Patung-patung manusia..

Patung-Patung Manusia..(Bag 1)

Kata-kata di atas aku dapat dari blog tetangga yang menceritakan tentang proses taubatnya seorang pragawati terkenal. Febian, seorang pragawati Prancis yang memutuskan untuk taubat dan memilih Islam sebagai sandaran hidupnya. Berubah dari seorang pragawati internasional dengan bayaran mahal, menjadi seorang perawat anak-anak di Pakistan.  Tapi justru dari tempat itulah Febian belajar bagaimana menjadi manusia yang sesungguhnya dan bisa bekerja seperti yang dia cita-citakan sejak kecil. Bukan malah menjadi patung manusia, manusia yang semuanya bergerak sesuai tuntutan peran dan mengenyampingkan cita-cita murni yang selalu digaung-gaungkan oleh nurani.

Membaca kisah febian, mengingatku tentang buku The Al Chemist by Paulo Coelho yang menceritakan tentang proses untuk mewujudkan legenda pribadi. Ya setiap manusia memiliki legenda pribadi, tetapi tidak semua manusia berani dan berhasil mewujudkan legenda pribadinya. Menurut Paulo Coelho, Legenda Pribadi adalah suatu karunia atau berkat, berikut jalan yang telah dipilihkan Allah untuk kita jalani selama hidup di bumi. Setiap kita yang dilahirkan di bumi ini sudah dilengkapi dengan satu paket lengkap kompas kehidupan. Yang terdiri dari visi, potensi, peluang, motivasi, peran sejarah, dan strategi serta kecenderungan berpikir, bersikap, dan bertindak –yang kesemuanya– adalah bukti kasih sayang dari Allah, Sang Maha Pencipta. Hanya saja, tidak semua dari kita berhasil menemukannya. Bahkan, tidak semua insan menyadari bahwa di dalam dirinya tersimpan harta paling berharga bagi hidupnya. (Dikutip dari blog http://riopurboyo.com/). Dalam proses mencari dan mewujudkan legenda pribadi ini, biasanya kita diberi pertanda-pertanda, kita harus jeli dan bijak dalam memahami pertanda-pertanda yang terjadi dalam hidup kita.

Kembali ke patung-patung manusia. biar lebih asyik coba kita lebarkan konteks patung-patung manusia ini ke dalam variable yang lebih besar. Dimulai dari organisasi dunia yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia, dan diri kita sendiri.

Patung-patung manusia dalam variabel dunia.

Kita tahu bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah organisasi terbesar yang ada di dunia. Salah satu tugas PBB adalah mejaga keamanan dan perdamaian dunia. Aku menganggap tugas PBB itu sebagai legenda pribadi PBB yang harus di prioritaskan bagi siapa saja yang menjabat ketua umum PBB. Tetapi melihat kenyataan yang ada sekarang, apakah PBB sudah menjalankan legenda pribadinya? Atau mereka tidak jauh berbeda dengan patung-patung manusia berskala dunia yang masih bergerak karena digerakkan oleh konspirasi mafia internasional? Tentu jawaban itu hanya bisa dijawab oleh mereka yang saat ini sedang memegang amanah di organisasi terbesar di dunia itu.

Patung-patung manusia dalam variabel negara – Indonesia.

Indonesia adalah negera dengan penduduk muslim terbesar sejagat raya. Menjadikan Pancasila sebagai ideologi negaranya, menempatkan manusia yang berke-Tuhan-an yang maha esa pada sila pertama. Diteruskan dengan kemanusiaan yang adil dan beradap; persatuan Indonesia; kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan; keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebuah edeologi negara yang begitu indah. Rasanya hampir mengcover seluruh aspek hidup untuk membuat rakyatnya merasa nyaman, kagum, dan nyaman tinggal di negara kaya sumber daya alam ini. Tapi saat ini aku bingung, banyak tingkah laku pemimpin yang belum bisa mencerminkan seorang pemimpin. Mereka masih tega korupsi, padahal pancasila mengajarkan kita untuk adil. Aku semakin bingung dan terus bertanya, apakah yang sedang negara kita lakukan saat ini adalah proses untuk mewujudkan legenda pribadi Indonesia yang tersirat di dalam Pancasila?  Atau sebagian pemimpian kita masih ada yang menjadi patung-patung manusia yang digerakkan oleh kepentingan pribadi yang mengatasnamakan keperntingan bangsa dan negara. Semoga saja pendapatku yang kedua salah. Aamin.

Patung-patung manusia yang sesungguhnya… ..   (insya Allah to be continued)

Kost Bungsu, Muara Bungo.
July 3, 2011

5 thoughts on “Patung-patung manusia..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s