<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Budirich's Weblog</title>
	<atom:link href="http://budirich.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budirich.wordpress.com</link>
	<description>live for praying</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 05:20:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='budirich.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Budirich's Weblog</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://budirich.wordpress.com/osd.xml" title="Budirich&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://budirich.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Smart Young Investor</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2012/01/20/smart-young-investor/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2012/01/20/smart-young-investor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 03:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[budirich]]></category>
		<category><![CDATA[CMO of the month]]></category>
		<category><![CDATA[Dede Patmawidjaja CEO Castrol Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Setyo Maharso]]></category>
		<category><![CDATA[smart young investor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=1074</guid>
		<description><![CDATA[Property Industry: when demand is bigger than supply Pagi ini, sebelum berangkat kerja saya sempatkan membaca Marketeers Edisi Januari 2012. Setelah membolak-balik halaman majalah besutan Bapak Hermawan Kartajaya ini, saya putuskan untuk berhenti di halaman 107 dan fokus saya jatuh pada kolom CMO of the month. Tentu saja gambar seorang pria yang sedang minum oli [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1074&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Property Industry: when demand is bigger than supply</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2012/01/rumah-teman.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1075" title="Rumah Teman" src="http://budirich.files.wordpress.com/2012/01/rumah-teman.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Pagi ini, sebelum berangkat kerja saya sempatkan membaca Marketeers Edisi Januari 2012. Setelah membolak-balik halaman majalah besutan Bapak Hermawan Kartajaya ini, saya putuskan untuk berhenti di halaman 107 dan fokus saya jatuh pada kolom CMO of the month. Tentu saja gambar seorang pria yang sedang minum oli menarik perhatian saya, ternyata model dalam foto itu adalah Pak Dede Patmawidjaja, CEO PT Castrol Indonesia. Setelah mengamati foto itu beberepa menit, sepertinya saya tidak asing lagi dengan wajah itu. Ternyata benar dugaan saya, sebelum menunggangi perusahaan lubricant industry dunia itu, beliau pernah bekerja di salah satu perusahaan consumer goods yang berinduk di switszerland. Itu artinya kita pernah berkerja di satu perusahaan yang sama. Bedanya Pak Dede sudah menjadi Manajer Bisnis dan saya masih salesman biasa. Bisa dibilang satu atap tapi beda nasib : )</p>
<p>Well, setelah melahap habis bagian CMO of the month, saya langsung berpindah lagi ke halaman 15. Ada apa di halaman tersebut? Jika sebelumnya saya tertarik membaca karena melihat foto pak Dede sedang minum oli, sekarang saya tertarik karena melihat tulisan yang di Bold “INDONESIA MASIH <span id="more-1074"></span>KEKURANGAN RUMAH”. Saya melirik siapa penulisnya dan saya semakin penasaran untuk segera membacanya karena tulisan ini dibuat berdasarkan hasil interview dengan Bapak Setyo Maharso, Ketua Umum Real Estate Indonesia. Membaca kata real estate, bayangan pertama yang terekam oleh otak saya adalah bangunan mewah dan hanya bisa dimiliki oleh orang kaya. Tapi tulisan yang masuk ke dalam kolom property movement tersebut juga membahas tentang demand and supply di industri perumahan.</p>
<p>Menurut Pak Setyo, bisnis property masih cukup menjanjikan di tahun ini. Industri yang menyumbang 9,4 persen kepada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia ini sebenarnya masih mengalami ketimpangan antara kebutuhan rumah dan jumlah rumah yang diproduksi setiap tahunnya. <strong>Demand is bigger than supply</strong>. Secara lebih detailnya, supply rumah hanya 400 ribu unit dan demand-nya mencapai 1,4 juta unit atau satu berbanding tiga.</p>
<p>Jika melihat data ini, saya optimis berinvestasi di properti akan menguntungkan. Hal ini sesuai dengan teory demand and supply yang pernah saya pelajari waktu kuliah. Jika permintaan lebih tinggi dari panawaran maka harga produk tersebut akan naik. Saya Alhamdulillah sudah menyaksikan sendiri keuntungan investasi di properti ini. Begini ceritanya, awal Juni 2011 saya menemani seorang sahabat membeli rumah di salah satu kabupaten kota di provinsi Jambi. Waktu itu harga rumah tipe 36 dengan luas tanah 120 m2 Rp.85 juta dan setelah enam bulan harganya naik menjadi Rp.97 juta rupiah. Investasinya bisa tumbuh 14% dalam kurun waktu enam bulan. Dan saya masih optimis harga itu akan terus naik karena lokasi perumahan cukup strategis. Dalam dua tahun kedepan, jalan menuju perumahan itu akan dijadikan sebagai jalan lintas sumatera dan belum lagi lokasinya yang hanya tiga kilometer dari calon bandara yang diprediksi akan selesai di tahun 2013.</p>
<p>Saya juga tertarik untuk investasi di properti tapi apadaya tangan masih tak sampai, hhheee. Sembari mengunggu ada baiknya saya mencari informasi sebanyak-banyaknya dan bergaul dengan orang-orang yang sudah terjun di investasi properti. Bukannya cara memulai yang paling mudah itu dengan mencontek : )</p>
<p><strong>Selamat berinvestasi dan semoga bisa menjadi a smart young investor. Aamiin.</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>Muara Bungo, January 20, 2011.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/1074/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/1074/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/1074/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/1074/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budirich.wordpress.com/1074/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budirich.wordpress.com/1074/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budirich.wordpress.com/1074/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budirich.wordpress.com/1074/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/1074/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/1074/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/1074/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/1074/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/1074/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/1074/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1074&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2012/01/20/smart-young-investor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2012/01/rumah-teman.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rumah Teman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Social Entrepreneur for Change</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2012/01/19/social-entrepreneur-for-change/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2012/01/19/social-entrepreneur-for-change/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 09:32:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[budirich]]></category>
		<category><![CDATA[maestro institute]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Yunus]]></category>
		<category><![CDATA[smart young investor]]></category>
		<category><![CDATA[social entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=1070</guid>
		<description><![CDATA[Dreaming: wanna be a smart young investor Sampai hari ini kita masih sering mendengar beberapa kalangan meletakkan problem sosial sebagai tanggung jawab negara. Rendahnya tingkat pendidikan dan meningkatnya penduduk miskin seakan menjadi beban estafet pemimpin negeri ini. Mulai hari ini semestinya kita sudah harus berubah dengan berani mengambil sebagian tanggung jawab untuk menyelesaikan problem klasik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1070&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Dreaming: wanna be a smart young investor</strong></p>
