<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Budirich's Weblog</title>
	<atom:link href="http://budirich.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budirich.wordpress.com</link>
	<description>live for praying</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Dec 2009 13:22:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='budirich.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/32a95f959172a066caf6bbe5f075a899?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Budirich's Weblog</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://budirich.wordpress.com/osd.xml" title="Budirich&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>Air mata sumber devisa Indonesia</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/12/30/air-mata-sumber-devisa-indonesia/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/12/30/air-mata-sumber-devisa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 13:21:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[nasib TKI Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SUMBER DEVISA]]></category>
		<category><![CDATA[TKI Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[
Salah satu dampak dari krisis ekonomi adalah melonjaknya angka pengangguran. Belum pulihnya perekonomian dan timpangnya perkembangan antara sektor riil dan sektor keuangan bukan tidak mungkin akan menciptakan angka pengangguran yang semakin tinggi. Meskipun pemerintah terus menurunkan tingkat suku bunga bank Indonesia hingga 6,5% tetapi masih belum bisa memaksimalkan pertumbuhan usaha di sektor riil secara signifikan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=473&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2009/12/tki.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-474" title="TKI" src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/12/tki.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a></strong></p>
<p>Salah satu dampak dari krisis ekonomi adalah melonjaknya angka pengangguran. Belum pulihnya perekonomian dan timpangnya perkembangan antara sektor riil dan sektor keuangan bukan tidak mungkin akan menciptakan angka pengangguran yang semakin tinggi. Meskipun pemerintah terus menurunkan tingkat suku bunga bank Indonesia hingga 6,5% tetapi masih belum bisa memaksimalkan pertumbuhan usaha di sektor riil secara signifikan. Saat ini pengangguran di Indonesia mencapai <span id="more-473"></span>40-jutaan lebih dan menempatkan Indonesia sebagai peringkat pertama dengan angka pengangguran tertinggi di ASEAN, kontribusinya mencapai 60% dari wilayah tersebut (Kapanlagi.com;Angka Pengangguran Indonesia Tertinggi di ASEAN. September 2007)</p>
<p>Pertambahan jumlah penduduk, khususnya usia layak kerja di Indonesia terus meningkat tetapi peningkatannya tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan di negeri sendiri membuat beberapa warga Indonesia mencoba peruntungan dengan cara menjadi TKI di luar negeri.</p>
<p>Kenapa fenomena TKI ini begitu gencar dan kapan asal mulanya TKI booming di Indonesia?</p>
<p>Sekitar 20 tahun lalu, setelah era minyak berakhir. Sejak saat itu pendapatan rakyat Indonesia tidak menentu. Sulitnya bantuan kesejahteraan dari pemerintah membuat kemiskinan terus merajalela. Apalagi hal ini diperparah dengan landasan kerja yang tidak professional yaitu pertemanan atau yang lebih sering kita kenal dengan istilah nepotisme. Berawal dari itu, selogan yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin begitu kental terasa. Tapi alhamdulillah sepertinya modal “petemanan” dalam mencari kerja semakin hari semakin pudar.</p>
<p>Di tengah kondisi yang tidak seimbang di dalam negeri, negara berkembang lain sedang mengalami globalisasi ekonomi. Negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi mengalami percepatan ekonomi tetapi kekurangan tenaga kerja. Untuk menutup kelemahan tersebut mereka melihat potensi SDM di Indonesia dan mulai membuka bursa tenaga kerja asing. Kondisi ini yang kemudian melahirkan budaya migran bagi Indonesia (Hidayat, 2009).</p>
<p>Gelombang tenaga kerja Indonesia ke luar negeri (TKI) yang terus meningkat dari tahun ke tahun cukup banyak membantu perekonomian Indonesia, setidaknya mampu menyumbang devisa negara. Tahun 2001, Menakertrans mencatat devisa dari TKI sebesar US$ 1,1 juta, tahun 2002 angka tersebut melonjak menjadi US$ 3,1 juta dan hingga tahun 2009 dengan enam juta TKI yang tersebar di beberapa negara, sektor ini menjadi penghasil devisa terbesar kedua setelah migas, angka yang cukup fantastis yaitu sekitar US$ 11 Miliar (baca: nuansa kolusi di balik asuransi TKI).</p>
<p>Di dalam perjalannya para sumber devisa negara ini masih tak jarang mendapat perlakuan yang kurang wajar, bahkan jauh sebelum mereka mulai bekerja di negeri orang. Peraturan, sistem dan prosedur pengiriman jasa TKI yang masih belum berjalan secara maksimal. Sejak awal keberangkatan TKI sering kali menjadi objek pungutan dari oknum yang tidak bertanggung jawab, tidak hanya dari instansi resmi tetapi juga dari calo-calo yang bergentayangan sambil memberi janji-janji palsu kepada calon TKI. Di tempat tujuan kerja, nasib TKI terkadang tidak selalu baik. Tak jarang sumber devisa ini jatuh dan tertimpa tangga dimana bukan hanya upah yang tidak dibayar oleh majikan melainkan pelanggaran HAM seperti perkosaan dan penganiaan hingga percobaan pembunuhan secara perlahan masih sering kita dengar.</p>
<p>Padahal dalam Undang-Undang no 12 tahun 2005 tentang Hak Sipil dan Politik jelas dicantumkan tentang kewajiban negara menjamin hak rasa aman bagi warga negara dimanapun mereka berada. Sebenarnya amanah undang-undang ini bisa ditegakkan oleh semua pihak, khususnya pihak-pihak yang bersinggungan langsung dengan para TKI, seperti pihak kedutaan, dinas tenaga kerja, penyalur jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI), dan kepolisian RI.</p>
<p>Kita berharap peran kepolisian ini yang harus lebih dimaksimalkan. Berdasarkan undang-undang kepolisian RI no 2 tahun 2002 dinyatakan bahwa fungsi Polri adalah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tidak hanya di wilayah RI, tetapi juga di luar negeri. Dan pada tahun 2003 telah dibentuk liaison office (LO) yaitu perwira polisi penghubung yang merupakan bagian dari Interpol Indonesia yang ditempatkan di luar negeri.</p>
<p>Semoga niat baik dan peran serta kita semua, sebagai keluarga besar bangsa Indonesia, bangsa yang memiliki rasa persaudaraan yang tinggi, menyatu dari sabang sampai merauke untuk menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, baik yang ada di dalam maupun luar negeri.</p>
<p>Selamat berjuang para sumber devisa negara, hapus airmatamu karena engkau telah menjadi pahlawan bangsa. Telah mampu menjadi sumber devisa terbesar kedua. Meskipun jasamu terkadang belum dihargai tapi yakinlah masih ada Allah yang akan membalas setiap tetes keringat dan airmatamu yang jatuh sebagai salah satu penopang keberlangsungan negeri kita tercinta, Indonesia. Aamin.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/473/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=473&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/12/30/air-mata-sumber-devisa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/12/tki.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">TKI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan saat yang tepat untuk berinvestasi?</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/12/28/kapan-saat-yang-tepat-untuk-berinvestasi/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/12/28/kapan-saat-yang-tepat-untuk-berinvestasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 13:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomic view]]></category>
		<category><![CDATA[dreamer]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi sejak dini]]></category>
		<category><![CDATA[RD]]></category>
		<category><![CDATA[reksadana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[
Bila kita melihat masa lalu, apa yang akan kita katakan:’ seandainya saja hal itu sudah kulakukan’atau’untung saja hal itu sudah kulakukan’?. (Vicki Hirzges, motivator).
