Dua Warna Maret 2011

Putih dan Merah Jambu Maret 2011…

1 Maret 2011. Besyukur karena sebelumnya tidak pernah terfikir bisa mengikuti sales convention di sebuah perusahaan multinational. Apalagi saat ini statusku masih dalam masa percobaan (probation) tapi sudah diundang untuk menghadiri acara terbesar yang pernah aku kunjungi. Mungkin membayangkannya saja aku belum pernah, menginap di hotel bintang 5 selama 3 hari, mendapat accesories yang cukup banyak, makanan dan minuman yang berlimpah. Alhamdulillah, nikma-Nya yang mana yang masih aku dustai. Terima kasih.  Ya Allah, dulu aku pernah bermimpi untuk bisa bekerja di perusahaan yang masuk dalam 500 fortune company, dan alhamdulillah Engkau telah mengabulkannya lebih cepat dari yang aku pinta dan Insya Allah lebih baik karena perusahaan ini bukan hanya masuk ke dalam 500 fortune tetapi pada tahun 2010 lalu bertengger di nomor 44 dalam daftar fortune 500 world companies. Alhamdulillah.

4 Maret 2011. Meeting koordinasi di Jambi untuk menyamakan visi dan misi yang telah disampaikan pada saat pertemuan Nasional Sales Convention awal bulan lalu. Meeting tidak seberat di jakarta yang bicara tentang perbaikan segala lini. Baik how to growth in modern channel and traditional channel but also how to engage with distributor then how to decrease market return. Wah..wah, kepala mumet rek rasanya, tapi tetap kita harus sadar bahwa masalahadalah pintu ilmu, maka terjunlah ke dalam masalah yang paling besar dalam hidup dan ingat bahwa Allah tidak memberikan cobaan di luar kemampuan hamba-Nya. Yes we can and let be a part of solution rathet than be a part of problem…so don’t be afraid to jump onto the problem : )

5 Maret 2011 (08.00 – 20.00). Travel down town, aku suka hari ini, setelah cukup tegang dengan rutinitas kerja, kini aku bisa pulang dan bertemu orang-orang yang aku cintai. Tiba jam 2 dini hari di rumah, langsung cuci muka dan tidur. Paginya lanjut ngobrol dengan Bapak, Ibu dan adik-adikku. Tenyata mereka sudah pada besar dan aku harap adik-adkikku bisa menjadi orang yang bermanfaat baik bagi orang lain. Aamin. Kangenku sedikit merenggang ke keluarga tapi upss..,masih ada rasa kangen dengan seseorang dan Alhamdulillah dia mau di ajak jalan hari itu. Seperti biasa aku menjemputnya, seharusnya hari itu aku bisa berkenalan dengan kedua orang tuanya tapi karena orang tuanya pergi siang itu, maka keinginan itu harus aku tunda. Aku belum bisa menjamin kedepannya seperti apa dengan seseorang yang masih mejadi temanku ini, tapi aku harap jika ini yang terbaik bagi Allah untuk kami, aku ingin dimudahkan untuk menuju sunnahnya. Aamin. Hang out kita mulai selesai sholat dzuhur dan Palembang Indah Mall (PIM) adalah tujuan kami. Ada beberapa deadline antara lain sharing tentang skripsinya yang kebetulan ada hubungannya dengan rasio keuangan, setelah itu,,setelah itu hmmmm. Kita hanya minum juice melon, capucino coklat, nonton, dan back to habit yaitu ke Gramedia Pusat untuk mencari buku strategi DMAIC dan hasilnya weleh, weleh belum ada ternyata. Sebenarnya malam ini aku ingin mengajaknya untuk makan Pempek tapi sepertinya hari sudah malam dan kita putuskan untuk pulang. Terima kasih Keluargaku dan dia yang saat ini masih menjadi temanku, semoga dirimu masih ingat dengan pesanku di Solaria sore lalu. Oya, satu lagi. Jika aku tidak berlebihan aku hanya ingin berbagi bahwa tiada pemandangan terindah hari itu kecuali saat melihat air wudhu membasahi wajahnya, Subhanallah.

5 Maret 2011 (21.00 – 23.00). aktivitas masih berlanjut hari itu, malam itu aku ikut nimbrung di obrolan bapak-bapak, biasa kongko-kongko ala pujasera (putera jawa kelahiran sumatera). Banyak isu yang dibahas, mulai dari kisruh PSSI, partai koalisi, priok nasi, hingga menonjok dengan pertanyaan kapan pulang membawa istri. Waduh, piye iki pakde, saya belum ada yang mau hingga hari ini heeee. Sudah ah, sudah jam 11 malam, daripada disindir mulu tentang walimah, mending saya muleh neng omah and turu (pulang). Assalamu’alaikum: tiba di rumah dan dibukakan pintu oleh Ibuku, seperti biasa ibuku tersayang selalu tahu apa yang anaknya mau. Ini Bud, sudah Ibu gorengkan pempek untukmu. Terima kasih sekali Ibu. Hal ini yang membuatku tidak pernah lupa untuk selalu mengecup keningnya ketika ingin pergi. Lah gimana lagi, beliau baik banget, sempat curhat ke beliau seperti ini: “Ibu jika suatu hari nanti bertemu seseorang perempuan yang menurut Ibu baik dan sabarnya seperti dirimu, Insya Allah dengan senang hati aku akan menerimanya”. Mendengar curhat ini, Ibuku malah menutup malam itu dengan ucapan sederhana. Tanya saja ke Bapakmu, sepertinya beliau lebih jago untuk itu. Ya Ibu tersipu malu malam itu. Heeee

6 Maret 2011. Insya Allah to be continued…

 

Muara Bungo, March 10, 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s