Shanum Audy Setiawan

Alhamdulillah. Hari ini, tepatnya jam 10.15 a.m putri pertama kami yang bernama Shanum Audy Setiawan telah lahir dengan kondisi yang sehat dengan berat badan 2.9 kg dan tinggi 34 cm. Proses persalinan yang cukup singkat dan lancar. Tidak lebih dari satu jam setelah istri masuk ruang operasi, akhirnya kami mendengar tangisan Shanum untuk pertama kali. Bukan hanya baby yang menangis, saya sendiri tak mampu membendung air mata.

Setelah Shanum dibawa suster ke ruang bayi, selang sekitar 10 menit, istriku keluar dari ruang operasi untuk dipindahkan ke kamar. Satu jam pertama, istri masih terbaring lemah. Mungkin masih terpengaruh sisa obat bius tapi setelah efek obat bius mulai habis, sayapun tak bisa membendung air mata ketika melihat istriku merintih menahan rasa sakit yang luar biasa. Jujur, baru kali ini saya melihatnya menahan rasa sakit sampai mengeluarkan air mata, bibirnya gemetar, dan tangannya menggenggam tangan saya dengan sangat kencang. Sesekali dia ucapkan zikir dan takbir untuk mengurangi rasa sakit tersebut. 

Dalam rintihan menahan sakit sekitar lima jam tersebut, saya berpikir tentang hikmah apa yang bisa saya pelajari dari sini. Akhirnya tanpa sadar, rintihan suara istri saat menahan rasa sakit inilah yang menginspirasi saya untuk tidak menyerah. Insha Allah saya akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan kebahagiaan bagi mereka baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin YRA. 

Terima kasih istriku, hari ini saya terkagum-kagum dengan kehebatanmu untuk menyembunyikan rasa sakit itu. Insha Allah, ini menjadi motivasi saya jika suatu hari nanti terpikir untuk menyerah.

RS Az-Zahra Palembang.

2 Desember 2016

Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban – Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.S.55:55).

Alhamdulillahirobbil’alamin.. Terima kasih atas nikmat dan semua anugerah yang telah Engkau berikan pada kami ya Allah.

Hari ini setidaknya ada 3 berita yang sangat membahagiakan. Pertama, aksi bela Al-Qur’an yang berlangsung di Jakarta berjalan dengan damai. Presiden dan wakilnya ikut hadir untuk melaksanakan sholat Jum’at berjamaah dengan jutaan peserta aksi, menambah syahdunya aksi super damai tersebut. Kita berdo’a semoga bangsa Indonesia akan menjadi lebih baik lagi di masa mendatang. Aamiin YRA.

Kedua, hari ini saya juga merasa bersyukur karena besok istri akan melaksanakan proses persalinan. Memiliki seorang bayi adalah hal yang saya dan istri impikan setelah dua tahun menikah. Semoga Ibu dan anaknya sehat dan semua dalam kondisi baik. Aamiin YRA.

Ketiga, Alhamdulillah hasil ujian IELTS yang saya lakukan tanggal 19 November 2016 lalu sudah keluar, dan nilainya cukup digunakan untuk apply di beberapa kampus di kawasan Eropa (Terima kasih Allah SWT, Istriku, dan Central team). Insha Allah ini akan menjadi menyemangat saya untuk melangkah maju, mengejar mimpi yang lain yaitu melanjutkan study ke Eropa. Ya Allah, jika study S 3 di Inggris itu adalah jalan terbaik bagi hamba-Mu, maka bantulah saya yang bodoh ini agar bisa melalui prosesnya dengan baik agar bisa kembali belajar di tempat terbaik tahun 2017 nanti. Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan. Ya Allah kabulkanlah do’a kami. Aamiin YRA.

RS Az-Zahra Palembang.

2 Desember 2016.

 

 

 

 

 

What is Opportunity

Although this is a old video but it’s still good to watch for everyone, especially for those who want to start a business. I do believe that what Jack Ma said about business opportunity will inspire us. Furthermore it will strengthen our foundation and willingness to start a new business. It’s all beyond money.

I try to quote what Jack Ma Said about business and opportunity “Business isn’t a passion, it’s a concern of worry. Where is the opportunity? it always lies on the place where people worry. If you solve the worry problem, that’s the greatest opporunity you have. Happy watching.

Jika Kamu Terpikir untuk Menyerah

Memang tidak mudah merubah sesuatu. Apalagi merubah sudut pandang yang sudah terbentuk puluhan tahun. Taleb dalam bukunya The Black Swan menyebutkan bahwa dahulu kita menganggap semua angsa berwarna putih, sampai pada suatu hari ditemukan angsa berwarna hitam di Australia. Seketika itu, sudut pandang kita tentang warna angsa yang hanya putih berubah.

Saya juga mengalami Black Swan hari ini. Sebelum datang ke education expo, saya hadir dengan sudut pandang bahwa memiliki mimpi kuliah di luar negeri hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan bahasa asing yang bagus. Sudut pandang itu berubah saat saya mendengar cerita Ibu Citta (Country Representative at University Canberra). Beliau sharing tentang perjuangan seorang mahasiswi yang tinggal di belakang gunung Jayawijaya, Papua. Awal tahun 2000, Bu Citta melakukan sosialisasi ke salah satu universitas disana. Ada seorang mahasiswi yang mengutarakan niatnya untuk melanjutkan kuliah di Australia. Saat membangun mimpi tersebut, mahasiswi itu tidak memiliki kemampuan bahasa inggris sama sekali. Bukannya patah semangat dan menyerah. Hal ini justru mendorongnya untuk mengikuti kursus bahasa secara intensif selama satu tahun hanya untuk mencapai nilai IELTS 4.5. Ya kamu tidak salah baca, hanya untuk mencapai nilai IELTS 4.5.

