Budirich’s Weblog

live for praying

Bubur Century Spesial

Tanggal 21 November 2008 akan jadi hari bersejarah bagi Bank Century. Pengambilalihan bank century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) semakin memperjelas berhentinya fungsi manajemen lama dan pemegang saham bank tersebut. Secara otomatis pemegang saham publik Bank Century sudah tidak ada lagi lantaran equitynya bernilai negatif dan capital adequacy ratio (CAR) mencapai minus 3,5%. Hingga kwartal ketiga 2008, komposisi pemegang saham Bank Century terdiri atas Clearstream Banking Lexemburg sebesar 11,5%; First Gulf Asia Holding Limited 9,5%; PT Mega Century Investindo 5,64%; dan selebihnya yaitu sebesar 57,21% dimiliki publik. Dari jumlah saham publik itu, pemegang saham yang kepemilikan sahamnya di bawah 5% mencapai 55,4%.

Bank Century

Sesuai aturan Undang-Undang nomor 24 tahun 2004 tentang lembaga penjamin simpanan, pemerintah akan mengambilalih seluruh Baca selebihnya »

5 September 2009 Ditulis oleh budirich | ekonomic view | , , , , , , | 1 Komentar

Studi Kelayakan Kredit

Alan Greenspan (President Federal Reserve Board) on May 1996 “we should not forget the basic economic function of these regulated entities (bank and finance company) is to take a risk, if we minimize risk taking in order to reduces failure rates to zero, we will by definition have eliminate the purpose of the banking and finance system”.
“You gain a competitive advantage when you become skilled and swift at framing business decision that maximize opportunity while mitigating risk and understanding uncertainty”.
merenung

Analisa kredit ini mungkin terlahir karena adanya resiko akibat ketidakpastian. Resiko bisa berupa kesempatan atau ancaman. Fundamental manajemen resiko Baca selebihnya »

29 Agustus 2009 Ditulis oleh budirich | ekonomic view | , | 1 Komentar

Tentang Neoliberalisme dan Pancasila.

Neoliberalisme yang salah satunya identik dengan menswastakan perusahaan-perusahaan milik negara. Sebenarnya bagaimana sejarah dari neoliberisme itu, mengapa mereka ada, dan adakah sisi positif dari neoliberasme? Bagaimana dibandingkan dengan ekonomi Pancasila.
Bapak Boediono

Mungkin sekulimit tulisan yang mayoritas diambil dari esai wakil presiden kita Bapak Boediono ini bisa menjelaskan tentang neoliberalisme itu secara lebih adil dan sedikit dalam. Awalnya semua berangkat dari diskursus yang berkembang di kalangan para ekonom yang berada di Washington DC, Amerika Serikat. Untuk menyikapi krisis yang terjadi di Amerika Latin pada semester awan tahun 1980-an, terutama yang menimpa Meksiko, Brasil, dan Argentina. Para ekonom yang terlibat dalam Baca selebihnya »

23 Agustus 2009 Ditulis oleh budirich | ekonomic view | , , , | No Comments Yet

Scheme of Global Crisis

Ketika keserakahan mengancam dunia.
krisis globalEkpansi properti yang begitu besar, menarik investasi hingga $ 10,6 Triliun atau sekitar 74% dari PDB Amerika yang sebesar $ 14,3 Triliun. Dari $ 10.6 Triliun yang diinvestasikan tersebut sekitar $ 1,6 Triliun yang disalurkan ke Subprime atau golongan yang kurang layak diberikan kredit. Karena ekspektasi masyarakat terhadap dunia properti yang begitu menggiurkan, maka produk-produk properti ini dijual dalam bentuk produk investasi di pasar skunder.
Produk ini laku keras dan Lehman Brother Baca selebihnya »

9 Agustus 2009 Ditulis oleh budirich | ekonomic view | , | No Comments Yet

Dampak Ekonomi seputar Bom di JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta

 

bom jw marriot dan ritz carlton

 

Sebenarnya tidak ada yang beda di hari jum’at pagi ini selain aku harus datang ke mess baru dari jakarta timur dan kembali ke gedung bimantara, cukup untuk olahraga bagi manusia malas sepertiku. datang ke kantor dan kerja seperti biasa. tapi Jum’at yang seharusnya jadi hari yang indah ini harus dilumuti dengan butiran air mata bagi saudara kita yang ada di sekitar hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. sekitar pukul 7.47 pagi tadi, jakarta (Indonesia) kembali digetarkan oleh bom di lokasi yang sama seperti enam tahun yang lalu.

sejauh ini ada beberapa korban yang meninggal dan banyak juga yang mengalami luka-luka. informasi sampai saat ini ada sekitar

Baca selebihnya »

