Frog

The growth of human knowledge is a new matter if it is not followed by the growth of human emotional quetion. We might be a clever but if our cleverness do not give benefit to human life, I think we fail to find out the philosophy of knowledge. Hence, when we already achieve the highest level of formal education, there is no way to go higher. We must stop. Then we go down to share our knowledge to other. At the same time, we also learn something new. During the learning process, we also need to lower our ego in order we are able to learn something (two ways communication). The teachers and students should find interesting and exciting in a learnin process. If it is not, we will never learn anything new, like a frog trapped inside a coconut shell. Narrow minded but act as if they know everything.

Something in Mind

I’ve discussed with my thesis supervisor. It’s all about current economic issues. But I suddenly remembered with economic journal, it was written by U.S proffessor about how can stock market development impact on economic growth. This question bother me sometimes. Talking about stock market in a country which has capital market literacy below 1 percent compare to total popullation, it’s kind of interesting rubric. My friend who work in stock market industry almost get mad because he faces many problems to marketize it. He said if you want to be a good stock market practitioner, you must learn how to sell a pen to blind people. There are several obstacles, even it starts from the basic understanding, the way Indonesian people see stock market industry. Some people view stock market as “casino” that have little positive impact on their life and country.

Does stock market similar with “casino”?

I think Dr Zakir Naik and Dr Budi have perfect answer. Clik Dr Zakir Naik – Stock Market Halal or Haram? and Hukum trading saham dan jual beli sekuritas dalam Islam..

Does stock market has positive impact on economic growth?

It’s very interesting topic to be discussed. Emperical evidence shows different result. Some of economists stated the existence of a strong positive correlation between stock market development and economic growth. However, some authors resulted there was no significant relationship between stock market and economic growth.

By the way, what is your opinion? Can stock market be an engine of economic grotwh?

Let’s voice your opinion here🙂

Note : To be frank, insha Allah I interest to conduct research about does Indonesia stock market impact on economic growth? May Allah give me chance to do that. Aamiin.

Why should We worry about Uncertainty

Sitting on the same chair and table at one place (office) for long time is the easiest way to bring you nowhere. Wake up and make decision to follow your dreams may put you on the uncertain situation. So, which one do you choose?

It is not an easy option. But we all know that life is full of uncertainty. Some people said that the only thing certain in our life is the uncertainty. According to the experts, uncertainty is a situation which involves imperfect and/ or unknown information.

For sure, We have been through many circumstances within out life time. Happy, sadness, success, fail and so on. All those things happened because we had been tried something. We often succeed and also unsucceed. For me, trying something and unsucceed, it would be better rather than we do nothing.

Uncertainty in finance

For example, an investor came to stock analyst. She asked him why the stock price dropped whereas she had analyzed using some financial ratios. The analyst answered the stock price was not only defined by some financial variables such DER, ROI, etc but there were many variables which influence stock price like investor behavior, geopolitic, global economy and so forth. Prof. Manurung and his friends conducted a research. It focus on the determinant factors of Jakarta Composite Index (JCI). They used ten variables and they also claimed using the longest available monthly database for Indonesia data. But at the end of research, they suggest other researchers to do future research. By reading this, I just thinking. There is no one contant variable which influence another variable but it should many variables. It means that we can’t use all of variables in one research because we do not have enough resources (time, money, etc) to do it. So if there are several variabels that can not be covered only by single research, it shows there is a room for uncertainy.

Flash Back

I try to flash back when I decided to resign and focus on pursuing my dream. I risk everything  I have for something that I believe. Indeed, I am testing against my belief. I had made some decisions that carry me on to current situation. I moved from one company to another company. I resigned from multinational company and decided to continue master degree. The newest one, I stop working at investment company and trying to pursue another dream. Then I learn something obout uncertainty.

I learn something during those journeys. I may have plans and complete them with some alternatives, but I can’t guarantee all of the result as I expected. Now, I know my life is full of uncertainty but God has his own way for me. So why should we worry about uncertainty, if God has a plan for me. What I need, it just to learn deep enough and believe on Allah’s plan.

And whoever fears Allah, for him Allah brings forth a way out, and gives him provision (rizq) from where he does not even imagine (Surat At-Talaq: 2/3).

