<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Budirich's Weblog</title>
	<atom:link href="http://budirich.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budirich.wordpress.com</link>
	<description>live for praying</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Oct 2009 09:13:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='budirich.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/32a95f959172a066caf6bbe5f075a899?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Budirich's Weblog</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Setestes Air Mata di Istiqlal (repackage)</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/09/06/setestes-air-mata-di-istiqlal-repacage/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/09/06/setestes-air-mata-di-istiqlal-repacage/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 10:27:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, rasa syukur ini harus selalu tercurah pada Sang pemberi kehidupan. hari ini saya sangat bersyukur sekali karena masih diberi nikmat iman, islam dan kesehatan sehingga kita tidak perlu membayar atas udara yang kita hisap, atas bumi yang kita pijak, atas karunia mata yang bisa mendeteksi berjuta keindahan kehidupan, dan nikmat-nikmat lain yang jika kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=448&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-449" title="My Inspirasion" src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/09/my-inspirasion1.jpg?w=130&#038;h=97" alt="My Inspirasion" width="130" height="97" />Alhamdulillah, rasa syukur ini harus selalu tercurah pada Sang pemberi kehidupan. hari ini saya sangat bersyukur sekali karena masih diberi nikmat iman, islam dan kesehatan sehingga kita tidak perlu membayar atas udara yang kita hisap, atas bumi yang kita pijak, atas karunia mata yang bisa mendeteksi berjuta keindahan kehidupan, dan nikmat-nikmat lain yang jika kita tuliskan dengan air laut seluruh dunia ini sebagai tintanya, niscaya masih belum cukup untuk menulis semua nikmat yang telah diberikan Allah SWT. subhanallah, <span id="more-448"></span>maha besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. dari sekian banyak nikmat yang telah diberikan Allah kepada saya, tidak juga membuat saya selalu bersyukur kepada-Nya, setiap hari, rasanya keinginan untuk memiliki sesuatu semakin meningkat, tanpa pernah tahu apakah keinginan itu juga terbaik menurut Allah. Bukanya Allah telah berpesan bahwa Rabb tidak akan memberikan semua yang hamba-Nya inginkan kecuali itu yang terbaik untuknya. Selain itu Allah juga telah berfirman dalam kitab-Nya yang sempurna bahwa jika kita bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah, maka Rabb telah berjanji untuk menambah nikmat tersebut.</p>
<p>Terima kasih Rabb, malam ini engkau telah mengusik hatiku untuk menyelesaikan cita-citaku setahun yang lalu, engkau bimbing jiwa dan raga ini untuk datang ke tempat suci-Mu. setelah satu hampir satu tahun aku berniat untuk hatam Al-quran dan alhamdulillah hari ini aku bisa menyelesaikannya walupun dengan usia yang terlambat.</p>
<p>satu tahun lalu aku berniat dan sekarang baru bisa terealisasi, sedikit demi sedikit, satu ain, dua ain dan akhirnya sampai juga ke surat Al-Ikhlas dan doa khatam yang tertulis di belakang kitab-Mu yang suci sebagai penutup cita-citaku.</p>
<p>mungkin inilah kekuatan sebuah impian,,perjalanan panjang satu mill harus dimulai dengan langkah setapak bahkan tak jarang diawali dengan jalan berliku dan berduri. tetapi yakinlah sahabat ketika kita selalu bekerja keras dan berdoa kepada Allah, inysallah kita akan selalu diberi petunjuk oleh Sang Khalid.</p>
<p>hari ini Allah telah mindikte kakiku untuk datang ke rumah-Nya, rumah yang cukup megah di Jakarta, baru sekali ini aku masuk ke masjid yang begitu besar, kokoh dan banyak orang datang hanya untuk meneteskan air mata karena teringat apa yang telah dilakukan, salah satu orang itu adalah aku.</p>
<p>terima kasih ya Rabb atas apa yang engkau berikan selama ini, tolong bimbing hamba-Mu yang sombong ini agar mengerti bagaimana cara bersyukur atas nikmat yang tak terhitung dari-Mu. lindungi juga keluargaku, baik yang masih ada ataupun yang sudah berpulang kepada-Mu. berikan mereka kesehatan, berikan mereka tempat yang layak dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Serta saudara-saudaraku yang masih istiqamah berjuang di jalan-Mu.</p>
<p>Terima kasih Allah, akan kututup hari ini dengan setetes air mata dan rasa syukur atas-Mu..</p>
<p>Aamin ya rabbal ‘alamin.</p>
<p>Masjid Istiqlal, July 11, 2009.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/448/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=448&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/09/06/setestes-air-mata-di-istiqlal-repacage/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/09/my-inspirasion1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">My Inspirasion</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bubur Century Spesial</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/09/05/bubur-century-spesial/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/09/05/bubur-century-spesial/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 02:49:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomic view]]></category>
		<category><![CDATA[Antaboga]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[BI]]></category>
		<category><![CDATA[LPS]]></category>
		<category><![CDATA[Reksadana Bodong]]></category>
		<category><![CDATA[Rush]]></category>
		<category><![CDATA[Spesial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/2009/09/05/bubur-century-spesial/</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 21 November 2008 akan jadi hari bersejarah bagi Bank Century. Pengambilalihan bank century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) semakin memperjelas berhentinya fungsi manajemen lama dan pemegang saham bank tersebut. Secara otomatis pemegang saham publik Bank Century sudah tidak ada lagi lantaran equitynya bernilai negatif dan capital adequacy ratio (CAR) mencapai minus 3,5%. Hingga kwartal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=445&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tanggal 21 November 2008 akan jadi hari bersejarah bagi Bank Century. Pengambilalihan bank century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) semakin memperjelas berhentinya fungsi manajemen lama dan pemegang saham bank tersebut. Secara otomatis pemegang saham publik Bank Century sudah tidak ada lagi lantaran equitynya bernilai negatif dan capital adequacy ratio (CAR) mencapai minus 3,5%. Hingga kwartal ketiga 2008, komposisi pemegang saham Bank Century terdiri atas Clearstream Banking Lexemburg sebesar 11,5%; First Gulf Asia Holding Limited 9,5%; PT Mega Century Investindo 5,64%; dan selebihnya yaitu sebesar 57,21% dimiliki publik. Dari jumlah saham publik itu, pemegang saham yang kepemilikan sahamnya di bawah 5% mencapai 55,4%.</p>
<p align="center"><img src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/09/bankcentury-2.jpg?w=298&#038;h=225" alt="Bank Century" width="298" height="225" /></p>
<p>Sesuai aturan Undang-Undang nomor 24 tahun 2004 tentang lembaga penjamin simpanan, pemerintah akan mengambilalih seluruh <span id="more-445"></span>saham (termasuk saham publik) pada perusahaan yang mengalami kebangkrutan selama tiga tahun dan dapat diperpanjang dua tahun sebelum perusahaan tersebut dinyatakan siap jual oleh pemerintah. Tetapi sayangnya sampai saat ini belum ada aturan pasti mengenai perusahaan yang diambilalih oleh LPS, apakah perusahaan tersebut tergolong perusahaan publik atau non publik.<br />
