Scheme of Global Crisis

Ketika keserakahan mengancam dunia.
krisis globalEkpansi properti yang begitu besar, menarik investasi hingga $ 10,6 Triliun atau sekitar 74% dari PDB Amerika yang sebesar $ 14,3 Triliun. Dari $ 10.6 Triliun yang diinvestasikan tersebut sekitar $ 1,6 Triliun yang disalurkan ke Subprime atau golongan yang kurang layak diberikan kredit. Karena ekspektasi masyarakat terhadap dunia properti yang begitu menggiurkan, maka produk-produk properti ini dijual dalam bentuk produk investasi di pasar skunder.
Produk ini laku keras dan Lehman Brother salah satu pemegang terbesar dari produk investasi ini. Pada saat properti sedang menggeliat di Amerika, dalam waktu yang bersamaan sekitar akhir semester pertama tahun 2005 terjadi peningkatan harga minyak dunia mulai $ 30/ barel menjadi sekitar $ 70/ barel. Minyak yang hampir menjadi Multi sektoral ini menyebabkan terjadinya inflasi yang cukup tinggi di Amerika.
Jika awalnya inflasi di Amerika bergerak di angka 2 % kini harus merangkak naik hingga 5%. Dan untuk menjaga stabilitas ekonomi Amerika, The Fed menaikkan suku bunga hingga 5,2 % yang tentunya akan menghambat pertumbuhan sektor riil. Kebijakan yang secara ekonomi cukup berat tetapi harus dilakukan. Suku bunga yang tinggi ini menurunkan purchasing power msayarakat Amerika dan efeknya akan menurunkan kemampuan mereka dalam membayar kredit propertinya. Harga instrumen properti yang dulunya jadi primadona, kini tiba-tiba ambruk dan lagi-lagi Lehman Brother sebagai pemegang saham terbanyak untuk sektor ini kehilangan begitu banyak asetnya. Tak hayal The Fed sempat memberikan bantuan untuk menolong perusahaan investasi yang lagi sekarat ini.

Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia yang menjadikan Amerika sebagai kiblat eksport harus gigit jari karena AS harus melupakan rekan bisnisnya sejenak untuk fokus pada perbaikan ekonomi domestik mereka. Ekspor menurun sementara Import tetap, maka secara ekonomi devisa ekonomi negara akan berkurang dan ini akan berdampak ke PDB Indonesia. Sekarang kita bisa mengambil hikmah, setidaknya kita mulai mencari rekan bisnis baru atau justru bisa mengembangkan ekonomi domestik yang pangsa pasarnya cukup besar. Sudah saatnya demokrasi ekonomi Indonesia ditegakkan.

Dari Indonesia, oleh Indonesia dan Untuk Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s