<p align="center"><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2012/01/social-entrepreneurship.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1071" title="social-entrepreneurship" src="http://budirich.files.wordpress.com/2012/01/social-entrepreneurship.jpg?w=300&#038;h=196" alt="" width="300" height="196" /></a></p>
<p>Sampai hari ini kita masih sering mendengar beberapa kalangan meletakkan problem sosial sebagai tanggung jawab negara. Rendahnya tingkat pendidikan dan meningkatnya penduduk miskin seakan menjadi beban estafet pemimpin negeri ini. Mulai hari ini semestinya kita sudah harus berubah dengan berani mengambil sebagian tanggung jawab untuk menyelesaikan problem klasik bangsa ini. Apapun profesi kita hari ini. Baik kita sebagai seorang karyawan ataupun kita sebagai individu yang terdidik. Teringat pesan Rektor Unversitas Paramadina, Bapak Anies Baswedan bawah secara konstitusional mendidik adalah tugas negara tetapi secara moral mendidik adalah tugas setiap orang terdidik. Lalu bagaimana cara untuk mengemban tanggung jawab sosial ditengah kepadatan rutinitas?</p>
<p>Dalam skala internasional, kita sudah mempunyai contoh dari belahan dunia bagian timur. Disana ada <span id="more-1070"></span>Muhammad Yunus, penerima Nobel Perdamaian dari Bangladesh. Konsepnya yang terkenal adalah social business entreprise, yaitu bagaimana cara meraup laba dan menebar derma pada saat yang sama. Lalu, apa yang bisa kita lakukan sebagai individu agar bisa meraup laba dan menebar derma pada saat yang sama?</p>
<p>To be honest, secara pribadi saya meyakini dengan menjadi ½ social entrepreneur adalah jawaban yang tepat saat ini. Insya Allah hal ini sejalan dengan resolusi pribadi di semester pertama tahun 2012 yaitu ingin membuka usaha di bidang pendidikan. Kenapa pendidikan? Karena saya yakin pendidikan bisa menciptakan social multiplier effect yang dahsyat. Pertama, insya Allah saya ingin memberikan beasiswa berjenjang masing-masing gratis biaya kursus 100% untuk juara umum kesatu, gratis 75% untuk juara umum kedua, dan gratis 50% untuk juara umum ketiga. Kedua, melalui lembaga pendidikan ini saya ingin memberikan informasi tentang peluang beasiswa dan student exchange kepada semua siswa, dengan harapan mereka bisa menjadi global citizen with world class competence. Ketiga, setelah mereka terdidik dan mempunyai kemampuan yang cukup, saya bermimpi suatu hari nanti mereka bisa berkopetisi secara global untuk membawa nama harum bangsa Indonesia di kanca dunia, dan secara tidak langsung itu akan meningkatkan kelas sosial ekonomi siswa tersebut. Selain dari itu, usaha ini juga bisa menciptakan lapangan kerja baru, artinya bisa membantu pemerintah  mengurangi pengangguran.</p>
<p>Inilah sekelumit mimpi kecil pemuda kampung, semoga mimpi untuk mendirikan lembaga pendidikan ini bisa terwujud sehingga social multiplier effect itu tidak hanya jadi mimpi tapi jadi kenyataan. Aamiin.</p>
<p style="text-align:right;"><strong>Muara Bungo, January 18, 2012.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/1070/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/1070/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/1070/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/1070/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budirich.wordpress.com/1070/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budirich.wordpress.com/1070/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budirich.wordpress.com/1070/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budirich.wordpress.com/1070/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/1070/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/1070/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/1070/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/1070/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/1070/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/1070/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1070&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2012/01/19/social-entrepreneur-for-change/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2012/01/social-entrepreneurship.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">social-entrepreneurship</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teman baru saya lebih kaya dari Amerika?</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2012/01/18/teman-baru-saya-lebih-kaya-dari-amerika/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2012/01/18/teman-baru-saya-lebih-kaya-dari-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 04:52:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[budirich]]></category>
		<category><![CDATA[pemulung]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[teman baru]]></category>
		<category><![CDATA[US Debt Crisis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=1065</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;My new friend&#8230; Kepala gudang yang ikut hadir di pemusnahan produk kadarluarsa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Bungo kali ini pulang dengan perasaan berbeda. Hari itu, Januari 2012 kami tidak boleh lagi membakar produk expired di bagian depan TPA, hal ini terjadi karena seminggu lalu manager operasional menolak untuk membayar iuran kepada oknum yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1065&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>&#8230;My new friend&#8230;</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2012/01/pemulung.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1066" title="Pemulung" src="http://budirich.files.wordpress.com/2012/01/pemulung.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Kepala gudang yang ikut hadir di pemusnahan produk kadarluarsa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Bungo kali ini pulang dengan perasaan berbeda. Hari itu, Januari 2012 kami tidak boleh lagi membakar produk expired di bagian depan TPA, hal ini terjadi karena seminggu lalu manager operasional menolak untuk membayar iuran kepada oknum yang mengatasnamakan pemilik lahan bagian depan di TPA tersebut. Alhasil kami harus melakukan pemusnahan barang tidak layak konsumsi tersebut di lahan atas milik pemerintah yang jaraknya sekitar 100 meter dari pintu masuk TPA.</p>
<p>Hari ini ada ratusan susu kadaluarsa dan rusak yang harus kami bakar. Proses pembakaran ini bisa menghabiskan waktu hampir satu jam. Sepertinya pembakaran hari itu akan molor karena beriringan dengan rintik-rintik air yang turun dari langit. Tapi kami beruntung karena ada seorang pemulung yang memberikan ban dan menyarankan kami untuk menaruh ban tersebut di tumpukan barang yang lagi dibakar. Alhasil proses pembakaran itu terjadi lebih cepat. Merasa terbantu, saya berlari mendekati pemulung yang sedang asik memilah-milah plastik bekas.</p>
<p>Setelah berkenalan, saya tahu nama bapak itu adalah Pak Aji Santoso. Sudah 12 tahun merantau dari Kediri ke Muara Bungo. Awalnya sempat bekerja serabutan selama tujuh tahun dan sisanya dihabiskan untuk menggeluti profesi sebagai pemulung. Satu alasan yang membuat pria satu anak ini setia dengan profesi ini yaitu beliau ingin <span id="more-1065"></span>merdeka. Merdeka, bisa bekerja kapanpun dia mau tanpa ada yang perintah dan tidak pusing dikejar target oleh atasan.</p>
<p>Saat ini untuk membantu perekonomian keluarga, istrinya bekerja sebagai pembantu di salah satu bidan desa. Di kota ini mereka sekeluarga mengontrak rumah dengan biaya sewa Rp.4 juta pertahun.  Saya merasa tertarik dengan kondisi teman baru saya ini. Lalu saya tanya berapa pendapatan beliau setiap bulan dari hasil kerja sebagai pemulung ditambah penghasilan istrinya yang bekerja sebagai pembantu di Bidan desa. Ternyata pria 43 tahun ini bisa menghasilkan uang Rp.2 juta per bulan ditambah penghasilan istrinya Rp.1 juta perbulan. Total penghasilan mereka Rp.3 juta per bulan. Untuk biaya rumah tangga Pak Aji biasanya mengeluarkan uang rata-rata Rp.2 juta per bulan. Itu artinya beliau masih surplus Rp.1 juta perbulannya.</p>
