Kesabaran Pramugari Menstabilkan Pasar

Jump on Mahawu

Dalam perjalanan menuju Surabaya pagi ini, saya mendapat pelajaran tentang kesabaran dari seorang pramugari. Ternyata dalam banyak hal kesabaran lebih sering mendatangkan kebaikan daripada keburukan.

Sejak take off hingga melewati sekitar 15 menit perjalanan, suasana di dalam pesawat masih tenang. Bahkan cenderung ceria karena ada anak kecil yang duduk di pangkuan ayahnya tepat di belakang kursi yang saya duduki sedang asik bermain sembari memukul-mukulkan tanganya ke kursi bagian depan atau kursi bagian belakang tempat saya duduk. Saya yang awalnya setengah tidur akhirnya terbangun dan mencoba melihat keceriaan anak kecil itu sembari tersenyum berharap senyuman saya bisa menambah keceriaan anak tersebut🙂

Anak yang awalnya sangat ceria ini tiba-tiba menangis sesaat setelah ayahnya memintanya untuk diam dan berhenti memukul-mukulkan tangganya ke kursi di depannya. Melihat kondisi ini, sang ayah mencoba untuk membujuk anaknya agar diam, bukannya diam si anak tersebut malah menangis sejadi-jadinya. Sampai-sampai suara lagu Galau dari Yovie and Nuno berubah menjadi alunan merdu anak kecil yang sedang menangis.

Penumpang yang duduk di samping saya juga terbangun dengan kejadian itu. Dan tiba-tiba salah seorang pramugari datang menghampiri anak tersebut. Awalnya pramugari berpakaian hijau muda ini memberikan permen Fox’s ke anak itu, tapi tetap saja belum bisa membuat anak ini berhenti menangis. Tak lama kemudian, setelah membagikan permen ke penumpang lainnya, pramugari maskapai pemerintah ini kembali lagi mendekati anak yang sedang menangis itu. Kali ini bukan permen yang dia bawa, melainkan sebuah kotak kecil yang ternyata isinya adalah boneka tasmania. Mungkin berkat kesabaran dan kelucuan boneka tasmanisa itu bisa membuat sang anak berhenti menangis. Tak lama kemudian anak itu melanjutkan aktivitasnya memukul-mukulkan tangannya ke bagian kursi di depannya. Dan kali ini saya memilih untuk membaca sembari mendengar musik daripada mencoba menoleh kebelakang. Karena saya sempat terfikir bahwa jangan-jangan anak kecil ini menangis bukan karena permintaan ayahnya yang menyuruhnya berhenti bermain tetapi karena melihat senyum saya yang membuat anak ini ketakutan lalu menangis.

Dari peristiwa ini, saya melihat bahwa emosi seorang anak kecil dapat berubah dengan cepat dalam rentan waktu tertentu. Awalnya ceria, menangis, lalu ceria kembali. Kondisi ini tak ubahnya dengan kondisi pasar keuangan yang dapat berubah dalam hitungan mili detik.

Jadi jika kesabaran yang dicontohkan oleh pramugari di atas dapat menenangkan kondisi anak kecil yang cepat berubah, maka saya rasa kesabaran juga dapat memberikan manfaat atau paling tidak meminimalisir risiko disaat kondisi pasar keuangan sedang tidak stabil. Hal senada juga pernah disampaikan oleh Ibu Naira, Broker BNI Sekuritas di Jambi yang saya temui beberapa minggu lalu. Sebelum memulai untuk trading di saham, pelajari dulu faktor fundamental saham yang akan dibeli, setelah itu baru lakukan pembelian ketika harga saham secara tehnikal lebih murah dibandingkan harga pasar. Dan seringkali kerugian itu terjadi bukan karena volatilitas saham tetapi karena ketidaksabaran investor untuk menjual saham ketika harga saham itu sedang terkoreksi, padahal jika secara fundamental saham itu baik, maka penurunan itu hanya sementara dan dinamika naik turun harga saham itu selalu akan terjadi. Buktinya dengan pergerakan tersebut hari ini IHSG terus meningkat dari tahun-ke tahun.

Hhhmm jika kesabaran mampu menenangkan anak yang sedang menangis, mungkin kesabaran juga bisa memberi keuntungan ketika pasar keuangan sedang tidak dalam kondisi stabil. Who knows..

On board to Surabaya

February 5, 2013.

One thought on “Kesabaran Pramugari Menstabilkan Pasar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s