5 Reasons I’m Proud to be Indonesian (Bag 2)

2. Ratio Utang terhadap Pendapatan Negara

hatta-pemerintah-masih-sanggup-bayar-utang

                                                                     (sumber gambar dari merdeka.com)

Menarik sekali tulisan Bapak A.Prasetyantoko  dalam bukunya Ponzi Ekonomi tentang gelembung surat utang. Menurut beliau semenjak krisis finansial 2007/2008, utang pemerintah mengalami fase pertumbuhan yang sangat cepat, bahkan boleh dibilang fase tercepat setelah Perang Dunia II.

Dalam praktik hidup sehari-hari, perspektif “buat apa menggunakan uang sendiri selagi bisa meggunakan uang orang lain” sudah sedemikan membumi. Misalnya masyarakat lebih suka menggunakan kartu kredit untuk transaksi padahal mereka mempunyai uang cash. Dalam kondisi normal, kemungkinan besar kita mampu membayar tagihan kartu kredit tersebut tetapi tidak semua yang kita pikirkan itu bisa berjalan lancar. Misalnya, bisa saja kita terkena PHK tentunya dalam kondisi tidak normal kita bisa saja terjebak oleh utang (debt trap).

Praktik berhutang ini bukan hanya menjangkit individu, bahkan menjadi falsafah yang banyak diterapkan oleh perusahaan dan negara. Berhutang ini mempunyai daya tarik tersendiri karena dalam perspektif ekonomi menilai bahwa cost of debt lebih murah dari cost of equity.

Dulunya negara kita juga mempunyai banyak utang tetapi beberapa tahun terakhir ini data menunjukkan bahwa debt to GDP ratio Indonesia terus menurun. Menurut wikipedia “In economics, the debt-to-GDP ratio is one of the indicators of the health of an economy. It is the amount of national debt of a country as a percentage of its Gross Domestic Product (GDP). A low debt-to-GDP ratio indicates an economy that produces a large number of goods and services and probably profits that are high enough to pay back debts”.

Ratio utang terhadap pendapatan suatu negara bisa menjadi idikator untuk melihat kesehatan ekonomi suatu negara. Menurut laporang yang dirilis oleh Eurostat tentang ratio utang terhadap GDP, pada tahun 2010 debt to GDP ratio Indonesia adalah 26,40 persen dan turun menjadi 24,50 persen pada tahun 2011. Dari laporan Eurostat tersebut kita juga bisa melihat debt to GDP ratio dari negara-negara lain seperti Malaysia 53,10 persen tahun 2010 dan 53,50 persen di tahun 2011. Singapore sebesar 102 persen pada tahun 2010 dan meningkat menjadi 118 persen pada tahun 2011. Japan sebesar 225 persen tahun 2010 dan menurut menjadi 208 persen pada tahun 2011. India sebesar 55 persen tahun 2010 dan 51 persen di tahun 2011. China sebesar 17 persen tahun 2010 dan meningkat secara drastis pada tahun 2011 mejadi 43 persen. Amerika sebesar 58 persen tahun 2010 dan meningkat menjadi 67 persen di tahun 2011. Detail daftar debt to GDP ratio masing-masing negara tahun 2010 dapat dilihat disini dan 2011 disini.

Melihat angka debt to GDP ratio dari masing-masing negara tersebut kita bisa menilai bahwa pemerintah Indonesia telah berhasil melakukan restrukturisasi utang dengan sangat baik. Kita boleh khawatir dengan utang negara kita tapi jika melihat dari negara-negara lain seharunya kita masih bisa bernafas lega. Dengan ratio utang yang terus menurun beban negara kita menjadi lebih ringan, kita juga bisa bergerak lebih cepat dan yang penting tidak mudah diintervensi oleh pihak-pihak yang memberikan utang.

Data telah berbicara bahwa secara ratio utang kita lebih baik dari hampir banyak negara. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bangga berbangsa Indonesia. Dengan rasio utang dalam batas wajar, sejatinya negara kita bisa lari lebih kencang untuk menjadi Indonesia yang lebih maju. Tentunya ini harus diawali dengan rasa bangga berbangsa dari setiap individu rakyat Indonesia.

Mari kita bangga berbangsa untuk menuju Indonesia yang luar biasa. Remarkable Indonesia.

Muara Bungo: December 18, 2012 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s