Kejadian yang dialami Bank Century bisa diibaratkan menanak nasi tetapi kelebihan air, sehingga menjadi seperti bubur, tetapi bukan untuk dibuang melainkan diperlukan manusia yang kreatif dan bercita rasa tinggi agar bisa menciptakan bubur itu menjadi nikmat dan lezat yang tentunya perlu beberapa bumbu tambahan sebagai pelengkap sebelum mendapat kepercayaan masyarakat kembali untuk dimakan. Bukan hanya karena equity dan CAR negatif yang membuat Bank Century harus dirawan, tetapi setelah LPS resmi mengambilalih saham Bank Century terkuak kasus reksadana bodong yang disinyalir terbitan PT Antaboga Delta Securities. Antaboga merupakan perusahaan yang berafiliasi dengan Bank Century dengan dugaan Bank Century diidentifikasi menjual produk investasi terbitan Antaboga atau justru Antaboga memasarkan produk investasi milik Bank Century, yang sempat menjadi perbincangan hangat kerena reksadana tersebut nilainya bodong. Informasi tersebut langsung dibantah oleh direktur Bank Century, Maryono. Bankir kelahiran Kabupaten Rembang ini menegaskan bahwa sejak 18 Mei 2006, direksi Bank Century telah mengeluarkan internal memo yang menegaskan bahwa dengan berakhirnya perjanjian sub agen penjualan antara Bank Century dengan Antaboga pada 22 Desember 2005, maka Bank Century tak lagi bertindak sebagai sub agen pemasaran produk-produk reksadana tersebut.<br />
Sepertinya publik belum percaya, sampai saat ini untuk menciptakan selera dan kepercayaan masyarakat, pemerintah sempat menyuntikkan dana hingga Rp 6,7 triliun, meskipun dinilai cukup besar oleh beberapa pengamat tetapi menurut pemerintah angka itu lebih murah dibandingkan kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank yang bisa menimbulkan dampak sistemik. Setidaknya ada tiga alasan mengapa pemerintah tidak menutup Bank Century.<br />
Pertama, terjadi penurunan kepercayaan nasabah. Penutupan Bank Century yang memiliki 65.000 nasabah ditakutkan akan memicu kepanikan masyarakat (Rush). Kedua, Bank Indonesia (BI) menyatakan penutupan Bank Century akan berdampak terhadap pasar keuangan karena keadaan ekonomi masih labil. Ketiga, BI juga menyatakan penutupan Bank Century bisa mengancam sistem pembayaran.<br />
Tiga alasan pemerintah itu cukup masuk akal, apalagi jika kita berkaca pada krisis 1998 ketika rush terjadi dimana-mana. Kepercayaan hampir benar-benar menghilang, puluhan bank diliquidasi dan pemerintah harus mengeluarkan Bantuan Langsung Bank Indonesia (BLBI) yang hingga saat ini sulit untuk dicari jalan keluarnya. Lebih bijaksana jika kita mencari jalan keluar untuk menciptakan resep bagi perusahaan yang sedang sakit ini, banyak cara untuk membuat bubur Century menjadi nikmat dan nantinya bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat kembali.<br />
Sejumlah resep strategis dan taktis dijalankan manajemen baru Bank Century. Satu diantaranya berganti nama. Fenomena ganti nama bukan hal baru di dunia perbankan nasional. Gabungan Bank Bapindo, Bank Exim, dan Bank Bumi Daya merger dan berganti nama menjadi Bank Mandiri, sebelum akhirnya menjadi bank terbesar di indonesia. Bank bali yang juga berganti nama menjadi bank permata.<br />
Resep kedua, mengakuisisi kepemilikan dengan cara membeli saham dalam jumlah besar. Berita ini pernah terdengar dimana PT Sinar Mas Multiartha Tbk akan membeli 70% saham PT Bank Century dan akan diikuti aksi korporasi lanjutan, terkait dengan ketentuan kepemilikan tunggal (single presence policy). Akuisisi diharapkan mampu merecovery perusahaan karena akan meningkatkan kinerja bank tersebut seiiring dengan bertambahnya nilai aset dan jaringan. Hal senada juga disampaikan oleh ekonom senior Bank Nasional Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto mengatakan akuisisi akan menjadi tren di industri perbankan karena hal ini sesuai dengan filosofi di bank tersebut dimana pemilik harus selalu menambah modalnya kalau tidak bisa menjaga modal, dia harus cari mitra. Ini sejalan dengan arah BI yang menghendaki jumlah bank diringkas melalui single presence policy.<br />
Selain resep internal, menurut saya bantuan resep ekstenal tidak kala pentingnya, diantaranya bantuan teman-teman pers dalam meliput berita karena problem berat yang dihadapi manajemen baru bank century terkait brand image adalah masih adanya aksi turun kejalan yang dilakukan investor Artaboga di kantor-kantor cabang Bank Century. Aksi-aksi tersebut akan menggerus kerpercayaan masyarakat terhadap industri perbankan yang fundamentalnya berasal dari kepercayaan.</p>
<p align="center"><strong>Selamat menikmati resep bubur Century Spesial.</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/445/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=445&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/09/05/bubur-century-spesial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/09/bankcentury-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bank Century</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Studi Kelayakan Kredit</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/08/29/studi-kelayakan-kredit/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/08/29/studi-kelayakan-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 11:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomic view]]></category>
		<category><![CDATA[1P 5C]]></category>
		<category><![CDATA[analisa credit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/2009/08/29/studi-kelayakan-kredit/</guid>
		<description><![CDATA[Alan Greenspan (President Federal Reserve Board) on May 1996 &#8220;we should not forget the basic economic function of these regulated entities (bank and finance company) is to take a risk, if we minimize risk taking in order to reduces failure rates to zero, we will by definition have eliminate the purpose of the banking and [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=441&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Alan Greenspan (President Federal Reserve Board) on May 1996</strong> &#8220;we should not forget the basic economic function of these regulated entities (bank and finance company) is to take a risk, if we minimize risk taking in order to reduces failure rates to zero, we will by definition have eliminate the purpose of the banking and finance system&#8221;.<br />
&#8220;You gain a competitive advantage when you become skilled and swift at framing business decision that maximize opportunity while mitigating risk and understanding uncertainty&#8221;.<br />
<img src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/08/merenung.jpg?w=300&#038;h=224" alt="merenung" width="300" height="224" /></p>
<p>Analisa kredit ini mungkin terlahir karena adanya resiko akibat ketidakpastian. Resiko bisa berupa kesempatan atau ancaman. Fundamental manajemen resiko <span id="more-441"></span>memusatkan pada analisa atas kerugian dari ketidakpastian tersebut dan berusaha untuk mengurangi probabilita terjadi atau mengurangi besarnya kerugian yang mungkin terjadi akibat dari ketidakpastian tersebut apabila ketidakpastian tersebut terealisasi.<br />
manajemen resiko itu membutuhkan praktek yang kredibel dalam:<br />
a. Mengindentifikasi dan monitoring resiko<br />
b. Akses yang meyakinkan dan akurat pada infrmasi terkini yang terkait dengan resiko tersebut<br />
c. Praktek pelaksanaan kritikal bisnis control terkait dengan resiko yang konsissten<br />
d. Proses pengambilan keputusan yang didukung dengan kerangka kerja analisa resiko dan evaluasi resiko.</p>
<p>Hal-hal yang sering dijadikan pertimbangan sebelum melakukan suatu analisa kredit melibtkan beberapa hal yang harus dipenuhi oleh seorang debitur. Meskipun hal-hal tersebut jarang terpenhi semuanya, tetapi seiring jam terbang seorang credit analis, dia akan mampu membaca analisa credit secara detail. Factor-faktor tersebut antara lain:<br />