Hidup adalah pilihan. Keberhasilan hidup tergantung pada bagaimana kita menentukan pilihan dan mendapatkan izin dari Tuhan. Ilmu ekonomi termasuk bisnis dan investasi yang menjadi cabangnya, pada hakikatnya adalah ilmu mengenai pilihan. Banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=470&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2009/12/dreamer.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-471" title="Dreamer" src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/12/dreamer.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Bila kita melihat masa lalu, apa yang akan kita katakan:’ seandainya saja hal itu sudah kulakukan’atau’untung saja hal itu sudah kulakukan’?. (Vicki Hirzges, motivator).</strong></p>
<p>Hidup adalah pilihan. Keberhasilan hidup tergantung pada bagaimana kita menentukan pilihan dan mendapatkan izin dari Tuhan. Ilmu ekonomi termasuk bisnis dan investasi yang menjadi cabangnya, pada hakikatnya adalah ilmu mengenai pilihan. Banyak diantara kita yang tidak berani menentukan pilihan dengan pertimbangan risiko masing-masing, dan biasanya orang lain yang menentukan pilihan terhadap diri kita. Padahal kenyataannya hanya diri kita yang mengerti tentang diri kita sendiri.</p>
<p>Pengertian berinvestasi sebenarnya mencakup hal yang sangat luas. Kita bersekolah sejak TK hingga lulus SMA atau sarjana merupakan <span id="more-470"></span>investasi bagi diri sendiri. Jika saat ini kita membaca, menulis, berfikir, mempunyai keahlian, menjadi motivator, bahkan memiliki pekerjaan mungkin ini merupakan hasil investasi yang sudah kita lakukan.</p>
<p>Salah satu alasan kita berinvesatsi adalah mempersiapkan masa depan sedini mungkin melalui perencanaan kebutuhan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan saat ini. Adanya suatu perencanaan investasi jauh lebih baik daripada tidak ada perencanaan sama sekali (baca: Rekadana).</p>
<p>Bagi saya, Insyallah investasi itu adalah suatu keharusan yang direncanakan mulai dari sekarang. Apalagi banyak manajer invesasi, perbankan, bahkan perusahaan asuransi yang mengeluarkan produk investasi yang tentunya disesuaikan dengan toleransi kita dalam menghadapi risiko. Jika kita termasuk risk taker, maka kita bisa mencoba saham sebagai alternatif investasi, tetapi untuk hal ini kita harus tau mengenai kondisi yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham, mulai dari ekonomi makro, bursa global hingga ke fundamental perusahaan.</p>
<p>Cara lain investasi yang mungkin tergolong berisiko tinggi tetapi memiliki kontrol yang cukup baik karena mungkin pengelolaan asetnya dilakukan oleh orang-orang yang sudah berpengalaman tetapi dengan tidak melupakan prinsip investasi yaitu high risk high return, maka menurut saya reksadana saham adalah yang terbaik. Selain asset kita dikelola secara professional oleh manajer investasi (MI), expektasi ekonomi Indonesia saat ini masih sangat baik. Setidaknya hal ini bisa dilihat dari harga minyak dunia yang masih berkisar $ 74 – 75 per barel dan SBI yang relatif stabil akan mendorong investor untuk berinvestasi di Indonesia.</p>
<p>Selain alternatif invesatasi tersebut banyak investasi-investasi lain yang bisa jadi pilihan. Seperti deposito, unit link dan lain-lain. Tetapi dari banyak alternatif investasi tersebut kita juga harus mempertimbangkan yield (return efektif yang dihasilkan) dari masing-masing produk investasi. Jangan sampai yield investasi kita berada di bawah rata-rata inflasi tahunan. Dalam keadaan apapun, yield harus lebih besar daripada inflasi yang terjadi, karena menerima yield yang lebih rendah dari inflasi akan menurunkan daya beli dana. Oleh karena itu hal ini penting kita ketahui adalah rata-rata inflasi tahunan sesuai dengan jangka waktu kita berinvestasi. Misalnya, rata-rata inflasi tahunan di Indonesia adalah 9% per tahun, maka kita harus mencari alternatif investasi yang bisa memberikan yield &gt; 9% per tahun, walaupun mungkin itu jarang bahkan tidak ada dalam produk tabungan perbankan.</p>
<p>Sebagai contoh, Bank XX mengeluarkan produk investasi pendidikan dengan yield sebesar 6% per tahun dan jangka waktu investasi 5 tahun. Dengan rata-rata inflasi tahunan sebesar 9% per tahun maka kita akan mengalami kerugian atau penurunan daya beli dana yang kita investasikan sebesar 3% per tahun (9% &#8211; 6%).</p>
<p>Sebagai ilustrasi, mungkin 5 tahun lalu, kita hanya perlu uang Rp. 100.000,- untuk bisa membeli beras 20 kg tetapi karena inflasi 9% mungkin kita harus mengeluarkan uang Rp 109.000,- untuk bisa membeli beras tersebut pada hari ini. Artinya ada kenaikan harga sekitar Rp. 9.000,- atau 9%. Misalkan dari hasil investasi kita hanya mendapat yield 6%, jadi uang kita yang dulunya Rp. 100.000,- kini menjadi Rp 106.000,- (yield 6%) maka kita harus mencari uang tambahan Rp. 3.000,- karena daya beli dana kita yang berkurang akibat dari yield yang kita dapatkan lebih kecil dari inflasi.</p>
<p>Selamat berinvestasi teman-teman, karena kunci sukses investasi pada hakikatnya bersumber pada kemampuan investor untuk memahami diri sendiri. Yang harus dipahami bukan saja karakter kita sebagai seorang investor, tetapi juga tujuan-tujuan investasi, jangka waktu, serta antisipasi mengenai keputusan apa yang akan kita ambil dalam situasi tertentu.</p>
<p>Dalam banyak hal, keberhasilan seseorang meraih kekayaan dari kegiatan investasinya ditentukan oleh bagaimana ia melakukan respon terhadap situasi-situasi yang berkembang, dengan cara yang sistematis dan konsisten.</p>
<p>Hingga tulisan ini dibuat, umurku sekitar 22 tahun 8 bulan dan 28 hari atau sekitar 8.298 hari telah berada di dunia ini, seandainya saya sudah mulai berinvestasi pada umur 15 tahun lalu atau pada saat aku hidup sekitar 2.823 hari (7 tahun, 8 bulan, dan 28 hari), dengan nilai investasi sama seperti 1 mangkok bakso yaitu Rp. 5.000,- per hari, maka uang saya per hari ini sekitar Rp. 14.115.000,- (exclude yield). Hmmm, seandainya itu sudah kulakukan?</p>
<p>Jadi tunggu apalagi, mulai kita rencanakan keuangan kita karena hidup ini terlalu singkat jika dijalankan tanpa perencanaan. Siapkan diri kita untuk jadi yang terbaik setidaknya jangan sampai ada lagi kata <strong>“kenapa saya tidak melakukannya waktu itu?.</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/470/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=470&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/12/28/kapan-saat-yang-tepat-untuk-berinvestasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/12/dreamer.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Dreamer</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ya Allah, Inilah Proposal Hidupku</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/12/20/ya-allah-inilah-proposal-hidupku/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/12/20/ya-allah-inilah-proposal-hidupku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 06:57:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[chartered financial consultant]]></category>
		<category><![CDATA[ChFC]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[proposal]]></category>
		<category><![CDATA[proposal hidupku]]></category>
		<category><![CDATA[reksadana]]></category>
		<category><![CDATA[S2]]></category>
		<category><![CDATA[TGTC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[Semoga Proposal hidupku ini, bisa membimbingku untuk lebih dekat lagi dengan-Mu&#8230;Aamin.

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Allah SWT karena sampai hari ini alhamdulillah saya masih diberi nikmat kesehatan, iman dan Islam. Masih diberikan kemampuan untuk berfikir dan menggerakkan jari-jemari saya untuk mengetik tulisan ini. Tak lupa juga salawat kepada Rasulullah SAW, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=456&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Semoga Proposal hidupku ini, bisa membimbingku untuk lebih dekat lagi dengan-Mu&#8230;Aamin.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://budirich.files.wordpress.com/2009/12/long-road-to-heaven2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-468" title="Long Road to Heaven" src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/12/long-road-to-heaven2.jpg?w=300&#038;h=236" alt="" width="300" height="236" /></a></p>
<p>Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Allah SWT karena sampai hari ini alhamdulillah saya masih diberi nikmat kesehatan, iman dan Islam. Masih diberikan kemampuan untuk berfikir dan menggerakkan jari-jemari saya untuk mengetik tulisan ini. Tak lupa juga salawat kepada Rasulullah SAW, suri tauladan dan panutan bagi semua manusia di dunia, semoga kita menjadi pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Keluargaku. Bapak, Ibu, Kakak dan adik-adikku yang insyallah akan selalu menjadi motivasi bagiku untuk selalu maju dan berkembang.</p>
<p>Ya Allah terima kasih karena telah memberikan kesempatan seorang Budi Setiawan untuk bisa hidup di dunia ini, melalui ikatan yang sah kedua orang tuaku. Saya yakin semua ini tercipta pasti dengan perencanaan yang matang sebelumnya. Saya terlahir<span id="more-456"></span> 8 april 1987. Bapak saya Sudarno. Ibu saya Misyem. Walau bapak saya hanya lulusan SMA dan ibu saya lulusan SMP tapi mereka adalah guru dan sumber inspirasi bagi saya. Ya Allah lindungilah kedua orang tuaku dan permudahkanlah urusannya untuk beribadah kepada-Mu. Aamin.</p>
<p>Tahun 1994 sekitar 16 tahun yang lalu, ketika pertama kali orang tuaku mengenalkanku pada pendidikan formal. Tepatnya Madrasah Qur’niah 1 Palembang tetapi jauh sebelum itu orang tuaku sudah mengajarkan aku membaca dan menulis. Sebelum adzan magrib berkumandang, aku, kakak dan adikku (karena waktu itu adikku baru satu) harus berkumpul di rumah untuk menjalankan shalat magrib berjamaah dan akan diteruskan dengan belajar bersama. Kapur tulis yang berdebu dahulu cukup fenomenal, apalagi ketika tangan keras beliau sudah menempelkan ujung kapur itu ke papan hitam.</p>
