketiga. Kedua, melalui lembaga pendidikan ini saya ingin memberikan informasi tentang peluang beasiswa dan student exchange kepada semua siswa, dengan harapan mereka bisa menjadi global citizen with world class competence. Ketiga, setelah mereka terdidik dan mempunyai kemampuan yang cukup, saya bermimpi suatu hari nanti mereka bisa berkopetisi secara global untuk membawa nama harum bangsa Indonesia di kanca dunia, dan secara tidak langsung itu akan meningkatkan kelas sosial ekonomi siswa tersebut. Selain dari itu, usaha ini juga bisa menciptakan lapangan kerja baru, artinya bisa membantu pemerintah mengurangi pengangguran.
Inilah sekelumit mimpi kecil pemuda kampung, semoga mimpi untuk mendirikan lembaga pendidikan ini bisa terwujud sehingga social multiplier effect itu tidak hanya jadi mimpi tapi jadi kenyataan. Aamiin.
Muara Bungo, January 18, 2012.