<p>Mendengarkan penjelasan tentang income yang didapat Pak Aji, pikiran saya lari tak tentu arah. Mencoba membandingkan pendapatan dari setiap profesi yang saya ketahui. Awalnya saya terpikir pada income pertama saat mulai bekerja di salah satu perusahaan finance nasional yang waktu itu bergaji hanya Rp.1,6 juta per bulan. Lalu saya juga membayangkan pendapatan seorang PNS lulusan SMA yang mungkin tidak lebih dari dua juta per bulan. Lalu sebenarnya siapa yang lebih mapan secara ekonomi waktu itu. Keluarga Pak Aji, saya, atau PNS lulusan SMA?</p>
<p>Merasa tidak puas hanya membandingkan income keluarga Pak Aji, saya dan PNS lulusan SMA. Saya coba mengajak pikiran terbang lebih jauh hingga ke Hollywood untuk melihat pendapatan dan beban negara Adidaya, Amerika.</p>
<p>Menurut <a title="US Debt Crisis" href="http://www.youtube.com/watch?v=Jjv-MtGpj2U" target="_blank">video ini</a>, Amerika mempunyai income $ 2,2 trillion per tahun dengan beban $ 3,8 trillion per tahun. Beban-beban tersebut berasal dari biaya pensiun, gaji CIA, FBI, subsidi, gaji veteran, biaya pertahanan de el el. Dengan neraca seperti itu artinya Amerika deficit $ 1,6 trillion per tahun. Lalu bagaimana negara itu bisa bertahan dengan kondisi harus menanggung deficit $1,6 trillion per tahun?</p>
<p>Jawabannya adalah karena Amerika selalu berhutang dari bank, investor dan pemerintah negara lain dengan konsekuensi mereka harus membayar bunga dan tentu saja pokok hutang. Logikanya sama dengan ketika kita meminjam uang di bank. Bank akan mengenakan biaya bunga dan hutang pokok pada nasabahnya. Masih informasi dari video tersebut, saat ini Amerika sudah mempunya hutang $ 14 trillion. Dengan penjelasan ini, saya tertarik untuk melihat sebenarnya siapa yang lebih mapan antara Pak Aji yang berprofesi sebagai pemulung dan Amerika dalam 5 tahun kedepan.</p>
<p>Financial keluarga Pak Aji. Setiap bulan Pak Aji dan istrinya bisa menghasilkan uang Rp.3 juta rupiah dikurang pengeluaran per bulan Rp.2 juta rupiah. Itu artinya beliau masih bisa saving Rp. 1 juta per bulan atau Rp.12 juta pertahun. Dipotong biaya kontrak rumah Rp.4 juta per tahun. Jadi pak Aji masih bisa surplus Rp.8 juta pertahun. Dalam kondisi normal, lima tahun dari sekarang pak Aji sudah mempunyai uang Rp.8 juta x 5 tahun = Rp.40 juta.</p>
<p>Amerika dengan pendapatan $2,2 trillion per tahun dan beban $3,8 per tahun harus menanggung defisit $1,6 per tahun atau sekitar $ 8 trillion dalam 5 tahun kedepan. Angka itu belum termasuk bunga yang harus dibayar oleh Amerika.</p>
<p>Dengan kondisi seperti ini, sebenarnya siapa yang lebih mapan, Pak Aji atau Amerika?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:right;"><strong>Muara Bungo, January 17, 2012.</strong>  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budirich.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budirich.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budirich.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budirich.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/1065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/1065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/1065/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1065&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2012/01/18/teman-baru-saya-lebih-kaya-dari-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2012/01/pemulung.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pemulung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Merdeka?</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2012/01/14/aku-merdeka/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2012/01/14/aku-merdeka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 05:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[budirich]]></category>
		<category><![CDATA[Pak Aji]]></category>
		<category><![CDATA[social entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[tempat pembuanan akhir (TPA) Muara Bungo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=1056</guid>
		<description><![CDATA[Meraih Kemerdekaan Jasmani dan Rohani Membayangkan impian Bung Hatta untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Ide besar yang terlahir cukup dini karena pemikiran itu lahir dari seorang yang masih menempuh pendidikan di negeri Belanda. Banyak rekan yang meragukan ide kemerdekaan ini bisa terealisasi, tapi itulah Bung Hatta muda, semangatnya luar biasa. Keyakinan dan semangat Bung Hatta untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1056&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Meraih Kemerdekaan Jasmani dan Rohani</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2012/01/pak-aji-aku-merdeka.jpg"><img class="alignnone  wp-image-1057" title="Pak Aji, Aku Merdeka.." src="http://budirich.files.wordpress.com/2012/01/pak-aji-aku-merdeka.jpg?w=300&#038;h=223" alt="" width="300" height="223" /></a></p>
<p><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Membayangkan impian Bung Hatta untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Ide besar yang terlahir cukup dini karena pemikiran itu lahir dari seorang yang masih menempuh pendidikan di negeri Belanda. Banyak rekan yang meragukan ide kemerdekaan ini bisa terealisasi, tapi itulah Bung Hatta muda, semangatnya luar biasa. </span></p>
<p><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Keyakinan dan semangat Bung Hatta untuk menginspirasi kemerdekaan Indonesia akhirnya mendapat dukungan dari banyak pihak. Bung Hatta yakin bahwa kemerdekaan bisa mewujudkan kesejahteraan rakyat dan menjembatani rakyat untuk hijrah dari kemiskinan.</span></p>
<p><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Ide itu jualah yang mungkin menginisiasi lahirnya tujuan kemerdekaan Bangsa Indonesia: pertama melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia; kedua memajukan kesejahteraan umum; ketiga mencerdaskan kehidupan bangsa, dan terakhir ikut melaksanakan ketertiban dunia. </span></p>
<p><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Bicara mengenai kemerdekaan, saya jadi ingin bercerita tentang pak Aji Santoso. Pria asal kediri yang setia dengan profesinya sebagai seorang pemulung hampir 5 tahun. Kita semua tahu bahwa tinggal dan menghabiskan banyak waktu di daerah  seperti ini rentan akan penyakit. Setiap hari beliau harus berteman dengan lalat, aroma tidak sedap akibat sampah-sampah yang membusuk, asap dari pembakaran barang-barang kadaluarsa, belum lagi aroma yang sangat menyengat ketika truck warna merah tiba dengan membawa tumbukan kotokan. Itulah yang saya sempat rasakan ketika melakukan pemusnahan barang kadaluarsa di tempat pembuangan akhir (TPA) kabupaten Muara Bungo. </span></p>
<p><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Melihat dan merasakan kondisi yang tidak higenis ini mengundang saya untuk bertanya lebih jauh alasan kenapa Pak Aji setia dengan profesinya sebagai seorang pemulung di tempat seperti ini. Beliau hanya menjawab, SAYA INGIN <span id="more-1056"></span>MERDEKA mas. Merdeka dari perintah orang lain, merdeka dari tekanan target setiap hari dan dengan bekerja sebagai pemulung saya bisa mengatur waktu untuk saya sendiri dan keluarga saya. Saya tertegun dan menarik nafas panjang mendengar kejujuran beliau siang itu. </span></p>
<p><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Di bawah panas matahari dan aroma tidak sedap, saya tersadar bahwa hari itu telah lahir dua persepsi kemerdekaan di otak saya. Pertama kemerdekaan rohani milik Pak Aji dan kedua kemerdekaan Jasmani milik para karyawan. </span></p>
<p><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Kemerdekaan rohani pak Haji. Setiap hari beliau bisa mengatur aktivitas yang ingin dia lakukan tanpa ada perintah dari orang lain, tanpa dikejar oleh target-target sebagai bagian dari tuntutan pekerjaan. Tapi dengan kondisi seperti itu mungkin beliau belum bisa sepenuhnya merasakan kemerdekaan jasmani, karena hampir setiap hari beliau harus mengais sampah yang ada di TPA dan tak jarang mengkonsumsi makanan di tempat yang sama.</span></p>
