Visi

Berani Menentukan Satu Bintang

Setiap hari sewajarnya kita harus tahu kemana kaki akan dilangkahkan. Dalam skala yang lebih luas, kita juga harus tahu tentang apa yang menjadi tujuan hidup dalam satu bulan, satu tahun, lima, sepuluh, bahkan tujuan hidup kita secara keseluruhan.

Hal ini manjadi penting, karena memiliki visi itu ibarat mempunyai tujuan yang jelas tentang arah hidup. Ibarat sebuah nahkoda kapal, mereka harus tahu kemana mereka akan pergi. Dengan mengetahui tujuan, kita juga akan mencari tahu dan memilih jalan mana yang akan kita ambil untuk mencapai tujuan tersebut. Semakin cepat kita mengetahui visi hidup, semakin cepat kita mempersiapkan bekal yang akan kita bawa untuk mencapai visi tersebut.

Ingat, waktu hidup kita terbatas. Jika kita tidak memiliki visi yang jelas, kita tidak akan pernah sampai kemana-mana. Ibarat sebuah kapal yang berlayar tanpa tujuan, seringkali mereka karam di tengah laut karena mereka harus melakukan banyak percobaan pelayaran tanpa tahu situasinya atau paling tidak mereka akan kehabisan bahan bakar di perjalanan karena mereka terus berlayar tanpa tahu dimana kapal akan disandarkan.

Visi itu harus jelas, bila perlu ditulis beserta waktu untuk mencapainya.

Jika tidak mempunyai visi hidup kita cenderung tidak akan kemana-mana. Memiliki visi yang belum jelas hanya akan menghabiskan waktu di perjalanan. Lihat ke langit, begitu banyak bintang disana. Mempunyai visi, berarti kita berani menentukan satu bintang yang paling indah yang akan kita tuju. Ya hanya satu bintang, karena waktu hidup kita terbatas dan butuh fokus untuk bisa mencapai kesana.

Bagaimana caranya menetapkan visi atau berani menentukan bintang yang akan kita tuju?

Menurut Pak Jamil Azzaini dalam buku terbarunya “ON” hidup ini pada hakikatnya sedang mengumpulkan bekal menuju kehidupan yang abadi. Mengingat umur kita di dunia ini terbatas. Pastikan visi yang kita buat tidak hanya untuk yang sifatnya keduniaan, karena kita hanya akan sampai di separuh perjalanan.  Tapi visi kita juga seharusnya memberi kita bekal untuk kehidupan yang lebih abadi, yaitu kehidupan di kampung akhirat.

Semoga kita diberi petunjuk oleh Allah agar mampu menemukan visi secepatnya sehingga kita bisa memberikan manfaat kepada sesama. Aamiin.

Palembang: June 30, 2013

2 thoughts on “Visi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s