<p>Sayang, mungkin budi kecil terlalu nakal untuk belajar, sering orang tuaku marah karena aku belum pulang akibat keasikan main bola hingga adzan magrib selesai. Sejak kecil sebenarnya orang tuaku telah menanamkan kedisiplinan padaku, tapi apa daya akalku yang pendek lebih tertarik untuk mandi di sungai, menangkap belalang dan main bola hingga larut malam. Dulu aku adalah anak ingusan dan karena aku keturunan jawa, maka aku sering dipanggil “lelek” (panggilan untuk orang jawa). Terkadang aku malu jika dipanggil seperti itu, karena terkesan kolot dan kampungan dan sekarang aku sadar bahwa semua itu tak lebih dari sekedar panggilan.</p>
<p>Sejak kecil aku sudah akrab dengan motor vespa bapakku, karena sebelum ke kantor biasanya vespa yang sekarang sudah jadi rongsokan itu yang sering membawaku ke sekolah. Tapi aku bangga mempunyai bapak seperti beliau. Pekerja keras dan visioner menurutku.</p>
<p>Tujuh tahun di Madrasah Qur’aniah telah banyak membentuk mentalku, sekolah yang berbasis agama Islam ini membuatku sedikit demi sedikit bisa membaca al-qur-an dan alhamdulillah bisa mengantarkanku pada SMP N 6 tanpa tes karena NIM ku pada waktu itu cukup untuk masuk kesana. Tidak ada sahabat apalagi cinta yang bersemi waktu itu, kecuali yang masih kuingat adalah ketika aku kelas 3 SD dan terjadi kebakaran di rumahku. Kira-kira ada sekitar 400 rumah lain yang ikut terbakar dan disepanjang jalan Veteran Palembang aku berlari bersama bapakku menuju rumah saudara dan sepanjang jalan itu pula aku melihat ibu dan anak-anaknya menangis seolah-olah masih terpukul atas kejadian itu.</p>
<p>Pasca kejadian itu, Bapakku yang seorang PNS terlihat agak berat jika harus menanggung beban sekolah anak-anaknya, maka ibuku memutuskan untuk berjualan buah dan sayur di pasar. Aku sangat bangga mempunyai ibu seperti beliau, kesabarannya dan disiplinnya yang menginspirasiku hingga seperti sekarang ini.</p>
<p>Waktu SMP hingga SMA aku hanya siswa biasa, tidak ada kejadian istimewa yang cukup untuk dibanggakan kecuali sempat mendapat ranking 1 di kelas 2 SMP tetapi semua itu sepertinya terbalas pada waktu aku kelas 2 SMA. Pada waktu itu aku merasa bodoh sekali karena saking bodohnya, maka aku dihadiahi merah enam di raport-ku. Sentak aku terkejut dan hampir tak berani pulang ke rumah karena takut membayangkan kemarahan bapakku yang melihat anaknya begitu bodoh. Tapi alhamdulillah, bapakku cukup bijaksana karena hanya melempar raport itu di meja dan tidak ada kata-kata yang keluar. Melihat tindakan itu, tak sadar aku berlari ke kamar mandi dan tiba-tiba aku meneteskan air mata karena merasa telah mengecewakan orang yang sangat aku cintai.</p>
<p>Hari itu aku rasakan sebagai titik tolak dalam hidupku. Kalau dulu aku selalu menolak jika disuruh kursus bahasa inggris tapi merah enam di raport itu memaksa aku untuk meminta kursus bahasa ingris, dan tak sadar rasanya hingga 4,5 tahun aku baru bisa menyelesaikan kursus itu yang sekarang baru aku sadari kalau waktunya melebihi waktu kuliah yang hanya 3 tahun 6 bulan.</p>
<p>Banyak orang bilang kalau saya ini beruntung karena kemampuan biasa-biasa saja tapi alhamdulillah sekolah bisa negeri semua dan beberapa kali mendapat beasiswa. Setelah selesai di SMA N 15 Palembang, saya diterima di fakultas ekonomi manajemen universitas sriwijaya melalui SPMB, saya sangat bersyukur bisa kuliah disana karena beberapa temanku belum bisa lulus padahal aku menilai mereka jauh lebih pintar dariku. Tidak sampai disitu, kebahagiaanku bertambah ketika aku melihat pengumuman bahwa kampus tempatku kuliah membuka kelas bilingual (beberapa mata kuliah menggunakan bahasa ingris sebagai pengantarnya) ini tantangan bagiku karena aku harus bekerja lebih keras. Pertama aku harus mengerti bahasa pengantarnya dan kedua aku harus mengerti  mata kuliahnya. Alhamdulllah dari 14 mata kuliah bahasa ingris hanya 4 yang mendapat nilai B dan sisanya A, tapi sampai sekarang aku selalu merasa bodoh dengan bahasa ingrisku yang semakin hari semakin menurun. Oleh karena itu awal tahun 2010 ini insyallah aku akan kursus lagi. Aamin.</p>
<p>Jarak antara kampus dan rumah sekitar 25 km, jadi harus ditempuh 1 jam perjalanan menggunakan bus mahasiswa. Setiap pergi ke kampus, kalau ada kesempatan  saya selalu memilih kursi di belakang sopir karena menurutku itu adalah tempat yang paling enak untuk membaca dan tidur kalau sudah lelah. Buku yang sering aku baca tak jauh-jauh dari masalah inflasi, pengangguran, kemiskinan, reksadana dan saham. Meskipun sesekali diganti dengan buku motivasi.</p>
<p>Hari-hariku banyak berubah di kampus, entah mengapa pada semester ke 3 aku berniat untuk ikut organisasi kampus. Mulai dari BO Ukhuwah, IKAMMA (Ikatan Mahasiswa Manajemen), Effecs (English Forum for Economics Students), dan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Mentalku mulai terlatih disini, karena dulunya (semester 1 dan 2) aku selalu kemana-mana bersama dengan kelompokku, kini aku harus mengasingkan diri sesaat untuk bisa membagi waktu antara kuliah, organisasi dan kelompok. Dan akhirnya aku sadari kalau aku hampir berhasil untuk ketiga hal tersebut, setidaknya indikatornya cukup jelas yaitu sampai sekarang aku masih intent berhubungan dengan sahabat-sahabatku, sempat menjadi kepala departemen kajian ekonomi dan lulus kuliah dengan predikat yang cukup baik dengan waktu yang cukup singkat (untuk hal yang ketiga aku akan merasa bersalah jika tidak mengucapkan terima kasih pada temanku M Rizkiyansyah) .</p>
<p>Dulunya niatanku bergabung di organisasi hanya satu, yaitu ingin membantu kakak tingkat yang aku hormati karena dia terpilih menjadi gubernur mahasiswa. Awalnya aku hanya sebagai anggota biasa sebelum akhirnya diangkat menjadi kepala departemen kajian ekonomi di BEM. (Terima kasih kak Nedy).</p>
<p>Setelah satu tahun saya aktif di BEM, saya diberi kesempatan untuk menjadi ketua pelaksana acara <a href="http://budirich.wordpress.com/2008/12/03/tax-goes-to-campus-tgtc-di-fe-unsri/" target="_blank">Tax Goes to Campus</a>, acara yang terselenggara berkat kerjasama antara BEM FE Unsri dan Direktorat Jendral Pajak Sumsel-Babel. Dalam proses dari awal hingga selesai acara ini telah memberiku banyak pelajaran mulai dari arti seorang sahabat, mengelola uang, kepercayaan hingga menjurus ke masalah perasaan. Ternyata kebahagian tak hanya sampai disitu mengingat Allah telah menolong saya sehingga acara itu dapat berjalan dengan baik dan sisa uang dari acara tersebut bisa digunakan sebagai tambahan untuk jalan-jalan ke kota Lampung.</p>
<p>Terima kasih Allah, terima kasih Bapak dan Ibu. Kini budi kecil sudah berumur 22 tahun 8 bulan. Sudah cukup dewasa untuk diberi kepercayaan (mandiri), sebenarnya aku mulai dipercaya ketika aku lulus kuliah apalagi aku mendapat <a href="http://budirich.wordpress.com/2009/02/18/terima-kasih-allah-swt/" target="_blank">beasiswa</a> dari salah satu perusahaan swasta plus ikatan dinas di perusahan itu, aku bersyukur karena semua target yang pernah aku tulis semasa kuliah hampir tercapai (beli notebook, dapat kerja, organisasi dan berpenghasilan minimal XXX) hanya satu yang belum tercapai yaitu aku ingin berinvestasi. Tapi lain dari itu, aku juga ingin menikah di usia 27 dan ini masih <a href="http://budirich.wordpress.com/2009/03/08/misteri-3-tahun-lagi/#more-314" target="_blank">misteri</a>. Insyallah target investasi akan terwujud karena minggu kemarin aku sudah mendaftarkan diri di salah satu manajer investasi (MI), walaupun tidak banyak uang yang aku sisihkan, insyallah aku berharap cukup untuk mewujudkan impianku 2,6 tahun lagi untuk melanjutkan studi ke S2.</p>
<p>Keinginan kuliah lagi begitu kuat, apalagi ketika aku teringat dengan patahnya harapan orangtuaku yang ingin kuliah tapi tidak mampu karena terbentur masalah ekonomi. Oleh karena itu, aku berdoa semoga bisa menjadi ahli keuangan yang handal dan bisa bermanfaat bagi masyarakat setidaknya bisa membantu perbaikan kwalitas ekonomi keluarga, saudara-saudaraku yang tinggal di Palembang, Jakarta dan Klaten Jawa Tengah. Untuk mewujudkan impian tersebut , saya akan kuliah S2 di bagian keuangan dan Insyallah saya juga akan berjuang untuk mendapatkan gelar ChFC (Chartered Financial Consultant).</p>
<p>Ya Allah, bantulah hambamu yang lemah dan bodoh ini, fokuslanlah semua aktivitas yang aku lakukan agar mengarah kepada peningkatan keahlian tersebut. Saya akan lebih banyak membaca artikel tentang keuangan, gabung di komunitas keuangan dan selalu mencari panther untuk berdiskusi tentang keuangan. Selain itu saya akan terus menerus meningkatkan kemampuan saya untuk memecahkan berbagai problem keuangan.</p>
<p>Saya harus menjadi orang yang expert di bidang perencana keuangan.</p>
<p>Saya setidaknya akan mengangkat dua guru dalam kehidupan saya. Guru yang pertama adalah guru expert, yang akan membimbing saya dalam hal kecerdasan financial.</p>
<p>Selain itu saya juga akan mengangkat guru spiritual saya yang akan selalu membimbing dan mengingatkan saya. Dia adalah rujukan saya untuk urusan spiritual dan nilai-nilai kehidupan. Saya akan menjadikan Bpk UZ dan SDR, SFA sebagai panutan dan rujukan saya.</p>
<p>Saya insyallah akan menciptakan berbagai kondisi dan suasana agar apa yang saya harapkan dapat terwujud. Setiap selesai shalat dan disaat-saat yang makbul berdoa saya akan berdoa dengan sepenuh hati tentang apa yang hendak saya raih.  Dan disaat yang tepat akan saya bagi proposal hidup saya ini kepada keluarga dan sahabat-sahabat yang saya sayangi. Tak lupa juga saya mohon kepada-Mu ya Allah, kuatlah disiplin saya dalam menjalankan shalat 5 waktu, sedekah, shalat dhuha dan membaca alqur’an serta jika diberi kesempatan dan rizki saya berniat ingin menaikkan haji kedua orangtua. Aamin.</p>
