BBM Turun, Unless..

Semalam, sebelum tidur saya sempatkan membaca buku sembari berfikir apakah mungkin harga BBM bisa diturunkan. Selama berfikir tentang kemungkinan itu, saya teringat diskusi antara calon nasabah yang ingin membuka akun saham dengan rekan kerja di kantor. Mendengar dari diskusi tersebut, sepertinya ibu ini sudah familiar dengan investasi, selain memegang satu franchice minimarket nasional, beliau juga sudah aktif trading mata uang (forex).

Mendengar diskusi itu saya belajar satu hal dan mencoba mencari benang merah kenapa beliau membagi investasinya ke beberapa instrument yaitu sector riil (minimarket), forex, dan juga saham. Mungkin beliau ingin mitigasi risiko karena jika hanya investasi di forex maka beliau akan dihadapkan pada volatilitas yang tinggi dimana nilai valas bisa naik dan turun dengan cepat, artinya ada risiko yang sulit diukur atau dengan kata lain tidak ada kepastian.

Apa hubungan antara kepastian dengan kemungkinan penurunan harga BBM?

Sebelum kita berimajinasi tentang penurunan harga BBM, mari kita flash back ke beberapa peristiwa ketika pemerintah berencana menaikkan harga BBM. Respon masyarakat sangat beragam, tentunya ada yang pro dan tak sedikit pula yang kontra. Dahlan Iskan dalam bukunya Kentut Model Ekonomi menerangkan harga BBM sarat dengan isu politik dan stabilitas. Padahal, sudah terbukti stabilitaslah yang menjadi kunci kemajuan bangsa yang langgeng. Setiap kali ada kenaikan harga BBM, dampak yang terbesar bukan akibat selisih kenaikannya itu sendiri, tapi ekses ketidakstabilan.

Jika stabilitas itu bisa dijaga, setidaknya hari ini kita memiliki tiga peluru yang digunakan untuk menentukan harga wajar BBM. Harga wajar setidaknya merangkul dua kepentingan yaitu pemerintah dan masyarakat termasuk pelaku bisnis. Apa tiga peluru itu?

bbm Picture1

Pertama penurunan harga minyak dunia. Harga minyak dunia (WTI) kemarin ditutup di harga $57 per barel. Informasi yang saya baca dari laman voc.com, OPEC tidak merespon atas penurunan harga minyak ini karena mereka tidak mau kehilangan market share “As prices slid, many observers waited to see whether OPEC, the world’s largest oil cartel, would cut back on its production to prop prices up. (Many OPEC states, like Saudi Arabia and Iran, need high prices to balance their budgets.) But at its big meeting in November, OPEC did nothing. Saudi Arabia didn’t want to give up market share, and it hoped that lower prices would help throttle the US oil boom. That was a surprise. So oil went into free-fall”. Artinya ada kemungkinan harga minya masih akan mengalami penurunan.

Peluru kedua, pemerintah membentuk Tim Pemberantasan Mafia Migas yang dikepalai oleh Faisal Basri seperti menjadi cahaya di kegelapan. Belum genap dua bulan dari enam bulan waktu yang diberikan pemerintah, tim ini sudah memberikan rekomendasi untuk menghentikan impor bensin RON 88, diganti dengan RON 92. Hal ini dilakukan untuk menghindari ketergantungan pada satu pemasok karena saat ini sudah jarang perusahaan yang memproduksi bensin jenis itu. Dari sini pemerintah mempunyai space lebih luas untuk membeli minyak dari produsen manapun yang bisa memberikan harga lebih kompetitif.

Peluru ketiga adalah bapak Dwi Soetjipto. Tentu kita tidak meragukan kehebatan lulusan doktor UI ini. Beliau menjadi salah satu tokoh penting transormasi PT Semen Indonesia. Langkah quick win yang bisa kita lihat adalah efisiensi dengan memangkah direksi perusahaan yang sebelumnya diisi oleh 9 orang. Selain itu Pertamina juga siap bekerja sama dengan KPK dan BPK untuk menciptakan Good Corporate Governance (GCG) dalam rangka transparansi di perusahaan yang masuk dalam 500 fortune company itu.

Dengan ketiga peluru itu, saya barasumsi harga BBM sangat mungkin bisa diturunkan di kwartal 1 tahun depan, unless (asalkan) saat pemerintah menarik pelatuk senjata, pelurunya tidak macet. Lho apa yang bisa menyebabkan senjata tidak bisa berfungsi?

Salah satunya dan yang paling sulit diprediksi adalah volatilitas harga minya dunia yang bisa naik dan turun setiap saat.

PT. BNI Securities Palembang

December 24, 2014

2 thoughts on “BBM Turun, Unless..

  1. Bacaan menarik Pak boss..
    Penasaran sm kelanjutan yg buat senjatanya macet..selain itu apa cukup dgn tiga peluru td bisa cover hal2 diatas..

    Menarik juga disimak..sector mana saja sebenernya yg bisa cukup tahan dgn ketidakstabilan perekenomian Indonesia bahkan dunia..

    Hehehe..thanks pak boss sharingnya..sangat bermanfaat buat manasin pikiran pagi2..

    • Insha Allah nanti dilanjutin lagi bro🙂
      sektor mana yg cukup tahan terhadap turbulensi ekonomi domestik dan global?
      Frankly saya tidak tahu jawabannya, apalgi saat ini kita hidup di dunia yg serba tidak pasti. orang yg hebat hari ini adh mereka yg bisa deliver objectives on uncertainty.
      kalau terkait penurunan harga minyak, biasanya linear dengan harga coal. so, klw ada lessee yg core busniness-nya mining, mungkin buat credit review harus lebih prudent Cep🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s