Belajar Membangun Piramida Keuangan Pribadi … bag 3

Pondasi keuangan ke-3.

Tabungan dan deposita. Tabungan bagi saya hanya sebagai media untuk menerima gaji setiap bulan yang dibayarkan oleh perusahaan, that’s it. kita tahun bunga dari tabungan jauh lebih kecil jika kita bandingkan dengan biaya administrasi dan inflasi. Walaubagaimanapun menyisikan uang di tabungan tetap perlu untuk mempersiapkan kebutuhan yang mendesak atau paling tidak kita mudah tarik uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hampir sama seperti tabungan, deposito juga kurang menarik minat saya selain imbal hasil yang diberikan cenderung lebih kecil dibandingkan dengan inflasi, deposito juga cenderung mensyaratkan menyetor uang dala jumlah yang besar. Ga ada modal untuk setoran awal J

Pondasi keuangan ke-4. Unit link

Jika pada masa lalu, yang krisis adalah tanpa krisis. Kini sebaliknya, masa normal adalah masa dipenuhi krisis. Jika dulu krisis adalah abnormal, kini krisis adalah normalitas (Prasetyantoko).

Saya setuju dengan kutipan dari Bapak Presetyantoko yang menganggap krisis sebagai normalitas atau hal yang wajar terjadi. Sejak lahir hingga hari ini saya sudah merasakan 2 kali terpaan krisis di Indonesia yaitu tahun 1998 dan tahun 2008, dan krisis-krisis lain yang sudah terjadi di dunia seperti yang terjadi di Eropa. Saat ini dunia masih terus direpoti untuk mengobati Uni Eropa yang sedang sakit keras. Fenomena-fenomena krisis tersebut menunjukkan suatu ketidakpastiaan dalam kondisi ekonomi. Untuk mengantisipasi perkembangan zaman yang terus berubah menuntuk kita untuk memikirkan pentingnya memiliki suatu instrumen sebagai “transfer risk” dan jaminan masa depan.

Membaca dua kata kunci di atas yaitu trasfer risk dan jaminan masa depan mengantarkan pikiran saya langsung tertuju pada asuransi dan investasi atau yang lebih kita kenal dengan unit link. Unit link merupakan perpaduan antara asuransi dan investasi. Awalnya sempat kebingungan untuk memutuskan apakah harus beli unit link atau investasi di reksadana saham. Jika dua tahun lalu, awal lulus kuliah saya pasti langsung jatuhkan pilihan pada reksadana saham karena waktu itu saya belum sadar akan risiko investasi “high risk high return”. Seiring berjalannya usia kesadaran akan risiko tersebut mulai tumbuh tetapi tidak menghilangkan keinginan saya untuk tetap berinvestasi.

Awal mula membeli unit link. Waktu itu, saya melihat acara di salah satu stasiun TV swasta yang mengundang CEO PT Prudential Life Assurance. Saya tertarik dengan penjelasan beliau mengenai pentingnya asuransi untuk trasfer risk. Selagi masih semangat saya langsung googling produk unit link di Prudential dan saya menemukan Prulink Syariah. Akhirnya awal Januari 2012 lalu saya memutuskan untuk mentrasfer risk dan menyiapkan jaminan masa depan dengan membeli unit link yaitu PruLink Syariah yang merupakan produk unit link dari PT Prudential dengan komposisi 30 persen asuransi dan 70 persen investasi dengan tenor 10 tahun. Alhamdulilllah.

Muara Bungo, April 24, 2012.

2 thoughts on “Belajar Membangun Piramida Keuangan Pribadi … bag 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s