<p>Ya Allah, inilah proposal hidupku. Apabila dengan ini Engkau semakin cinta kepadaku maka bantulah aku. Jika dengan ini keberadaanku memberi manfaat kepada banyak orang, maka bantulah aku. Akan tetapi apabila dengan proposal hidup ini engkau menjauh dariku dan keberadaanku membebani orang-orang yang berada disekitarku, berilah petunjuk kepadaku. Jangan tinggalkan aku ya Allah.</p>
<p>Ya Allah bantulah aku untuk mewujudkan proposal hidup ini sebab tanpa bantuan dan pertolongan-Mu aku pasti tidak akan mampu merealisasikan proposal hidupku ini.</p>
<blockquote><p><em><strong>Ya Allah, kabulkanlah…..</strong></em></p></blockquote>
<p><strong> Aamin ya rabbal ‘alamin</strong></p>
<p><strong><em> Manado, 1 Muharram 1431 H.</em></strong></p>
<p><strong><em> Budi Setiawan</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Terima kasih untuk:</em></strong></p>
<p><em>Allah SWT, kedua orang tuaku, kakak dan adik-adikku, teman-teman seperjuangan di LLP plus indah, rama n dayat, my best friend Asep Aliman, IKAMMA, BEM FE UNSRI, Effecs, BO Ukhuwah dan Majelis Taklim Ash Shobirin serta remaja masjid Nurul Ikhlas. My best lecture, Pak Umar Hamdan, Pak Zul, dan Pak Noviar. Tak lupa untuk sumber inspirasi dalam membuat tulisan ini, meskipun saya belum bertemu secara langsung dengannya tetapi beliau cukup memberiku motivasi, dia adalah Bapak Jamil Azzaini dengan tulisannya TUHAN, inilah Proposal Hidupku</em>.</p>
<p><strong>Quote :</strong> sebuah riset yang dilakukan terhadap para lulusan MBA di Harvard Business School antara tahun 1979 dan 1989 berkaitan dengan penulisan rencana hidup. Pada tahun 1979, para lulusan MBA tersebut ditanya “apakah anda telah menyusun suatu rencana hidup yang jelas, spesifik dan tertulis”?</p>
<p>Sepuluh tahun kemudian, 1989, periset yang dipimpin oleh Mark McCormack melakukan wawancara dengan semua responden pada tahun 1979 tersebut. Hasilnya, 13% yang menyatakan memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik tetapi tidak tertulis, memiliki penghasilan rata-rata dua kali lipat dibandingkan mereka yang 84% (belum memiliki dan menyusun rencana hidup). Yang luar biasa, 3% para lulusan yang telah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik dan tertulis memiliki penghasilan yang besarnya rata-rata 10 kali lipat dibandingkan 97% lulusan sekolah bisnis tersebut. (Dikutip dari buku “TUHAN, Inilah Proposal Hidupku” tulisan Bapak Jamil Azzaini).</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/456/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=456&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/12/20/ya-allah-inilah-proposal-hidupku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/12/long-road-to-heaven2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Long Road to Heaven</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setestes Air Mata di Istiqlal (repackage)</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/09/06/setestes-air-mata-di-istiqlal-repacage/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/09/06/setestes-air-mata-di-istiqlal-repacage/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 10:27:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, rasa syukur ini harus selalu tercurah pada Sang pemberi kehidupan. hari ini saya sangat bersyukur sekali karena masih diberi nikmat iman, islam dan kesehatan sehingga kita tidak perlu membayar atas udara yang kita hisap, atas bumi yang kita pijak, atas karunia mata yang bisa mendeteksi berjuta keindahan kehidupan, dan nikmat-nikmat lain yang jika kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=448&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-449" title="My Inspirasion" src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/09/my-inspirasion1.jpg?w=130&#038;h=97" alt="My Inspirasion" width="130" height="97" />Alhamdulillah, rasa syukur ini harus selalu tercurah pada Sang pemberi kehidupan. hari ini saya sangat bersyukur sekali karena masih diberi nikmat iman, islam dan kesehatan sehingga kita tidak perlu membayar atas udara yang kita hisap, atas bumi yang kita pijak, atas karunia mata yang bisa mendeteksi berjuta keindahan kehidupan, dan nikmat-nikmat lain yang jika kita tuliskan dengan air laut seluruh dunia ini sebagai tintanya, niscaya masih belum cukup untuk menulis semua nikmat yang telah diberikan Allah SWT. subhanallah, <span id="more-448"></span>maha besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. dari sekian banyak nikmat yang telah diberikan Allah kepada saya, tidak juga membuat saya selalu bersyukur kepada-Nya, setiap hari, rasanya keinginan untuk memiliki sesuatu semakin meningkat, tanpa pernah tahu apakah keinginan itu juga terbaik menurut Allah. Bukanya Allah telah berpesan bahwa Rabb tidak akan memberikan semua yang hamba-Nya inginkan kecuali itu yang terbaik untuknya. Selain itu Allah juga telah berfirman dalam kitab-Nya yang sempurna bahwa jika kita bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah, maka Rabb telah berjanji untuk menambah nikmat tersebut.</p>
<p>Terima kasih Rabb, malam ini engkau telah mengusik hatiku untuk menyelesaikan cita-citaku setahun yang lalu, engkau bimbing jiwa dan raga ini untuk datang ke tempat suci-Mu. setelah satu hampir satu tahun aku berniat untuk hatam Al-quran dan alhamdulillah hari ini aku bisa menyelesaikannya walupun dengan usia yang terlambat.</p>
<p>satu tahun lalu aku berniat dan sekarang baru bisa terealisasi, sedikit demi sedikit, satu ain, dua ain dan akhirnya sampai juga ke surat Al-Ikhlas dan doa khatam yang tertulis di belakang kitab-Mu yang suci sebagai penutup cita-citaku.</p>
<p>mungkin inilah kekuatan sebuah impian,,perjalanan panjang satu mill harus dimulai dengan langkah setapak bahkan tak jarang diawali dengan jalan berliku dan berduri. tetapi yakinlah sahabat ketika kita selalu bekerja keras dan berdoa kepada Allah, inysallah kita akan selalu diberi petunjuk oleh Sang Khalid.</p>
<p>hari ini Allah telah mindikte kakiku untuk datang ke rumah-Nya, rumah yang cukup megah di Jakarta, baru sekali ini aku masuk ke masjid yang begitu besar, kokoh dan banyak orang datang hanya untuk meneteskan air mata karena teringat apa yang telah dilakukan, salah satu orang itu adalah aku.</p>
<p>terima kasih ya Rabb atas apa yang engkau berikan selama ini, tolong bimbing hamba-Mu yang sombong ini agar mengerti bagaimana cara bersyukur atas nikmat yang tak terhitung dari-Mu. lindungi juga keluargaku, baik yang masih ada ataupun yang sudah berpulang kepada-Mu. berikan mereka kesehatan, berikan mereka tempat yang layak dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Serta saudara-saudaraku yang masih istiqamah berjuang di jalan-Mu.</p>
<p>Terima kasih Allah, akan kututup hari ini dengan setetes air mata dan rasa syukur atas-Mu..</p>
<p>Aamin ya rabbal ‘alamin.</p>
<p>Masjid Istiqlal, July 11, 2009.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/448/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=448&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/09/06/setestes-air-mata-di-istiqlal-repacage/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/09/my-inspirasion1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">My Inspirasion</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bubur Century Spesial</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/09/05/bubur-century-spesial/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/09/05/bubur-century-spesial/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 02:49:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomic view]]></category>
		<category><![CDATA[Antaboga]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[BI]]></category>
		<category><![CDATA[LPS]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana Bodong]]></category>
		<category><![CDATA[Rush]]></category>
		<category><![CDATA[Spesial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/2009/09/05/bubur-century-spesial/</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 21 November 2008 akan jadi hari bersejarah bagi Bank Century. Pengambilalihan bank century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) semakin memperjelas berhentinya fungsi manajemen lama dan pemegang saham bank tersebut. Secara otomatis pemegang saham publik Bank Century sudah tidak ada lagi lantaran equitynya bernilai negatif dan capital adequacy ratio (CAR) mencapai minus 3,5%. Hingga kwartal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=445&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tanggal 21 November 2008 akan jadi hari bersejarah bagi Bank Century. Pengambilalihan bank century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) semakin memperjelas berhentinya fungsi manajemen lama dan pemegang saham bank tersebut. Secara otomatis pemegang saham publik Bank Century sudah tidak ada lagi lantaran equitynya bernilai negatif dan capital adequacy ratio (CAR) mencapai minus 3,5%. Hingga kwartal ketiga 2008, komposisi pemegang saham Bank Century terdiri atas Clearstream Banking Lexemburg sebesar 11,5%; First Gulf Asia Holding Limited 9,5%; PT Mega Century Investindo 5,64%; dan selebihnya yaitu sebesar 57,21% dimiliki publik. Dari jumlah saham publik itu, pemegang saham yang kepemilikan sahamnya di bawah 5% mencapai 55,4%.</p>
<p align="center"><img src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/09/bankcentury-2.jpg?w=298&#038;h=225" alt="Bank Century" width="298" height="225" /></p>
<p>Sesuai aturan Undang-Undang nomor 24 tahun 2004 tentang lembaga penjamin simpanan, pemerintah akan mengambilalih seluruh <span id="more-445"></span>saham (termasuk saham publik) pada perusahaan yang mengalami kebangkrutan selama tiga tahun dan dapat diperpanjang dua tahun sebelum perusahaan tersebut dinyatakan siap jual oleh pemerintah. Tetapi sayangnya sampai saat ini belum ada aturan pasti mengenai perusahaan yang diambilalih oleh LPS, apakah perusahaan tersebut tergolong perusahaan publik atau non publik.<br />