1. Charakter : factor ini yang paling penting, karena hal ini berhubungan dengan sifat debitur dan yang paling sulit untuk dicaba, apalagi untuk debitur baru karena kita tidak mempunyai referensi mengenai sifat dari debitur tersebut, selain melakukan kredit checking ke lingkunagan debitur tinggal, lingkungan kerja. Untuk factor karakter ini kita bisa mengklasifikasi debitur menjadi empat kelompok berdasarkan kapasitas dan keinginan seorang debitur, antar lain (mampu dan mau, mampu dan tidak mau, tidak mampu dan mau serta tidak mampu dan tidak mau membayar kewajibannya ke pihak kreditur). Untuk melihat karakter ini mungkin kita harus selalu mengupadate unformasi mengenai debutur yang pernah terlibat kasus pada lembaga keuangan atau non keuangan, biasanya debitur tersebut akan dimuat d surat kabar, majalah atau yang langusng dikeluarkan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).<br />
2. Purpose : Faktor ini lebih mudah kita diteksi, karena ini berkaitan dengan tujuan debitur meminjam dana, biasanya kita klasifikasi menjadi beberapa kelompok:<br />
&#8221; Tujuan Produktif : modal kerja, ekspansi usaha atau yangsecara prinsip dana digunakan untuk kegiatan yang bisa menghasilkan pendapatan lain<br />
&#8221; Tujuan Konsumtif : renovasi rumah, biaya sekolah, pengobatan atau yang secara prinsip digunakan untuk kegiatan yang menyebabkan timbulnya modal.<br />
&#8221; Tujuan lain-lain : dana dugunakan untuk tender, atau untuk menutup utang di tempat lain.<br />
3. Condition : factor kondisi dalam analisa suatu kredit tergantng sejauh mana kemampuan kita dalam menganalisa kondisi ekonomi khususnya yang berhubugan dengan industry calon debitur kita seperti bagamana kondisi bisnis ini kedepan, apaka ada regulasi baru dari pemerntah yang intinya bisa mempengaruhi kegiatan bisnis para debitur nantinya dan keahlian kita untuk mengetahui local knowledge para debitur kita.<br />
4. Capacity : merupakan kemampuan seorang debitur untuk memenuhi kewajibannya kepada phak kraditur ketika aplikasi kredit sudah sisetujui leh pihak kreditur  hal-hal tersebut bisa kita lihat dari:</p>
<p>&#8221; Rasio leverage (Debt to Equity Ratio) yaitu perbandingan antara utang dan modal, semakin tinggi DER suatu perusahaan biasanya semakin tinggi resiko gagal bayarnya, tetapi selain meilhat rasio DER kita juga harus melihat peningkatan laba perusahaan tersebut. Jika peningkatan laba perusahaan itu melebihi dari peningkatan rasio DER maka perusahaan itu baik dan mampu dalam me manage utang sehinga mampu menghasilkan keuntungan melebehi dari nilai utang yang dia pinjam.<br />
&#8221; Fluktuasi pendaptan : semakin fluktuatif pendaptan semakin rentan terhadap resiko gagal bayar, karena biasanya angsuran itu sifatnya tetap atau mengikuti tingkat suku bunga bank Indonesia, jika debitur mengalami fluktuasi pendapatan yang jauh berberbeda setiap bulanya maka itu akan mempersulit debitur dalam memanage cas flow dal hal ini akan berpengaruh ke pembayran kepada pihak ketiga.<br />
Hal-hal lain yang bisa dijadikan sebagai bukti kapasitas antara lain slip gaji, surat perintah kerja (SPK) yang biasanya diberikan oleh calon debitur yang berprofesi sebagai seorang kontraktor, untuk SPK ada beberapa hal yang harus kita perhatikan antarala lain, nilai kontrak SPK, jangka waktu, term of pament, siapa pemberi SPK (semakin bagus reputasi perusahaan pemberi, biasanya semakin baik), posisi debitur dalam SPK tersebut (kontraktor utama atau subkontraktor) dan pengalaman debitur dalam menjalankan usaha tersebut. Untuk memvalidasi apakah debitur benar-benar mendapatkan proyek tersebut, kita bisa mengecek via internet, apalagi untuk SPK multiyaers kemungknan ada.<br />
5. Collateral : rasio nilai jaminan terhadap nilai utang. Hal ini juga menjadi penting dalam analisa credit karena untuk memproteksi jika terjadi gagal bayar, dimana asset yang dijaminkan harus lebih besar dari nilai utang yang kita berikan kepada debitur, agar tidak terjadi over fianacing. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir resiko secara collateral. Menigkatkan nilai down payment (DP), market value dan resale value asset tersebut, legalitas asset, dan tujuan dan lokasi pemakaian.<br />
6. Capital :komposisi asset yang dimiliki (credit dan milik sendiri) artinya semakin banyak credit debitur maka semakin banyak pengeluarannya dan itu akan mempengaruhi pembayaran, status kepemilikan rumah dimana orang yang memiliki rumah sendiri jauh lebih sedikit resikonya dibandingkan dengan debitur yang rumahnya mengontrak, asset produktif dan konsumtif.<br />
Dunia bisa terganggu karena salah dan ceroboh dalam menganalisa, krisis global saat ini misalnya. Perusahaan-perusahaan besar kelas dunia seperti AIG (American Internasional Group) hampir bangkrut, Lehman Brother yang juga sakit karena mereka terlalu berani mengambil resiko. Memang resiko itu terkadang tertutupi oleh ekspektasi pasar yang terlalu positif. Pembangunan properti di Amerika yang mencapai $ 10,6 Triliun diinterprestasikan bahwa industri perbankan di AS kurang berhati-hati dalam ekspansi di dalam satu industri. Kalau terjadi failure dampaknya bisa fatal dan sayangnya ini benar-benar terjadi. Properti senilai % 10,6 triliun itu ternyata $ 1,5 triliun disalurkan kepada orang-orang yang dinilai kurang layak untuk diberikan kredit (Subprime Mortgage).<br />
Tidak hanya disebabkan NPL (Non Performing Loan) yang tinggi tetapi lonjakan harga minyak dunia menjadi USD 70 per barel, kenaikan harga minyak ini menyebabkan inflasi di seluruh dunia karena minyak hampoir menjadi multi sektoral. Inflasi AS yang dulunya hanya 2% per tahun kini menjadi 5,2% per tahun. Kenaikan suku bunga ini tentunya akan menurunkan nilai uang masyarakat US dan ini akan mempengaruhi mereka dalam membayar kredit. Pihak bank memang bisa menyita collateral yaitu rumah milik debitur tetapi karena rumah yang disita terlalu banyak (over supply) akibatnya harga properti rontok dalam sekejap dan harga sekuritas propertipun tumbang.</p>
<p>Pada akhir tulisan ini saya mencoba menyimpulkan bahwa resiko dalam suatu transaksi itu akan tetap ada dan mendeteksi dan melakukan proteksi terhadap resiko atas suatu transaksi adalah hal penting yang akan berkembang seiiring jam terbang kita sebagai seorang credit analyst. Karena kita juga sudah tau bahwa <strong>konsep dalam dunia bisnis adalah high return high risk.<br />
</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=441&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/08/29/studi-kelayakan-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/08/merenung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">merenung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Neoliberalisme dan Pancasila.</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/08/23/tentang-neoliberalisme-dan-pancasila/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/08/23/tentang-neoliberalisme-dan-pancasila/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 03:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomic view]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mau ke Mana? Ekonomi Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Neoliberalisme.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/2009/08/23/tentang-neoliberalisme-dan-pancasila/</guid>
		<description><![CDATA[Neoliberalisme yang salah satunya identik dengan menswastakan perusahaan-perusahaan milik negara. Sebenarnya bagaimana sejarah dari neoliberisme itu, mengapa mereka ada, dan adakah sisi positif dari neoliberasme? Bagaimana dibandingkan dengan ekonomi Pancasila.

