Belajar dari Mantan CEO

Batam, January 25, 2014.

Ini pertemuan kedua saya dengan beliau. Pertama kami bertemu di acara nasional sales convention 3 tahun lalu di Jakarta. Waktu itu beliau masih menjabat sebagai Business Unit Manager (BEM) lalu pindah ke perusahaan lubricant asal Amerika sebagai Chief Executive Officer (CEO). Belum lama berkontribusi di perusahaan multinasional itu, pada kwartal 4 tahun lalu, beliau kembali bergabung di perusahaan tempat saya bekerja sebagai BEM category coffee yang dalam 2 tahun terakhir mengalami masa-masa sulit.

Dalam tulisan ini saya tidak ingin menceritakan tentang kesulitan yang sedang dialami oleh category itu tapi lebih pada pendekatan yang dilakukan oleh sang mantan CEO.

Hari itu meeting  dilakukan malam hari, setelah sholat isya. Diawali dengan dinner kami mulai meeting santai. Meeting yang biasanya dilakukan di ruangan dan dibanjiri dengan angka-angka, tapi khusus untuk kategory ini berbeda. Meeting dilakukan di luar hotel, dekat kolam renang, diiringi live music dan hampir tanpa angka. Sang mantan CEO memulai pertemuan malam itu dengan memperkenalkan diri dan menyalami hampir seluruh peserta meeting.

Beliau mulai membagikan strategy apa yang akan dilakukan untuk tahun 2014. Alih-alih beliau memberikan top down direction seperti yang dilakukan oleh BEM lain. Beliau malah memberikan kami mug, sample product, tas, dan mengajak kami minum gratis. Untuk apa semua itu?

Beliau sepertinya ingin menciptakan pendekatan personal dan melakukan perbaikan internal. Mug, tas, sample produk itu akan digunakan sebagai wet sampling yang akan kami berikan ke semua salesman dan tim distributor. Mengajak mereka untuk minum produk itu sebelum memulai aktivitas di pagi hari. sebelum mengajak orang lain untuk membeli dan menyukai produk yang kami jual, kami harus menjadi orang pertama yang menyukai produk itu.

Pertemuan malam itu mengajarkan saya bahwa perbaikan intenal, pendekatan personal yang melibatkan emotional dari setiap karyawan menjadi point penting untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Saya belum tahu apa yang akan terjadi di akhir tahun 2014 nanti dengan category ini tapi setelah menghadiri meeting santai malam itu dan melihat pendekatan yang dilakukan oleh sang mantan CEO ini, saya optimis category ini akan kembali tumbuh di tahun ini. kita lihat saja nanti.

Saya menjadi tidak sabar untuk pulang dan mulai membuat planning tentang apa yang bisa saya dan tim lakukan agar coffee yang kami jual ini bisa tumbuh.

Note: Tulisan ini ditulis di rumah om Seno, keluarga kami yang sudah menetap di Batam puluhan tahun. Merantau dari Palembang tahun 1994, hampir 20 tahun dan ini kali pertama saya singgah ke rumah beliau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s