Kejadian yang dialami Bank Century bisa diibaratkan menanak nasi tetapi kelebihan air, sehingga menjadi seperti bubur, tetapi bukan untuk dibuang melainkan diperlukan manusia yang kreatif dan bercita rasa tinggi agar bisa menciptakan bubur itu menjadi nikmat dan lezat yang tentunya perlu beberapa bumbu tambahan sebagai pelengkap sebelum mendapat kepercayaan masyarakat kembali untuk dimakan. Bukan hanya karena equity dan CAR negatif yang membuat Bank Century harus dirawan, tetapi setelah LPS resmi mengambilalih saham Bank Century terkuak kasus reksadana bodong yang disinyalir terbitan PT Antaboga Delta Securities. Antaboga merupakan perusahaan yang berafiliasi dengan Bank Century dengan dugaan Bank Century diidentifikasi menjual produk investasi terbitan Antaboga atau justru Antaboga memasarkan produk investasi milik Bank Century, yang sempat menjadi perbincangan hangat kerena reksadana tersebut nilainya bodong. Informasi tersebut langsung dibantah oleh direktur Bank Century, Maryono. Bankir kelahiran Kabupaten Rembang ini menegaskan bahwa sejak 18 Mei 2006, direksi Bank Century telah mengeluarkan internal memo yang menegaskan bahwa dengan berakhirnya perjanjian sub agen penjualan antara Bank Century dengan Antaboga pada 22 Desember 2005, maka Bank Century tak lagi bertindak sebagai sub agen pemasaran produk-produk reksadana tersebut.<br />
Sepertinya publik belum percaya, sampai saat ini untuk menciptakan selera dan kepercayaan masyarakat, pemerintah sempat menyuntikkan dana hingga Rp 6,7 triliun, meskipun dinilai cukup besar oleh beberapa pengamat tetapi menurut pemerintah angka itu lebih murah dibandingkan kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank yang bisa menimbulkan dampak sistemik. Setidaknya ada tiga alasan mengapa pemerintah tidak menutup Bank Century.<br />
Pertama, terjadi penurunan kepercayaan nasabah. Penutupan Bank Century yang memiliki 65.000 nasabah ditakutkan akan memicu kepanikan masyarakat (Rush). Kedua, Bank Indonesia (BI) menyatakan penutupan Bank Century akan berdampak terhadap pasar keuangan karena keadaan ekonomi masih labil. Ketiga, BI juga menyatakan penutupan Bank Century bisa mengancam sistem pembayaran.<br />
Tiga alasan pemerintah itu cukup masuk akal, apalagi jika kita berkaca pada krisis 1998 ketika rush terjadi dimana-mana. Kepercayaan hampir benar-benar menghilang, puluhan bank diliquidasi dan pemerintah harus mengeluarkan Bantuan Langsung Bank Indonesia (BLBI) yang hingga saat ini sulit untuk dicari jalan keluarnya. Lebih bijaksana jika kita mencari jalan keluar untuk menciptakan resep bagi perusahaan yang sedang sakit ini, banyak cara untuk membuat bubur Century menjadi nikmat dan nantinya bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat kembali.<br />
Sejumlah resep strategis dan taktis dijalankan manajemen baru Bank Century. Satu diantaranya berganti nama. Fenomena ganti nama bukan hal baru di dunia perbankan nasional. Gabungan Bank Bapindo, Bank Exim, dan Bank Bumi Daya merger dan berganti nama menjadi Bank Mandiri, sebelum akhirnya menjadi bank terbesar di indonesia. Bank bali yang juga berganti nama menjadi bank permata.<br />
Resep kedua, mengakuisisi kepemilikan dengan cara membeli saham dalam jumlah besar. Berita ini pernah terdengar dimana PT Sinar Mas Multiartha Tbk akan membeli 70% saham PT Bank Century dan akan diikuti aksi korporasi lanjutan, terkait dengan ketentuan kepemilikan tunggal (single presence policy). Akuisisi diharapkan mampu merecovery perusahaan karena akan meningkatkan kinerja bank tersebut seiiring dengan bertambahnya nilai aset dan jaringan. Hal senada juga disampaikan oleh ekonom senior Bank Nasional Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto mengatakan akuisisi akan menjadi tren di industri perbankan karena hal ini sesuai dengan filosofi di bank tersebut dimana pemilik harus selalu menambah modalnya kalau tidak bisa menjaga modal, dia harus cari mitra. Ini sejalan dengan arah BI yang menghendaki jumlah bank diringkas melalui single presence policy.<br />
Selain resep internal, menurut saya bantuan resep ekstenal tidak kala pentingnya, diantaranya bantuan teman-teman pers dalam meliput berita karena problem berat yang dihadapi manajemen baru bank century terkait brand image adalah masih adanya aksi turun kejalan yang dilakukan investor Artaboga di kantor-kantor cabang Bank Century. Aksi-aksi tersebut akan menggerus kerpercayaan masyarakat terhadap industri perbankan yang fundamentalnya berasal dari kepercayaan.</p>
<p align="center"><strong>Selamat menikmati resep bubur Century Spesial.</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/445/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=445&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/09/05/bubur-century-spesial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/09/bankcentury-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bank Century</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Studi Kelayakan Kredit</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/08/29/studi-kelayakan-kredit/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/08/29/studi-kelayakan-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 11:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomic view]]></category>
		<category><![CDATA[1P 5C]]></category>
		<category><![CDATA[analisa credit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/2009/08/29/studi-kelayakan-kredit/</guid>
		<description><![CDATA[Alan Greenspan (President Federal Reserve Board) on May 1996 &#8220;we should not forget the basic economic function of these regulated entities (bank and finance company) is to take a risk, if we minimize risk taking in order to reduces failure rates to zero, we will by definition have eliminate the purpose of the banking and [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=441&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Alan Greenspan (President Federal Reserve Board) on May 1996</strong> &#8220;we should not forget the basic economic function of these regulated entities (bank and finance company) is to take a risk, if we minimize risk taking in order to reduces failure rates to zero, we will by definition have eliminate the purpose of the banking and finance system&#8221;.<br />
&#8220;You gain a competitive advantage when you become skilled and swift at framing business decision that maximize opportunity while mitigating risk and understanding uncertainty&#8221;.<br />
<img src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/08/merenung.jpg?w=300&#038;h=224" alt="merenung" width="300" height="224" /></p>
<p>Analisa kredit ini mungkin terlahir karena adanya resiko akibat ketidakpastian. Resiko bisa berupa kesempatan atau ancaman. Fundamental manajemen resiko <span id="more-441"></span>memusatkan pada analisa atas kerugian dari ketidakpastian tersebut dan berusaha untuk mengurangi probabilita terjadi atau mengurangi besarnya kerugian yang mungkin terjadi akibat dari ketidakpastian tersebut apabila ketidakpastian tersebut terealisasi.<br />
manajemen resiko itu membutuhkan praktek yang kredibel dalam:<br />
a. Mengindentifikasi dan monitoring resiko<br />
b. Akses yang meyakinkan dan akurat pada infrmasi terkini yang terkait dengan resiko tersebut<br />
c. Praktek pelaksanaan kritikal bisnis control terkait dengan resiko yang konsissten<br />
d. Proses pengambilan keputusan yang didukung dengan kerangka kerja analisa resiko dan evaluasi resiko.</p>
<p>Hal-hal yang sering dijadikan pertimbangan sebelum melakukan suatu analisa kredit melibtkan beberapa hal yang harus dipenuhi oleh seorang debitur. Meskipun hal-hal tersebut jarang terpenhi semuanya, tetapi seiring jam terbang seorang credit analis, dia akan mampu membaca analisa credit secara detail. Factor-faktor tersebut antara lain:<br />
1. Charakter : factor ini yang paling penting, karena hal ini berhubungan dengan sifat debitur dan yang paling sulit untuk dicaba, apalagi untuk debitur baru karena kita tidak mempunyai referensi mengenai sifat dari debitur tersebut, selain melakukan kredit checking ke lingkunagan debitur tinggal, lingkungan kerja. Untuk factor karakter ini kita bisa mengklasifikasi debitur menjadi empat kelompok berdasarkan kapasitas dan keinginan seorang debitur, antar lain (mampu dan mau, mampu dan tidak mau, tidak mampu dan mau serta tidak mampu dan tidak mau membayar kewajibannya ke pihak kreditur). Untuk melihat karakter ini mungkin kita harus selalu mengupadate unformasi mengenai debutur yang pernah terlibat kasus pada lembaga keuangan atau non keuangan, biasanya debitur tersebut akan dimuat d surat kabar, majalah atau yang langusng dikeluarkan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).<br />
2. Purpose : Faktor ini lebih mudah kita diteksi, karena ini berkaitan dengan tujuan debitur meminjam dana, biasanya kita klasifikasi menjadi beberapa kelompok:<br />
&#8221; Tujuan Produktif : modal kerja, ekspansi usaha atau yangsecara prinsip dana digunakan untuk kegiatan yang bisa menghasilkan pendapatan lain<br />
&#8221; Tujuan Konsumtif : renovasi rumah, biaya sekolah, pengobatan atau yang secara prinsip digunakan untuk kegiatan yang menyebabkan timbulnya modal.<br />
&#8221; Tujuan lain-lain : dana dugunakan untuk tender, atau untuk menutup utang di tempat lain.<br />
3. Condition : factor kondisi dalam analisa suatu kredit tergantng sejauh mana kemampuan kita dalam menganalisa kondisi ekonomi khususnya yang berhubugan dengan industry calon debitur kita seperti bagamana kondisi bisnis ini kedepan, apaka ada regulasi baru dari pemerntah yang intinya bisa mempengaruhi kegiatan bisnis para debitur nantinya dan keahlian kita untuk mengetahui local knowledge para debitur kita.<br />