Mungkin sekulimit tulisan yang mayoritas diambil dari esai wakil presiden kita Bapak Boediono ini bisa menjelaskan tentang neoliberalisme itu secara lebih adil dan sedikit dalam. Awalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=434&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Neoliberalisme yang salah satunya identik dengan menswastakan perusahaan-perusahaan milik negara. Sebenarnya bagaimana sejarah dari neoliberisme itu, mengapa mereka ada, dan adakah sisi positif dari neoliberasme? Bagaimana dibandingkan dengan ekonomi Pancasila.<br />
<img style="width:450px;height:221px;" src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/08/bapakboediono.jpg?w=450&#038;h=331" alt="Bapak Boediono" width="450" height="331" /></p>
<p>Mungkin sekulimit tulisan yang mayoritas diambil dari esai wakil presiden kita Bapak Boediono ini bisa menjelaskan tentang neoliberalisme itu secara lebih adil dan sedikit dalam. Awalnya semua berangkat dari diskursus yang berkembang di kalangan para ekonom yang berada di Washington DC, Amerika Serikat. Untuk menyikapi krisis yang terjadi di Amerika Latin pada semester awan tahun 1980-an, terutama yang menimpa Meksiko, Brasil, dan Argentina. Para ekonom yang terlibat dalam <span id="more-434"></span>diskursus tersebut semuanya bermukim di Washington, yang terdiri dari IMF (International Monetery Fund), Bank Dunia, dan Departemen Keuangan Amerika.<br />
Setelah melakukan diskusi, lahirlah 10 resep yang menurut mereka  bisa mengatasi masalah di Amerika latin dan juga mungkin cocok jika diterapkan di negara-negara berkembang, yang umumnya memiliki kharakteristik yang hampir sama. Krisis ekonomi Amerika Latin kemudain berulang lagi pada tahun 1994. Formula ini kemudian disebut Washington Consensues, yang awalnya diilontarkan oleh John Washington pada tahun 1994. yang belakangan ini kita kenal dengan neolibaralisme.<br />
Apa saja isi resep tersebut?<br />
Setidaknya ada 10 resep yang harus dijalankan oleh negara Amerika latin jika ingin sembuh dari krisis, resep itu antara lain:<br />
1. Disiplin Fiskal (Fiscal Austery). Pemerintah harus bisa menjaga anggarannya agar tetap surplus. Namun bila fiskalnya tertekan hebat, masih ditoleransi mengalami defisit, asalkan tidak lebih dari dua persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Produk domestik bruto = pengeluaran rumah tangga + pengeluaran pemerintah + pengeluaran investasi + ( ekspor &#8211; impor ).<br />
2. belanja pemerintah (APBN) sejatinya diprioritaskan untuk memperbaiki distribusi pendapatan. Pemerintah disarankan dapat membiayai proyek-proyek untuk dapat meningkatkan pendapatan kelompok miskin, agar Gini Index menurun  (sistem untuk mengulkur distribusi pengeluaran dan pendapatan suatu kota atau negara)<br />
3. Reformasi Sektor Fiskal (perpajakan) perlu direformasi, terutama dengan melakukan perluasan objek pajak dan wajib pajak (broden the base) sehingga pemerintah dapat meningkatkan pendapatan dari pajak yang diharapkan dapat menopang APBN negara.<br />
4. Sektor Financial perlu dileberalisasi, para kreditur harus mendapatkan suku bunga riil positif (positive real interest rate), dan hindari perlakukan suku bunga khusus kepada debitur tertentu. (waw, yang ini bertentangan sekali dengan ekonomi Islam yang tidak mengenal bunga dan ekonomi Indonesia yang mengaharapkan segala sesuatu yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara bukan negara lain)<br />
5. Mekanisme penentuan kurs mata uang, seyogyanya dilakukan dengan mempertimbangkan daya saing dan kredibilitas. Kurs yang terlalu kuat memang seolah-olah kredibel , namun tidak membantu daya saing produk ekspor, karena pendapatan para importir akan menurun akibat nilai rupiah yang terlalu tinggi tetapi rupiah yang terlalu lemah juga tidak baik karena hal ini akan buruk bagi exportir dan akan mempengaruhi devisa negara dari expor, selain itu jika kurs terlalu lemah perekonomian akan runtuh. jadi hal yang baik adalah stabilitas rupiah.<br />
6. Perdagangan sebaiknya diliberalisaiskan, pemerintah harus menghambatan-hambatan yang bersifat kuantitatif agar harus perdagangan bisa lancar dan efisien. Menurut saya jika hal ini dijalankan tidak menutup kemungkinan akan membunih banyak usaha mikro di Indonesia yang notabene memiliki modal yang cukup terbatas.<br />
7. Investasi asing tidak di diskriminasikan, perlakukan investasi asing sama dengan investasi domestik, karena keduanya diperlukan utnuk mendorong perekonomian dan menciptakan lapangan pekerjaan.<br />
8. Badan Usaha harus diprivatisasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan membantu pembiayaan devisit APBN<br />
9. Lakukan deregulasi, atau hilangkan segala bentuk restriksi atau pembatasan bagi perusahaan baru yang hendak masuk ke pasar. Buatlah iklim kompetisi di pasar. Karena hal ini dinilai akan menghambat iklim investasi dan akhirnya akan mengahampat pertumbuhan ekonomi suatu negara.<br />
10. Pemerintah perlu menghormati hak cipta (Property Right) agar dapat menumbuhkan iklim inovatif.<br />
Menurut Stiglitz, 2002:53 dari kesepuluh elemen tersebut biasanya sering dirangkum menjadi 3 elemen, antara lain: kebijakan fiskal yang konservatif, privatisasi BUMN, dan liberalisasi pasar atau market fundamentalism. Dan yang paling kontroversi tampaknya terjadi pada isu privatisasi BUMN dan liberalisasi pasar, karena hal ini bersinggungan dengan peran dan kepemilikan asing, sehingga mudah menyulut anti asing (xenophobia). Isu privatisasi BUMN misalnya, secara akademik hal ini bisa mendorong BUMN untuk memperbaiki tatakelola. BUMN yang diprivatisasi akan dibebaskan dari kecanggungan hubungan antara owner dan manager, tergambar dalam skema principle agent problems (pemerintah sebagai agent dan rakyat sebagai principal). Secara akademik, pendukung privatisasi berakar pada argumentasi kegagalan pemerintah, proiperty right, hubungan pemilik dan pengelola, serta masalah intensif dalam suatu negara.<br />
Namun, apapun obatnya jika diberikan dengan dosis yang berlebihan dan dengan timing yang tidak tepat, mungkin hasilnya akan kontraproduktif. Krisis 1998 telah mengajarkan kita banyak hal. Resep IMF diberikan secara berlebihan, overdosis sehingga menimbulkan komplikasi dari semua sisi yang membutuhkan waktu lama untuk penyembuhannya.<br />
Bagaimana dengan Ekonomi Pancasila?<br />
Setidaknya ada lima ciri utama ekonomi ini, yaitu:<br />
1. Adanya peran dominan dari koperasi dalam kehidupan ekonomi. Di dalam bidang yang tidak bisa dikelola dalam bentuk koperasi maka perusahaan negara memegang peranan penting. Dan di bidang-bidang yang tidak bisa diusahakan dengan efesien oleh kedua badan tersebut, dalam prinsip maupun praktik, perusahaan swasta mengambil peranan. Namun semua bentuk badan usaha dalam ekonomi pancasila harus didasarkan pada asas kekeluargaan dan prinsip harmoni, dan bukan berdasarkan kepentingan pribadi atau golongan.<br />
2. Penerapan rangsangan-rangsangan yang bersifat ekonomis maupun moral untuk menggerakkan roda perekonomian. Hal ini bersumber pada pandangan bahwa manusia itu selain sebagai mahluk sosial tetapi juga sebagai mahluk yang religious.<br />
3. Adanya kecenderungan dan kehendak sosial yang kuat ke arah egalitarianisme atau kemerataan sosial. Dalam hal ini, cita-cita ekonomi pancasila menunjukkan kesamaan dengan dokrin dasar hampir semua agama besar yang ada maupun dengan cita-cita yang terkandung dalam sistem ekonomi sosialis sekuler.<br />
4. Ekonomi Indonesia menyadari bahwa unsur nasionalisme merupakan kenyataan hidup yang tidak bisa diingkari. Ekonomi pancasila menerima sentimen nasionalisme masih tetap hidup, menerima kenyataan tersebut secara eksplisit justru menghindarkan kita dari ketidakcocokan antara kita dan tindakan, dan sekaligus bisa membuka forum yang lebih terbuka dan wajar bagi bangsa-bangsa guna memilih corak-corak nasionalisme yang tidak merusak kehidupan antar bangsa.<br />
5. Pengandalan dalam sistem desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi, diimbangi dengan perencanaan yang kuat sebagai pemberi arah bagi perkembangan ekonomi. Hal ini tercermin dalam cita-cita koperasi. Usaha ini merupakan bentuk kristalisasi cita-cita untuk mencapai keseimbangan antara sentralisme dan desentralisme dalam pengambilan keputusan ekonomi. Ekonomi pancasila mencoba untuk mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari kedua sistem tersebut.<br />
Setiap sistem pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam setiap penerapannya, sekarang tergantung sistem mana yang ingin kita gunakan. Tetapi lebih baik jika itu desesuaikan dengan keyakinan, karakter, dan sumber daya yang ada di suatu negara.<br />
Mungkin ini terlalu panjang jika harus kita diskusikan, dan mungkin masing-masing kita memiliki pendapat yang berbeda tentang ini, tetapi saya rasa hampir dari kita semua sepakat jika <strong>semua rakyat Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan. serta mereka mampu mendapatkan penghasilan yang bisa diandalkan untuk menghidupi keluarganya secara layak dan berharap penghasilan itu dapat meningkat dari waktu ke waktu.<br />
</strong><strong>Aamin. </strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/434/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=434&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/08/23/tentang-neoliberalisme-dan-pancasila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/08/bapakboediono.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bapak Boediono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Scheme of Global Crisis</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/08/09/scheme-of-global-crisis/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/08/09/scheme-of-global-crisis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 03:18:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomic view]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[krisis global]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Ketika keserakahan mengancam dunia.
