Ayam Goreng Borobudur dan Capital Market…

Jatuh cinta pada pasar modal mengantarkankku hadir pada forum calon investor di hotel Paninsula Manado.

Seperti hari-hari kerja biasa, harumnya ayam goreng mbak siti mengundangku untuk selalu makan siang di warungnya. Rumah makan yang keberadaannya baru aku sadari ketika hampir 5 bulan di Manado. Bisa dibilang aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Upps.. maaf bukan fall in love with mrs siti tapi aku jatuh cinta dengan ayam goreng dan sambal kecapnya yang manis, dan aromanya sesekali membawa lidahku terbang ke kota Jakarta. Tepatnya ayam goreng cak Iswan yang lokasinya berada tepat di depan hotel Lumere Jakarta Pusat.
Sudah jadi ritual harian bagiku, waktu menunggu ayam goreng yang lagi dimasak aku manfaatkan untuk membaca koran lokal, hanya untuk mengetahui info hangat di kota tinutuan ini. Tetap berita ekonomi selalu jadi menu utama, berita olahraga kedua dan berita politik selanjutnya. Lembar per lembar aku balik kertas coklat itu dan waw, suprise man, aku melihat ada ajakan untuk menghadiri seminar pasar modal di hotel paninsula. Acara yang akan dimeriahkan oleh PT IDX, PT KSEI, PT KPEI dan PT BNI Securites ini GRATIS alias tidak dipungut biaya. Tanpa buang waktu, langsung aku catat contact personnya. Senang sekali rasanya, belum sempat aku meloncat bahagia tiba-tiba aroma ayam goreng mbak siti menghipnotisku untuk tenang dan seperti biasa Insya Allah do’a sebelum makan harus kuhaturkan sebagai rasa syukurku pada sang Khalid.
Kamis malam, tepatnya tanggal 22 april 2010 aku berkostum sedikit rapi. Kemeja biru, celana dasar warna hitam dan tentunya jiwa pembelajar anak muda harus benar-benar aku siapkan hari ini. rasanya aku ingin menyerap semua yang disampaikan oleh pembicara. Malam ini aku tidak sendiri, bersama dua teman kantor aku tegap melangkah. Sebenarnya undangan ini sempat aku sebar mulai dari karyawan hingga ke pimpinan cabang tetapi baru dua orang yang tertarik dengan pasar modal.
Tiba di hotel bintang lima itu, kami disambut oleh bellboy hotel dan mengarahkan kami ke ruang lotus tempat acara seminar pasar modal itu dilaksanakan. Seperti biasa, kami harus mengisi buku tamu dan dapat souvenir cantik. Selain baju dan flier perusahaan sekuritas, panitia juga menyediakan buku panduan untuk bertransaksi di pasar modal.

