Ekonomi Indonesia, Mau ke Mana?

Sehabis makan malam, saya menemani anak adik istri yang baru berusia 6 bulan, ia belajar berjalan menggunakan odong-odong (jawaban itu yang saya dapat saat bertanya pada istri tentang benda empat roda tersebut). Namanya juga anak kecil, tentu dia akan berjalan kemana saja, sesekali bersuara, dan itu menjadi momen yang lucu. Sembari memegang gagang benda tersebut, tiba-tiba saya terpikir tentang bagaimana kondisi kita nanti, saat Rayyan yang hari ini berusia 6 bulan menjadi 20 tahun. Bagaimana kita dan seperti apa Indonesia.

Pertanyaan itu, mengasosiasikan pikiran saya pada buku Pak Boediono tentang Ekonomi Indonesia, Mau ke Mana?

Seperti apa yang kita pelajari di kelas Perekonomian Indonesia, tujuan akhir kebijakan ekonomi adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menunut salah satu Professor ekonomi yang mengajar tentang metodologi penelitian, menyebut kesejahterakan itu sebagai sesuatu yang abstrak. Dan jika di empiriskan mungkin akan berbentuk dua kondisi mendasar yaitu kebutuhan hidup yang stabil dan juga penghasilan yang bisa diandalkan untuk menghidupi keluarga secara layak.

Tentu dua kondisi mendasar itu menjadi tugas penting pemerintah yang bisa dicapai dengan pertumbuhan ekonomi melalui perluasan kegiatan ekonomi guna membuka lapangan kerja baru, dan stabilitas ekonomi sebagai cara untuk melindungi agar penghasilan masyarakat tidak tergerus oleh inflasi. Kondisi lain yang tidak bisa diabaikan adalah stabilitas politik yang akhir-akhir ini semakin mendominasi.

Dalam ilmu ekonomi makro, kita juga diajari tentang pertumbuhan ekonomi potensial yang bisa diramalkan melalui kualitas institusi, manusia, sumber daya alam, dan kemampuan teknologi.

Mari kita ambil atau bagi tugas sesuai kapasitas masing-masing, agar pertumbuhan ekonomi potensial dapat dicapai secara maksimal dengan cara mendukung, mengontrol, dan mengkritisi pemerintah agar tetap fokus mensejahterakan rakyat dengan cara meningkatkan kwalitas institusi dan mendorong percepatan teknolgi, dan kita sebagai individu untuk upgrare diri agar bisa menjadi sumber daya manusia yang bermanfaat bagi percepatan pertumbuhan ekonomi, serta berdo’a agar Allah selalu melimpahkan sumber daya alam hingga anak cucu kita nanti karena kondisi ekonomi yang baik itu tak hanya kita yang nikmati tapi harus dijaga bahkan ditingkatkan untuk anak cucu kita nanti.

Palembang, 15 Maret 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s