<p><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Kemerdekaan jasmani para karyawan. Mungkin sebagian besar karyawan telah meraih kemerdekaan jasmani, karena dengan pendapatan yang dia miliki, seorang karyawan bisa membeli makanan yang sehat dan mengkonsumsinya di tempat yang bersih. Tetapi di balik semua itu, para karyawan juga dibebani dengan target-target yang harus mereka capai, dan tuntutan target ini tentu seringkali memenjarakan rohani para karyawannya untuk bebas mengatur waktu seperti yang dimiliki oleh Pak Aji.</span></p>
<p><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Sebagai seorang manusia normal, tentunya kita ingin meraih kemerdekaan jasmani dan rohani. Dari dulu sampai hari ini saya terus meramu bagaimana caranya agar kemerdekaan jasmani dan rohani tersebut bisa saya dapatkan. Ramuan itu sepertinya sudah hampir menjadi obat yang bernama social entrepreneur. Mungkin menjadi social entrepreneur bisa menjembatani saya untuk meraih kemerdekaan jasmani dan rohoni. Sama seperti obat yang harus melalui uji klinis sebelum diproduksi, begitu juga dengan social entrepreneur harus dicoba sebelum disimpulkan seberapa baiknya manfaat dari pilihan ini. Insya Allah tahun 2012 ini akan menjadi tahun uji coba ramuan saya yang bernama obat social entrepreneur untuk meraih kemerdekaan jasmani dan rohani, Aamiin. End.</span></p>
<p style="text-align:right;"><strong><span style="font-family:Calibri;font-size:small;">Muara Bungo, December 14, 2012.</span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/1056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/1056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/1056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/1056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budirich.wordpress.com/1056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budirich.wordpress.com/1056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budirich.wordpress.com/1056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budirich.wordpress.com/1056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/1056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/1056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/1056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/1056/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/1056/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/1056/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1056&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2012/01/14/aku-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2012/01/pak-aji-aku-merdeka.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pak Aji, Aku Merdeka..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bridging Our Self</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2011/12/29/bridging-our-self/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2011/12/29/bridging-our-self/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 04:48:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[budirich]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan perkapita]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan perkapita Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan perkapita Amerika 2010]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan perkapita Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan perkapita Indonesia 2010]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan saya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=1040</guid>
		<description><![CDATA[ Pendapatan per kapita Indonesia dan pendapatan teman saya. Kita tahu bahwa pendapatan perkapita Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang cukup drastis. Bahkan peningkatannya disebut-sebut telah melampaui estimasi banyak orang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) nasional menyebutkan perdapatan perkapita Indonesia pada tahun 2010 adalah US$ 3.005 atau Rp.27 juta. Meningkat 13 persen dibandingkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1040&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"> <strong>Pendapatan per kapita Indonesia dan pendapatan teman saya.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/pendapatan-perkapita.jpg"><img class="alignnone  wp-image-1041" title="pendapatan perkapita" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/pendapatan-perkapita.jpg?w=324&#038;h=164" alt="" width="324" height="164" /></a></p>
<p>Kita tahu bahwa pendapatan perkapita Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang cukup drastis. Bahkan peningkatannya disebut-sebut telah melampaui estimasi banyak orang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) nasional menyebutkan perdapatan perkapita Indonesia pada tahun 2010 adalah US$ 3.005 atau Rp.27 juta. Meningkat 13 persen dibandingkan tahun 2009 sebesar US$ 2.350 atau 23,9 juta. Pada tahun 2011 sendiri BPS memperkirakan pendapatan per kapita Indonesia bisa mencapai US $ 3.500 – 3.600 atau Rp.31,5 juta (asumsi US$ 1 Rp.9.000,-). Coba kita bandingkan dengan negara maju seperti Amerika. Pendapatan perkapita Amerika pada tahun 2010 sebesar US$47.700 atau Rp.429,3 juta per tahun. Meningkat 4,4 persen dibandingkan tahun 2009 sebesar US$45.570 atau Rp.410 juta per tahun. Ternyata peningkatan pendapatan perkapita Indonesia di atas pendapatan perkapita negara Amerika. Indonesia memang hebat bisa bertindak melebihi ekspektasi banyak orang. Mungkin ini yang disebut actual beyond expectation.</p>
<p>Lalu apa hubungan antara pendapatan perkapita dan pendapatan kita dan apakah kita sudah mempunyai pendapatan di atas pendapatan per kapita Indonesia? mari kita membaca dan <span id="more-1040"></span>mengkalkulasinya bersama..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/photofunia-ce49ae2.jpg"><img class="wp-image-1050 aligncenter" title="PhotoFunia-ce49ae" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/photofunia-ce49ae2.jpg?w=250&#038;h=286" alt="" width="250" height="286" /></a></p>
<p>Seperti kita tahu bahwa pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut (Wikipedia). Logikanya, Jika yang diukur itu adalah pendapatan rata-rata, maka sejatinya ada sebagian orang yang mempunyai pendapatan di atas rata-rata pendapatan perkapita, ada yang di bawah rata-rata pendapatan perkapita, atau ada juga yang sama dengan pendapatan perkapita. Oleh karena itu saya mencoba membuat ilustrasi dari pendapatan teman saya.</p>
<p>Teman saya ini mulai bekerja pada pertengahan tahun 2009, enam bulan pertama dia mendapat salary awal Rp.19,2 juta per tahun. Tahun 2010, dia diangkat menjadi karyawan tetap dan pendapatannya meningkat menjadi Rp.40,8 juta per tahun. Awal tahun 2011 dia pindah kerja di perusahaan multinasional company dengan salary Rp.88 juta per tahun.</p>
<p>Saya ingin mengukur apakah pendapatan teman saya ini sudah sama dengan pendapatan perkapita Indonesia, atau berada di atasnya atau bahkan di bawah rata-rata. Dan bagaimana peningkatan pendapatan teman saya  ini dibandingkan dengan peningkatan pendapatan perkapita Indonesia. Berikut ilustasinya.</p>
<p>Tahun   Pendapatan perkapita (Tahun)                  Pendapatan teman saya (Tahun)             </p>
<p>2009       Rp.23,9 juta                                                        Rp.19,2 juta</p>
<p>2010       Rp.27 juta                                                            Rp.40,8 juta</p>
<p>2011       Rp.31,5 juta                                                        Rp.88 juta</p>
<p>Dari angka di atas dapat kita simpulkan bahwa pada tahun 2009 teman saya mempunyai penghasilan dibawah pendapatan perkapita Indonesia, tetapi pada tahun 2010 dan 2011 pendapatannya berada di atas pendapatan perkapita Indonesia. Jika kita bandingkan antara peningkatan pendapatan perkapita Indonesia pada tahun 2010 meningkat 13 persen dan 2011 meningkat 17 persen. Sedangkat pendapatan teman saya pada tahun 2010 meningkat 112 persen dan 118 persen pada tahun 2011.</p>
