Day 1: Bereskan Hal Kecil Lebih Dahulu

Membantu Manajer Operasional Distributor Membuat Rute Kunjungan Salesman

Bekerja di perusahaan consumer goods dengan tiga fungsi utama antara lain managing distributor, managing market, dan leading people, mengharuskan saya untuk bersentuhan langsung dengan beberapa divisi seperti salesman, ware house, operasional, transporter, salesco, operational manager, owner, hingga pihak ketiga. Meskipun secara garis organisasi saya dengan mereka terputus, tetapi keberhasilan distributor akan menjadi penilaian positif bagi saya sebagai karyawan yang dipercaya untuk mengawasi semua kegiatan perusahaan distributor.

Sesuai aturan yang sudah ditetapkan bahwa semua divisi sales distributor wajib melakukan meeting setiap pagi selama 30 menit untuk mempresentasikan hasil kerja salesman kemarin dan juga membuat rencana kerja hari ini. Meeting tersebut sekaligus kami gunakan untuk mendiskusikan setiap issue yang terjadi baik internal maupun eksternal. Dan setiap issue yang sudah dikemukakan selalu disertakan dengan seseorang yang menjadi penanggung jawab berikut deadline kapan pekerjaan itu harus diselesaikan. Jadi semua sudah terorganisir dengan baik.

Satu bulan yang lalu, setelah melakukan business riview dengan distributor dan setelah mempertimbangan penambahan jumlah toko yang harus di cover oleh distributor maka kami memutuskan untuk menambah jumlah salesman dari 4 orang menjadi 6 orang.

Penambahan jumlah salesman sebanyak 2 orang ini tentunya harus disertai dengan pembagian rute kunjungan per masing-masing selesman. Karena area tanggung jawab distributor hanya 5 kabupaten yaitu kabupaten Muara Bungo, Tebo, Merangin, Sarolangun, dan Kota Madya Kerinci, maka kami membagi rute kunjungan salesman per kabupaten. Dimana 1 orang salesman lagi bertugas untuk mengcover 20 toko yang menjadi penyumbang sales terbesar bagi distributor.

Alasan saya membagi rute salesman perkabupaten karena saya ingin melihat konsumsi penduduk yang menggunakan product kami terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi sampai semester 1 2013, konsumsi penduduk per bulan terhadap product kami berbeda antara satu kapubaten dengan kabupten yang lainnya. Kabupaten Muara Bungo, yang menjadi home based kantor distributor merupakan kontribusi utama dengan rata-rata konsumsi  Rp.4.292,-per penduduk per bulan, dan diikuti oleh kabupaten Bangko (Merangin) Rp.2.792,-; Tebo Rp.1.913,-; Sarolangun Rp.1.796,-; dan Kota Madya Kerinci Rp.1.477,- per penduduk per bulan. Data lengkap bisa dilihat dalam tabel di bawah ini:

Konsumsi penduduk per kabupaten per bulan (periode Jan - Jun 2013)

Konsumsi penduduk per kabupaten per bulan (periode Jan – Jun 2013)

Menjawab pertanyaan yang ada di buku The Maxwell Daily Reader hari pertama tentang apa langkah kepemimpinan kecil dan spesifik yang dapat anda ambil hari ini?

Jawah: saya membantu manajer operasional distributor untuk menentukan rute kunjungan masing-masing salesman agar pengcoveran salesman ke toko lebih maksimal, sehingga mempermudah akses konsumen untuk membeli produk kami dengan harapan konsumsi per penduduk per bulan yang rata-rata Rp.2.440,- saat ini bisa ditingkatkan menjadi Rp.3.166,- hingga akhir 2013 nanti. Aamiin.

Muara Bungo: August 29, 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s