Tak Terlupakan

FE UNSRI

Sahabat akan selalu ada, walau jarak dan waktu memisahkan kita.

Acara yusdisium Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya pada tanggal 28 Februari 2009, telah melahirkan suka cita bagiku. Kurang lebih 4 tahun aku harus menuntut ilmu di perguruan tinggi ini. Walaupun jaraknya lumayan jauh, sekitar 1 jam jika ditempuh dengan bus mahasiswa. Tapi itu tidak menyurutkan niatku untuk menyelesaikan amanah dari orang tuaku.

Banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik dari bangku kuliah, mulai dari mempelajari culture budaya teman yang datang dari berbagai latar belakang, sampai pada tehnik lobbiying agar bisa mendapatkan dana kemahasiswaan.

Begitu cepat waktu berlalu, rasanya baru kemarin aku mengenakan baju kaos hitam pemberian senior sebagai tanda acara OPDIK Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya dimulai, naik turun tangga kantor dekanat hanya untuk medapatkan cap dari kepala bagian akademik atau melihat jadwal kuliah yang berubah serta meluncur ke penjara perempuan karena teman satu organisasi tertangkap polisi dalam rahazia gabungan tanpa SIM dan STNK sehabis memasang spanduk dan poster di hampir setiap sudut kota Palembang, belum lagi hiruk pikuk di ruang 1103 yang tidak terlupakan.

Di kamar 4×7 meter, aku melamun, lalu menarik garis perjalanan dari titik mula aku beranjak, di sekolah Madrasah Qur’aniah 1, aku mulai mengenal huruf A, B hingga Z. mulai belajar bermain jangka untuk membuat sudut lingkaran, atau menggambar peta menyerupai burung yang baru-baru ini aku sadari sebagai kota papua, irian jaya. Sampai sekarang aku mulai sedikit berani untuk menganalisis struktur modal perusahaan walaupun hanya untuk mengaitkannya dengan rasio likuiditas dan rentabilitas.

Jika dulu aku tidak pernah bermimpi untuk menyelesaikan kuliah, jika dulu aku tidak melihat mata ayahku berkaca-kaca saat menceritakan getir masa kecilnya, jika dulu aku tidak berani berjanji untuk mengharumkan mendiang nenek-kakekku, aku tidak tau apa yang akan terjadi pada diriku sekarang.

Gusti Allah telah mengingatkanku dalam kitab-Nya, bahwa tidak dapat berubah keadaan suatu kaum jika mereka tidak berusaha untuk merubahnya sendiri dan aku teringat ucapan kakek bahwa Jeng Gusti tidak akan mendatangkan cobaan di luar kemampuan hambanya. Dan aku yakin bahwa kemampuan yang telah Allah berikan itu lebih dari cukup untuk mengatasi masalah hidup ini.

Kini semua hampir berlalu, tinggal kenangan seorang sahabat yang tidak akan pernah sirna, ketika canda tawa mulai mengusir gundah, bantuan bisa meringankan masalah dan tak jarang air mata mengalir untuk membersihkan luka kesalah pahaman. Jangan pernah menyesali sebuah pertemuan yang selalu melahirkan perpisahan, sejatinya kita hanya melakoni scenario yang disutradarai oleh sang pencipta, jadi mainkanlah peran itu dengan baik sesuai yang telah diskenariokan dalam kitab-Nya. Yakinlah teman walaupun kita harus berpisah sekarang, ini untuk kebaikan kita, demi masa depan kita dan demi kebahagiaan orang tua kita. Semua ini hanya proses kehidupan, yang harus kita lewati, harus kita taklukkan setiap rintangan dan itu hanya bisa dilakukan oleh seorang juara.

Selamat berjuang sahabat, jangan pernah menyerah, apalagi harus mundur sebelum bersaing. Gapailah mimpi-mimpi hingga kita bisa mengobati sedikit luka orang tua yang telah bersusah paya mengandung anaknya.

Good Luck My Friends

3 thoughts on “Tak Terlupakan

  1. memang setelah kita keluar dari dunia perkuliahan menuju dunia luar, kita akan sangat memikirkannya.. yg dulunya cari bakso sama2, sekarang mungkin akan sendiri.. tapi itulah hidup. dan itu harus dijalani. toh kesendirian itu tidak akan selamanya. karna kita akan dihadapkan yang namanya pernikahan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s