Refleksi 2014 and Assalamu’alaikum 2015

Refleksi 2014 and Assalamu’alaikum 2015

“A person who risks nothing, does nothing, has nothing, and is nothing. He may avoid suffering and sorrow, but he can not learn, feel, change, grow, and love. Chained by his certitute, he is a slave; he has forfeited his freedom. Only the person who risks is truly free” kata-kata itu diungkapkan oleh pengarang Amerika Leo Buscaglia yang saya kutip dari buku Pak Rhenald Kasali, Self Driving.

Our life is coloring with full of uncertainty, hidup kita diwarnai dengan banyak ketidakpastian, maka apapun yang kita lakukan selalu mengandung risiko. Misal melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi pun belum tentu menjamin keberhasilan. Jika gagal kita mendapat pelajaran, apabila berhasil kita mendapat pengembangan, tapi apabila kita tidak melakukan apa-apa, sudah pasti kita tidak mendapatkan apapun.

*

Hari ini saya ke kampus untuk melihat apakah nilai semester pertama sudah keluar. Selama perjalanan dari rumah menuju kampus, saya melihat banyak orang jualan trompet, jagung, dan juga kembang api di pinggir jalan, hal ini berbeda dengan hari biasanya. Saya baru sadar jika hari ini adalah hari terakhir di tahun 2014. Seperti biasa, mungkin karena ingin memeriahkan pergantian tahun, banyak orang melaluinya dengan berbagai kegiatan. Mulai dari bakar jagung, main kembang api, meniup trompet, atau ada juga yang merenung sembari melakukan evaluasi atas apa yang sudah dilakukan beberapa tahun sebelumnya.

Sembari menulis catatan ini, saya teringat dengan dreams 5 tahun lalu. Saya menulis dreams tersebut saat merantau di Manado, tepatnya tanggal 20 Desember 2009. Beruntungnya semua dreams itu saya tulis di blog ini, sehingga setiap saat saya bisa membacanya. Impian itu secara garis besar terdiri dari 3 hal yaitu melanjutkan kuliah, bekerja di perusahaan multinasional company, dan menikah di usia 27 tahun.

Apakah semua impian itu sudah terwujud hari ini?

Jawabannya belum, dengan beberapa penjelasan antara lain; pertama saat ini saya masih dalam proses mewujudkan salah satu impian untuk kuliah lagi, alhamdulillah bulan May 2014 lalu saya mendaftar di Megister Manajemen Universitas Sriwijaya dan baru saja menyelesaikan semester pertama perkuliahan. Kedua, bulan April 2011 saya diterima di perusahaan yang masuk daftar 500 fortune company, ketiga alhamdulillah tanggal 27 September 2014 saya menikah dengan Ira Pratiwi, tepat saat usia saya 27 tahun.

Jika kita setia dan berusaha atas impian, Allah akan mewujudkannya.

Jika kita setia dan berusaha atas impian, Allah akan mewujudkannya.

Tentu proses dari membuat dreams sampai mewujdukannya tidak semudah membalik telapak tangan, bahkan banyak yang harus dikorbankan. Saya teringat ketika kami memutuskan untuk menikah dan tinggal bersama, bulan April 2014 saya putuskan berhenti bekerja di perusahaan yang saya impian sebelumnya. Saya yakin dengan nasehat CEO GE Indonesia, Pak Handry Satriago yang menyebutkan bahwa change needs a trade off atau perubahan itu butuh pengorbanan. Jika bentuk trade off dari change itu adalah berhenti bekerja, maka saya akan ambil itu sebagai suatu keputusan, tentunya setelah melewati pertimbangan dan diskusi bersama orang tua dan calon istri waktu itu.

Saya ingin sharing bahwa kita itu harus punya dreams. Mungkin saja dreams yang kita tulis hari ini sepertinya sulit, bahkan sangat sulit untuk dicapai dan tak jarang kita akan desepelekan oleh orang-orang di sekitar. Keep move on dan saya percaya, insha Allah cepat atau lambat, jika kita setia dengan dreams yang kita buat, Allah akan memberikan jalan untuk mencapainya, dengan cara apapun. Karena bagi-Nya everthing is possible.

Finally, tahun 2014 hampir berlalu. Apa impian teman-teman tahun 2015 nanti?

Kalau saya bermimpi di tahun depan bisa dikarunia keturunan, menyusun thesis, aktif di organisasi Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), mendapatkan sertifikat Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE), dan meningkatkan penghasilkan. Semoga dreams kita semua di tahun depan bisa di ijabah oleh Allah SWT. Aamiin Ya Robbal ‘Alamin.

Note: Ditulis tanggal 31 Desember 2014 di kampus Megister Manajemen Universitas Sriwijaya Palembang, dengan harapan akan membaca lagi tulisan ini suatu hari nanti ketika saya dan istri sedang melanjutkan pendidikan di luar negeri, entah kapan dream itu akan terwujud, insha Allah saya percaya bahwa it’s just the matter of time, we’ll study abroad. Aamiin.

2 thoughts on “Refleksi 2014 and Assalamu’alaikum 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s