Scarcity

Globally, We already consume 30% more resources each year than our planet can replenish (Read: one planet lifestyle).

Membaca artikel tentang eksplorasi sumber daya di bumi yang semakin hari semakin meningkat, menarik pikiranku pada satu kata. Satu kata yang pertama aku dengar ketika masuk kelas 1103 fakultas ekonomi Universitas Sriwijaya. Satu kata yang keluar akibat dari petanyaan kenapa ekonomi itu ada. Satu kata pertama yang sulit untuk dilupakan. Maybe at that time I was trapped by unforgettable first word impression. Dan menurutku kata ini akan semakin menjadi topik hangat di beberapa dekade mendatang. It is scarcity atau kelangkaan.

Sebagai seorang salesman, hari-hariku tidak bisa bersembunyi dari target penjualan. Berapa product yang sudah bisa saya distribusikan, seberapa canggih team sudah bisa menjual product tersbut. Hhmmm apa yang aku rasakan mungkin tidak jauh berbeda dengan apa yang dirasakan oleh rekan-rekan yang berprofesi sebagai salesman. sesekali tersenyum melihat incentive dan tak jarang menangis sambil berkata: please sir, don’t kil me with the target hhheeee.

Sebagai seorang newbie salesman with financial management background, kenaikan target yang cukup significant cukup mengganggu pikiranku dengan beberapa pertanyaan. Bagaimana aku bisa mencapai target itu, strategi apa yang akan kami gunakan untuk meningkatkan penjualan. Pertanyaan-pertanyaan itu mengganggu pikiranku hingga beberapa menit dan sempat membawaku berfikir cukup jauh, lalu mengajukan pertanyaan pada diriku sendiri.

Jika perusahaan bisa membenaniku dengan target yang lebih besar, berarti pabrik bisa produksi barang lebih banyak, itu artinya sumber daya yang digunakan juga semakin banyak, lalu apakah semua bahan baku yang mereka gunakan itu adalah sumber daya yang bisa diperbaharui atau justru sebaliknya. Jika sumber daya yang digunakan bisa diperbaharui, maka seberapa cepat itu bisa diperbaharui, apakah kecepatan untuk memperbaharui sumber daya itu sama dengan kecepatan produksi pabrik, sehingga tidak akan terjadi scarcity.

Bagaimana jika sumber daya yang digunakan adalah sesuatu yang tidak dapat diperbaharui. Bukannya itu akan menciptakan kelangkaan bahan baku. Jika aku tidak salah, dalam teory ekonomi menyebutkan bahwa jika permintaan itu lebih tinggi dari suplly maka harga barang akan naik, dan itu sudah pasti akan merambat ke harga jual barang jadi product tersebut.  Pertanyaan berikutnya, apakah masyarakat bisa membeli semua barang yang diproduksi dengan kondisi daya beli yang ada saat ini?

Jika barang tersebut bisa menciptakan permintaan sesuai dengan apa yang sudah diproduksi pabrik, maka saya yakin pabrik akan menciptakan produk dengan jumlah yang lebih banyak. hal ini senada dengan perkataan Plato- hati manusia itu lebih besar sedikit dari isi dunia ini. Itu artinya sumber daya akan diambil dalam jumlah yang lebih besar.

Lalu bagaimana jika barang yang sudah diproduksi dan dillempar ke pasar tidak ada permintaan dari masyarakat. Sementara disisi lain setiap produk yang baik akan memiliki expired date yang cenderung lebih cepat. apakah barang yang sudah diproduksi dengan mengorbankan banyak sumber daya akan dimusnahkan begitu saja?

Aku terus bertanya- tanya dan membuatku pusing sendiri untuk menemukan dimanakah akhir dari pertanyaan ini. Atau ini saatnya bagiku untuk stop questioning and start selling. Maybe it’s better than complain target increase. atau jangan-jangan hari ini kita sudah masuk pada kondisi dimana kelangkaan adalah suatu hal yang biasa.

aaduuh aku semakin pusing jadinya, ya sudahlah mungkin tugasku hanya untuk menjual barang yang dibuat oleh pabrik tanpa perlu bertanya lagi asal muasal kenapa barang itu diproduksi. End.

Happy selling and selling happy for you and for me : )

One thought on “Scarcity

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s