Pak Muslim: Sang Petualang Kehidupan

Life is about adventures. Forget the answers, enjoy the questions (Paulo Coelho)

Bersama Pak Muslim Sang Pejuang

Hidup adalah petualangan. Perjalanan dari Pariaman ke Kabupaten Tebo saat ini bisa ditempuh sekitar 7 jam menggunakan kendaraan, tapi dulu harus dicapai selama 1 bulan 3 hari. Ya, cerita itulah yang disampaikan oleh Pak Muslim kepada kami pagi itu. Beliau bersama 4 temannya berjalan kaki dari Pariaman ke Tebo pada tahun 1945. Kondisi masih banyak hutan dan mereka berjalan lebih dari satu bulan dari provinsi Sumatera Barat ke Jambi dengan satu tujuan yaitu mencari kehidupan yang lebih baik.

Perkenalan saya dengan Bapak 3 anak ini memang tanpa disengaja. Pagi itu saya dan teman kost sedang sarapan pagi, tiba-tiba pria kelahiran 1930 ini menghampiri untuk meminta sumbangan. Melihatnya berjalan dibantu tongkat dengan badan yang mulai membungkuk, mengingatkan saya pada simbah (kakek laki-laki) yang ada di Jawa Tengah. Pagi itu, saya ingin mengenalnya lebih jauh. Saya ajak beliau gabung sarapan bersama, dan Alhamdulillah tawaran itu beliau terima.

Saya pesankan nasi uduk dan segelas teh hangat untuk beliau, dan kami mulai bercerita panjang lebar pagi itu. Namanya Pak Muslim, lahir di Pariaman tahun 1930. Mempunyai 3 orang anak yang tinggal di Probolinggo. Aktivitas sehari-hari beliau sebagai seorang pengumpul sumbangan keliling. Setiap hari, setelah sholat subuh sampai jam 6 petang, bapak yang sekarang tinggal di Sungai Pinang ini keliling dari satu toko ke toko lain untuk menggumpulan sumbangan.

Melihat usia beliau yang sudah tidak muda lagi dan kondisi fisik yang mulai lemah, lebih baik beliau istirahat di rumah sambil menikmati masa tua dengan berkumpul bersama keluarga. Tapi mungkin ada kebutuhan yang harus dia penuhi sehingga masih harus bekerja di usianya yang mencapai angka 83 tahun.

Pak Muslim adalah saksi sejarah, beliau seharusnya bisa hidup lebih baik.

Berbagi bersama Pak Muslim pagi itu, membuat saya berfikir keras tentang masa depan. Mau jadi apa saya di masa depan nanti? Apakah saya masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan masa tua nanti?

Begitu banyak pertanyaan tentang masa depan. Hhhmm nikmati saja, seperti apa yang dikatakan Paulo Coelho bahwa hidup adalah petualangan. Lupakan jawaban dan nikmati setiap pertanyaan J

Terima kasih Pak Muslim untuk cerita dan inspirasinya dan Semoga Allah memberikan masa depan terbaik untuk kita semua. Aamiin.

Muara Bungo: June 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s