Dua Dunia: Pasar Modal dan Pasar Traditional

“Be fearful when others are greedy and greedy when others are fearful”  (Warren Buffett)

Hari ini saya joint visit to market bersama salesman. Rute kunjungan kami hari ini adalah pasar traditional tepatnya di Pasar Bawah, Muara Bungo dengan target jualan Rp.30 juta. Alhamdulillah kami bisa mengunjungi 22 toko yang sudah kami targetnya sebelumnya. Tidak hanya target kunjungan toko yang bisa tercapai, target sales sebesar 30 juta juga bisa kami capai. Bahkan Haris (salesman) bisa menjual Rp.36 juta. Intinya saya ingin melaporkan bahwa pasar traditional Muara Bungo hari ini baik-baik saja.

Jika kondisi pasar traditional baik, bagaimana dengan kabar pasar modal hari ini? Hheee (tertawa sedih)’^_^’(.

Belum lama rasanya kita bergembira karena Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) melampaui level psikologis dengan menebus Rp.5.000. Hari ini sepertinya kebahagiaan itu sedikit sirna karena IHSG yang awalnya terus naik hingga ke level Rp.5.340 pada bulan Mei lalu, kini harus terjun bebas hingga ke level Rp.4.609 pada penutupan sore ini. Menurut informasi yang saya terima dari seorang analyst di TV semalam, IHSG kemungkinan masih akan mengalami koreksi sampai beberapa hari mendatang.

Kejadian ini menularkan kelesuan kepada teman saya yang berprofesi sebagai broker saham. Biasanya beliau selalu happy memberikan informasi tentang saham apa yang bisa di trading-kan, tapi kali ini tidak ada broadcast tentang saham dari teman yang bertugas di Jambi ini.

Lain broker saham, lain lagi dengan teman yang bekerja di perusahaan manajemen investasi. Winny adalah admin di salah satu perusahaan investasi. Saya sempat bertanya sampai kapan koreksi IHSG akan berlanjut. Beliau tidak bisa menjawab, hanya saja menyarankan investor agar tetap tenang dengan kondisi pasar seperti ini. Menurutnya, pasar biasa terjadi koreksi pada bulan-bulan ini, dan ketika sudah di titik bawah pasar cenderung langsung naik tinggi (swing).

Koreksi IHSG kali ini memang cukup dalam dan mungkin saja menimbulkan ketakutan bagi beberapa investor. Tapi kalau kita mau mengikuti nasihat Warren Buffett bahwa be fearful when others are greedy and greedy when others are fearful, kita bisa mulai masuk ke saham-saham yang secara fundamental bagus karena pada kondisi sekarang harga saham banyak yang lagi terdiscount.

Muara Bungo: June 11, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s