Inspirator Belia (Nisa dan Ayu)

Belajar bersyukur dan kerja keras dari Nisa & Ayu

Nisa dan Ayu

Kita seringkali bertemu atau dipertemukan dengan sosok inspiratif dalam hidup. Mereka bisa berasal dari mana saja. Laki atau perempuan, tua maupun muda. Selama kita bisa melihat dengan hati sejatinya inspirasi itu ada di sekitar kita.

Kembali ke akhir bulan May lalu, ketika saya dipertemukan dengan sosok inspiratif asal Garut, Bapak Pidin. Beliau adalah seorang penjual roti keliling di kabupaten Muara Bungo. Waktu itu, setelah sholat zuhur di Masjid Agung Muara Bungo, saya melihat Pak Pidin sedang memberikan roti kepada dua anak kecil yang sepertinya berprofesi sebagai seorang pemulung. Hal itu bisa dilihat dari karung yang mereka bawa. Selang satu bulan, di tempat yang sama saya dipertemukan kembali. Bukan dengan Pak Pidin, tapi dengan dua anak kecil tersebut.

Awalnya saya dapati mereka mengambil botol plastik di sekitar taman masjid, tempat pedagang banyak berjualan. Hari itu, saya coba tawarkan dua anak ini untuk makan somay bersama, Alhamdulillah mereka tidak menolak tawaran saya. Dan siang itu, bakda zuhur adalah hari pertama saya dan dua anak kecil ini bisa berkenalan lebih dekat.

Mereka adalah Nisa dan Ayu, keduanya adalah kakak beradik. Nisa berusia 8 tahun, saat ini masih bersekolah di salah satu SD di Muara Bungo. Sang Kakak, Ayu berusia 9 tahun, saat ini duduk di kelas 3 di sekolah yang sama seperti adiknya. Mereka memang seorang pemulung plastik bekas tapi mereka tidak lupa dengan pendidikan. Dua anak asal Medan ini bercerita bahwa pagi hari, dari pukul 7 – 12 mereka sekolah dan siangnya dari pukul 13 – 16 mereka bekerja sebagai pemulung. Saya sempat juga bertanya akan digunakan untuk apa uang hasil kerja mereka. Dengan polos mereka menjawab, uangnya untuk bantu Ibu. Saya penasaran dan bertanya kembali. Ibu ada di mana? Ibu ada di rumah, sedang mengasuh adik.

Dari cara mereka menjawab, saya bisa melihat bahwa anak ini punya potensi luar biasa. Meskipun mereka harus bekerja keras untuk survice tapi saya tidak melihat sedikitpun rasa malu dan minder dari Nisa dan Ayu. Sejatinya saya harus banyak belajar dari Nisa dan Ayu tentang  bagaimana untuk bertahan hidup dan lebih mensyukuri karunia yang sudah diberi oleh Allah SWT.

Fenomena seperti ini seringkali dengan mudah kita temui di lingkungan sekitar. Mereka adalah generasi Indonesia yang seharusnya mendapat jaminan atas pendidikan, kesehatan, dan keamanan dari negara. Tapi dalam kondisi sekarang, lebih baik kita mencoba pilih turun tangan untuk bisa membantu, bantuan sekecil apapun yang bisa kita berikan insya Allah akan sangat bermanfaat bagi mereka dan keluarga.

Harapan saya dalam beberapa tahun mendatang agar bisa dipertemukan lagi dengan Nisa dan Ayu. Bisa melihat mereka menikmati buah manis dari hasil kerja keras mereka hari ini. Good luck for Nisa and Ayu. Aamiin.

 Muara Bungo: June 15, 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s