Which one is the sexiest?

Melanjutkan tulisan sebelumnya mengenai “The Sexiest place to invest” pada tanggal 1 Oktober 2012. Hari ini saya mulai mengupdate dari masing-masing instrument investasi yang dijadikan sebagai sampel seperti saham apple, indeks Hong Kong Hang Seng, Reksadana saham Panin Dana Maksima (PDM) dan reksadana saham shariah yaitu Panin Dana Syariah Saham (PDSS), serta bisnis riil yaitu usaha pisang karamel.

Hari ini juga kita akan mengetahui uang yang kita pekerjakan di instrument mana yang mampu memberikan keuntungan maksimum.

Let’s we count together…

Saham

Pada tanggal 1 Oktober 2012 harga saham Apple $665 per lembar. Hari ini, tanggal 1 November 2012 harga saham yang sempat manjadi saham termahal di dunia ini hanya $595 per lembar atau turun 11%.

Asumsinya, jika kita berinvestasi dengan membeli 1 lot saham Apple pada tanggal 1 Oktober 2012 dan menjualnya satu bulan kemudian maka kita akan loss 11%.

 Indeks

Pada tanggal 1 Oktober 2012 harga indeks Hong Kong Hang Seng Rp. 20.840,-. Hari ini, tanggal 1 November 2012 harga indeks tertinggi di Asia ini Rp.21.789,- atau naik 5%.

Asumsinya, jika kita berinvestasi di indeks Hong Kong Hang Seng  pada tanggal 1 Oktober 2012 dan menjualnya satu bulan kemudian maka kita akan profit 5%.

 Reksadana

  1. Pada tanggal 1 Oktober 2012 harga yaitu Panin Dana Maksima Rp.56.783,- per NAV. Hari ini, tanggal 1 November 2012 harga Reksadana saham konvensional ini menjadi Rp.57.789,- atau naik 2%. Jika kita investasi di Reksadana Saham konvensional pada tanggal 1 Oktober 2012 dan menjualnya satu bulan kemudian, maka kita profit 2%.
  2. Pada tanggal 1 Oktober 2012 harga Panin Dana Syariah Saham Rp.1.016,- per NAV. Hari ini, tanggal 1 November 2012 harga Reksadana saham syariah ini menjadi Rp.1.026,- atau naik 1%. Jika kita investasi di Reksadana Saham syariah pada tanggal 1 Oktober 2012 dan menjualnya satu bulan kemudian, maka kita profit 1%.

Bisnis Riil

Modal awal untuk usaha pisang karamel Rp.10 juta. Dari laporan laba rugi menunjukkan kerugian Rp.1.113.860,- (- 11%) pada bulan Oktober 2012.

Kesimpulan, dari data instrument investasi di atas dapat kita simpulkan bahwa selama bulan Oktober 2012 ternyata uang yang kita investasikan di Indeks memberikan profit lebih besar (+ 5%) dibandingkan dengan instrument investasi lain seperti Reksadana Saham Konvensional (+ 2%), Reksadana Saham Syariah (+ 1%), Sektor Riil (- 11%), dan Saham (- 11%).

*

Dream: Terfikir mengenai penerbitan kalender investasi. Sama seperti kalender tanam terpadu yang diterbitkan oleh kementrian kehutanan yang diharapkan mampu membantu para petani mampu menentukan kapan harus memulai menanam, memupuk, dan memanen. Alasan lain terbitnya kalender tersebut karena untuk meminimalisir kesalahan waktu tanam petani akibat musim kemarau dan hujan yang tidak menentu. Jika kalender tanam terpadu bisa dibuat dengan kondisi perubahan cuaca yang tidak menentu, maka kalender investasi juga bisa dibuat dengan kondisi pasar yang terus berubah atau tidak menentu.

Muara Bungo, November  1, 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s