Dear Bunda…

…Insya Allah I’ll always love you Bunda…

Apa yang kamu rasakan hari ini Bunda? 7 september 2011 – satu bulan setelah pertemuan kita yang pertama, selain mengenang 7 tahun wafatnya pejuang HAM Indonesia, Bpk. Munir.

Masjid Agung Muara Bungo pukul 08.35, aku masih ingat sekali waktu itu. Kamu bersama temanmu setia menunggu di masjid, tapi hari pertama bertemu aku sudah ingkar janji, datang terlambat dari waktu yang telah kita janjikan sebelumnya. Aku mohon maaf untuk keterlambatan hari itu.

Aku juga belum bisa melupakan kenangan kita berada di satu mobil yang sama dalam perjalanan dari Muara Bungo menuju Jambi. Sebenarnya hari itu aku ingin bercerita banyak denganmu tapi apa daya, kondisi yang memang belum memungkinkan waktu itu. Tapi berdiam selama hampir 5 jam saja itu sudah lebih dari cukup untuk menjebakku jatuh ke dalam rasa gelisah dan penasaran untuk tahu lebih jauh tentangmu.

sekitar pukul 14.00 kita tiba di Jambi. Setelah mengantar sahabatmu ke travel, kita lanjutkan kaki melangkah ke Masjid 1000 tiang di kota batanghari, lalu sedikit bercerita tentang harapan-kita masing-masing di taman masjid sore lalu. Mungkin itu menjadi kali kedua aku terkesima denganmu. Hhmm

Lalu, kamu mengajak untuk segera tiba di penginapan sebelum magrib tiba karena kamu harus bersiap-siap untuk menemui seseorang. Sebenarnya aku cemburu waktu itu, tapi aku malu untuk mengungkapkannya, lagian kita juga baru kenal kurang dari satu hari. Tersadar dan segera aku usir rasa cemburu itu secepatnya tapi sepertinya dia belum juga mau pergi, sampai akhirnya aku mendapat SMS darimu yang memintaku datang menjemputmu di depan mall terbesar di kota Jambi. Melihat ekspresimu malam itu yang duduk di sudut teras mall, aku menduga sejatinya kamu belum bahagia dengan pertemuan itu. Tapi karena merasa baru kenal, aku merasa canggung untuk menanyakan perihal itu. Aku jadi bingung, apa judul yang tepat untuk cerita malam itu, malas berfikir panjang, lalu kita putuskan untuk menutup malam dengan mengelilingi kota Jambi.

Pukul 11.20 malam, saat melintas di Jalan tiba-tiba ada rahazia gabungan, polisi menggeledah bagasi mobil dan memintaku untuk membuka dasbord depan, mungkin dia terkejut karena disana ada sesuatu yang terbungkus, akhirnya aku jujur dengan petugas tersebut bahwa bungkusan itu berisi novel Al Chemist yang akan aku berikan untukmu.

Pukul 11.40 dini hari, aku pikir kita akan menutup hari itu tapi kamu sepertinya masih ingin bercerita tentang sesuatu. Yaa akhirnya malam itu menjadi malam pertama kita diskusi banyak hal tentang rencana-rencana  dalam hidup kita masing-masing. Sungai batanghari, bintang, cahaya lampu sungai, es tebu, 1 jagung bakar, dan juga lipas yang sempat mengganggu kekhusyukan cerita kita. Hhmmmm. Aku berdo’a agar Allah memberikan kesempatan berikutnya untuk kita berdua bercerita tentang hal yang lebih serius bukan hanya cerita kita sebagai individu personal tetapi sudah menjurus tentang “kita” – cerita aku dan kamu. Ya Allah I’ll do the best and You complete the rest. Aamiin.

Ini bukan kisah cinta satu malam, atau juga kisah legenda membangun seribu candi dalam satu malam. Aku lebih suka mengenang cerita ini sebagai “Young Love” atau “Cinta Muda”.  Cinta muda takkan cepat layu dan mati bahkan dia cenderung kokoh dan kuat. Aku selalu bedo’a semoga rasa ini adalah rasa cinta muda yang takkan menua oleh waktu tetapi selalu termudakan seiring intensitas silatuhrami yang kita bangun dengan niatan selalu memperbaiki kwalitas diri masing-masing. Hhhmmm tolong bantu aku. aku bingung entah kali ke berapa aku merindukanmu Bunda..

Best regards from Muara Bungo,

Hidu ^_^

Nb: Semalam aku bermimpi kita jalan ke mall, terus bunda beli baju muslimah warna violet, sederhana dan cantik …^_^

7 thoughts on “Dear Bunda…

  1. hhhmmm… indah nian cerita satu malam mupak… hampir menetes air mata ku…😀

    Semoga itu Jodoh mu… dan akan menjadi pasangan hidup mu… hingga tutup usia mu..🙂

  2. Nice story bud… enak yang sudah ketemu. My hope it will be happy ending. Doain ane bud, dapet calon bini bukan calon pacar. hahaha. good luck,,, btw ngapo la lamo dak maen ke jambi ni…..

  3. Aammmin I hope it’ll be happy ending too ^_^
    smga dirimu jga cepat menemukan or ditemukan oleh “fatimah”.
    kerja lgi cukup crowded bi, distributor baru. ntar klw ke Jambi ane kbarin bi. btw sesekali u ke bungo ntar kita ke bukit tinggi skalian🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s