<p>Alhamdulillah saya bersyukur sekali, meskipun teman saya ini sempat berada di bawah pendapatan perkapita pada awal tahun 2009, perlahan-lahan pendapatannya meningkat dan bisa melampaui pendapatan perkapita negara pada tahun 2010 dan 2011.</p>
<p>Jika pendapatan teman saya sudah di atas pendapatan perkapita Indonesia pada tahun 2010 dan 2011. Lalu bagaimana dengan pendapatan masyarakat Indonesia pada umumnya? Hhhmmmm untuk pertanyaan yang satu ini saya tidak berani menyimpulkannya sendiri, akan lebih baik jika teman-teman membuka data BPS nasional mengenai kemiskinan <a title="Data Penduduk Miskin Indonesia" href="http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&amp;daftar=1&amp;id_subyek=23&amp;notab=4" target="_blank">disini</a>.</p>
<p>Setelah kita melihat jumlah dan persentase penduduk miskin di negeri kita yang kaya ini, mungkin kita bisa memberikan informasi atau kiat-kita agar mereka bisa menjembatani diri mereka sendiri untuk keluar dari kemiskinan tersebut. Menurut Bapak Anies Baswedan Jembatan itu bisa diciptakan melalui pendidikan yang diyakini mampu menjadi eskalator meningkatan kelas sosial dan ekonomi. <em>So what are we waiting for. Today is the right time to build the bridge for our self to jump onto the brighter future. stay on top national average income.</em></p>
<p><em>Note: <a title="Pendapatan perkapita wikipedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_perkapita" target="_blank">Daftar pendapatan Kapita beberapa negara</a></em></p>
<p style="text-align:right;"><strong>Muara Bungo; Dec 29, 2011.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budirich.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budirich.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budirich.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budirich.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/1040/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1040&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2011/12/29/bridging-our-self/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/pendapatan-perkapita.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pendapatan perkapita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/photofunia-ce49ae2.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">PhotoFunia-ce49ae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pasar Prioritas Nestle</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2011/12/26/pasar-prioritas-nestle/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2011/12/26/pasar-prioritas-nestle/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 09:48:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[budirich]]></category>
		<category><![CDATA[HOA]]></category>
		<category><![CDATA[Indahnya berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[Nestle]]></category>
		<category><![CDATA[Nestle Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Angso Duo Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Baru Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Prioritas Nestle]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Sarinah Rimbo Bujang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Simpang Pulai Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[SEGT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=1023</guid>
		<description><![CDATA[Pasar Prioritas Nestle &#8211; Indahnya Berbagi Saya dan team distibutor ingin menjalankan project ini sebelum tahun 2011 berakhir. Project membranding pasar, menciptakan visibility yang dominant, mencari toko-toko untuk jadikan duta Nestle di pasar traditional, menjadikan toko sebagai ujung tombak penjualan Dancow, Milo, Fox, Nescafe dan produk Nestle lainnya ke end user dan syukur-syukur bisa membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1023&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Pasar Prioritas Nestle &#8211; Indahnya Berbagi</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/picture41.jpg"><img class="alignnone  wp-image-1034" title="Pasar Prioritas Nestle Area Jambi" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/picture41.jpg?w=319&#038;h=167" alt="" width="319" height="167" /></a></p>
<p>Saya dan team distibutor ingin menjalankan project ini sebelum tahun 2011 berakhir. Project membranding pasar, menciptakan visibility yang dominant, mencari toko-toko untuk jadikan duta Nestle di pasar traditional, menjadikan toko sebagai ujung tombak penjualan Dancow, Milo, Fox, Nescafe dan produk Nestle lainnya ke end user dan syukur-syukur bisa membuat pemilik toko menjadi penjual sekaligus loyalty customer untuk produk Neslte. Untuk mewujudkan semua ini, kami juga membagikan kupon kepada toko dengan mekanisme setiap belanja produk Nestle senilai <span id="more-1023"></span>Rp.100.000,- maka toko akan mendapat 1 kupon, berlaku kelipatan. Dan kupon – kupon tersebut akan diundi di akhir tahun. Pemenang akan mendapat hadiah dan bingkisan menarik dari Nestle. Project 6 bulanan ini dinamakan project pasar prioritas Nestle 2011. Untuk area kota Jambi, ada empat pasar yang menjadi target selama semester 2 ini yaitu pasar Angso Duo, pasar Baru, pasar Simpang Pulai, dan pasar Sarinah di Rimbo Bujang.</p>
<p>Saya berharap project ini bisa terimplementasi dengan baik. untuk mewujudkan itu semua, saya sempat melakukan googling di internet untuk melihat contoh implementasi pasar prioritas di negara lain. Tapi hasilnnya adalah nihil. Gagal mencari contoh di internet semakin membuat saya semangat untuk menjalankan aktivitas ini. Jika project ini sudah selesai dilaksanakan saya akan sharing ke blog. Dan berharap suatu hari nanti jika ada seorang seperti saya yang mencari contoh implementasi pasar prioritas, mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tidak seperti saya mencari dan hasilnya adalah nihil. Jadi teringat pesan bahwa jika kamu mencari sesuatu dan kamu tidak menemukannya, maka kamu harus membuatnya.</p>
<p>Ada Beberapa langkah untuk menjalankan project pasar prioritas ini. Langkah pertama, saya beserta team dari distributor menawarkan kepada owner toko agar tokonya bisa kita branding, sekaligus melihat opportunity yang ada di toko tersebut, artinya kita selalu melihat product yang sejenis dan kita bandingkan dengan product Nestle. Misalnya, jika toko untuk menjual kopi X, berarti di toko itu harus ada Nescafe, jika di toko itu ada susu Y, maka di toko tersebut wajib ada Dancow dan begitu seterusnya. Ini dilakukan untuk memperdalam distribusi. Hal ini sesuai dengan konsep distribusi yaitu maksimalisasi distribusi dengan cara menyebarkan produk seluas-luasnya dan memperdalam distribusi artinya jika toko itu awalnya hanya menjual 5 jenis barang, maka kita tawarkan menjadi 8 atau bahkan lebih banyak lagi.</p>
<p>Alhamdulillah akhirnya, pengundian kupon dan pembagian hadiah dan binggisan di empat pasar prioritas di Jambi sudah kami lakukan. Terima kasih Allah dan terima kasih team distributor.</p>
<p> <a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/6.jpg"><img class="alignnone  wp-image-1024" title="Branding Pasar Tradisional" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/6.jpg?w=195&#038;h=146" alt="" width="195" height="146" /></a><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/picture3.jpg"><img class="alignnone  wp-image-1025" title="Branding Pasar" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/picture3.jpg?w=229&#038;h=140" alt="" width="229" height="140" /></a></p>
<p><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/1.jpg"><img class="alignnone  wp-image-1026" title="Dominant Product" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/1.jpg?w=202&#038;h=141" alt="" width="202" height="141" /></a><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/4.jpg"><img class="alignnone  wp-image-1027" title="Rumah Dancow" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/4.jpg?w=225&#038;h=141" alt="" width="225" height="141" /></a></p>
