Will Stocks Market Collapse in 2014?

And any time that valuation stands at more than 100% of the total goods and services in the economy means it is time to be wary about common stocks. (Warren Buffett)

Saat tulisan ini dibuat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam kondisi bearish, terkoreksi 0.9% berada di level Rp.4.947. Perdagangan juga relatif sepi, baru menyentuh 2,5 triliun. Kontradiktif dengan Wall Street yang ditutup menguat, indeks S & P ke level 1.920 naik 0.54 persen, Dow Jones dan Nasdaq naik masing-masing 0.39 dan 0.54 persen.

Berita dari laman lain, moneynews.com memuat berita mengejutkan tentang Warning: Stocks Will Collapse by 50% in 2014. Beberapa analis mempredikasi akan terjadi koreksi pasar saham di tahun 2014. Penyebabnya antara lain kebijakan suku bunga rendah di beberapa negara dan total ratio kapitalisasi pasar dibandingkan gross domestic produk (GDP) sudah lebih dari 100%.

Kita lupakan sejenak pergerakan indeks harian, coba kita lihat secara lebih luas membandingkan total bisnis di sector keuangan dengan melihat kapitalisasi pasar dan sector rill dilihat dari gross domestic product (GDP). Tabel di bawah menunjukkan total kapitalisasi pasar dan GDP di negera 20 ekonomi terbesar di dunia yang tergabung dalam G 20. Data di olah dari berbagai sumber.

Kapitalisasi Saham vs GDP

Dilihat dari data tersebut, total kapitalisasi pasar saham global hingga akhir tahun 2012 mencapai US$ 54 triliun dengan valuasi 76% dibandingkan dengan gross world product (GWR). Kapitalisasi pasar Amerika menjadi kontributor terbesar yaitu US$ 18,6 triliun dengan tingkat valuasi 115% artinya uang yang beredar di sector keuangan lebih besar dibandingkan sector riil. Warren Buffett, investor kawakan sekaligus pendiri Berkshire Hathaway menyebutkan And any time that valuation stands at more than 100% of the total goods and services in the economy means it is time to be wary about common stock.

Bagaimana dengan Indonesia?

Kapitalisasi pasar saham Indonesia per akhir 2012 mencapai US$ 397 dengan GDP US$ 875. Artinya valuasinya hanya 45 persen. Lebih kecil dibandingkan valuasi pasar total Negara G 20 dan Global yang sudah di angka 76 persen.

Melihat data di atas, pasar modal Indonesia memiliki opportunity sangat besar. Laman detik.finance.commenyebutkan dari sekitar 143 juta penduduk kelas menengah Indonesia hanya 500 ribu atau 0.3 persen yang sudah investasi di pasar modal. Padahal keberadaan pasar modal ini sangat penting guna menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan, dan stabilitas ekonomi nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat melalui peran strategisnya sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha, termasuk usaha kecil dan menengah, serta di sisi lain sebagai sarana investasi bagi masyarakat, termasuk pemodal kecil dan menengah (Budi Harsono).

 

BNI Securities Palembang

June, 6 2014.

 

Sumber:

1. http://www.quandl.com/economics/stock-market-capitalization-by-country

2. WFE 2012 Market Highlights

3. http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_GDP_(nominal)

4. Harsono, Budi Efektif Bermain Saham. Ales Media Komputindo, 2013.

5. http://en.wikipedia.org/wiki/Gross_world_product

6. http://finance.detik.com/read/2014/04/30/150455/2569961/6/masyarakat-indonesia-lebih-suka-menabung-daripada-investasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s