Ekpansi properti yang begitu besar, menarik investasi hingga $ 10,6 Triliun atau sekitar 74% dari PDB Amerika yang sebesar $ 14,3 Triliun. Dari $ 10.6 Triliun yang diinvestasikan tersebut sekitar $ 1,6 Triliun yang disalurkan ke Subprime atau golongan yang kurang layak diberikan kredit. Karena ekspektasi masyarakat terhadap dunia properti yang begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=428&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Ketika keserakahan mengancam dunia.<br />
</strong><img class="size-full wp-image-429  alignleft" title="krisis global" src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/08/krisis-global.jpg?w=288&#038;h=288" alt="krisis global" width="288" height="288" />Ekpansi properti yang begitu besar, menarik investasi hingga $ 10,6 Triliun atau sekitar 74% dari PDB Amerika yang sebesar $ 14,3 Triliun. Dari $ 10.6 Triliun yang diinvestasikan tersebut sekitar $ 1,6 Triliun yang disalurkan ke Subprime atau golongan yang kurang layak diberikan kredit. Karena ekspektasi masyarakat terhadap dunia properti yang begitu menggiurkan, maka produk-produk properti ini dijual dalam bentuk produk investasi di pasar skunder.<br />
Produk ini laku keras dan Lehman Brother<span id="more-428"></span> salah satu pemegang terbesar dari produk investasi ini. Pada saat properti sedang menggeliat di Amerika, dalam waktu yang bersamaan sekitar akhir semester pertama tahun 2005 terjadi peningkatan harga minyak dunia mulai $ 30/ barel menjadi sekitar $ 70/ barel. Minyak yang hampir menjadi Multi sektoral ini menyebabkan terjadinya inflasi yang cukup tinggi di Amerika.<br />
Jika awalnya inflasi di Amerika bergerak di angka 2 % kini harus merangkak naik hingga 5%. Dan untuk menjaga stabilitas ekonomi Amerika, The Fed menaikkan suku bunga hingga 5,2 % yang tentunya akan menghambat pertumbuhan sektor riil. Kebijakan yang secara ekonomi cukup berat tetapi harus dilakukan. Suku bunga yang tinggi ini menurunkan purchasing power msayarakat Amerika dan efeknya akan menurunkan kemampuan mereka dalam membayar kredit propertinya. Harga instrumen properti yang dulunya jadi primadona, kini tiba-tiba ambruk dan lagi-lagi Lehman Brother sebagai pemegang saham terbanyak untuk sektor ini kehilangan begitu banyak asetnya. Tak hayal The Fed sempat memberikan bantuan untuk menolong perusahaan investasi yang lagi sekarat ini.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Bagaimana dengan Indonesia?</strong><br />
Indonesia yang menjadikan Amerika sebagai kiblat eksport harus gigit jari karena AS harus melupakan rekan bisnisnya sejenak untuk fokus pada perbaikan ekonomi domestik mereka. Ekspor menurun sementara Import tetap, maka secara ekonomi devisa ekonomi negara akan berkurang dan ini akan berdampak ke PDB Indonesia. Sekarang kita bisa mengambil hikmah, setidaknya kita mulai mencari rekan bisnis baru atau justru bisa mengembangkan ekonomi domestik yang pangsa pasarnya cukup besar. Sudah saatnya demokrasi ekonomi Indonesia ditegakkan.</p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Dari Indonesia, oleh Indonesia dan Untuk Indonesia.</em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/428/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=428&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/08/09/scheme-of-global-crisis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/08/krisis-global.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">krisis global</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dampak Ekonomi seputar Bom di JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/07/19/dampak-ekonomi-seputar-bom-di-jw-marriott-dan-ritz-carlton-jakarta/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/07/19/dampak-ekonomi-seputar-bom-di-jw-marriott-dan-ritz-carlton-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 22:24:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomic view]]></category>
		<category><![CDATA[Boediona.]]></category>
		<category><![CDATA[bom di JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/2009/07/20/dampak-ekonomi-seputar-bom-di-jw-marriott-dan-ritz-carlton-jakarta/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;

&#160;
Sebenarnya tidak ada yang beda di hari jum&#8217;at pagi ini selain aku harus datang ke mess baru dari jakarta timur dan kembali ke gedung bimantara, cukup untuk olahraga bagi manusia malas sepertiku. datang ke kantor dan kerja seperti biasa. tapi Jum&#8217;at yang seharusnya jadi hari yang indah ini harus dilumuti dengan butiran air mata bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=422&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&nbsp;</p>
<p align="center"><img style="width:261px;height:205px;" height="305" alt="bom jw marriot dan ritz carlton" src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/bomjwmarriotdanritzcarlton.jpg?w=319&#038;h=305" width="319" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebenarnya tidak ada yang beda di hari jum&#8217;at pagi ini selain aku harus datang ke mess baru dari jakarta timur dan kembali ke gedung bimantara, cukup untuk olahraga bagi manusia malas sepertiku. datang ke kantor dan kerja seperti biasa. tapi Jum&#8217;at yang seharusnya jadi hari yang indah ini harus dilumuti dengan butiran air mata bagi saudara kita yang ada di sekitar hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. sekitar pukul 7.47 pagi tadi, jakarta (Indonesia) kembali digetarkan oleh bom di lokasi yang sama seperti enam tahun yang lalu.</p>
<p>sejauh ini ada beberapa korban yang meninggal dan banyak juga yang mengalami luka-luka. informasi sampai saat ini ada sekitar</p>
<p><span id="more-422"></span>
<p>9 orang meninggal dan puluhan orang mengalami luka-luka. tidak hanya itu berapa banyak keluarga-keluarga dunia yang akan trauma untuk datang ke Indonesia, berapa banyak investasi yang seharusnya dapat dibangun di Indonesia harus di reschedule dan berapa banyak devisa Indonesia dari pariwisata akan menghilang, serta bagaimana kita bisa menciptakan lowongan kerja baru jika investasi dari sekot riil tidak berjalan, maka dari itu kita harus bahu membahu dalam menjaga perdamaian negeri yang kaya ini.<br />
Kalau kita mengutip tulisan calon wakil Presiden Indonesia Bapak Boediono dalam artikel beliau yang berjudul &#8220;apa prasarat dasar bagi ekonomi Indonesia dapat pulih kembali&#8221;. dalam artikel tersebut dijelaskan setidaknya ada tiga sebab mendasar agar ekonomi indonesia dapat pulih.<br />
<strong>1. Para pelaku ekonomi belum yakin atas situasi kemanan dan ketertiban umum</strong>.<br />
2. Masyarakat belum melihat adanya aturan main yang jelas di berbagai bidang<br />
3. Masyarakat belum yakin bahwa kebijakan ekonomi yang digariskan hari ini tidak berubah besok pagi karena ada perubahan arah angin politik.<br />
komitmen dari ketiga syarat di atas dapat diwujudkan dengan adanya pertumbuhan investasi di sektor riil, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan produksi sehingga perekonomian Indonesia dapat tumbuh apalagi jika pertumbukan ekonomi itu dapat diimbangi dengan stabilitas ekonomi yang berkesinambungan..waw, mungkin masyarakat akan memiliki purchasing power yang tinggi dan mungkin banyak juga diantara mereka yang dapat menginvestasikan uang mereka karena nilai riil uang masyarakat tidak harus terdepresiasi akibat dari fluktuasi mata uang Indonesia.<br />
kembali ke peristiwa bom Jum&#8217;at kemarin, rasanya fondasi yang dibangun oleh pemerintah untuk menciptakan keamanan di negeri ini akan teruji oleh kejadian di JW MArriott dan Rizt Carlton. kita berdoa semoga fondasi keamanan yang dibuat tidak roboh dan masih bisa direnofasi oleh pemerintah sehingga akan menghasilkan intruksi baru yang lebih bagus kokoh dan feasible baik bagi masyarakat Indonesia atau bagi Masyarakat dunia yang ingin datang untuk pariwisata maupun berbisnis di Indonesia.<br />