19 Juli 2009 Ditulis oleh budirich | ekonomic view | , | & Komentar

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI)

isei

Bagi teman-teman yang ngakunya sarjana ekonomi, harusnya tahu tentang organisasi yang satu ini, salah satu organisasi khusus untuk para alumni ekonomi dari seluruh Indonesia. mereka berkumpul, berbagi dan sharing mengenai ekonomi, dan itu bisa terjadi di forum ISEI..

mau tahu lebih detail tentang ISEI, baca ini ya…
ISEI adalah Organisasi Profesi yang berdasarkan pada ke-Sarjanaan dan tidak mengikatkan diri pada partai politik dan organisasi politik manapun
Bahwa kami Sarjana Ekonomi Indonesia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia, maka dari itu berkewajiban untuk mengambil peran yang positif untuk kemajuan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
Bahwa kami Sarjana Ekonomi Indonesia dengan penuh rasa tanggungjawab kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengembangkan ilmu ekonomi untuk dibaktikan kepada Nusa, Bangsa dan Negara.
Bahwa kami Sarjana Ekonomi menghargai pemikiran-pemikiran dalam bidang ekonomi yang tidak bertentangan dengan falsafah Pancasila.
(Dikutip dari Mukadimah Anggaran Dasar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia)

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dibentuk dan didirikan pada tanggal 14 Januari 1955 di Jakarta, yang sekaligus merupakan tempat kedudukan pengurus pusat.

Program kerja ISEI selaku organisasi profesi yang hidup ditengah-tengah masyarakat dilaksanakan secara aktif oleh para anggotanya yang menjadi pemikir, perancang dan pelaksana pembangunan, baik di bidang swasta maupun pemerintahan. Dengan demikian Sarjana-sarjana Ekonomi tidak hanya bertindak sebagai pengamat ataupun pemikir yang pasif mengenai permasalahan ekonomi serta masyarakat ekonomi pada umumnya, tetapi juga turut berperan aktif dalam proses pembangunan Bangsa dan Negara melalui ISEI.

Disamping mengadakan Program Pembinaan Kesarjanaan/Profesi, ISEI secara regular mengadakan Kongres tiga tahun sekali serta Sidang Pleno yang diadakan tiap tahun diantara dua Kongres. Sampai dengan periode kepengurusan ISEI 2006-2009 telah dilakukan Kongres sebanyak 16 kali. Kongres ini disamping membahas masalah-masalah Ekonomi Internasional, ASEAN, Perekonomian Nasional, Pembangunan Daerah juga mengenai perkembangan teori di bidang umum, ekonomi perusahaan, dan akuntansi. Kongres ISEI ke-16 pada tahun 2006 diadakan di Manado, sedangkan Kongres ISEI ke-17 rencananya akan diadakan di Padang pada tahun 2009. Sementara itu, Sidang Pleno dilaksanakan dengan menitikberatkan kegiatannya kepada peninjauan, pengkajian, penelitian, penghimpunan dan pembuatan proyeksi serta saran-saran mengenai beberapa aspek perekonomian nasional yang aktual. Untuk masa bakti kepengurusan ISEI periode 2006-2009, telah dilaksanakan Sidang Pleno ke-12 pada tahun 2007 di Balikpapan, sedangkan Sidang Pleno ke-13 rencananya akan diadakan di Mataram pada tahun 2008.
Dalam sektor regional, ISEI merupakan sponsor pembentukan Himpunan Organisasi Ekonomi ASEAN yang selanjutnya disebut Federation of ASEAN Economic Association (FAEA), yaitu pada tanggal 27 Oktober 1976 di Prapat Danau Toba (Medan). Sidang FAEA terakhir yaitu yang ke-32 dilaksanakan di Bangkok pada bulan Desember tahun 2007 lalu dengan tema “Politics and Economic Development of ASEAN”, sedangkan Sidang FAEA ke-33 rencananya akan diadakan pada minggu pertama atau ketiga bulan November 2008 di Hanoi – Vietnam, dengan mengambil tema “Agricultural and Rural Development in ASEAN”.

jadi tunggu apalagi, untuk sarjana ekonomi, silahkan gabung di ISEI..

join us on www.isei.or.id

26 November 2008 Ditulis oleh budirich | ekonomic view | | 1 Komentar

Amerika yang krisis, kenapa kita yang merugi…?

Krisis yng terjadi di Amerika ini bukanlah krisis yang pertama, melainkan krisis yang sudah terjadi kesekian kali. Apakah kita masih ingat dengan suatu peristiwa yang dikenal dengan istilah ”black Thursday” terjadi pada tanggal 24 oktober 1929. hanya dalam hitungan jam pasar modal amerika terempas, yang karena kerasnya hempasan tersebut lebih dari 40 miliar dolas aset AS tergerus, banyak orang kaya yang menjadi gelandangan, keluarga-keluarga kehilangan tabungan, rumah bahkan hidup mereka.