<p><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/picture4.jpg"><img class="alignnone  wp-image-1028" title="Pesta Pasar" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/picture4.jpg?w=203&#038;h=156" alt="" width="203" height="156" /></a><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/picture1.jpg"><img class="alignnone  wp-image-1030" title="Kontribusi Pengunjung" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/picture1.jpg?w=222&#038;h=155" alt="" width="222" height="155" /></a></p>
<p><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/181.jpg"><img class="alignnone  wp-image-1031" title="Pembagian Hadiah" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/181.jpg?w=206&#038;h=204" alt="" width="206" height="204" /></a><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/hadiah.jpg"><img class="alignnone  wp-image-1032" title="Pesta Pasar Prioritas Nestle" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/hadiah.jpg?w=222&#038;h=204" alt="" width="222" height="204" /></a></p>
<p><strong>Note</strong>: Selain bangga karena project pasar prioritas ini sudah berjalan di empat pasar, saya juga mendapatkan hikmah dari proses ini yaitu betapa indahnya berbagi. Saya bisa melihat rona bahagia ketika melihat ibu dan bapak terhibur dengan aktivitas yang kami jalankan. Pihak toko mendapat hadiah dan pengunjung  pasar yang berkontibusi meramaikan acara juga mendapat bingkisan menarik dari Nestle.</p>
<p><strong>Thanks to : Team Disstributor SPL &amp; TMG</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>Jambi: Desember 26, 2011</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budirich.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budirich.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budirich.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budirich.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/1023/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1023&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2011/12/26/pasar-prioritas-nestle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/picture41.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pasar Prioritas Nestle Area Jambi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/6.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Branding Pasar Tradisional</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/picture3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Branding Pasar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dominant Product</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/4.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Rumah Dancow</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/picture4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pesta Pasar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/picture1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kontribusi Pengunjung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/181.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pembagian Hadiah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/12/hadiah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pesta Pasar Prioritas Nestle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ritail Business and Eye Liner</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2011/11/04/ritail-business-and-eye-liner/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2011/11/04/ritail-business-and-eye-liner/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 07:54:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[budirich]]></category>
		<category><![CDATA[Consumer Goods Industry]]></category>
		<category><![CDATA[Eye Liner]]></category>
		<category><![CDATA[Indralaya]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan Universitas Sriwijaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ritail is Detail]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=1015</guid>
		<description><![CDATA[..Detail itu kamu.. Perubahan adalah keharusan. Belajar berdamai dalam proses perubahan seperti berjalan di padang pasir nan luas, berlayar di samudera tak bertepi, belajar di perguruan tinggi tanpa wisuda. Intinya belajar berdamai dengan perubahan adalah belajar tanpa kata sudah. Rhenald Kasali dalam bukunya Change pernah menyebutkan bahwa misteri terbesar dari sebuah karya perubahan adalah kelompok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1015&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">..Detail itu kamu..</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/11/photofunia-3a8475_o.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1016" title="Your Eye Liner" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/11/photofunia-3a8475_o.jpg?w=372&#038;h=185" alt="" width="372" height="185" /></a></p>
<p>Perubahan adalah keharusan. Belajar berdamai dalam proses perubahan seperti berjalan di padang pasir nan luas, berlayar di samudera tak bertepi, belajar di perguruan tinggi tanpa wisuda. Intinya belajar berdamai dengan perubahan adalah belajar tanpa kata sudah.</p>
<p>Rhenald Kasali dalam bukunya Change pernah menyebutkan bahwa misteri terbesar dari sebuah karya perubahan adalah kelompok yang disebut sebagai “the establishment” atau kelompok mapan yang sudah cukup lama menikmati manfaat dari keadaan sekarang. Rasanya aku hampir saja terjebak ke dalam kelompok itu. Group of<span id="more-1015"></span> change rebellion. Saat aku memutuskan untuk bertahan di perusahaan pertama tempatku bekerja dengan posisi sebagai credit analyst. Bersyukur hari ini aku tidak jadi tergabung dalam kelompok itu, aku coba keluar dari posisi itu dan pindah ke divisi sales. Posisi kerja yang waktu semasa kuliah dahulu aku letakkan di bagian belakang memoriku. Artinya aku baru mau menjadi seorang salesman, jika aku sudah melamar di puluhan company dan tidak ada yang menerimaku di posisi selain salesman, mungkin aku baru merelakkan diri ini untuk bekerja di sana. Hari ini sepertinya aku sedang berada di zona yang aku takuti sekaligus aku hindari semasa kuliah dahulu. Zona salesman, tepatnya bekerja sebagai salesman di sebuah perusahaan consumer goods yang berinduk di Switzerland.</p>
<p>Salesman dalam perspektif kuliah adalah keliling komplek dengan membawa barang, hujan ke hujanan dan panas kepanasan (canvasing). Sampai hari ini memang benar itulah adanya. Kini sesekali aku harus keliling toko untuk menawari product-product kami. apalagi di akhir bulan, dimana aku dan team sama-sama fokus untuk mengejar target. Bisa dibilang kaki menjadi kepala dan kepala menjadi kaki demi mencapai sales target. aku menganggap semua ini bukan paksaan, tetapi sebagai media untuk belajar menerapkan strategy marketing kelas dunia secara gratis. Bersyukur bisa menjadi aktor langsung dalam penerapan strategi ini. Thx Allah : )</p>
<p><strong>Retail is detail.</strong></p>
<p>Kata-kata itu seperti mantra yang harus diketahui oleh salesman yang bekerja di consumer goods industry. Itu kata atasanku. Slogan itu cukup melekat di otakku, bahkan sudah menetap di memori karena hampir setiap hari aku membacanya. Tepatnya tulisan itu menjadi kata sakti yang selalu beliau tempatkan di bawah namanya pada saat mengirim email. Hampir setiap hari aku menerima email darinya, sudah barang tentu “retail is detail” sudah khatam di mataku.</p>
<p>Retail is detail. Aku harus mulai belajar untuk mengukur penjualan by brand, mentracking seberapa jauh new product launch sudah didistribusikan di market dan bagaimana meminimalisir market return, mengimplementasikan strategi yang sudah tertuang di dalam joint letter, mengalokasikan budget per toko, dan masih banyak lagi. Wow, pekerjaan yang sangat detail sekali, seperti ingin menempaku menjadi seorang compliance yang handal.</p>
<p>Hingga hari senin kemarin atau tepatnya sudah 10 bulan aku menganggap “retail is detail” itu hak patennya seorang salesman di industri consumer goods. Sampai akhirnya aku bertemu kamu, mengamati wajahmu yang berbalut kerudung itu dengan teliti, dan tersadar bahwa detail itu adalah kamu. Kamu yang bisa melingkari eye liner dengan rapi di kedua matamu yang cantik itu. End.</p>