pengamat ekonomi sendiri menilai dampak bom di JW Marriott dan Rizt Carlton tidak begitu banyak berpengaruh. Disampaikan oleh pengamat ekonomi dari Kepala riset ekonomi Asia pada Citigroup Inc, Hong Kong, Johanna Chua menyatakan bahwa Serangan teroris di Indonesia bukan hal baru. Dampak ekonominya sepertinya akan kecil saja.<br />
Perekonomian Indonesia yang berkekuatan 433 miliar dolar AS atau yang terbesar di Asia Tenggara, tumbuh 4,4 persen pada paruh pertama setahun terakhir ini. Bandingkan dengan Malaysia yang berkontraksi 6,2 persen atau Thailand yang merosot 7,1 persen.<br />
Pertumbuhan ekonomi akan semakin melesat tinggi sampai 7 persen jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memenuhi janjinya untuk menuntaskan infrastruktur jalan yang rusak, pelabuhan-pelabuhan yang terbengkalai dan memperbarui kelistrikan, kata Joachim von Amsberg, wakil Bank Dunia di Jakarta. Plus bisa menciptakan atau setidaknya menjaga kepercayaan masyarakat dunia terhadap Indonesia (kalau yang ini merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat Indonesia).<br />
dari kejadian kemarin setidaknya rupiah melemah ke titik terendah dalam tiga pekan terakhir, rupiah tertekan 1 persen pada Rp10.223 per dolar AS, sementara IHSG anjlok 2,7 persen, akan tetapi Pemboman Jakarta tidak menunjukkan (naiknya) risiko kredit untuk Indonesia, kata James McCormack, kepala pemeringkat obligasi pemerintah Asia pada Fitch Ratings, Hong Kong. untuk cadangan devisa, sampai saat ini Indonesia mempunyai 57,6 miliar dolar AS sampai akhir Juni, atau hampir terbesar sejak Juli 2008 (Okezone.com).<br />
Semoga Ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh secara baik, melakukan distribusi income yang merata yang diiringi dengan stabilitas ekonomi yang berkesinambungan. <strong>Aamin</strong>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/422/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=422&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/07/19/dampak-ekonomi-seputar-bom-di-jw-marriott-dan-ritz-carlton-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/bomjwmarriotdanritzcarlton.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bom jw marriot dan ritz carlton</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rumah-Mu yang menenangkan hati</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/07/16/rumah-mu-yang-menenangkan-hati/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/07/16/rumah-mu-yang-menenangkan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 14:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[syukur dan doa.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/2009/07/16/rumah-mu-yang-menenangkan-hati/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, rasa syukur ini harus selalu tercurah pada Sang pemberi kehidupan. hari ini saya sangat bersyukur sekali karena masih diberi nikmat iman, islam dan kesehatan sehingga kita tidak perlu membayar atas udara yang kita hisap, atas bumi yang kita pijak, atas karunia mata yang bisa mendeteksi berjuta keindahan kehidupan. subhanallah, maha besar kasih sayang Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=413&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillah, rasa syukur ini harus selalu tercurah pada Sang pemberi kehidupan. hari ini saya sangat bersyukur sekali karena masih diberi nikmat iman, islam dan kesehatan sehingga kita tidak perlu membayar atas udara yang kita hisap, atas bumi yang kita pijak, atas karunia mata yang bisa mendeteksi berjuta keindahan kehidupan. subhanallah, maha besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. dari sekian banyak nikmat yang telah diberikan Allah kepada saya, tidak juga membuat saya selalu bersyukur kepada beliau, setiap hari, rasanya keinginan untuk memiliki sesuatu semakin meningkat, pada Allah sudah berfirman bahwa kita harus bersyukur karena Allah menambah nikma-Nya.<br />
<img src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/sujud-1.jpg?w=278&#038;h=243" alt="sujud" width="278" height="243" /><br />
terima kasih Rabb, malam ini engkau telah mengusik hatiku untuk menyelesaikan cita-citaku setahun yang lalu, engkau bimbing jiwa<span id="more-413"></span> dan raga ini untuk datang ke tempat suci-Mu. setelah satu hampir satu tahun aku berniat untuk hatam Al-quran dan alhamdulillah hari ini aku bisa menyelesaikannya walupun dengan usia yang terlambat.<br />
satu tahun lalu aku berniat dan sekarang baru bisa terealisasi, sedikit demi sedikit, satu ain, dua ain dan akhirnya sampai juga ke surat Al-Ikhlas.<br />
mungkin inilah kekuatan sebuah impian,,perjalanan panjang 1 mill harus dimulai dengan langkah setapak bahkan tak jarang diawalai dengan jalan berliku dan berduri. tetapi yakinlah sahabat ketika kita selalu bekerja keras dan berdoa kepada Allah, inysallah kita akan selalu diberi petunjuk oleh Sang Khalid.<br />
hari ini Allah telah mindikte kakiku untuk datang ke rumah-Nya, rumah yang cukup megah di Jakarta, baru sekali ini aku masuk ke masjid yang begitu besar, kokoh dan banyak orang datang hanya untuk meneteskan air mata karena teringat apa yang telah dilakukan, salah satu orang itu adalah aku.<br />
terima kasih ya Rabb atas apa yang engkau berikan selama ini, tolong bimbing hamba-Mu yang sombong ini cara bersyukur atas nikmat yang tak terhitung dari-Mu. lindungi juga keluargaku, baik yang masih ada ataupun yang sudah berpulang kepada-Mu. berikan mereka kesehatan, berikan mereka tempat yang layak dan kebahagiaan dunia dan akhirat.<br />
Terima kasih Allah, akan kututup hari ini dengan setetes air mata dan syukur syukur atas-Mu..</p>
<p>Aamin ya rabbal &#8216;alamin.                           Masjid Istiqlal, July 11, 2009.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/413/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=413&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/07/16/rumah-mu-yang-menenangkan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/sujud-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sujud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mana yang lebih baik?</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/07/08/mana-yang-lebih-baik/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/07/08/mana-yang-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 13:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup adalah pilihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/2009/07/08/mana-yang-lebih-baik/</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai manusia biasa tentunya saya mempunyai berjuta keinginan, dari yang saya yakini I.4jj bisa saya gapai hingga hal-hal yang kurang realistik untuk saya impikan saat ini mengingat kemampuan saya secara financial. ketika bayangan ketidakyakinan tentang mimpiku ini menari diatas kelemahanku, tiba-tiba aku malu ketika mengingat buku sang pemimpi karangan Andrea Hirata, anak asli belitong ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=411&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebagai manusia biasa tentunya saya mempunyai berjuta keinginan, dari yang saya yakini I.4jj bisa saya gapai hingga hal-hal yang kurang realistik untuk saya impikan saat ini mengingat kemampuan saya secara financial. ketika bayangan ketidakyakinan tentang mimpiku ini menari diatas kelemahanku, tiba-tiba aku malu ketika mengingat buku sang pemimpi karangan Andrea Hirata, anak asli belitong ini telah membuktikan kekuatan sebuah mimpi yang dibalut kerja keras. seorang anak lulusan sekolah madrasah yang bisa dibilang kecil pada saat itu dan ternyata si lintang bisa keliling eropa dan mendapatkan beasiswa di prancis. kegalauan dan keinginan-keinginan ini terus mengganggu pikiranku, sampai-sampai aku bingung untuk berfokus pada keinginan yang mana kerena aku sendiri sampai saat ini masih belum mengerti sekali tentang apa yang aku inginkan.</p>
