Contagion Effect, WTI, dan Mike Zaman

Pagi ini cukup hectic. Mulai dari target mengumpul proposal tesis, shock melihat indeks saham di Amerika rata-rata turun lebih dari 3 persen, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menyentuh level terendah sejak krisis 2008 yaitu $40.45 per barel hingga Mike Zaman bersedia mengundang saya menjadi temannya di jejaring Linkedin.

Pertama. Proposal Tesis: target hari ini insha Allah kumpul proposal tesis dengan judul Pengaruh Indeks Global terhadap Indeks Pasar Modal 5 Negara ASEAN pada Kondisi: Sebelum Krisis Subprime Mortgage 2008? Saat Krisis (2008-2009)? Dan Setelah Krisis (2009-2014)?

Gambar ini menarik minat saya untuk meneliti tentang indeks global dan kaitannya dengan indeks pasar modal ASEAN.

Sumber: yahoo.finance.com (diolah)

Sumber: yahoo.finance.com (diolah)

Kedua. Bursa Amerika terkoreksi lebih dari 3 persen sehari. Selama saya bekerja di perusahaan sekuritas, baru hari ini melihat ketiga indeks saham di Amerika kompak turun lebih dari 3 persen (Indeks S&P 500 turun 3.3%; Indeks Dow Jones turun 3.2%; dan Indeks Nasdaq turun 3.6%). Hari ini sepertinya kita akan disuguhkan bukti tentang contagion effect theory (teori efek domino). Menurut Widiyanti fenomena perubahan berantai berdasarkan prinsip geo-strategis. Pola perubahan dianalogikan seperti domino China (mahyong) yang berdiri tegak, apabila domino paling awal dijatuhkan, ia akan menimpa domino terdekat, dan proses ini akan berlanjut hingga ke keping domino terakhir. Menurut para ahli, efek domino terjadi karena adanya teori pasar kuat mempengaruhi pasar yang lebih lemah.

Kita tahu bahwa Amerika adalah Negara dengan kapitalasi pasar saham terbesar di dunia. Sebagai gambaran, total kapitalisasi pasar modal Indonesia sampai Jum’at 21 Agustus 2015 Rp.4.490 triliun atau sekitar $320 miliar, lebih rendah dibandingkan kapitalisasi pasar satu perusahaan besar Amerika seperti Microsoft $344.5 miliar, Google $419.9 miliar bahkan total market kapitalisiasi Indonesia hanya 54% dari market kapitalisasi Aplle yang mencapai $603 miliar.

Ketiga. Harga minya dunia menyentuh level terendah, bahkan lebih rendah dari waktu krisis 2008.  Kondisi ini kurang bagus untuk ekonomi kita.

Terakhir, berita yang mengejutkan saya adalah ketika melihat notifikasi Linkedin dan melihat bahwa Mike Z mengundang saya untuk menjadi temannya di jejaring professional Linkedin. Mungkin beliau salah orang  tapi yang jelas saya ingin banyak belajar dari beliau yang sudah malang melintang sebagai konsultan keuangan dunia dan analis saham internasional. Thanks a lot Mike.

Apapun kondisi hari ini, mari kita mulai aktivitas dengan membaca Basmallah🙂

Palembang 24 Agustus 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s