4. Capacity : merupakan kemampuan seorang debitur untuk memenuhi kewajibannya kepada phak kraditur ketika aplikasi kredit sudah sisetujui leh pihak kreditur  hal-hal tersebut bisa kita lihat dari:</p>
<p>&#8221; Rasio leverage (Debt to Equity Ratio) yaitu perbandingan antara utang dan modal, semakin tinggi DER suatu perusahaan biasanya semakin tinggi resiko gagal bayarnya, tetapi selain meilhat rasio DER kita juga harus melihat peningkatan laba perusahaan tersebut. Jika peningkatan laba perusahaan itu melebihi dari peningkatan rasio DER maka perusahaan itu baik dan mampu dalam me manage utang sehinga mampu menghasilkan keuntungan melebehi dari nilai utang yang dia pinjam.<br />
&#8221; Fluktuasi pendaptan : semakin fluktuatif pendaptan semakin rentan terhadap resiko gagal bayar, karena biasanya angsuran itu sifatnya tetap atau mengikuti tingkat suku bunga bank Indonesia, jika debitur mengalami fluktuasi pendapatan yang jauh berberbeda setiap bulanya maka itu akan mempersulit debitur dalam memanage cas flow dal hal ini akan berpengaruh ke pembayran kepada pihak ketiga.<br />
Hal-hal lain yang bisa dijadikan sebagai bukti kapasitas antara lain slip gaji, surat perintah kerja (SPK) yang biasanya diberikan oleh calon debitur yang berprofesi sebagai seorang kontraktor, untuk SPK ada beberapa hal yang harus kita perhatikan antarala lain, nilai kontrak SPK, jangka waktu, term of pament, siapa pemberi SPK (semakin bagus reputasi perusahaan pemberi, biasanya semakin baik), posisi debitur dalam SPK tersebut (kontraktor utama atau subkontraktor) dan pengalaman debitur dalam menjalankan usaha tersebut. Untuk memvalidasi apakah debitur benar-benar mendapatkan proyek tersebut, kita bisa mengecek via internet, apalagi untuk SPK multiyaers kemungknan ada.<br />
5. Collateral : rasio nilai jaminan terhadap nilai utang. Hal ini juga menjadi penting dalam analisa credit karena untuk memproteksi jika terjadi gagal bayar, dimana asset yang dijaminkan harus lebih besar dari nilai utang yang kita berikan kepada debitur, agar tidak terjadi over fianacing. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir resiko secara collateral. Menigkatkan nilai down payment (DP), market value dan resale value asset tersebut, legalitas asset, dan tujuan dan lokasi pemakaian.<br />
6. Capital :komposisi asset yang dimiliki (credit dan milik sendiri) artinya semakin banyak credit debitur maka semakin banyak pengeluarannya dan itu akan mempengaruhi pembayaran, status kepemilikan rumah dimana orang yang memiliki rumah sendiri jauh lebih sedikit resikonya dibandingkan dengan debitur yang rumahnya mengontrak, asset produktif dan konsumtif.<br />
Dunia bisa terganggu karena salah dan ceroboh dalam menganalisa, krisis global saat ini misalnya. Perusahaan-perusahaan besar kelas dunia seperti AIG (American Internasional Group) hampir bangkrut, Lehman Brother yang juga sakit karena mereka terlalu berani mengambil resiko. Memang resiko itu terkadang tertutupi oleh ekspektasi pasar yang terlalu positif. Pembangunan properti di Amerika yang mencapai $ 10,6 Triliun diinterprestasikan bahwa industri perbankan di AS kurang berhati-hati dalam ekspansi di dalam satu industri. Kalau terjadi failure dampaknya bisa fatal dan sayangnya ini benar-benar terjadi. Properti senilai % 10,6 triliun itu ternyata $ 1,5 triliun disalurkan kepada orang-orang yang dinilai kurang layak untuk diberikan kredit (Subprime Mortgage).<br />
Tidak hanya disebabkan NPL (Non Performing Loan) yang tinggi tetapi lonjakan harga minyak dunia menjadi USD 70 per barel, kenaikan harga minyak ini menyebabkan inflasi di seluruh dunia karena minyak hampoir menjadi multi sektoral. Inflasi AS yang dulunya hanya 2% per tahun kini menjadi 5,2% per tahun. Kenaikan suku bunga ini tentunya akan menurunkan nilai uang masyarakat US dan ini akan mempengaruhi mereka dalam membayar kredit. Pihak bank memang bisa menyita collateral yaitu rumah milik debitur tetapi karena rumah yang disita terlalu banyak (over supply) akibatnya harga properti rontok dalam sekejap dan harga sekuritas propertipun tumbang.</p>
<p>Pada akhir tulisan ini saya mencoba menyimpulkan bahwa resiko dalam suatu transaksi itu akan tetap ada dan mendeteksi dan melakukan proteksi terhadap resiko atas suatu transaksi adalah hal penting yang akan berkembang seiiring jam terbang kita sebagai seorang credit analyst. Karena kita juga sudah tau bahwa <strong>konsep dalam dunia bisnis adalah high return high risk.<br />
</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=441&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/08/29/studi-kelayakan-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/08/merenung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">merenung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Neoliberalisme dan Pancasila.</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/08/23/tentang-neoliberalisme-dan-pancasila/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/08/23/tentang-neoliberalisme-dan-pancasila/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 03:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomic view]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mau ke Mana? Ekonomi Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Neoliberalisme.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/2009/08/23/tentang-neoliberalisme-dan-pancasila/</guid>
		<description><![CDATA[Neoliberalisme yang salah satunya identik dengan menswastakan perusahaan-perusahaan milik negara. Sebenarnya bagaimana sejarah dari neoliberisme itu, mengapa mereka ada, dan adakah sisi positif dari neoliberasme? Bagaimana dibandingkan dengan ekonomi Pancasila.

Mungkin sekulimit tulisan yang mayoritas diambil dari esai wakil presiden kita Bapak Boediono ini bisa menjelaskan tentang neoliberalisme itu secara lebih adil dan sedikit dalam. Awalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=434&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Neoliberalisme yang salah satunya identik dengan menswastakan perusahaan-perusahaan milik negara. Sebenarnya bagaimana sejarah dari neoliberisme itu, mengapa mereka ada, dan adakah sisi positif dari neoliberasme? Bagaimana dibandingkan dengan ekonomi Pancasila.<br />
<img style="width:450px;height:221px;" src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/08/bapakboediono.jpg?w=450&#038;h=331" alt="Bapak Boediono" width="450" height="331" /></p>
<p>Mungkin sekulimit tulisan yang mayoritas diambil dari esai wakil presiden kita Bapak Boediono ini bisa menjelaskan tentang neoliberalisme itu secara lebih adil dan sedikit dalam. Awalnya semua berangkat dari diskursus yang berkembang di kalangan para ekonom yang berada di Washington DC, Amerika Serikat. Untuk menyikapi krisis yang terjadi di Amerika Latin pada semester awan tahun 1980-an, terutama yang menimpa Meksiko, Brasil, dan Argentina. Para ekonom yang terlibat dalam <span id="more-434"></span>diskursus tersebut semuanya bermukim di Washington, yang terdiri dari IMF (International Monetery Fund), Bank Dunia, dan Departemen Keuangan Amerika.<br />
Setelah melakukan diskusi, lahirlah 10 resep yang menurut mereka  bisa mengatasi masalah di Amerika latin dan juga mungkin cocok jika diterapkan di negara-negara berkembang, yang umumnya memiliki kharakteristik yang hampir sama. Krisis ekonomi Amerika Latin kemudain berulang lagi pada tahun 1994. Formula ini kemudian disebut Washington Consensues, yang awalnya diilontarkan oleh John Washington pada tahun 1994. yang belakangan ini kita kenal dengan neolibaralisme.<br />
Apa saja isi resep tersebut?<br />
Setidaknya ada 10 resep yang harus dijalankan oleh negara Amerika latin jika ingin sembuh dari krisis, resep itu antara lain:<br />
1. Disiplin Fiskal (Fiscal Austery). Pemerintah harus bisa menjaga anggarannya agar tetap surplus. Namun bila fiskalnya tertekan hebat, masih ditoleransi mengalami defisit, asalkan tidak lebih dari dua persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Produk domestik bruto = pengeluaran rumah tangga + pengeluaran pemerintah + pengeluaran investasi + ( ekspor &#8211; impor ).<br />
2. belanja pemerintah (APBN) sejatinya diprioritaskan untuk memperbaiki distribusi pendapatan. Pemerintah disarankan dapat membiayai proyek-proyek untuk dapat meningkatkan pendapatan kelompok miskin, agar Gini Index menurun  (sistem untuk mengulkur distribusi pengeluaran dan pendapatan suatu kota atau negara)<br />
3. Reformasi Sektor Fiskal (perpajakan) perlu direformasi, terutama dengan melakukan perluasan objek pajak dan wajib pajak (broden the base) sehingga pemerintah dapat meningkatkan pendapatan dari pajak yang diharapkan dapat menopang APBN negara.<br />
4. Sektor Financial perlu dileberalisasi, para kreditur harus mendapatkan suku bunga riil positif (positive real interest rate), dan hindari perlakukan suku bunga khusus kepada debitur tertentu. (waw, yang ini bertentangan sekali dengan ekonomi Islam yang tidak mengenal bunga dan ekonomi Indonesia yang mengaharapkan segala sesuatu yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara bukan negara lain)<br />
5. Mekanisme penentuan kurs mata uang, seyogyanya dilakukan dengan mempertimbangkan daya saing dan kredibilitas. Kurs yang terlalu kuat memang seolah-olah kredibel , namun tidak membantu daya saing produk ekspor, karena pendapatan para importir akan menurun akibat nilai rupiah yang terlalu tinggi tetapi rupiah yang terlalu lemah juga tidak baik karena hal ini akan buruk bagi exportir dan akan mempengaruhi devisa negara dari expor, selain itu jika kurs terlalu lemah perekonomian akan runtuh. jadi hal yang baik adalah stabilitas rupiah.<br />
6. Perdagangan sebaiknya diliberalisaiskan, pemerintah harus menghambatan-hambatan yang bersifat kuantitatif agar harus perdagangan bisa lancar dan efisien. Menurut saya jika hal ini dijalankan tidak menutup kemungkinan akan membunih banyak usaha mikro di Indonesia yang notabene memiliki modal yang cukup terbatas.<br />