<p align="center"><img src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/crossroad.jpg?w=225&#038;h=280" alt="crossroad" width="225" height="280" /></p>
<p>dulu, waktu selesai kuliah sekitar 4 bulan lalu. aku tertarik untuk bekerja sebagai credit analyst dan sekarang alhamdulillah Allah<span id="more-411"></span> telah memberiku kesempatan untuk bekerja di bidang yg aku cita-citakan sebelumnya. sekarang kerja baru seumur jagung tetapi keinginan untuk menggapai mimpi itu semakin hari semakin bertambah.</p>
<p>terkadang aku ragu, tetapi aku juga harus yakin dengan mimpi-mimpiku. kata-kata &#8220;there&#8217;s a will there&#8217;s a way&#8221; dimana ada kemauan pasti ada jalan, menjadi kata-kata magic bagiku saat ini..aku sadar walaupun ini berat, walaupun banyak halangan dan rintangan yang harus aku lewati untuk menggapai mimpi-mimpi itu dan harus ada harga yang harus aku bayar untuk sebuah proses sebelum aku bisa mencapai kehidupan yg lebih baik. Insyaallah.</p>
<p>sekarang aku benar-benar bingung mana yang harus aku pilih diantara bebarapa paket yang mulai ciptakan di dalam hidupku:<br />
1. kerja dan melanjutkan kuliah, karena dulu aku sempat bercita-cita ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mengambil major seperti bacground ku sebelumnya. kemarin aku telah sedikit banyak mendapatkan penjelasan mengenai financial management dan sekarang aku juga tertarik pada menajemen investasi. bisakah aku kuliah sambil bekerja?<br />
2. kerja dan mulai investasi di reksa dana, ga tau kenapa aku ingin mengikuti jejak ayahku dalam hal pernikahan, aku ingin nikah di umur 26 tahun. dan sempat aku hitung, untuk mengumpulkan uang sekitar 50 juta, maka aku harus menyisihkan setidaknya Rp. 1 juta perbulan dari income ku, yang berarti aku harus merelakan impianku untuk melanjutkan kuliah.<br />
3. seminggu kemarin aku menemani saudaraku untuk melihat properti di daerah bogor dan bekasi. untuk rumah dengan ukuran minimalis 36/72 yang harganya sekita Rp. 200 juta, maka aku harus mempunyai uang sekitar Rp. 60 juta (30%) sebagai DP yang harus dibayar tetapi sekali lagi mungkin aku akan merelakan impianku untuk kuliah dan investasi sebagai DP nikah.</p>
<p>kerja, kuliah, nikah dan beli rumah. semuanya penting tetapi harus ada yang jadi prioritas. manakah yg terbaik?</p>
<p>atau aku hanya perlu bersyukur dengan semua ini dan biarkan waktu yang menjawabnya&#8230;Hmmmm,,sedikit bingung untuk menjawabnya&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=411&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/07/08/mana-yang-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/crossroad.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">crossroad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Multifinance, banking n consumer&#8230;</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/07/04/multifinance-banking-n-consumer/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/07/04/multifinance-banking-n-consumer/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 08:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[banking n consumer]]></category>
		<category><![CDATA[multifinance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/2009/07/04/multifinance-banking-n-consumer/</guid>
		<description><![CDATA[Butuh dana cepat, jaminkan BPKB anda..

Sudah terlalu sering kita melihat poster-poster bertulisan pesan seperti di atas, dan hampir semua pesan itu disampaikan oleh perusahaan finance yang bermain dibidang peminjaman dana cepat. Sadar atau tidak hanya dengan menjaminkan BPKB kendaraan, konsumen langsung bisa mendapatkan dana cash yang nilainya tergantung harga pasar kendaraan yang dijaminkan dan tentunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=407&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong><em>Butuh dana cepat, jaminkan BPKB anda..</em></strong></p>
<p align="center"><img src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/saveoureconomy.jpg?w=225&#038;h=232" alt="save our economy" width="225" height="232" /></p>
<p>Sudah terlalu sering kita melihat poster-poster bertulisan pesan seperti di atas, dan hampir semua pesan itu disampaikan oleh perusahaan finance yang bermain dibidang peminjaman dana cepat. Sadar atau tidak hanya dengan menjaminkan BPKB kendaraan, konsumen langsung bisa <span id="more-407"></span>mendapatkan dana cash yang nilainya tergantung harga pasar kendaraan yang dijaminkan dan tentunya plus biaya administrasi dan asuransi yang jadi bumbu pelengkap profit bagi perusahaan.</p>
<p>Banyak alibi yang membuat usaha ini bisa berjalan bahkan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, saya juga bingung apakah bisnis pinjam dana ini berhasil karena banyak masyarakat Indonesia ingin mengembangkan usaha atau dengan kata lain untuk tujuan produktif,,atau jangan-jangan banyak orang Indonesia yang sejatinya mampu membeli kendaraan dengan mengorbankan cash yang seharusnya mereka pegang sebagai jaminan hidup yang tidak pasti, seperti jika terjadi kecelakaan atau ada keluarga yang sakit.</p>
<p>Semua sudah berjalan, dan bisnis ini laku keras di Indonesia. Tapi tidak semua perusahaan finance bisa mengambil untung besar dari usaha ini, karena terkait kebijakan suku bunga bank Indonesia sekarang ini yang mematok BI rate hingga angka 6.75% bagaimana perusahaan finance yang sebelumnya dikenakan bunga mahal pada saat mereka melakukan peminjaman ke bank, apakah bank mau menurunkan suku bunganya, yang kita sangat butuh koordinasi antar semua pihak disini. Karena jika bank tetap bersih keras mempertahankan suku bunganya maka hal ini akan membuat para pemain bisnis ini yang notabene modalnya juga berasal dari bank merasa panik, karena akan terjadi hukum rimba disana. Dimana perusahaan finance yang memiliki modal yang kuat tidak perlu mengeluarkan biaya cost of fund yang tinggi untuk usahanya dan effec-nya mereka bisa memberi bunga ringan kepada nasabahnya. Bagaimana dengan perusahaan finance yang modalnya berasal dari bank, yang terkadang bunganya sama dengan ketika bank memberikan kredit ke masyarakat..bagaimana perusahaan finance seperti ini bisa survive dan mengambil profit?</p>
<p>Kita juga selalu mendengar, bahwa orang pintar tidak pernah mati akal. Anekdote ini pas kita berikan kepada perusahaan finance dengan modal dari bank tapi mampu menjalanlkan bisnis ini dengan baik, dimana mereka harus bersaing dengan finance-finance lain yang spread bunga jauh lebih rendah.</p>
<p>Ketika masalah spread bunga tidak bisa lagi dihindari, maka kita harus berlari dan mulai menyentuh hati konsumen. Tak lain dan tak bukan caranya hanya satu yaitu berikan service yang terbaik kepada konsumen. Mungkin kita heran, sadar atau tidak orang sering membeli air mineral dengan merk dan ukuran yang sama dengan harga yang berbeda. Contohnya, kita membeli air mineral di café harganya bisa 250% lebih mahal ketika kita membelinya dari terminal bus. Sebenarnya apa yang masyarakat butuhkan, apakah harga yang menjadi tolak ukur atau ada faktor lain yang lebih penting.</p>
<p>Menurut saya semua ini tergantung dari tingkat social economy konsumennya, konsumen mana yang akan menjadi segmen kita, apakah midle low atau high class. Jika midle low kita akan susah menyentuh dari sisi service karena orang yang sejatinya belum bisa memenuhi kebutuhanya dengan baik akan berfikir lebih panjang untuk menggadaikan sejumlah uang hanya untuk service yang lebih baik, hal ini kontras dengan masyarakat high class. Mereka akan memilih fasilitas dan harga menjadi nomor kesekian bagi mereka.</p>
