Dampak Ekonomi seputar Bom di JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta

bom jw marriot dan ritz carlton

Sebenarnya tidak ada yang beda di hari jum’at pagi ini selain aku harus datang ke mess baru dari jakarta timur dan kembali ke gedung bimantara, cukup untuk olahraga bagi manusia malas sepertiku. datang ke kantor dan kerja seperti biasa. tapi Jum’at yang seharusnya jadi hari yang indah ini harus dilumuti dengan butiran air mata bagi saudara kita yang ada di sekitar hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. sekitar pukul 7.47 pagi tadi, jakarta (Indonesia) kembali digetarkan oleh bom di lokasi yang sama seperti enam tahun yang lalu.

sejauh ini ada beberapa korban yang meninggal dan banyak juga yang mengalami luka-luka. informasi sampai saat ini ada sekitar

9 orang meninggal dan puluhan orang mengalami luka-luka. tidak hanya itu berapa banyak keluarga-keluarga dunia yang akan trauma untuk datang ke Indonesia, berapa banyak investasi yang seharusnya dapat dibangun di Indonesia harus di reschedule dan berapa banyak devisa Indonesia dari pariwisata akan menghilang, serta bagaimana kita bisa menciptakan lowongan kerja baru jika investasi dari sekot riil tidak berjalan, maka dari itu kita harus bahu membahu dalam menjaga perdamaian negeri yang kaya ini.
Kalau kita mengutip tulisan calon wakil Presiden Indonesia Bapak Boediono dalam artikel beliau yang berjudul “apa prasarat dasar bagi ekonomi Indonesia dapat pulih kembali”. dalam artikel tersebut dijelaskan setidaknya ada tiga sebab mendasar agar ekonomi indonesia dapat pulih.
1. Para pelaku ekonomi belum yakin atas situasi kemanan dan ketertiban umum.
2. Masyarakat belum melihat adanya aturan main yang jelas di berbagai bidang
3. Masyarakat belum yakin bahwa kebijakan ekonomi yang digariskan hari ini tidak berubah besok pagi karena ada perubahan arah angin politik.
komitmen dari ketiga syarat di atas dapat diwujudkan dengan adanya pertumbuhan investasi di sektor riil, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan produksi sehingga perekonomian Indonesia dapat tumbuh apalagi jika pertumbukan ekonomi itu dapat diimbangi dengan stabilitas ekonomi yang berkesinambungan..waw, mungkin masyarakat akan memiliki purchasing power yang tinggi dan mungkin banyak juga diantara mereka yang dapat menginvestasikan uang mereka karena nilai riil uang masyarakat tidak harus terdepresiasi akibat dari fluktuasi mata uang Indonesia.
kembali ke peristiwa bom Jum’at kemarin, rasanya fondasi yang dibangun oleh pemerintah untuk menciptakan keamanan di negeri ini akan teruji oleh kejadian di JW MArriott dan Rizt Carlton. kita berdoa semoga fondasi keamanan yang dibuat tidak roboh dan masih bisa direnofasi oleh pemerintah sehingga akan menghasilkan intruksi baru yang lebih bagus kokoh dan feasible baik bagi masyarakat Indonesia atau bagi Masyarakat dunia yang ingin datang untuk pariwisata maupun berbisnis di Indonesia.
pengamat ekonomi sendiri menilai dampak bom di JW Marriott dan Rizt Carlton tidak begitu banyak berpengaruh. Disampaikan oleh pengamat ekonomi dari Kepala riset ekonomi Asia pada Citigroup Inc, Hong Kong, Johanna Chua menyatakan bahwa Serangan teroris di Indonesia bukan hal baru. Dampak ekonominya sepertinya akan kecil saja.
Perekonomian Indonesia yang berkekuatan 433 miliar dolar AS atau yang terbesar di Asia Tenggara, tumbuh 4,4 persen pada paruh pertama setahun terakhir ini. Bandingkan dengan Malaysia yang berkontraksi 6,2 persen atau Thailand yang merosot 7,1 persen.
Pertumbuhan ekonomi akan semakin melesat tinggi sampai 7 persen jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memenuhi janjinya untuk menuntaskan infrastruktur jalan yang rusak, pelabuhan-pelabuhan yang terbengkalai dan memperbarui kelistrikan, kata Joachim von Amsberg, wakil Bank Dunia di Jakarta. Plus bisa menciptakan atau setidaknya menjaga kepercayaan masyarakat dunia terhadap Indonesia (kalau yang ini merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat Indonesia).
dari kejadian kemarin setidaknya rupiah melemah ke titik terendah dalam tiga pekan terakhir, rupiah tertekan 1 persen pada Rp10.223 per dolar AS, sementara IHSG anjlok 2,7 persen, akan tetapi Pemboman Jakarta tidak menunjukkan (naiknya) risiko kredit untuk Indonesia, kata James McCormack, kepala pemeringkat obligasi pemerintah Asia pada Fitch Ratings, Hong Kong. untuk cadangan devisa, sampai saat ini Indonesia mempunyai 57,6 miliar dolar AS sampai akhir Juni, atau hampir terbesar sejak Juli 2008 (Okezone.com).
Semoga Ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh secara baik, melakukan distribusi income yang merata yang diiringi dengan stabilitas ekonomi yang berkesinambungan. Aamin.

2 thoughts on “Dampak Ekonomi seputar Bom di JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s