7. Investasi asing tidak di diskriminasikan, perlakukan investasi asing sama dengan investasi domestik, karena keduanya diperlukan utnuk mendorong perekonomian dan menciptakan lapangan pekerjaan.<br />
8. Badan Usaha harus diprivatisasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan membantu pembiayaan devisit APBN<br />
9. Lakukan deregulasi, atau hilangkan segala bentuk restriksi atau pembatasan bagi perusahaan baru yang hendak masuk ke pasar. Buatlah iklim kompetisi di pasar. Karena hal ini dinilai akan menghambat iklim investasi dan akhirnya akan mengahampat pertumbuhan ekonomi suatu negara.<br />
10. Pemerintah perlu menghormati hak cipta (Property Right) agar dapat menumbuhkan iklim inovatif.<br />
Menurut Stiglitz, 2002:53 dari kesepuluh elemen tersebut biasanya sering dirangkum menjadi 3 elemen, antara lain: kebijakan fiskal yang konservatif, privatisasi BUMN, dan liberalisasi pasar atau market fundamentalism. Dan yang paling kontroversi tampaknya terjadi pada isu privatisasi BUMN dan liberalisasi pasar, karena hal ini bersinggungan dengan peran dan kepemilikan asing, sehingga mudah menyulut anti asing (xenophobia). Isu privatisasi BUMN misalnya, secara akademik hal ini bisa mendorong BUMN untuk memperbaiki tatakelola. BUMN yang diprivatisasi akan dibebaskan dari kecanggungan hubungan antara owner dan manager, tergambar dalam skema principle agent problems (pemerintah sebagai agent dan rakyat sebagai principal). Secara akademik, pendukung privatisasi berakar pada argumentasi kegagalan pemerintah, proiperty right, hubungan pemilik dan pengelola, serta masalah intensif dalam suatu negara.<br />
Namun, apapun obatnya jika diberikan dengan dosis yang berlebihan dan dengan timing yang tidak tepat, mungkin hasilnya akan kontraproduktif. Krisis 1998 telah mengajarkan kita banyak hal. Resep IMF diberikan secara berlebihan, overdosis sehingga menimbulkan komplikasi dari semua sisi yang membutuhkan waktu lama untuk penyembuhannya.<br />
Bagaimana dengan Ekonomi Pancasila?<br />
Setidaknya ada lima ciri utama ekonomi ini, yaitu:<br />
1. Adanya peran dominan dari koperasi dalam kehidupan ekonomi. Di dalam bidang yang tidak bisa dikelola dalam bentuk koperasi maka perusahaan negara memegang peranan penting. Dan di bidang-bidang yang tidak bisa diusahakan dengan efesien oleh kedua badan tersebut, dalam prinsip maupun praktik, perusahaan swasta mengambil peranan. Namun semua bentuk badan usaha dalam ekonomi pancasila harus didasarkan pada asas kekeluargaan dan prinsip harmoni, dan bukan berdasarkan kepentingan pribadi atau golongan.<br />
2. Penerapan rangsangan-rangsangan yang bersifat ekonomis maupun moral untuk menggerakkan roda perekonomian. Hal ini bersumber pada pandangan bahwa manusia itu selain sebagai mahluk sosial tetapi juga sebagai mahluk yang religious.<br />
3. Adanya kecenderungan dan kehendak sosial yang kuat ke arah egalitarianisme atau kemerataan sosial. Dalam hal ini, cita-cita ekonomi pancasila menunjukkan kesamaan dengan dokrin dasar hampir semua agama besar yang ada maupun dengan cita-cita yang terkandung dalam sistem ekonomi sosialis sekuler.<br />
4. Ekonomi Indonesia menyadari bahwa unsur nasionalisme merupakan kenyataan hidup yang tidak bisa diingkari. Ekonomi pancasila menerima sentimen nasionalisme masih tetap hidup, menerima kenyataan tersebut secara eksplisit justru menghindarkan kita dari ketidakcocokan antara kita dan tindakan, dan sekaligus bisa membuka forum yang lebih terbuka dan wajar bagi bangsa-bangsa guna memilih corak-corak nasionalisme yang tidak merusak kehidupan antar bangsa.<br />
5. Pengandalan dalam sistem desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi, diimbangi dengan perencanaan yang kuat sebagai pemberi arah bagi perkembangan ekonomi. Hal ini tercermin dalam cita-cita koperasi. Usaha ini merupakan bentuk kristalisasi cita-cita untuk mencapai keseimbangan antara sentralisme dan desentralisme dalam pengambilan keputusan ekonomi. Ekonomi pancasila mencoba untuk mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari kedua sistem tersebut.<br />
Setiap sistem pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam setiap penerapannya, sekarang tergantung sistem mana yang ingin kita gunakan. Tetapi lebih baik jika itu desesuaikan dengan keyakinan, karakter, dan sumber daya yang ada di suatu negara.<br />
Mungkin ini terlalu panjang jika harus kita diskusikan, dan mungkin masing-masing kita memiliki pendapat yang berbeda tentang ini, tetapi saya rasa hampir dari kita semua sepakat jika <strong>semua rakyat Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan. serta mereka mampu mendapatkan penghasilan yang bisa diandalkan untuk menghidupi keluarganya secara layak dan berharap penghasilan itu dapat meningkat dari waktu ke waktu.<br />
</strong><strong>Aamin. </strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/434/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=434&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/08/23/tentang-neoliberalisme-dan-pancasila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/08/bapakboediono.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bapak Boediono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Scheme of Global Crisis</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/08/09/scheme-of-global-crisis/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/08/09/scheme-of-global-crisis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 03:18:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomic view]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[krisis global]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Ketika keserakahan mengancam dunia.
Ekpansi properti yang begitu besar, menarik investasi hingga $ 10,6 Triliun atau sekitar 74% dari PDB Amerika yang sebesar $ 14,3 Triliun. Dari $ 10.6 Triliun yang diinvestasikan tersebut sekitar $ 1,6 Triliun yang disalurkan ke Subprime atau golongan yang kurang layak diberikan kredit. Karena ekspektasi masyarakat terhadap dunia properti yang begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=428&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Ketika keserakahan mengancam dunia.<br />
</strong><img class="size-full wp-image-429  alignleft" title="krisis global" src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/08/krisis-global.jpg?w=288&#038;h=288" alt="krisis global" width="288" height="288" />Ekpansi properti yang begitu besar, menarik investasi hingga $ 10,6 Triliun atau sekitar 74% dari PDB Amerika yang sebesar $ 14,3 Triliun. Dari $ 10.6 Triliun yang diinvestasikan tersebut sekitar $ 1,6 Triliun yang disalurkan ke Subprime atau golongan yang kurang layak diberikan kredit. Karena ekspektasi masyarakat terhadap dunia properti yang begitu menggiurkan, maka produk-produk properti ini dijual dalam bentuk produk investasi di pasar skunder.<br />
Produk ini laku keras dan Lehman Brother<span id="more-428"></span> salah satu pemegang terbesar dari produk investasi ini. Pada saat properti sedang menggeliat di Amerika, dalam waktu yang bersamaan sekitar akhir semester pertama tahun 2005 terjadi peningkatan harga minyak dunia mulai $ 30/ barel menjadi sekitar $ 70/ barel. Minyak yang hampir menjadi Multi sektoral ini menyebabkan terjadinya inflasi yang cukup tinggi di Amerika.<br />
Jika awalnya inflasi di Amerika bergerak di angka 2 % kini harus merangkak naik hingga 5%. Dan untuk menjaga stabilitas ekonomi Amerika, The Fed menaikkan suku bunga hingga 5,2 % yang tentunya akan menghambat pertumbuhan sektor riil. Kebijakan yang secara ekonomi cukup berat tetapi harus dilakukan. Suku bunga yang tinggi ini menurunkan purchasing power msayarakat Amerika dan efeknya akan menurunkan kemampuan mereka dalam membayar kredit propertinya. Harga instrumen properti yang dulunya jadi primadona, kini tiba-tiba ambruk dan lagi-lagi Lehman Brother sebagai pemegang saham terbanyak untuk sektor ini kehilangan begitu banyak asetnya. Tak hayal The Fed sempat memberikan bantuan untuk menolong perusahaan investasi yang lagi sekarat ini.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Bagaimana dengan Indonesia?</strong><br />
Indonesia yang menjadikan Amerika sebagai kiblat eksport harus gigit jari karena AS harus melupakan rekan bisnisnya sejenak untuk fokus pada perbaikan ekonomi domestik mereka. Ekspor menurun sementara Import tetap, maka secara ekonomi devisa ekonomi negara akan berkurang dan ini akan berdampak ke PDB Indonesia. Sekarang kita bisa mengambil hikmah, setidaknya kita mulai mencari rekan bisnis baru atau justru bisa mengembangkan ekonomi domestik yang pangsa pasarnya cukup besar. Sudah saatnya demokrasi ekonomi Indonesia ditegakkan.</p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Dari Indonesia, oleh Indonesia dan Untuk Indonesia.</em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/428/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=428&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/08/09/scheme-of-global-crisis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/08/krisis-global.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">krisis global</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dampak Ekonomi seputar Bom di JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/07/19/dampak-ekonomi-seputar-bom-di-jw-marriott-dan-ritz-carlton-jakarta/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/07/19/dampak-ekonomi-seputar-bom-di-jw-marriott-dan-ritz-carlton-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 22:24:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomic view]]></category>
		<category><![CDATA[Boediona.]]></category>
		<category><![CDATA[bom di JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/2009/07/20/dampak-ekonomi-seputar-bom-di-jw-marriott-dan-ritz-carlton-jakarta/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;