<p style="text-align:right;"><strong>Perpustakaan Unsri Indralaya, November 1, 2011</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>Time 13.34 WIB</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budirich.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budirich.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budirich.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budirich.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/1015/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1015&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2011/11/04/ritail-business-and-eye-liner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/11/photofunia-3a8475_o.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Your Eye Liner</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bakar uang 8 juta..</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2011/10/25/bakar-uang-8-juta/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2011/10/25/bakar-uang-8-juta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 10:05:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[budirich]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Manggis]]></category>
		<category><![CDATA[Muara Bungo]]></category>
		<category><![CDATA[pembakaran barang]]></category>
		<category><![CDATA[pembakaran barang expired]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=1004</guid>
		<description><![CDATA[Pemusnahan barang rusak dan expired harus dilaksanakan sesuai mekanisme yang sudah ditentukan. hal ini sudah menjadi rutinitas bagi kami (distributor dan perusahaan consumer goods). Hari ini kami melaksanakan pembakaran perdana mengingat distributor ini adalah distributor baru untuk wilayah Muara Bungo, Jambi. Pertama. bagian admin harus melengkapi dokumen-dokumen yang sudah disediakan. Dokumen akan divalidasi oleh kepala gudang sebelum diserahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1004&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Pemusnahan barang rusak dan expired harus dilaksanakan sesuai mekanisme yang sudah ditentukan. hal ini sudah menjadi rutinitas bagi kami (distributor dan perusahaan consumer goods). Hari ini kami melaksanakan pembakaran perdana mengingat distributor ini adalah distributor baru untuk wilayah Muara Bungo, Jambi.<br />
Pertama. bagian admin harus melengkapi dokumen-dokumen yang sudah disediakan. Dokumen akan divalidasi oleh kepala gudang sebelum diserahkan ke perwakilan pabrik yang ditugaskan di distributor tersebut. aku, yang menjadi perwakilan pabrik untuk wilayah Muara Bungo, Jambi harus memvalidasi agar data-data yang sudah direkap sama dengan fisik barang yang akan dibakar.<br />
Kedua: saksi, dalam setiap proses pemusnahan barang rusak dan expired kita juga melibatkan pihak kelurahan setempat. pada kesempatan kita mengundang kepala Lurah Dusun Manggis karena lokasi gudang distributor berada di daerah tersebut. pada saat proses pengecakan barang yang akan dimusnakan, ikut hadir juga dari pihak kepolisian. sebenarnya di Dusun Manggis ini berdiri beberapa gudang besar yang menyimpan air mineral, susu, rokok, dll. tetapi dari hasil diskusi dengan pak Lurah, ternyata ini kali pertama Pak Lurah ikut secara langsung dalam proses pemusnahan barang rusak dan expired. Memang beliau Lurah baru disini, jadi ini menjadi pengalaman baru bagi beliau. rencananya proses pemusnahan barang ini akan disosialisasikan di stan kelurahan Dusun Manggis, yang sedang berlangsung di acara HUT Kabupaten Muara Bungo.</p>
<p>Beberapa foto aktivitas dalam proses pemusnahan barang rusak dan expired:</p>
<p><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/bakar-bs.jpg"><img class="size-medium wp-image-1005 aligncenter" title="Survey barang di gudang" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/bakar-bs.jpg?w=305&#038;h=234" alt="" width="305" height="234" /></a><br />
<a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/with-pak-lurah.jpg"><img class="size-medium wp-image-1006 aligncenter" title="Pastikan isi sudah keluar dari bungkusnya" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/with-pak-lurah.jpg?w=297&#038;h=235" alt="" width="297" height="235" /></a><br />
  <a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/buang-isinya.jpg"><br />
<img class="size-medium wp-image-1007 aligncenter" title="Buang isinya" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/buang-isinya.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/inspirasi.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1008" title="Inspirasi" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/inspirasi.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Begitulah sekilas proses pemusnahan barang rusak dan expired yang telah kita lakukan di tempat pembuangan akhir (TPA) Dusun Manggis. Pada kesempatan yang sama, pak Lurah akan menghimbau kepada semua pihak distributor yang ada di daerah tersebut untuk melakukan hal yang sama. kami jadi merasa sedikit tersenyum karena insya Allah bisa mengispirasi pak Lurah untuk mensosialisasikan hal ini kepada distributor lain. dengan harapan produk yang sudah tidak layak konsumsi bisa dimusnakan. Sempat terselip pertanyaan dari pak Lurah, berapa jumlah barang yang dibakar hari ini jika dikonversi dengan uang. sambil bercanda aku jawab, hanya Rp.8 juta pak. mudah-mudahan uang ini tidak lebih banyak dibandingkan jika kita harus bertanggung jawab pada konsumen yang sempat mengkonsumsi barang expired ini. End.</p>
<p>Dusun Manggis, Muara Bungo - Jambi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/1004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/1004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/1004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/1004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budirich.wordpress.com/1004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budirich.wordpress.com/1004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budirich.wordpress.com/1004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budirich.wordpress.com/1004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/1004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/1004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/1004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/1004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/1004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/1004/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=1004&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2011/10/25/bakar-uang-8-juta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/bakar-bs.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Survey barang di gudang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/with-pak-lurah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pastikan isi sudah keluar dari bungkusnya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/buang-isinya.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Buang isinya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/inspirasi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Inspirasi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Scarcity</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2011/10/22/scarcity/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2011/10/22/scarcity/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 05:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[budirich]]></category>
		<category><![CDATA[complain]]></category>
		<category><![CDATA[happy selling and selling happy]]></category>
		<category><![CDATA[scarcity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=997</guid>
		<description><![CDATA[Globally, We already consume 30% more resources each year than our planet can replenish (Read: one planet lifestyle). Membaca artikel tentang eksplorasi sumber daya di bumi yang semakin hari semakin meningkat, menarik pikiranku pada satu kata. Satu kata yang pertama aku dengar ketika masuk kelas 1103 fakultas ekonomi Universitas Sriwijaya. Satu kata yang keluar akibat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=997&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Globally, We already consume 30% more resources each year than our planet can replenish (Read: one planet lifestyle).</p>
