Jika Kamu Terpikir untuk Menyerah

Memang tidak mudah merubah sesuatu. Apalagi merubah sudut pandang yang sudah terbentuk puluhan tahun. Taleb dalam bukunya The Black Swan menyebutkan bahwa dahulu kita menganggap semua angsa berwarna putih, sampai pada suatu hari ditemukan angsa berwarna hitam di Australia. Seketika itu, sudut pandang kita tentang warna angsa yang hanya putih berubah.

Saya juga mengalami Black Swan hari ini. Sebelum datang ke education expo, saya hadir dengan sudut pandang bahwa memiliki mimpi kuliah di luar negeri hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan bahasa asing yang bagus. Sudut pandang itu berubah saat saya mendengar cerita Ibu Citta (Country Representative at University Canberra). Beliau sharing tentang perjuangan seorang mahasiswi yang tinggal di belakang gunung Jayawijaya, Papua. Awal tahun 2000, Bu Citta melakukan sosialisasi ke salah satu universitas disana. Ada seorang mahasiswi yang mengutarakan niatnya untuk melanjutkan kuliah di Australia. Saat membangun mimpi tersebut, mahasiswi itu tidak memiliki kemampuan bahasa inggris sama sekali. Bukannya patah semangat dan menyerah. Hal ini justru mendorongnya untuk mengikuti kursus bahasa secara intensif selama satu tahun hanya untuk mencapai nilai IELTS 4.5. Ya kamu tidak salah baca, hanya untuk mencapai nilai IELTS 4.5.

Score ini tentu masih jauh dari target untuk bisa kuliah di luar negeri. Rata-rata universitas di luar negeri mensyaratkan nilai IELTS minimal 6.5. Hasil penelitian menyebutkan bahwa dibutuhkan waktu belajar serius selama 200 jam untuk meningkatkan nilai sebesar 0.5. Misal nilai writing saya 5.5 untuk meningkatkannya menjadi 6.0, maka saya harus belajar selama 200 jam, secara serius.

Kembali ke cerita mahasiswa asal Papua. Karena sudah memiliki niat yang kuat. Dia terus belajar dan di akhir tahun ke dua, dia mendapat IELTS 5.5 dan berkesempatan menerima beasiswa dari pemerintah Australia untuk belajar di University Canberra. Apakah proses belajar bahasa sudah selesai? Tentu saja tidak.

Dia harus mengikuti kelas persiapan bahasa sekitar 9 bulan. Jadi secara total mahasiswi tersebut telah melewati proses panjang, hampir 3 tahun hanya untuk meningkatkan kemampuan bahasa. Tentu saja tanpa kehilangan fokus atas impian yang ingin dia capai.

Tiba-tiba Ibu Citta bertanya, apakah kamu pernah terpikir untuk menyerah?

(Dalam hati saya menjawab pernah, tepatnya 2 bulan lalu. Saat harus menerima kenyataan bahwa score IELTS saya hanya 5).

Belum sempat saya menjawab. Tiba-tiba beliau menjawab dengan kalimat it’s disaster!

Jika kamu tinggal di kota Palembang dan sudah memiliki kemampuan dasar bahasa asing yang cukup, lalu terfikir untuk menyerah mengejar impianmu kuliah di luar negeri. Menurut saya itu adalah bencana. Saya menyebutnya bencana karena sebenarnya kamu mampu tapi kamu merendahkan kemampuanmu sendiri. Kamu malas untuk berusaha. Percayalah, the opportunity will knock at your door in the right time.

Budi, apakah kamu pernah terfikir untuk menyerah?

Ingat kata-kata saya, menyerah itu akan menjadi bencana untukmu dan sesuatu sikap yang tidak layak untuk kamu warisi ke generasi-generasi setelahmu. Tentu tidak ada rasa kebahagian jika kamu harus berbagi dengan anak dan cucumu nanti tentang kelemahanmu, tapi sebaliknya. Jika kamu bisa berbagi cerita tentang perjuangan melawan semua keterbatasan untuk menggapai impian, itu akan menjadi suatu legacy yang tak ternilai. So, jangan pernah (bahkan terfikir) untuk menyerah menggapai mimpimu. There’s a will, there’s a way and man jadda wajada.

Insha Allah I will never think to give up to pursue my dream. I will embrace the process to get it. Aamiin YRA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s