&#160;
Sebenarnya tidak ada yang beda di hari jum&#8217;at pagi ini selain aku harus datang ke mess baru dari jakarta timur dan kembali ke gedung bimantara, cukup untuk olahraga bagi manusia malas sepertiku. datang ke kantor dan kerja seperti biasa. tapi Jum&#8217;at yang seharusnya jadi hari yang indah ini harus dilumuti dengan butiran air mata bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=422&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&nbsp;</p>
<p align="center"><img style="width:261px;height:205px;" height="305" alt="bom jw marriot dan ritz carlton" src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/bomjwmarriotdanritzcarlton.jpg?w=319&#038;h=305" width="319" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebenarnya tidak ada yang beda di hari jum&#8217;at pagi ini selain aku harus datang ke mess baru dari jakarta timur dan kembali ke gedung bimantara, cukup untuk olahraga bagi manusia malas sepertiku. datang ke kantor dan kerja seperti biasa. tapi Jum&#8217;at yang seharusnya jadi hari yang indah ini harus dilumuti dengan butiran air mata bagi saudara kita yang ada di sekitar hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. sekitar pukul 7.47 pagi tadi, jakarta (Indonesia) kembali digetarkan oleh bom di lokasi yang sama seperti enam tahun yang lalu.</p>
<p>sejauh ini ada beberapa korban yang meninggal dan banyak juga yang mengalami luka-luka. informasi sampai saat ini ada sekitar</p>
<p><span id="more-422"></span>
<p>9 orang meninggal dan puluhan orang mengalami luka-luka. tidak hanya itu berapa banyak keluarga-keluarga dunia yang akan trauma untuk datang ke Indonesia, berapa banyak investasi yang seharusnya dapat dibangun di Indonesia harus di reschedule dan berapa banyak devisa Indonesia dari pariwisata akan menghilang, serta bagaimana kita bisa menciptakan lowongan kerja baru jika investasi dari sekot riil tidak berjalan, maka dari itu kita harus bahu membahu dalam menjaga perdamaian negeri yang kaya ini.<br />
Kalau kita mengutip tulisan calon wakil Presiden Indonesia Bapak Boediono dalam artikel beliau yang berjudul &#8220;apa prasarat dasar bagi ekonomi Indonesia dapat pulih kembali&#8221;. dalam artikel tersebut dijelaskan setidaknya ada tiga sebab mendasar agar ekonomi indonesia dapat pulih.<br />
<strong>1. Para pelaku ekonomi belum yakin atas situasi kemanan dan ketertiban umum</strong>.<br />
2. Masyarakat belum melihat adanya aturan main yang jelas di berbagai bidang<br />
3. Masyarakat belum yakin bahwa kebijakan ekonomi yang digariskan hari ini tidak berubah besok pagi karena ada perubahan arah angin politik.<br />
komitmen dari ketiga syarat di atas dapat diwujudkan dengan adanya pertumbuhan investasi di sektor riil, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan produksi sehingga perekonomian Indonesia dapat tumbuh apalagi jika pertumbukan ekonomi itu dapat diimbangi dengan stabilitas ekonomi yang berkesinambungan..waw, mungkin masyarakat akan memiliki purchasing power yang tinggi dan mungkin banyak juga diantara mereka yang dapat menginvestasikan uang mereka karena nilai riil uang masyarakat tidak harus terdepresiasi akibat dari fluktuasi mata uang Indonesia.<br />
kembali ke peristiwa bom Jum&#8217;at kemarin, rasanya fondasi yang dibangun oleh pemerintah untuk menciptakan keamanan di negeri ini akan teruji oleh kejadian di JW MArriott dan Rizt Carlton. kita berdoa semoga fondasi keamanan yang dibuat tidak roboh dan masih bisa direnofasi oleh pemerintah sehingga akan menghasilkan intruksi baru yang lebih bagus kokoh dan feasible baik bagi masyarakat Indonesia atau bagi Masyarakat dunia yang ingin datang untuk pariwisata maupun berbisnis di Indonesia.<br />
pengamat ekonomi sendiri menilai dampak bom di JW Marriott dan Rizt Carlton tidak begitu banyak berpengaruh. Disampaikan oleh pengamat ekonomi dari Kepala riset ekonomi Asia pada Citigroup Inc, Hong Kong, Johanna Chua menyatakan bahwa Serangan teroris di Indonesia bukan hal baru. Dampak ekonominya sepertinya akan kecil saja.<br />
Perekonomian Indonesia yang berkekuatan 433 miliar dolar AS atau yang terbesar di Asia Tenggara, tumbuh 4,4 persen pada paruh pertama setahun terakhir ini. Bandingkan dengan Malaysia yang berkontraksi 6,2 persen atau Thailand yang merosot 7,1 persen.<br />
Pertumbuhan ekonomi akan semakin melesat tinggi sampai 7 persen jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memenuhi janjinya untuk menuntaskan infrastruktur jalan yang rusak, pelabuhan-pelabuhan yang terbengkalai dan memperbarui kelistrikan, kata Joachim von Amsberg, wakil Bank Dunia di Jakarta. Plus bisa menciptakan atau setidaknya menjaga kepercayaan masyarakat dunia terhadap Indonesia (kalau yang ini merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat Indonesia).<br />
dari kejadian kemarin setidaknya rupiah melemah ke titik terendah dalam tiga pekan terakhir, rupiah tertekan 1 persen pada Rp10.223 per dolar AS, sementara IHSG anjlok 2,7 persen, akan tetapi Pemboman Jakarta tidak menunjukkan (naiknya) risiko kredit untuk Indonesia, kata James McCormack, kepala pemeringkat obligasi pemerintah Asia pada Fitch Ratings, Hong Kong. untuk cadangan devisa, sampai saat ini Indonesia mempunyai 57,6 miliar dolar AS sampai akhir Juni, atau hampir terbesar sejak Juli 2008 (Okezone.com).<br />
Semoga Ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh secara baik, melakukan distribusi income yang merata yang diiringi dengan stabilitas ekonomi yang berkesinambungan. <strong>Aamin</strong>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/422/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=422&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/07/19/dampak-ekonomi-seputar-bom-di-jw-marriott-dan-ritz-carlton-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/bomjwmarriotdanritzcarlton.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bom jw marriot dan ritz carlton</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rumah-Mu yang menenangkan hati</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/07/16/rumah-mu-yang-menenangkan-hati/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/07/16/rumah-mu-yang-menenangkan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 14:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[syukur dan doa.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/2009/07/16/rumah-mu-yang-menenangkan-hati/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, rasa syukur ini harus selalu tercurah pada Sang pemberi kehidupan. hari ini saya sangat bersyukur sekali karena masih diberi nikmat iman, islam dan kesehatan sehingga kita tidak perlu membayar atas udara yang kita hisap, atas bumi yang kita pijak, atas karunia mata yang bisa mendeteksi berjuta keindahan kehidupan. subhanallah, maha besar kasih sayang Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=413&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillah, rasa syukur ini harus selalu tercurah pada Sang pemberi kehidupan. hari ini saya sangat bersyukur sekali karena masih diberi nikmat iman, islam dan kesehatan sehingga kita tidak perlu membayar atas udara yang kita hisap, atas bumi yang kita pijak, atas karunia mata yang bisa mendeteksi berjuta keindahan kehidupan. subhanallah, maha besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. dari sekian banyak nikmat yang telah diberikan Allah kepada saya, tidak juga membuat saya selalu bersyukur kepada beliau, setiap hari, rasanya keinginan untuk memiliki sesuatu semakin meningkat, pada Allah sudah berfirman bahwa kita harus bersyukur karena Allah menambah nikma-Nya.<br />
<img src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/sujud-1.jpg?w=278&#038;h=243" alt="sujud" width="278" height="243" /><br />
terima kasih Rabb, malam ini engkau telah mengusik hatiku untuk menyelesaikan cita-citaku setahun yang lalu, engkau bimbing jiwa<span id="more-413"></span> dan raga ini untuk datang ke tempat suci-Mu. setelah satu hampir satu tahun aku berniat untuk hatam Al-quran dan alhamdulillah hari ini aku bisa menyelesaikannya walupun dengan usia yang terlambat.<br />
satu tahun lalu aku berniat dan sekarang baru bisa terealisasi, sedikit demi sedikit, satu ain, dua ain dan akhirnya sampai juga ke surat Al-Ikhlas.<br />
mungkin inilah kekuatan sebuah impian,,perjalanan panjang 1 mill harus dimulai dengan langkah setapak bahkan tak jarang diawalai dengan jalan berliku dan berduri. tetapi yakinlah sahabat ketika kita selalu bekerja keras dan berdoa kepada Allah, inysallah kita akan selalu diberi petunjuk oleh Sang Khalid.<br />
hari ini Allah telah mindikte kakiku untuk datang ke rumah-Nya, rumah yang cukup megah di Jakarta, baru sekali ini aku masuk ke masjid yang begitu besar, kokoh dan banyak orang datang hanya untuk meneteskan air mata karena teringat apa yang telah dilakukan, salah satu orang itu adalah aku.<br />
terima kasih ya Rabb atas apa yang engkau berikan selama ini, tolong bimbing hamba-Mu yang sombong ini cara bersyukur atas nikmat yang tak terhitung dari-Mu. lindungi juga keluargaku, baik yang masih ada ataupun yang sudah berpulang kepada-Mu. berikan mereka kesehatan, berikan mereka tempat yang layak dan kebahagiaan dunia dan akhirat.<br />
Terima kasih Allah, akan kututup hari ini dengan setetes air mata dan syukur syukur atas-Mu..</p>
<p>Aamin ya rabbal &#8216;alamin.                           Masjid Istiqlal, July 11, 2009.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/413/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=413&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/07/16/rumah-mu-yang-menenangkan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/sujud-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sujud</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>