Bangga Berbangsa

Cintai Produk Indonesia

Di tengah krisis global yang melanda beberapa negara maju belakang ini, ditambah dengan pertumbuhan ekonomi yang negatif di beberapa kawasan. Asia, Indonesia khusunya menjadi tempat yang seksi bagi sebagian besar negara untuk tujuan export, menggantikan kelesuan demand di pasar eropa dan amerika.

Koreksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh lembaga international monetary fund (IMF) dari 4,7 persen menjadi 4 persen atau sebesar 0,7 persen dari $ 7 trilliun, setara dengan  $490 milliar. Koreksi angka pertumbuhan yang cukup besar dan tentunya ini akan mempengaruhi volume perdagangan dunia secara umum.

Negara negara dengan volume perdagangan besar seperti Amerika, Eropa, dan China tidak mau menaggung sendiri koreksi volume perdagangan ini dan pasti mereka akan mencari pasar-pasar baru sebagai antisipasi pelemahan export.

Setiap negara pasti ingin mencapai pertumbuhan ekonomi yang positif untuk menarik investor datang ke negara mereka dan pada akhirnya masing-masing negara berharap pertumbuhan ekonomi positif secara berkelanjutan. Hal itu bisa dilakukan dengan banyak cara, diantaranya dengan merelokasi tujuan export dari negara yang demand-nya lemah ke negera yang permintaannya masih tinggi. Negara kita mempunyai kriteria sebagai negara dengan pangsa pasar yang sangat besar.

Indonesia adalah satu-satunya negara di kawasan asia tenggara yang menjadi anggota G20, memiliki 46 persen kontribusi perdagangan di kawasan asia tenggara, pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen, jumlah penduduk sekitar 245 juta dan ditopang hampir 50 juta pendudukan kelas menangah dengan pendapatan domestik bruto (PDB) $3.500 per orang, penduduk usia produktif (15 – 60 tahun) sebanyak 57 persen, mendapat rating investament grade dari Fitch dan Moody’s. Sungguh suatu tempat yang seksi untuk destinasi export.

Dalam beberapa tahun mendatang, kita harus siap dibanjiri dengan produk-produk dari negara lain sebagai konsekuesi dari tidak terserapnya produk negara tersebut di negara-negara maju. Kita tidak boleh menjadi penonton di negari kita sendiri. Kita harus bersiap-siap untuk menghadapi aliran produk dari luar negeri. Salah satunya adalah memperkuat pasar domestik. Dari sisi produsen kita harus mampu menciptakan produk bernilai tambah, dan dari sisi konsumen kita sudah harus bangga memakai produk buatan anak negeri.

Mungkin ini akan menjadi cara agar demokrasi bisa beralan secara menyeluruh di negara kita. Tidak hanya demokrasi pada sistem pemerintahan tetapi juga demokrasi untuk perdagangan yaitu menciptakan produk bernilai tambah dari Indonesia, oleh Indonesia, dan untuk Indonesia.

Muara Bungo: November 26, 2012

Note: Semoga informasi ini bisa melahirkan sikap bangga berbangsa dan optimis untuk menatap masa depan Indonesia yang lebih baik🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s