Score ini tentu masih jauh dari target untuk bisa kuliah di luar negeri. Rata-rata universitas di luar negeri mensyaratkan nilai IELTS minimal 6.5. Hasil penelitian menyebutkan bahwa dibutuhkan waktu belajar serius selama 200 jam untuk meningkatkan nilai sebesar 0.5. Misal nilai writing saya 5.5 untuk meningkatkannya menjadi 6.0, maka saya harus belajar selama 200 jam, secara serius.

Kembali ke cerita mahasiswa asal Papua. Karena sudah memiliki niat yang kuat. Dia terus belajar dan di akhir tahun ke dua, dia mendapat IELTS 5.5 dan berkesempatan menerima beasiswa dari pemerintah Australia untuk belajar di University Canberra. Apakah proses belajar bahasa sudah selesai? Tentu saja tidak.

Dia harus mengikuti kelas persiapan bahasa sekitar 9 bulan. Jadi secara total mahasiswi tersebut telah melewati proses panjang, hampir 3 tahun hanya untuk meningkatkan kemampuan bahasa. Tentu saja tanpa kehilangan fokus atas impian yang ingin dia capai.

Tiba-tiba Ibu Citta bertanya, apakah kamu pernah terpikir untuk menyerah?

(Dalam hati saya menjawab pernah, tepatnya 2 bulan lalu. Saat harus menerima kenyataan bahwa score IELTS saya hanya 5).

Belum sempat saya menjawab. Tiba-tiba beliau menjawab dengan kalimat it’s disaster!

Jika kamu tinggal di kota Palembang dan sudah memiliki kemampuan dasar bahasa asing yang cukup, lalu terfikir untuk menyerah mengejar impianmu kuliah di luar negeri. Menurut saya itu adalah bencana. Saya menyebutnya bencana karena sebenarnya kamu mampu tapi kamu merendahkan kemampuanmu sendiri. Kamu malas untuk berusaha. Percayalah, the opportunity will knock at your door in the right time.

Budi, apakah kamu pernah terfikir untuk menyerah?

Ingat kata-kata saya, menyerah itu akan menjadi bencana untukmu dan sesuatu sikap yang tidak layak untuk kamu warisi ke generasi-generasi setelahmu. Tentu tidak ada rasa kebahagian jika kamu harus berbagi dengan anak dan cucumu nanti tentang kelemahanmu, tapi sebaliknya. Jika kamu bisa berbagi cerita tentang perjuangan melawan semua keterbatasan untuk menggapai impian, itu akan menjadi suatu legacy yang tak ternilai. So, jangan pernah (bahkan terfikir) untuk menyerah menggapai mimpimu. There’s a will, there’s a way and man jadda wajada.

Insha Allah I will never think to give up to pursue my dream. I will embrace the process to get it. Aamiin YRA.

Frog

The growth of human knowledge is a new matter if it is not followed by the growth of human emotional quetion. We might be a clever but if our cleverness do not give benefit to human life, I think we fail to find out the philosophy of knowledge. Hence, when we already achieve the highest level of formal education, there is no way to go higher. We must stop. Then we go down to share our knowledge to other. At the same time, we also learn something new. During the learning process, we also need to lower our ego in order we are able to learn something (two ways communication). The teachers and students should find interesting and exciting in a learnin process. If it is not, we will never learn anything new, like a frog trapped inside a coconut shell. Narrow minded but act as if they know everything.

Something in Mind

I’ve discussed with my thesis supervisor. It’s all about current economic issues. But I suddenly remembered with economic journal, it was written by U.S proffessor about how can stock market development impact on economic growth. This question bother me sometimes. Talking about stock market in a country which has capital market literacy below 1 percent compare to total popullation, it’s kind of interesting rubric. My friend who work in stock market industry almost get mad because he faces many problems to marketize it. He said if you want to be a good stock market practitioner, you must learn how to sell a pen to blind people. There are several obstacles, even it starts from the basic understanding, the way Indonesian people see stock market industry. Some people view stock market as “casino” that have little positive impact on their life and country.

Does stock market similar with “casino”?

I think Dr Zakir Naik and Dr Budi have perfect answer. Clik Dr Zakir Naik – Stock Market Halal or Haram? and Hukum trading saham dan jual beli sekuritas dalam Islam..

Does stock market has positive impact on economic growth?

It’s very interesting topic to be discussed. Emperical evidence shows different result. Some of economists stated the existence of a strong positive correlation between stock market development and economic growth. However, some authors resulted there was no significant relationship between stock market and economic growth.

By the way, what is your opinion? Can stock market be an engine of economic grotwh?

Let’s voice your opinion here🙂

Note : To be frank, insha Allah I interest to conduct research about does Indonesia stock market impact on economic growth? May Allah give me chance to do that. Aamiin.