I do believe with Allah has plan for us, the choices we make as well as our deree of faith and hardwork. So I choose to pursue my dreams because I believe with God’s plan.

American English Course July 26, 2016.

Ekonomi Menyusut atau Mengempis?

BREXIT atau Britain Exit menjadi satu dari sekian banyak contoh tentang ketidakpastian global dewasa ini. Hari Jum’at 24 April 2016, warga negara inggris yang berusia di atas 18 tahun melakukan voting yang intinya memilih Inggris tetap menjadi bagian dari Uni Eropa atau keluar dari Uni Eropa. Hasilnya masyarakat yang memilih untuk “leave” lebih banyak daripada yang memilih “remain” di Uni Eropa. Artinya Inggris akan keluar dari komunitas tersebut setelah bergabung selama 43 tahun.

Cerita Brexit, tak jauh beda dengan cerita lain seperti devaluasi Yuan dan kenaikan suku bunga Amerika yang memiliki spillover effect bagi pasar keuangan global. Sebagian masyarakat awam mungkin tidak merasakan dampak langsung dari fenomena ini, tapi hal ini akan berbeda bagi mereka yang melakukan investasi di sektor keuangan. Di hari yang sama, saat referendum Brexit sudah diketahui hasilnya. Pasar keuangan global merespon dengan rasa panik. Akibatnya hampir seluruh pasar kuangan dunia rontok. Tidak hanya mata uang Inggris yang terdevaluasi terhadap sebagian besar mata uang dunia tapi Brexit juga membuat pasar saham dunia jatuh. Menurut theguardian.com akumulasi kerugian di pasar keuangan yang ditanggung dalam satu hari akibat referendum Brexit mencapai $2 triliun dimana $200 miliar diderita oleh 400 orang terkaya di dunia.

Kehilangan triliunan dolar di pasar keuangan sepertinya akan menjadi stimulus awal dan mungkin masih akan disusul oleh penyusutan-penyusutan lainya. Signal pertama sudah dimulai ketika lembaga rating internasioal, Moody’s dan Fitch mengubah outlook kredit inggris dari stabil menjadi negatif, dari AA+ ke AA. Belum lagi keputusan David Cameron mundur sebagai perdana menteri tentu akan memberi multiplier effect bagi investor global terkait masa depan Inggris.

Sama seperti krisis-krisis sebelumnya yang menghilangkan uang trilunan dolar tapi dimana muara uang triliun dolar yang hilang itu. Apakah ekonomi sedang menyusut atau justru ini merupakan salah satu cara pasar untuk “mengempiskan” kembali harga aset yang telah digelembungkan saat kondisi ekonomi sedang tumbuh?

 

Supply dan Demand Pelaku Kejahatan

Makan malam ini terganggu, meskipun lauknya sangat enak (udang pedas manis) karena pemberitaan di TV semakin hari sepertinya semakin di luar batas wajar manusia normal. Mulai dari meninggalnya mahasiswi universitas negeri di Jogya, Pembunuhan yang dilakukan mahasiswa terhadap dosen di Medan, Penyelundupan narkoba, operasi tangkap tangan (OTT) pejabat oleh KPK, hingga peristiwa yang paling tidak logis dilakukan oleh manusia, yaitu pemerkosaan terhadap siswi 14 tahun yang dilakukan oleh 14 remaja (kalau mereka masih layak disebut manusia) yang terjadi di Bengkulu menyebabkan korban meninggal. Belum hilang rasa marah kita terhadap pelaku pemerkosaan di Bengkulu, kita dikejutkan lagi dengan kejadian pemerkosaan dan pembunuhan dengan cara yang sangat kejam terjadi di Jatimulya kabupaten Tanggerang dengan korban gadis 18 tahun, Enno Fahira dan pelaku utamanya adalah pelajar SMP berusia 15 tahun. Pelajar SMP!

Siapa yang salah? (it’s not a good question, mari kita persempit ruang pertanyaan jenis ini dalam kamus hidup kita).

Mari kita ganti dengan, apa solusinya?

