RELIB Investor Club

If we can play together, we can invest together

Belajar Mengelola Keuangan Pribadi

Inspirasi bisa datang dari mana saja. Dari hal kecil yang terjadi di sekitar kita atau dari pengalaman hidup yang pernah kita alami. Kali ini inspirasi itu berasal dari pengalaman masa lalu dan realita hari ini. Saya berharap semoga inspirasi ini bisa mengajak teman-teman untuk sadar dalam mempersiapkan masa depan.

Inspirasi dari masa lalu. 10 tahun lalu, sewaktu saya berumur 15 tahun, saat masih berada di tahun pertama sekolah menengah atas (SMA) saya mengisi waktu luang dengan mengikuti klub sepakbola bernama RELIB. Nama RELIB kepanjangan dari Remaja Lima Ilir Boom Baru. Nama itu diambil karena anggota klub sepakbola itu kebanyakan bertempat tinggal di daerah 5 ilir Boom Baru.

Waktu itu, jumlah anggota RELIB cukup banyak. Karena jumlahnya lebih dari 20 orang, maka RELIB pun di bagi ke dalam dua kelompok. RELIB dan RELIB junior. Kami seringkali melakukan latihan di lapangan PT Pusri Palembang. Seiring berjalannya waktu, anggota RELIB pun satu persatu mulai pergi dengan berbagai macam alasan. Banyak diantara anggota RELIB yang merantau. Dengan berkurangnya jumlah pemain, akhirnya RELIB pelan tapi pasti mulai redup. Tak selang berapa lama, RELIB junior yang notabene pelatihnya berasal dari RELIB senior pun mulai menghilang.

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, perkumpulan klub sepak bola itu sudah mati suri hampir 10 tahun lamanya. Kami yang dulunya menjadi anggota RELIB junior kini sudah disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Saya sendiri mengisi waktu 10 tahun tersebut dengan menyelesaikan sekolah, kuliah, dan saat ini bekerja jauh dari kampung halaman.

Dalam satu kesempata saya pulang ke rumah di Palembang. Saya melihat kondisi yang berbeda di kampung halaman. Banyak diantara teman-teman semasa kecil dulu sekarang sudah menjadi pengusaha. Ada yang menjadi owner travel, penjual martabak, penjual ayam, dan ada juga yang menjadi karyawan. Intinya banyak dari kami yang sudah mandiri sekarang. Sudah punya penghasilan sendiri.

Melihat kondisi itu, saya teringat sebuah kisah yang diceritakan oleh Pak Surono Subekti dalam bukunya Kiat Bermain Saham tentang investor club. The Bowersville Club yang beranggotakan 11 orang petani dari kota James-town, sejak tahun 1972 bisa menghasilkan rata-rata return 16% per tahun. The Risk Runner Club yang semua anggotanya adalah perempuan, sejak tahun 1982 bisa menghasilkan return 22% per tahun.

Kisah serupa pernah juga dituliskan oleh Pak Eko Priyo Pratomo dan Ubaidillah Nugraha dalam bukunya Reksa Dana – Solusi Perencanaan Investasi di Era Modern. Mereka menjelaskan perkembangan dunia investasi, khususnya reksa dana di beberapa negara dunia. Misalnya Amerika, negeri Paman Sam pertama kali mengenal reksa dana pada tahun 1920. Tahun 1940 nilai investasi setara US$448 juta, dan meningkat drastis pada tahun 1999 menjadi US$8.68 triliun di tahun 1999. Dan yang lebih mengejutkan lagi, hampir 50% investasi itu dimiliki oleh ibu rumah tangga Amerika. Negara berikutnya adalah Hong Kong. Negeri ini digadang sebagai tempat besemainya reksa dana internasional. Dalam kurun waktu 19 tahun (1978-1997) total reksa dana-nya tumbuh menjadi 1.459 dibandingkan pertama kali hanya 46 reksa dana.

Seperti tak mau kalah dengan Amerika dan Hong Kong, tetangga kita yaitu Malaysia sukses sebagai bagian dari sebuah gerakan nasional syariah. Sally Cheong, seorang investment unit Trust di Selangor menyampaikan bahwa “dengan tekat bulat, pemerintah menyatakan siap mensukseskan gerakan reksa dana di tanah air. Apapun risikonya, bagi warga bumi putera ini tidak dapat di tawar lagi sebagai titik balik maha penting bagi sejarah ekonomi masyarakat sendiri”.

Setelah membaca cerita dua klub investor dan perkembangan reksa dana di beberapa negara serta sempat juga terjun langsung berinvestasi di beberapa instrumen pasar modal. Saya terinspirasi untuk menghidupkan lagi nama RELIB. Bukan RELIB sebagai klub sepakbola tapi RELIB sebagai klub investor. Insya Allah kita akan bersatu lagi dalam naungun RELIB Investor Club (RIC) yang dalam bahasa Indonesia-nya adalah Klub Investor Remaja Lima Ilir Boom Baru.

Kenapa RIC?

Alasan yang paling mendasar adalah dua kepala lebih baik. Selain itu karena menabung saja tidak cukup. Kita tahu adanya inflasi atau kenaikan biaya hidup yang sering kita lupakan. Dalam bukunya Untuk Indonesia yang Kuat, perencana keuangan dari QM Financial, Ibu Ligwina Hananto menggunakan asumsi inflasi untuk biaya hidup sebesar 10% per tahun dan biaya pendidikan dengan asumsi inflasinya mencapai 20% per tahun. coba sebutkan tabungan mana yang memberikan imbal hasil 10% – 20% per tahun.

Masih dari sumber yang sama, sebagai orang yang sudah mempunyai penghasilan sendiri, setidaknya kita mempunyai 2 tanggung jawab financial yaitu mempersiapkan dana hari tua dan dana pendidikan. Oleh karena itu, saya terinspirasi untuk mengajak teman-teman agar kita bisa mempersiapkan masa depan kita sedini mungkin dengan lebih baik. Setidaknya menyiapkan dana pendidikan untuk anak kita nanti.

Jika 10 tahun lalu kita bisa bahagia karena bermain bola bersama, hari ini dan beberapa tahun mendatang kita juga insya Allah akan tetap bahagia karena bisa berinvestasi bersama.

Cheers untuk RIC (RELIB Investor Club). If we can laugh together, we can invest together.

Ditulis dengan harapan teman-teman semasa kecil bisa menjadi manusia kelas menengah Indonesia yang kuat, yang bisa mandiri dan tidak menjadi beban negara sebagai mahluk yang harus di subsidi.

Mimpi untuk kehidupan masa depan sahabat kecil yang lebih cerah. Ditulis di Muara Bungo dengan optimisme masa depan Indonesia yang lebih baik.

May 18, 2013.

 

 

 

2 thoughts on “RELIB Investor Club

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s