Bubur Century Spesial

Bubur Century lezat!!!

Tanggal 21 November 2008 akan jadi hari bersejarah bagi Bank Century. Pengambilalihan bank century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) semakin memperjelas berhentinya fungsi manajemen lama dan pemegang saham bank tersebut. Secara otomatis pemegang saham publik Bank Century sudah tidak ada lagi lantaran equitynya bernilai negatif dan capital adequacy ratio (CAR) mencapai minus 3,5%. Hingga kwartal ketiga 2008, komposisi pemegang saham Bank Century terdiri atas Clearstream Banking Lexemburg sebesar 11,5%; First Gulf Asia Holding Limited 9,5%; PT Mega Century Investindo 5,64%; dan selebihnya yaitu sebesar 57,21% dimiliki publik. Dari jumlah saham publik itu, pemegang saham yang kepemilikan sahamnya di bawah 5% mencapai 55,4%.

Bank Century

Sesuai aturan Undang-Undang nomor 24 tahun 2004 tentang lembaga penjamin simpanan, pemerintah akan mengambilalih seluruh saham (termasuk saham publik) pada perusahaan yang mengalami kebangkrutan selama tiga tahun dan dapat diperpanjang dua tahun sebelum perusahaan tersebut dinyatakan siap jual oleh pemerintah. Tetapi sayangnya sampai saat ini belum ada aturan pasti mengenai perusahaan yang diambilalih oleh LPS, apakah perusahaan tersebut tergolong perusahaan publik atau non publik.
Kejadian yang dialami Bank Century bisa diibaratkan menanak nasi tetapi kelebihan air, sehingga menjadi seperti bubur, tetapi bukan untuk dibuang melainkan diperlukan manusia yang kreatif dan bercita rasa tinggi agar bisa menciptakan bubur itu menjadi nikmat dan lezat yang tentunya perlu beberapa bumbu tambahan sebagai pelengkap sebelum mendapat kepercayaan masyarakat kembali untuk dimakan. Bukan hanya karena equity dan CAR negatif yang membuat Bank Century harus dirawan, tetapi setelah LPS resmi mengambilalih saham Bank Century terkuak kasus reksadana bodong yang disinyalir terbitan PT Antaboga Delta Securities. Antaboga merupakan perusahaan yang berafiliasi dengan Bank Century dengan dugaan Bank Century diidentifikasi menjual produk investasi terbitan Antaboga atau justru Antaboga memasarkan produk investasi milik Bank Century, yang sempat menjadi perbincangan hangat kerena reksadana tersebut nilainya bodong. Informasi tersebut langsung dibantah oleh direktur Bank Century, Maryono. Bankir kelahiran Kabupaten Rembang ini menegaskan bahwa sejak 18 Mei 2006, direksi Bank Century telah mengeluarkan internal memo yang menegaskan bahwa dengan berakhirnya perjanjian sub agen penjualan antara Bank Century dengan Antaboga pada 22 Desember 2005, maka Bank Century tak lagi bertindak sebagai sub agen pemasaran produk-produk reksadana tersebut.
Sepertinya publik belum percaya, sampai saat ini untuk menciptakan selera dan kepercayaan masyarakat, pemerintah sempat menyuntikkan dana hingga Rp 6,7 triliun, meskipun dinilai cukup besar oleh beberapa pengamat tetapi menurut pemerintah angka itu lebih murah dibandingkan kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank yang bisa menimbulkan dampak sistemik. Setidaknya ada tiga alasan mengapa pemerintah tidak menutup Bank Century.
Pertama, terjadi penurunan kepercayaan nasabah. Penutupan Bank Century yang memiliki 65.000 nasabah ditakutkan akan memicu kepanikan masyarakat (Rush). Kedua, Bank Indonesia (BI) menyatakan penutupan Bank Century akan berdampak terhadap pasar keuangan karena keadaan ekonomi masih labil. Ketiga, BI juga menyatakan penutupan Bank Century bisa mengancam sistem pembayaran.
Tiga alasan pemerintah itu cukup masuk akal, apalagi jika kita berkaca pada krisis 1998 ketika rush terjadi dimana-mana. Kepercayaan hampir benar-benar menghilang, puluhan bank diliquidasi dan pemerintah harus mengeluarkan Bantuan Langsung Bank Indonesia (BLBI) yang hingga saat ini sulit untuk dicari jalan keluarnya. Lebih bijaksana jika kita mencari jalan keluar untuk menciptakan resep bagi perusahaan yang sedang sakit ini, banyak cara untuk membuat bubur Century menjadi nikmat dan nantinya bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat kembali.
Sejumlah resep strategis dan taktis dijalankan manajemen baru Bank Century. Satu diantaranya berganti nama. Fenomena ganti nama bukan hal baru di dunia perbankan nasional. Gabungan Bank Bapindo, Bank Exim, dan Bank Bumi Daya merger dan berganti nama menjadi Bank Mandiri, sebelum akhirnya menjadi bank terbesar di indonesia. Bank bali yang juga berganti nama menjadi bank permata.
Resep kedua, mengakuisisi kepemilikan dengan cara membeli saham dalam jumlah besar. Berita ini pernah terdengar dimana PT Sinar Mas Multiartha Tbk akan membeli 70% saham PT Bank Century dan akan diikuti aksi korporasi lanjutan, terkait dengan ketentuan kepemilikan tunggal (single presence policy). Akuisisi diharapkan mampu merecovery perusahaan karena akan meningkatkan kinerja bank tersebut seiiring dengan bertambahnya nilai aset dan jaringan. Hal senada juga disampaikan oleh ekonom senior Bank Nasional Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto mengatakan akuisisi akan menjadi tren di industri perbankan karena hal ini sesuai dengan filosofi di bank tersebut dimana pemilik harus selalu menambah modalnya kalau tidak bisa menjaga modal, dia harus cari mitra. Ini sejalan dengan arah BI yang menghendaki jumlah bank diringkas melalui single presence policy.
Selain resep internal, menurut saya bantuan resep ekstenal tidak kala pentingnya, diantaranya bantuan teman-teman pers dalam meliput berita karena problem berat yang dihadapi manajemen baru bank century terkait brand image adalah masih adanya aksi turun kejalan yang dilakukan investor Artaboga di kantor-kantor cabang Bank Century. Aksi-aksi tersebut akan menggerus kerpercayaan masyarakat terhadap industri perbankan yang fundamentalnya berasal dari kepercayaan.

Selamat menikmati resep bubur Century Spesial.

2 thoughts on “Bubur Century Spesial

  1. setelah sekian lama kasusnya tidakbisa diselesaikan
    akhirnya Bank Century berganti nama menjadi Bank Mutiara.

    semoga sajasetelah berganti nama, kinerja serta oprasional Bank Mutiara bisa transparan
    sehingga tidak muncul lagi masalah yang sangat runit seperti sekarang ini
    bukan tidak mungkin dari persoalan ini yang menjadi korban adalah para nasabah Bank Century terdahulu..

    kini Bank Mutiara harus bekerja dari Nol lagi…
    mencari kepercayaan dari para nasabah yang telah hilang kepercayaannya terhadap kinerja Bank Century terdahulu…

    semoga saja penyidik serta penyelidik bisa segera menyelesaikan kasus ini.
    Iklan

    • Setuju benget.
      kita support bank mutiara, biar bisa menjadi intermediari antara orang yg kelebihan dana dan yg membutuhkan dana sehingga ketimpangan antara sektor keuangan dan sektor riil dapat teratasi..Aamin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s