Bridging Our Self

 Pendapatan per kapita Indonesia dan pendapatan teman saya.

Kita tahu bahwa pendapatan perkapita Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang cukup drastis. Bahkan peningkatannya disebut-sebut telah melampaui estimasi banyak orang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) nasional menyebutkan perdapatan perkapita Indonesia pada tahun 2010 adalah US$ 3.005 atau Rp.27 juta. Meningkat 13 persen dibandingkan tahun 2009 sebesar US$ 2.350 atau 23,9 juta. Pada tahun 2011 sendiri BPS memperkirakan pendapatan per kapita Indonesia bisa mencapai US $ 3.500 – 3.600 atau Rp.31,5 juta (asumsi US$ 1 Rp.9.000,-). Coba kita bandingkan dengan negara maju seperti Amerika. Pendapatan perkapita Amerika pada tahun 2010 sebesar US$47.700 atau Rp.429,3 juta per tahun. Meningkat 4,4 persen dibandingkan tahun 2009 sebesar US$45.570 atau Rp.410 juta per tahun. Ternyata peningkatan pendapatan perkapita Indonesia di atas pendapatan perkapita negara Amerika. Indonesia memang hebat bisa bertindak melebihi ekspektasi banyak orang. Mungkin ini yang disebut actual beyond expectation.

Lalu apa hubungan antara pendapatan perkapita dan pendapatan kita dan apakah kita sudah mempunyai pendapatan di atas pendapatan per kapita Indonesia? mari kita membaca dan mengkalkulasinya bersama..

 

Seperti kita tahu bahwa pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut (Wikipedia). Logikanya, Jika yang diukur itu adalah pendapatan rata-rata, maka sejatinya ada sebagian orang yang mempunyai pendapatan di atas rata-rata pendapatan perkapita, ada yang di bawah rata-rata pendapatan perkapita, atau ada juga yang sama dengan pendapatan perkapita. Oleh karena itu saya mencoba membuat ilustrasi dari pendapatan teman saya.

Teman saya ini mulai bekerja pada pertengahan tahun 2009, enam bulan pertama dia mendapat salary awal Rp.19,2 juta per tahun. Tahun 2010, dia diangkat menjadi karyawan tetap dan pendapatannya meningkat menjadi Rp.40,8 juta per tahun. Awal tahun 2011 dia pindah kerja di perusahaan multinasional company dengan salary Rp.88 juta per tahun.

Saya ingin mengukur apakah pendapatan teman saya ini sudah sama dengan pendapatan perkapita Indonesia, atau berada di atasnya atau bahkan di bawah rata-rata. Dan bagaimana peningkatan pendapatan teman saya  ini dibandingkan dengan peningkatan pendapatan perkapita Indonesia. Berikut ilustasinya.

Tahun   Pendapatan perkapita (Tahun)                  Pendapatan teman saya (Tahun)             

2009       Rp.23,9 juta                                                        Rp.19,2 juta

2010       Rp.27 juta                                                            Rp.40,8 juta

2011       Rp.31,5 juta                                                        Rp.88 juta

Dari angka di atas dapat kita simpulkan bahwa pada tahun 2009 teman saya mempunyai penghasilan dibawah pendapatan perkapita Indonesia, tetapi pada tahun 2010 dan 2011 pendapatannya berada di atas pendapatan perkapita Indonesia. Jika kita bandingkan antara peningkatan pendapatan perkapita Indonesia pada tahun 2010 meningkat 13 persen dan 2011 meningkat 17 persen. Sedangkat pendapatan teman saya pada tahun 2010 meningkat 112 persen dan 118 persen pada tahun 2011.

Alhamdulillah saya bersyukur sekali, meskipun teman saya ini sempat berada di bawah pendapatan perkapita pada awal tahun 2009, perlahan-lahan pendapatannya meningkat dan bisa melampaui pendapatan perkapita negara pada tahun 2010 dan 2011.

Jika pendapatan teman saya sudah di atas pendapatan perkapita Indonesia pada tahun 2010 dan 2011. Lalu bagaimana dengan pendapatan masyarakat Indonesia pada umumnya? Hhhmmmm untuk pertanyaan yang satu ini saya tidak berani menyimpulkannya sendiri, akan lebih baik jika teman-teman membuka data BPS nasional mengenai kemiskinan disini.

Setelah kita melihat jumlah dan persentase penduduk miskin di negeri kita yang kaya ini, mungkin kita bisa memberikan informasi atau kiat-kita agar mereka bisa menjembatani diri mereka sendiri untuk keluar dari kemiskinan tersebut. Menurut Bapak Anies Baswedan Jembatan itu bisa diciptakan melalui pendidikan yang diyakini mampu menjadi eskalator meningkatan kelas sosial dan ekonomi. So what are we waiting for. Today is the right time to build the bridge for our self to jump onto the brighter future. stay on top national average income.

Note: Daftar pendapatan Kapita beberapa negara

Muara Bungo; Dec 29, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s