<p>Dengan kemudahan akses yang diberikan kepada masyarakat untuk meminjam dana, maka hal ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Dan kalau boleh menyarankan dana seperti ini sebaiknya digunakan untuk tujuan yang produktif, yang bisa menghasilkan pendapatan jangan digunakan untuk konsumtif karena selain bunga yang cukup tinggi konsumen juga akan dibebankan tanggung jawab cukup berat yaitu mereka harus siap menggadaikan jaminan mereka kepada perusaaan tersebut jika mereka tidak mampu mebayar.</p>
<p>Kesempatan yang baik harus diikuti dengan analisa kelayakan yang baik, biar bisa membuahkan hasil yang baik…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/407/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=407&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/07/04/multifinance-banking-n-consumer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/saveoureconomy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">save our economy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Kerakyatan dan Pilpres 2009</title>
		<link>http://budirich.wordpress.com/2009/07/04/ekonomi-kerakyatan-dan-pilpres-2009/</link>
		<comments>http://budirich.wordpress.com/2009/07/04/ekonomi-kerakyatan-dan-pilpres-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 03:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budirich</dc:creator>
				<category><![CDATA[budi setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[pilpres 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budirich.wordpress.com/2009/07/04/ekonomi-kerakyatan-dan-pilpres-2009/</guid>
		<description><![CDATA[
Sebentar lagi Insyallah tanggal 8 Juli 2009, masyarakat Indonesia akan melaksanan pesta demokrasi secara langsung untuk yang kedua kalinya, dimana masyarakat harus dihadapkan pada tiga alternatif pilihan bakal calon presiden dan wakil presiden. Nomor urut 1 ada Hj. Megawati Sukarnoputri dengan H.Prabowo Subianto, nomor urut 2 ada H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Bpk Boediona serta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=402&subd=budirich&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/para-capres2009.jpg?w=225&#038;h=207" alt="para-capres2009" width="225" height="207" /><img style="width:210px;height:204px;" src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/boediono.jpg?w=210&#038;h=236" alt="boediono" width="210" height="236" /></p>
<p>Sebentar lagi Insyallah tanggal 8 Juli 2009, masyarakat Indonesia akan melaksanan pesta demokrasi secara langsung untuk yang kedua kalinya, dimana masyarakat harus dihadapkan pada tiga alternatif pilihan bakal calon presiden dan wakil presiden. Nomor urut 1 ada Hj. Megawati Sukarnoputri dengan H.Prabowo Subianto, nomor urut 2 ada H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Bpk Boediona serta di nomor urut 3 ada H. Jusuf Kalla dan H. Wiranto.</p>
<p>Tokoh-tokoh ini sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, karena mereka telah banyak memberikan sumbangsih bagi kemajuan Bangsa ini. Banyak cara yang mereka lakukanan untuk menarik minat masyarakat yang akhirnya mereka diharapkan akan memilih mereka sebagai calon presiden dan wakil presiden. Salah satu kebijakan yang konservatif <span id="more-402"></span>dan sering digaungkan adalah tentang ekonomi kerakyatan. Banyak orang bilang bahwa ekonomi kerakyatan merupakan cerminan dari ekonomi pancasila, yaitu semua yang dilakukan dalam kegiatan ekonomi yang pada akirnya digunakan untuk meningkatan kesejateraan masyarakat. Mengutip pernyataan Founding Father kita, Bapak Soekarno &#8220;Ekonomi Rakyat oleh sistem monopoli disempitkan, sama sekali didesak dan dipadamkan (Soekarno, Indonesia Menggugat, 1930: 31)&#8221;</p>
<p><img style="width:481px;height:168px;" src="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/default.jpg?w=450&#038;h=360" alt="default" width="450" height="360" /></p>
<p>Jika kita mengacu pada Pancasila dasar negara atau pada ketentuan pasal 33 UUD 1945, maka memang ada kata kerakyatan tetapi harus tidak dijadikan sekedar kata sifat yang berarti merakyat. Kata kerakyatan sebagaimana bunyi sila ke-4 Pancasila harus ditulis lengkap yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang artinya tidak lain adalah demokrasi ala Indonesia. Jadi ekonomi kerakyatan adalah (sistem) ekonomi yang demokratis. Pengertian demokrasi ekonomi atau (sistem) ekonomi yang demokratis termuat lengkap dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi:</p>
<p>Produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang-seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi.</p>
<p>Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi, kemakmuran bagi semua orang! Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Kalau tidak, tampuk produksi jatuh ke tangan orang-orang yang berkuasa dan rakyat yang banyak ditindasinya.</p>
<p>Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh ada di tangan orang-seorang. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.</p>
<p>Kutipan di atas sedikit banyak bisa mencerminkan pola ekonomi kerakyatan yang menegaskan bahwa sumber daya alam yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara, agar bisa didistribusikan secara merata kepada seluruh rakyat Indonesia.<br />
Apakah hanya sebatas sumber daya alam yang diatur oleh negara, negara kita langsung bisa menjadi sejahtera. Menurut pikiran saya yang masih sangat dangkal, setidaknya harus ada dua hal lagi yang harus terpenuhi. Pertama, seluruh masyarakat Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka, kedua ini sedikit lebih baik jika seluruh masyarakat Indonesia mampu memanfaatkan segala sumber daya untuk bisa dikelalo agar mampu memberikan nilai tambah dikemudian hari. Selain itu hal yang tidak kalah penting adalah pertumbuhan ekonomi yang merata dan stabilitas ekonomi. Kerena pertumbuhan ekonomi jika tidak dicover dengan stabilitas yang baik, tidak menutup kemungkinan akan menurunkan nilai real dari kekayaan yang dimiliki oleh masyarakat.</p>
<p><em><span>Sekian dari saya, kita semua berdoa, semoga kita bisa memilih menggunakan hati nurani agar bisa melanjutkan pemerintahan secara lebih cepat dan lebih baik..</span></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budirich.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budirich.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budirich.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budirich.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budirich.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budirich.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budirich.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budirich.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budirich.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budirich.wordpress.com/402/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budirich.wordpress.com&blog=1955156&post=402&subd=budirich&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budirich.wordpress.com/2009/07/04/ekonomi-kerakyatan-dan-pilpres-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/412f87e897dd4da917e828de5414b6d8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/para-capres2009.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">para-capres2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/boediono.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">boediono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budirich.files.wordpress.com/2009/07/default.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">default</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>