Surat untuk Sahabat

 

Dear Sahabat,

Apa kabarmu hari ini? semoga teman-teman dalam keadaan sehat selalu.

Hari sabtu lalu, Bapak Presiden kita dan beberapa menteri berkunjung ke Pnom Penh, Ibu Kota Kamboja untuk menghadiri konfrensi tingkat tinggi (KTT) ke-21 ASEAN. Salah satu hal penting yang dibahas pada pertemuan tersebut adalah persiapan masyarakat ASEAN tahun 2015.  Masyarakat ASEAN ini dinilai penting sebagai jembatan untuk menghimpun negara-negara Asia Tenggara yang dibentuk pada tahun 1967 dengan tujuan untuk transformasi diri dan kohesivitas budaya, sosial, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kemudahan dalam perdagangan dan investasi. Dibalik opportunities yang sudah disampaikan, masyarakat ASEAN juga berpotensi menciptakan pergerakan tenaga kerja asing ke dalam negeri. Tentunya ini bisa menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat yang belum siap dengan kompetisi yang akan semakin ketat dalam tiga tahun mendatang.

Di level korporasi kompetisi sudah mulai terjadi. Kita telah melihat banyak perusahaan asing yang ada di Indonesia. Sebut saja perusahaan pengisian bahan bakar seperti Shell dan Petronas yang sudah banyak menyebar di beberapa kota tapi besyukur perusahaan kita yaitu Pertamina mampu bersaing. Bagaimana jika kompetisi ini sampai ke level individu? Apakah kita sudah siap bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri?

Saya pernah membayangkan, siapa yang akan menjadi kompetitor kita di masa depan. Bukan hanya mereka yang lulusan dari Universitas Sriwijaya, UGM, UI dan universitas lain di negeri ini. tetapi kita juga harus bersaing dengan para lulusan dari kawasan Asia bahkan dari universitas terbaik di dunia. Menurut Pak Anies Baswedan mereka yang belajar di luar negeri minimal memiliki empat kelebihan. Pertama, ilmu pengetahuan yang lebih baru. Kedua, keterampilan bahasa asing. Ketiga, kekuatan networking internasional. Keempat, capital. Keempat hal ini akan melahirkan rasa percaya diri yang luar biasa untuk menghadapi masa depan.

Untuk bisa ikut bermain dalam kompetisi ini sebenarnya kita sudah mempunyai modal. Akhir – akhir ini kita sering melihat iklan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di media elektronik yang menyebutkan beberapa kelebihan yang dimiliki Indonesia, diantaranya Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota G 20 dan Indonesia juga mempunyai potensi bonus demograpi dengan usia produktif 15 – 60 tahun sebanyak 57%. Tentunya potensi ini harus bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk menghasilkan kinerja positif di masa mendatang. Hal ini diperlukan persiapan yang matang dan terarah baik dari pemerintah maupun kita sebagai individu agar pada saatnya nanti kita tidak hanya menjadi penonton tetapi kita juga bisa menjadi pemeran utama di negara kita sendiri dengan exposure yang lebih luas yaitu sebagai masyarakat ASEAN. Aamiin.

Best regards,

Budi Setiawan

Kerinci, Jambi : November 21, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s