Bukannya pemerintah sudah memiliki payung hukum untuk semua tindak kejahatan yang terjadi. Lalu kenapa kejahatan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa masih sering terjadi bahkan cara-cara yang dilakukan dalam tindak kejahatan tersebut seringkali melampaui imajinasi manusia. Apakah konsekuensi hukum saat ini belum memberi efek jera bagi para pelaku atau yang lebih menakutkan ketika konsekuensi hukum itu dipandang sebelah mata dan tidak membuat para pelaku kejahatan lain takut untuk mengulangi aksinya karena menilai dampak hukum yang diterima masih memberi mereka ruang untuk berbuat lagi. Misalnya, pemerkosaan di Bengkulu yang menyebabkan nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Semua pelaku rata-rata remaja di bawah usia 20 tahun, anggap saja usia mereka 20 tahun dan karena perbuatannya tersebut mereka dihukum seumur hidup. Berarti mereka akan bebas di usia 40 tahun, setelah mereka dengan sadar melakukan pemerkosaan dan pembunuhan.

Pertanyaan berikutnya kenapa orang berani melakukan kejahatan secara sadar yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang?

Mungkin karena mereka dengan sadar dan logis dapat berhitung tentang konsekuensi hukum yang akan mereka terima. Mereka bisa menggunakan faktor pengkalian sederhana untuk menghitung masa tahanan yang akan mereka jalani ketika mereka melakukan kejahatan tersebut. Lihatnya aksi dan konsekuensi para koruptor selama ini.

Di negeri dongeng ini, seringkali politik dan ekonomi belum bisa berkolaborasi dengan baik. Politikus memiliki banyak argumen dan pertimbangan untuk meloloskan undang-undang yang kadangkala mengabaikan aspek insentif pada dunia nyata. Ekonom juga harus mafhun bahwa tidak semua fenomena bisa dibuat ke dalam modelisasi matematis. Memang kita sedang dan terus mencari keseimbangan, tapi untuk pelaku kejahatan yang berdampak sistemik saya lebih tertarik dengan pendekatan ekonomi. Misalnya kejahatan narkoba, pembunuhan dan koruptor.

Tentu kita masih ingat sidak langsung yang dilakukan oleh menteri hukum dan ham di acara Mata Najwa, hampir setiap rutan yang dikunjungi ditemukan narkoba. Ketidaklogisan berikutnya, bagaimana bisa tempat yang seharusnya dijadikan ruang untuk rehabilitasi (proses penyembuhan) pengguna obat-obat terlarang malah dijadikan tempat mengkonsumsi barang-barang tersebut. Kita juga tidak lupa dengan seorang narapidana kasus narkoba yang diketahui tetap mengendalikan bisnis haramnya dari dalam jeruji besi. How come?

Mungkin selama ini energi kita terlalu banyak tercurah pada pengedar dan pemberi suap, bukan pengguna narkoba dan penerima suap. Faktanya aparat memberi hukuman lebih berat kepada pengedar narkoba, artinya kita telah menutup atau menghambat supply dan bisa menyebabkan kelangkaan atas barang tersebut. Dengan kata lain supply barang berkurang. Jika supply barang berkurang sedangkan permintaan atas barang tersebut tetap, maka harga akan naik, dan ini justru menarik bagi para pengedar baru untuk masuk ke dalam pasar tersebut dengan bayangan insentif yang lebih besar. Jika kita memang ingin mengurangi jumlah pengedar, mungkin kita harus menghukum orang-orang yang menciptakan permintaan (pengguna narkoba) dengan hukuman yang bisa memberi efek jera. Karena jika supply terhadap barang tetap, sementara demand atas barang tersebut berkurang, maka harga akan turun. Harga turun akan mengurangi insentif yang diterima olah para pengedar, dan akhirnya akan menurunkan pendapatan mereka. Pendapatan menurun menyebabkan bisnis ini jadi tidak menarik lagi. Sehingga satu persatu pengedar mungkin akan beralih ke profesi-profesi yang lebih menguntungkan.

Sama halnya dengan kasus Yuyun di Bengkulu dan Enno Fahira di Jatimulya. Aparat harus berani memberi hukuman yang adil bagi para pelaku. Hal ini penting untuk memberi efek jera bahkan rasa takut bagi siapa saja yang terfikir untuk melakukan kejahatan. Kalau tidak, kita seperti sedang menunggu berita serupa di lain waktu.

