Meramal Masa Depan Saham Apple (Part 2)

imagesCAERVROR

sumber gambar: www.eruditiononline.co.uk

Setelah membaca berita “Apple diam-diam cari CEO baru” di laman tekno kompas, saya teringat dengan artikel yang pernah saya tulis lima bulan lalu tentang masa depan saham Apple.

Saat itu saya mencoba melakukan prediksi harga saham Apple dengan melakukan rambling analysis dan menemukan harga wajar saham Apple di kisaran $281 per lembar.

Waktu menulis artikel ini harga saham Apple $399 per lembar atau mengalami penurunan di bandingkan dengan harga saham Apple saat tulisan pertama dibuat, 5 November 2012 lalu seharga $576 per lembar.

Saya memprediksi harga saham Apple akan terus mengalami koreksi seandainya CEO sekarang Tim Cook, ataupun CEO Apple yang baru nanti tidak melakukan setidaknya tiga hal ini, antara lain. Pertama membangun pabrik di luar China, kedua bekerjasama dengan perusahaan, ketiga ingat pesan sesepuh Apple “Steve Jobs”.

Membangun pabrik di luar China

Dalam laman berita online detikfinance tentang “Obama pesimistis bisa pindahkan pabrik Apple dari China ke AS”. Pihak Apple mengatakan perusahaannya telah mempekerjakan ribuan orang di China dan sekitar 700 ribu orang pekerja perakitan di Foxconn (pembuat komponen elektronik terbesar dunia). Hal ini membuat China menjadi pangsa pasar Apple sebesar 15 persen atau terbesar kedua di dunia.

Tim Cook pernah menyebutkan bahwa “China is currently our second largest market. I believe it will become our first.

Jika Apple bisa membuat China menjadi pangsa pasar terbesar kedua di dunia, maka bukan tidak mungkin Apple bisa memperbesar pangsa pasar mereka dengan membangun pabrik di negara berkembang yang secara ekonomi mengalami pertumbuhan dan ditopang oleh jumlah penduduk yang besar seperti Indonesia, India, dan Brazil.

Jika kita melihat potensi pasar di tiga negara berkembang tersebut sangatlah besar. Data World Bank tahun 2011 menyebutkan Indonesia mempunyai jumlah penduduk 242.325.638 jiwa dengan income per kapita $3.592, India dengan jumlah populasi 1.241.491.960 dan income per kapita $1.492, Brazil dengan jumlah penduduk 196.655.014 dan income per kapita $12.079 per tahun.

Kesimpulannya, jika China dengan jumlah penduduk 1.344.130.000 jiwa dan income per kapita $6.076 per tahun bisa memberi 15 persen kontribusi pangsa pasar Apple atau terbesar kedua di dunia. Maka, jika kita menggabungkan potensi ketiga negara di atas kita akan mendapatkan jumlah penduduk sebesar  1.680.472.612 jiwa dengan rata-rata income per kapita $5.721 per tahun. Tentunya ini akan meningkatkan pangsa pasar Apple dan akhirnya akan mendongkrak harga saham Apple.

Syaratnya Apple harus membangun pabrik dan memperkerjakan penduduk lokal lebih banyak karena kecintaan masyarakat terhadap barang produksi lokal sudah semakin tinggi dibandingkan dengan barang yang diproduksi dari luar negeri.

Bekerjasama dengan perusahaan

Saya dan beberapa teman yang bergabung dengan perusahaan di awal tahun 2011 bisa dibilang menjadi generasi kurang beruntung. Kenapa? Karena pada angkatan pertama tahun 2011, perusahaan mengeluarkan peraturan yang isinya tidak memperpanjang I-phone ownership program atau program kepemilikan i-phone yang diberikan company kepada semua karyawan divisi sales. Pemberian program ini awalnya diyakini akan membantu proses kerja karena sebagian informasi yang berhubungan dengan aktivitas pekerjaan disampaiakan melalui email. Saya sendiri tidak tahu sejak tahun berapa program ini diberlakukan hanya saja sebagaian besar karyawan di perusahaan ini menggunakan i-phone dan alasan kenapa program ini dihentikan, saya juga belum tahu.

Baru-baru ini, tepatnya bulan Maret 2013 lalu, giliran divisi medical representatif menggunakan produk Apple, jika dulu team sales mendapat I-phone tapi sekarang divisi medical mendapat I-Pad untuk menunjang pekerjaan mereka.

Coba kita bayangkan berapa besar market yang bisa diraih oleh Apple saat mereka mampu menjalin kerjasama dengan perusahaan baik multinasional maupun lokal. Sekedar informasi di perusahaan tempat saya bekerja saat ini mempunyai karyawan sebanyak  281.000 di seluruh dunia. Anggap saja karyawan yang mendapat fasilitas kepemilikan produk Apple sebanyak 10 persen dari total karyawan. Maka tolal karyawan yang menggunakan produk Apple untuk satu perusahaan sebanyak 28.100 orang. Bayangkan jika Apple bisa bekerja sama dengan lebih banyak perusahaan. How big would Apple be?

Ingat pesan sesepuh “Steve Jobs”

Sengaja saya menjadikan ini sebagai syarat ketiga agar saham Apple bisa bullish. Kita masih ingat pidato Steve Jobs yang beliau sampaikan pada saat acara wisuda di Stanford University tahun 2005. Beliau menyarankan kepada para lulusan untuk selalu stay hungry and stay foolish serta beliau juga menceritakan perjalanan hidupnya yang seperti connecting the dots (menghubungkan titik-titik).

Mungkin saja nasihat itu bukan hanya untuk para wisudawan di stanford university tetapi juga peringatan bagi seluruh karyawan Apple agar tetap stay hungry and stay foolish dan juga mampu menghubungkan titik-titik guna memaksimalkan pangsa pasar Apple di seluruh dunia dengan cara melihat potensi yang sangat besar di negara berkembang untuk meningkatkan market share Apple yang pada akhirnya akan mejadikan saham Apple sebagai saham termahal di dunia lagi.

Kalau ketiga syarat minimum ini tidak dipenuhi, bukan tidak mungkin prediksi mengenai harga saham Apple menjadi $281 per lembar akan menjadi kenyataan? Who Knows.

Sendiri yang menginspirasi🙂

Muara Bungo, April 23 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s