Aku Merdeka?

Meraih Kemerdekaan Jasmani dan Rohani

Membayangkan impian Bung Hatta untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Ide besar yang terlahir cukup dini karena pemikiran itu lahir dari seorang yang masih menempuh pendidikan di negeri Belanda. Banyak rekan yang meragukan ide kemerdekaan ini bisa terealisasi, tapi itulah Bung Hatta muda, semangatnya luar biasa.

Keyakinan dan semangat Bung Hatta untuk menginspirasi kemerdekaan Indonesia akhirnya mendapat dukungan dari banyak pihak. Bung Hatta yakin bahwa kemerdekaan bisa mewujudkan kesejahteraan rakyat dan menjembatani rakyat untuk hijrah dari kemiskinan.

Ide itu jualah yang mungkin menginisiasi lahirnya tujuan kemerdekaan Bangsa Indonesia: pertama melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia; kedua memajukan kesejahteraan umum; ketiga mencerdaskan kehidupan bangsa, dan terakhir ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Bicara mengenai kemerdekaan, saya jadi ingin bercerita tentang pak Aji Santoso. Pria asal kediri yang setia dengan profesinya sebagai seorang pemulung hampir 5 tahun. Kita semua tahu bahwa tinggal dan menghabiskan banyak waktu di daerah  seperti ini rentan akan penyakit. Setiap hari beliau harus berteman dengan lalat, aroma tidak sedap akibat sampah-sampah yang membusuk, asap dari pembakaran barang-barang kadaluarsa, belum lagi aroma yang sangat menyengat ketika truck warna merah tiba dengan membawa tumbukan kotokan. Itulah yang saya sempat rasakan ketika melakukan pemusnahan barang kadaluarsa di tempat pembuangan akhir (TPA) kabupaten Muara Bungo.

Melihat dan merasakan kondisi yang tidak higenis ini mengundang saya untuk bertanya lebih jauh alasan kenapa Pak Aji setia dengan profesinya sebagai seorang pemulung di tempat seperti ini. Beliau hanya menjawab, SAYA INGIN MERDEKA mas. Merdeka dari perintah orang lain, merdeka dari tekanan target setiap hari dan dengan bekerja sebagai pemulung saya bisa mengatur waktu untuk saya sendiri dan keluarga saya. Saya tertegun dan menarik nafas panjang mendengar kejujuran beliau siang itu.

Di bawah panas matahari dan aroma tidak sedap, saya tersadar bahwa hari itu telah lahir dua persepsi kemerdekaan di otak saya. Pertama kemerdekaan rohani milik Pak Aji dan kedua kemerdekaan Jasmani milik para karyawan.

Kemerdekaan rohani pak Haji. Setiap hari beliau bisa mengatur aktivitas yang ingin dia lakukan tanpa ada perintah dari orang lain, tanpa dikejar oleh target-target sebagai bagian dari tuntutan pekerjaan. Tapi dengan kondisi seperti itu mungkin beliau belum bisa sepenuhnya merasakan kemerdekaan jasmani, karena hampir setiap hari beliau harus mengais sampah yang ada di TPA dan tak jarang mengkonsumsi makanan di tempat yang sama.

Kemerdekaan jasmani para karyawan. Mungkin sebagian besar karyawan telah meraih kemerdekaan jasmani, karena dengan pendapatan yang dia miliki, seorang karyawan bisa membeli makanan yang sehat dan mengkonsumsinya di tempat yang bersih. Tetapi di balik semua itu, para karyawan juga dibebani dengan target-target yang harus mereka capai, dan tuntutan target ini tentu seringkali memenjarakan rohani para karyawannya untuk bebas mengatur waktu seperti yang dimiliki oleh Pak Aji.

Sebagai seorang manusia normal, tentunya kita ingin meraih kemerdekaan jasmani dan rohani. Dari dulu sampai hari ini saya terus meramu bagaimana caranya agar kemerdekaan jasmani dan rohani tersebut bisa saya dapatkan. Ramuan itu sepertinya sudah hampir menjadi obat yang bernama social entrepreneur. Mungkin menjadi social entrepreneur bisa menjembatani saya untuk meraih kemerdekaan jasmani dan rohoni. Sama seperti obat yang harus melalui uji klinis sebelum diproduksi, begitu juga dengan social entrepreneur harus dicoba sebelum disimpulkan seberapa baiknya manfaat dari pilihan ini. Insya Allah tahun 2012 ini akan menjadi tahun uji coba ramuan saya yang bernama obat social entrepreneur untuk meraih kemerdekaan jasmani dan rohani, Aamiin. End.

Muara Bungo, December 14, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s