<p><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/scarcity_image003.jpg"><img class="size-medium wp-image-999 aligncenter" title="scarcity_image003" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/scarcity_image003.jpg?w=300&#038;h=143" alt="" width="300" height="143" /></a></p>
<p>Membaca artikel tentang eksplorasi sumber daya di bumi yang semakin hari semakin meningkat, menarik pikiranku pada satu kata. Satu kata yang pertama aku dengar ketika masuk kelas 1103 fakultas ekonomi Universitas Sriwijaya. Satu kata yang keluar akibat dari petanyaan kenapa ekonomi itu ada. Satu kata pertama yang sulit untuk dilupakan. Maybe at that time I was trapped by unforgettable first word impression. Dan menurutku kata ini akan semakin menjadi topik hangat di beberapa dekade mendatang. It is scarcity atau kelangkaan.</p>
<p>Sebagai seorang salesman, hari-hariku tidak bisa bersembunyi dari target penjualan. Berapa product yang sudah bisa saya distribusikan, seberapa canggih team sudah bisa menjual product tersbut. Hhmmm apa yang aku rasakan mungkin tidak jauh berbeda dengan apa yang dirasakan oleh rekan-rekan yang berprofesi sebagai salesman. sesekali tersenyum melihat incentive dan tak jarang menangis sambil berkata: please sir, don&#8217;t kil me with the target hhheeee.</p>
<p>Sebagai seorang newbie salesman with financial management background, kenaikan target yang cukup significant cukup mengganggu pikiranku dengan beberapa pertanyaan. Bagaimana aku bisa mencapai target itu, strategi apa yang akan kami gunakan untuk meningkatkan penjualan. Pertanyaan-pertanyaan itu mengganggu pikiranku hingga beberapa menit dan sempat membawaku berfikir cukup jauh, lalu mengajukan pertanyaan pada diriku sendiri.</p>
<p>Jika perusahaan bisa membenaniku dengan target yang lebih besar, berarti pabrik bisa produksi barang lebih banyak, itu artinya sumber daya yang digunakan juga semakin banyak, lalu apakah semua bahan baku yang mereka gunakan itu adalah sumber daya yang bisa diperbaharui atau justru sebaliknya. Jika sumber daya yang digunakan bisa diperbaharui, maka seberapa cepat itu bisa diperbaharui, apakah kecepatan untuk memperbaharui sumber daya itu sama dengan kecepatan produksi pabrik, sehingga tidak akan terjadi scarcity.</p>
<p>Bagaimana jika sumber daya yang digunakan adalah sesuatu yang tidak dapat diperbaharui. Bukannya itu akan menciptakan kelangkaan bahan baku. Jika aku tidak salah, dalam teory ekonomi menyebutkan bahwa jika permintaan itu lebih tinggi dari suplly maka harga barang akan naik, dan itu sudah pasti akan merambat ke harga jual barang jadi product tersebut.  Pertanyaan berikutnya, apakah masyarakat bisa membeli semua barang yang diproduksi dengan kondisi daya beli yang ada saat ini?</p>
<p>Jika barang tersebut bisa menciptakan permintaan sesuai dengan apa yang sudah diproduksi pabrik, maka saya yakin pabrik akan menciptakan produk dengan jumlah yang lebih banyak. hal ini senada dengan perkataan Plato- hati manusia itu lebih besar sedikit dari isi dunia ini. Itu artinya sumber daya akan diambil dalam jumlah yang lebih besar.</p>
<p>Lalu bagaimana jika barang yang sudah diproduksi dan dillempar ke pasar tidak ada permintaan dari masyarakat. Sementara disisi lain setiap produk yang baik akan memiliki expired date yang cenderung lebih cepat. apakah barang yang sudah diproduksi dengan mengorbankan banyak sumber daya akan dimusnahkan begitu saja?</p>
<p>Aku terus bertanya- tanya dan membuatku pusing sendiri untuk menemukan dimanakah akhir dari pertanyaan ini. Atau ini saatnya bagiku untuk stop questioning and start selling. Maybe it’s better than complain target increase. atau jangan-jangan hari ini kita sudah masuk pada kondisi dimana kelangkaan adalah suatu hal yang biasa.</p>
<p>aaduuh aku semakin pusing jadinya, ya sudahlah mungkin tugasku hanya untuk menjual barang yang dibuat oleh pabrik tanpa perlu bertanya lagi asal muasal kenapa barang itu diproduksi. End.</p>
<p><strong>Happy selling and selling happy for you and for me : )</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budirich.wordpress.com/997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budirich.wordpress.com/997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budirich.wordpress.com/997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budirich.wordpress.com/997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/997/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=997&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2011/10/22/scarcity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/scarcity_image003.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">scarcity_image003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta dan Keikhlasan</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2011/10/06/cinta-dan-keikhlasan/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2011/10/06/cinta-dan-keikhlasan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 05:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[budirich]]></category>
		<category><![CDATA[celimpungan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta dan keikhlasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=991</guid>
		<description><![CDATA[kerja itu butuh cinta dan keikhlasan Melelahkan, kata itu cukup representatif menjadi kesimpulan untuk perjalananku hari ini. 230 km atau sekitar 5 jam perjalanan harus aku tempuh. 150 km pulang pergi dari Muara Bungo ke Bangko dan rute ini sudah masuk ke dalam itenarary kerjaku hari ini. Lalu dari Bangko menuju Rimbo Bujang yang jaraknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=991&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">kerja itu butuh cinta dan keikhlasan</p>
<p><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/314760_2370468177198_1115294526_32786308_1280309778_n1.jpg"><img class="size-medium wp-image-993 aligncenter" title="314760_2370468177198_1115294526_32786308_1280309778_n" src="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/314760_2370468177198_1115294526_32786308_1280309778_n1.jpg?w=332&#038;h=182" alt="" width="332" height="182" /></a></p>
<p>Melelahkan, kata itu cukup representatif menjadi kesimpulan untuk perjalananku hari ini. 230 km atau sekitar 5 jam perjalanan harus aku tempuh. 150 km pulang pergi dari Muara Bungo ke Bangko dan rute ini sudah masuk ke dalam itenarary kerjaku hari ini. Lalu dari Bangko menuju Rimbo Bujang yang jaraknya sekitar 110 km. Selain untuk melengkapi itenarary, ada juga beberapa aktivitas yang memang harus diselesaikan di kabupaten Tebo ini.</p>
<p>Mencoba menysukuri setiap jarak yang ditempuh, akhirnya Allah menghadiri rasa syukur dan karena ikhlas akhirnya bisa bertemu makanan kesukaanku. Makanan khas Palembang yang baru pertama kali aku temukan di Muara Bungo,” Celimpungan”. Rasanya makan siang ini makin nikmat saja tatkala itenaray, celimpungan, juice melon, ide, hati, tangan, dan laptop mau diajak kerja sama.</p>
<p>Lelah setelah bekerja itu alamiah tapi karena cinta semua menjadi sirna dan dengan ikhlas insya Allah semua akan berkah. Aaamiin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rumah Makan Hokky, Muara Bungo</p>
<p>Oktober, 2011                  </p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budirich.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budirich.wordpress.com/991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budirich.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budirich.wordpress.com/991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/991/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&amp;blog=1955156&amp;post=991&amp;subd=budirich&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2011/10/06/cinta-dan-keikhlasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2011/10/314760_2370468177198_1115294526_32786308_1280309778_n1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">314760_2370468177198_1115294526_32786308_1280309778_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
