Belajar Mengurai Benang Kusut di 14 Kabupaten

Catatan ini ditulis di kota Lahat, saya sedang bertugas sebagai care taker menggantikan dua teman yang sebelumnya sudah meninggalkan perusahaan. Satu teman pensiun dan yang lain kena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena dinilai tidak perform.  Ya begitulah hubungan kerja, sangat tipis. Hari ini masih kerja, besok bisa saja company minta mengembalikan uniform.

Datang kemari dengan membawa pesan dari manajemen agar bisa merubah kondisi yang sedang terjadi. Saya paham betul neraka bagi bisnis adalah tidak adanya pertumbuhan. Dua dari tiga distributor disini sedang masuk ke dalam neraka tersebut. Laporan terakhir yang saya terima, distributor di area Prabumulih, report year to date-nya menunjukkan minus 33 persen dan distributor di Lahat juga minus 20 persen –manajemen mentargetkan distributor tumbuh 20 persen-. Meskipun ada satu distributor yang tumbuh, tapi secara total tiga distributor ini masih mengalami minus growth.

 

How to turnaround business from minus to positive growth?

Pertanyaan yang harus dijawab. Saya menjadikan pertanyaan itu sebagai tantangan yang harus dihadapi dan jawabannya akan menjadi “Personal Mission”. Berstrategi, bekerja,dan berdo’a agar bisa membalikkan kondisi dari minus menjadi positif growth dalam waktu tiga bulan. Ya, saya buat deadline hanya tiga bulan dengan pertimbangan dan konsekuensi yang akan saya terima.

Ini bukan pekerjaan mudah. Operasional belum baik, harga di pasar hancur karena infiltrasi, ditambah lagi less willingness dari team untuk mendistribusikan dan memaksimalkan aktivitas yang diberikan. Lengkaplah sudah, benang itu memang kusut.

Belum lagi saya melihat dua orang yang sebelumnya adalah para guru. Mereka adalah orang-orang yang sudah mengabdi puluhan tahun tapi tetap saja belum bisa mencegah distributor keluar dari neraka bisnis. Saya sempat ragu dengan tanggung jawab yang diberikan saat ini. Tugas yang berat. .Jika dua orang senior saja gagal apalagi saya sendiri. Newbie salesman diminta untuk mengurai benang kusut seorang diri di area seluas 14 kabupaten.

Konsekuensinya berat. Bisa saja saya di PHK, sama seperti yang dialami teman saya bulan lalu.

Menghadapi kondisi seperti ini, saya teringat dengan buku John C. Maxwell tentang daily leader yaitu mulailah dari hal-hal kecil terlebih dahulu.

Dari sisi operational, saya meminta distributor untuk melengkapi teamnya. Jika belum ada salesco, maka saya minta untuk merekrut salesco karena tanpa ada orang yang mengontrol, hampir mustahil operasional akan berjalan dengan baik. Distributor yang sering terlambat mengirim laporan penjualan karena mati lampu, saya minta mereka untuk membeli genset. Mencatat setiap program/ promo yang sedang berjalan dan meminta tambahan budget jika yang dialokasikan sudah habis.

Untuk perbaikan pasar yang rusak karena trader menjual barang lebih murah, saya berusaha propose budget ke bagian promotion manager agar harga distributor bisa bersaing di pasar. Dan mencoba menghidupkan kembali willingness team untuk mendistribusikan barang ke semua toko. Mereka harus benar-benar sadar tentang “Small is a new Big”. Saya juga harus berjibaku, datang ke masing-masing distributor at least sebulan sekali berkunjung ke Prabumulih, Lahat, dan Baturaja.

Bisa saja saya gagal dan di PHK tahun depan jika tidak berhasil mengurai benang kusut di 14 kabupaten ini.Tapi bayangan PHK inilah yang memacu adrenalin saya untuk memberikan yang terbaik. Kalaupun saya harus di PHK at least saya sudah melakukan sesuatu, memilih untuk turun tangan. Dan yang terpenting saya sudah mencoba menjawab “Personal Mission” untuk diri saya sendiri yaitu apakah bisa mengurai benang kusut di 14 kabupaten ini?

·       Gagal itu biasa. Bangkit dari kegagalan itu baru luar biasa.

·       Anak muda harus berani mengambil tanggung jawab lebih besar. Gagal mengerjakan hal besar mungkin lebih baik dari pada berhasil melakukan hal kecil🙂

 

Grand Zury Lahat; 12 December 2013.

2 thoughts on “Belajar Mengurai Benang Kusut di 14 Kabupaten

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s