Efek domino dari black Thursday itu terus menjalar hampir ke semua penopang segi ekonomi amerika, resesi yang berawal dari wall street menuju perbankan, industri dan sektor pertanian. Tak heran akibat krisis ini, pada tahun 1930-1935 banyak petani Amerika yang kehilangan ladang mereka, dan bank sebagai lembaga yang banyak memberian bantuan kepada petani ikut terkena imbasnya dan puncaknya bank harus tutup karena takut terjadi kredit macet dan tidak menutup kemungkinan Rush bisa terjadi. Terpaksa Franklin Roosevelt, presiden Amerika pada saat itu mengumumkan ”bank holiday”.

Kita berharap jangan sampai black holiday yang terjadi di amerika terulang di indonesia,

Tetapi semua itu tidak menutup kemungkinan. Karena bursa efek indonesia merupakan satu-satunya bursa di asia yang terperosok, sementara bursa asia lainnya sudah menunjukakan rebound yang positiv. Hal ini dikarenakan para investor domistik yang cenderung mengikuti langkah investor asing. Menurut direktur utama PT Financorpindo Nusa, Edwin Sinaga, ada tiga hal yang menyebabkan IHSG tetap anjlok pada saat bursa regional asia berpesta pora.

Pertama, masih cukup banyak saham yang dijual paksa oleh perusahaan sekuritas, sekalipun harga saham sedang anjlok.kedua, menguatnya mata uang dolar AS terhadap rupiah yang sempat menembus Rp. 11.700 per dolar AS membuat investor lokal panik. Dalam keadaan seperti ini investor menjual saham-sahamnya untuk kemudian membeli dolar. Ketiga, kepercayaan investor lokal terhadap pasar modal indonesia cukup lemah, cenderung mengikuti investor asing. Tidak hanya itu, mengamat pasar modal, Robert JS Nayoan, menambahkan, sentimen negatif yang berkembang akibat krisis di AS dinilai sudah berlebihan dan tidak sebanding dengan dampak yang mungkin terjadi terhadap Indonesia ditinjau dari hitung-hitungan ekonomi.

29 Oktober 2008 Ditulis oleh budirich | ekonomic view | | No Comments Yet

IHSG dan Rupiah terjun bebas bareng..

resesi global sangat membuat negeri ini panas-dingin, buktinya, per tanggal 26 oktobel 2008, rupiah masih nyaman berada pada kondisi yang sangat memprihatikan yaitu Rp 10.470 per dolar AS. hal ini disebabkan banyaknya investor asing yang menarik uangnya dari indonesia. jika hal ini terus dibiarkan, besar kemungkinan rupiah akan terus melemah dan tembus hingga level Rp10.500-11.000 per $US, sedangkan patokan batas atas APBN indonesia untuk tahun 2008 hanya Rp 9.800 per $US. dengan keadaan yang sekarang ini, indonesia kesulitan untuk mencapai target-target yang harus dipenuhi pada tahun 2008. tapi untungnya pemerintah tidak mau mengulangi kesalahan yang sama dengan berhutang pada IMF untuk mengatasi masalah krisis ini, pemerintah lebih memilih untuk mengoptimalkan potensi yang ada di indonesia, karena krisis tahun 1997 cukup membuat pelajaran yang sangat berharga, IMF yang diharapkan dapat menjadi penolong malah menyulitkan indonesia dalam melunasi hutangnya, tapi untunglah semuanya sudah terbayar.  untuk mengatasi masalah yang kompleks saat ini, semua pihak diharapkan dapat berperan secara aktif antara lain bank indonesia dapat mengatur stabilitas nilai tukar, agar rupiah tidak melemah hingga ke level yang memprihatinkan, dunia usaha juga harus mulai mencari alternatif pasar baru, sehingga produksi tidak harus diberhentikan lancaran amerika mengurangi impornya, dan kita sebagai masyarakat diharapkan mau untuk mengkonsumsi produk dalam negeri, hal ini akan membuat perusahaan nasional tetap eksis dan tidak harus merumahkan karyawannya.
tidak hanya rupiah yang terjun bebas, tetapi indeks harga saham gabungan (IHSG) juga mengalami hal yang sama. per tanggal 27 oktober 2008, IHSG anjlok  80,751 poin (6,53%) ke level 1.163,614. ini menjadi level terendah semenjak desember 2005. jadi hingga saat ini orang masih ragu untuk berinvestasi di pasar modal, karena mereka belum tau kapan krisis ini akan mereda dan yang lebih parahnya lagi para menejer investasi sulit untuk menentukan button dari harga saham, kapan mereka harus mulai membeli saham lagi.

27 Oktober 2008 Ditulis oleh budirich | ekonomic view | | No Comments Yet