Jam sudah pukul 19.00 WITA, masih asik mendengar lagu heaven yang dibawakan oleh singer hotel. Lagu selesai dan dinner di hotel bintang lima dimulai. Sebenarnya aku lapar malam itu, tapi di kota ini aku harus lebih hati-hati dalam memilih makanan. Maka aku putuskan untuk mengambil puding, dodol, lemper dan pepaya sebagai penutup. Setidaknya inilah menu yang aku yakini kehalalannya malam itu. Tampil sebagai pembicara pertama, Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BE/IDX) Uriep Budhi Prasetyo memberikan gambaran perkembangan pasar modal di Indonesia. Beliau berpesan sebelum kita memutuskan berinvestasi di pasar modal hendaknya kita tahu dahulu mekanismenya. ”masuk pasar modal, kita harus tahu dulu medannya. Supaya risiko yang tidak diinginkan dapat dihindari”. Sebagai pelaku pasar kita juga harus waspada dengan kolusi yaitu pembentukan harga yang tidak wajar dan inside trading merupakan praktek yang harus diberantas.
Tak mau kalah dari pak Uriep, Direktur PT KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia) Bambang Widodo menjelaskan pihaknya bertugas menyelesaikan kewajiban nasabah yang gagal di pasar modal atau bursa efek. KPEI dapat mengambil alih tanggung jawab anggota kliring yang tak lagi memenuhi syarat. Terus terang, karena kepolosanku dalam dunia pasar modal maka sistem kerja dan mekanisme dari PT KPEI ini yang belum bisa aku mengerti sampai hari ini.
Acara yang sepertinya diburu-buru waktu ini membuat pembicara ketiga, Direktur PT KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia), Ananta Wiyogo mengambil waktu sekitar 5 menit untuk mempromosikan program baru PT KSEI yaitu kartu akses. Kartu yang lahir atas kerjasama PT KSEI dan PT IDX tersebut diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Dan diharapkan, jika telah memiliki kartu tersebut, investor lebih mudah dalam memantau portfolio asetnya.
Lain kartu akses lain juga ESMART. ESMART adalah layanan online trading yang disediakan oleh PT BNI Securities. Direktur BNI Securites, Jimmy Nyo juga mengajak anak muda untuk mulai belajar mengenai transaksi di pasar modal, kedepannya mungkin BNI Securities akan mengadakan pelatihan secara regular untuk memberikan informasi pasar modal secara detail. Keempat pembicara sudah selesai memaparkan materi. Animo masyarakat manado yang cukup tinggi mumbuat moderator kebingungan untuk memilih siapa yang diberi kesempatan untuk bertanya. Rasanya aku sudah 6 kali lebih mengangkat tangan tetapi sepertinya kaum tua lebih menarik moderator. Hingga akhir acara aku tetap tidak mendapat kesempatan untuk bertanya. Setidaknya ada 2 pertanyaanku waktu itu (mungkin ada teman-teman yang membaca tulisan ini dan bisa menjawab, dengan senang hati saya terima).
Pertanyaan 1: sebagai seorang investor kita cenderung mengharapkan keuntungan yang maksimal, kira-kira dengan kondisi market seperti saat ini. bagaimanakan portfolio terbaik untuk kita ambil dengan instrument investasi yaitu saham, reksadana saham, dan reksadana campuran?
Pertanyaan 2: saya sudah memberli reksadana melalui bank yang memasarkan produk reksadana, apakah bisa saya meminta kartu akses pada bank yang menjual produk reksadana tersbut?

Ditunggu jawabannya…..Terima kasih sebelumnya.

Karena waktu yang sudah mepet, Panitia hanya membuka 2 sesi tanya jawab dan setiap sesi ada 3 orang yang diberi kesempatan. setidaknya ada 6 orang yang diberi kesempatan untuk bertanya. Dari keenam orang tersebut ada 1 orang penannya yang mengundang perhatian banyak orang, mungkin waitress hotel pun ikut berhenti menuangkan air karena ulah bapak satu ini. Waktu itu seorang dosen yang menurutku umurnya bersikar 60 tahun karena rambutnya yang mulai memutih dan tipis. Bapak berkacamata itu mengambil microfone dan berprolog sebelum menjurus pada pertanyaan inti, tapi prolognya sudah panjang dan pertanyaan yang sudah dinanti tak kunjung datang. Beberapa kali moderator menegur agar beliau segara mengutarakan pertanyaan tapi tetap saja seperti ingin mengulas perjalanan panjang hidupnya di forum pasar modal itu. Akhirnya cibiran dari peserta forum menyadarkan beliau dan parahnya lagi pertanyaannya itu berbanding terbalik dengan kualitas prolognya yang panjang. Oh my God, maafkan aku dan dua temanku (pak billy dan salim) karena malam itu aku tidak sanggup lagi untuk tidak menepuk kepala tanda kecewa dan heran karena pertanyaan kakek itu tidak sedahsyat prolognya..Heee.

Pesan Sponsor: Tahu caranya, tahu risikonya, pasti tahu keuntungannya.

Hotel Paninsula, Manado 21.30 WITA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s