May 17, 2016 at Unsri

Sahabat Inspirasi Hidup

Tiap orang pasti punya mimpi. Sebagian orang telah sukses menggapai mimpinya. Lalu mereka menciptakan mimpi-mimpi baru untuk dicapai. Sebagian lagi belum berhasil mencapai mimpi-mimpinya. Seringkali kegagalan itu disebabkan bukan karena impiannya terlalu sulit untuk dicapai melainkan karena melemahkan usaha terlalu dini dan menganggap kekurangan sebagai batu penghalang bukan sebagai sebuah tantangan untuk dilewati.
setiap hari adalah hari yang baik untuk belajar dan melakukan evaluasi atas semua mimpi-mimpi yang telah kita buat di tahun sebelumnya. Mengukur berapa persen mimpi yang telah kita capai. Lalu jika perlu mengevaluasi mimpi-mimpi sebelumya menjadi sebuah mimpi baru yang lebih baik lagi.

Belajar dari kejadian tahun 2013, saya mencoba merangkum beberapa impian dari sahabat yang saya tulis disini. Alhamdulillah 3 tahun sudah berlalu, sebagian impian itu sudah kami capai dan sebagian lagi masih harus kami perjuangkan. Semoga berhasil. Aamiin.

Hari ini, saat menulis. Ira ada disamping saya. Btw sebelum menulis impian kami selanjutnya, berikut impian saya terkait dengan dia yang saya tulis tahun 2013 lalu🙂

“Teman berikutnya adalah Ira. Nama lengkapnya Ira Pratiwi Arachman. Teman yang baru saya kenal sekitar satu tahun lalu. Dia adalah gadis manis yang datang dari orbit berbeda. Kami dari orbit manajemen dan Ira berasal dari orbit akuntansi. Meskipun beda orbit, saya merasa ada banyak kesamaan diantara kami. mungkin alasan itulah yang mengilhami kami untuk sehati hari ini, dan insya Allah sampai nanti. Melihat Ira, seperti melihat Ibu di masa muda. Ira adalah replika Ibu bagi saya. She is the sweetest girl in this world. By the way tanggal 7 Januari 2013 ira akan mengikuti training kerja di Jakarta. Saya berdo’a semoga dia bisa melewati setiap proses training dengan baik, mengabdikan setiap ilmu yang dia pelajari untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat dan setelah itu saya berdo’a semoga ira mau menemani setiap langkah di sisa hidupnya untuk berada disamping saya dalam menggapai mimpi kita bersama. Aamiin.”

Kini saya dan Ira sudah berkominten untuk hidup bersama, dan kami juga telah membuat mimpi berdua untuk fokus mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar diberi kempatan melanjutkan pendidikan ke eropa. Mimpi ini memang berat, tapi kami percaya dengan kata-kata Man Jadda Wa Jadda (Who Serious Will Success).

Apalagi kemarin, saya kumpul bersama teman-teman kantornya. Saya mendapat motivasi dan informasi dari salah satu temannya yang kebetulan sedang mengambil study di Jerman. Ada juga teman yang lain, memutuskan untuk resign bekerja karena ingin fokus melanjutkan kuliah. Teman berikutnya, meskipun sedang hamil, tapi tetap semangat belajar untuk mengikuti ujian CFA. Mereka semua berani keluar dari comfort zone, terus belajar dan bergerak untuk memperjuangkan impian masing-masing. Tidak ada alasan kita untuk stuck di satu tempat, mari kita berlayar ke laut yang lebih bergelombang.

With you, Almais, Abii, Mellya, Nurma, Hafni, Rio, Devi Puspitarini and Ulva Widya at Pizza é Birra

Tentu kita semua sepakat, hari esok harus lebih baik dari hari ini. Namun ingat perubahan tidak akan terjadi apabila tidak ada yang mengupayakannya. Perubahan dalam hidup anda bergantung dari apa yang anda upayakan (Rhenald Kasali).

Kalimat terakhir adalah do’a. Ya Allah, apabila dengan impian ini Engkau semakin cinta kepada kami maka bantulah kami. Jika dengan ini keberadaan kami bisa lebih bermanfaat kepada banyak orang, maka bantulah kami. Akan tetapi apabila dengan cita-cita ini kami menjadi sombong dan menjauh dari-Mu serta impian kami akan membebani orang-orang yang berada disekitar, maka berilah kami petunjuk. Aamiin.

Jakarta: March 1, 2016.