SMEs are the Backbone

It’s undeniable that small and medium enterprises (SME) are the backbone of our communities.

Google through Google My Business platform have conducted a free seminar to SME in Palembang on how to digitize & develop their business.

It’s the real honor to share with them and thanks to Google for providing this events. 

Iklan

Victory Mengabdi

Victory Mengabdi adalah sebuah program dari Victory Sriwijaya Education (VSE) yang terinsprasi dari Gerakan Kelas Inspirasi. Melalui Victory Mengabdi, VSE mencoba untuk berkontribusi kepada masyarakat secara lebih luas. VSE merupakan lembaga pendidikan Bahasa Inggris dan Konsultasi Beasiswa yang fokus memberikan asistensi pada masyarakat agar bisa meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dan membantu persiapan belajar di luar negeri dengan menghubungkan langsung para peminat study luar negeri dengan para Global Scholars yang berpengalaman di dunia akademik di berbagai belahan dunia.

VSE didirkan oleh anak-anak muda yang secara akumulasi memiliki pengalaman internasional lebih dari 10 tahun, baik di bidang akademik maupun di multinasional company. Jika Sekolah, Universitas atau Organisasi Anda tertarik mengundang kami, tolong perhatikan beberapa hal berikut :

1. Topik apa yang bisa VSE bawakan?

a. Informasi seputar Beasiswa Luar Negeri

b. Informasi seputar Program Pertukaran Pemuda Antar Negara

c. Tips & Trik Bekerja di Multinasional Company (MNC)

d. Publikasi Ilmiah (Menulis untuk jurnal)

e. Topik lain sesuai kesepakatan bersama

2. Bagaimana Prosedur Mengundang?

Silahkan isi formulir pendaftaran melalui Google Form Victory Mengabdi, dan tolong kirimkan email konfirmasi ke victorysriwijayaeducation@gmail.com dengan Subject Email “Victory Mengabdi_Nama Organisasi_No HP”. Contoh Victory Mengabdi_SMP N 19 Palembang_08127652316.

3. Apa yang harus disiapkan oleh pengudang?

Guna keperluan presentasi, pengundang diharapkan bisa menyediakan LCD Proyektor.

4. Berapa biaya mengundang tim Victory Mengabdi?

Victory Mengabdi merupakan kegiatan yang bersifat sosial, sehingga kami tidak memungut biaya atas kegiatan tersebut.

5. Kapan waktu pelatihan akan dilakukan?

Program Victory Mengabdi dijadwalkan satu kali dalam sebulan. Kami akan mendahulukan pengundang yang lebih dahulu mendaftar.

6. Apakah pengundang bisa berasal dari luar kota Palembang?

Saat ini Victory Mengabdi fokus pada undangan yang berasal dari area kota Palembang. Namun, jika ada undangan dari kota lain, biasanya pengundang menyediakan biaya transportasi dan akomodasi.

Tertarik mengundang victory mengabdi, bisa KLIK DISINI

Scholarship Mentorship Program 2018

REGISTRASI DIBUKA !!!!

KELAS EKSKLUSIF VSE: BIMBINGAN MELAMAR BEASISWA LUAR NEGERI
.
Hallo Palembang dan sekitarnya,
.
Apakah kamu berencana untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri dengan beasiswa namun bingung untuk memulainya dari mana?
.
Mendapat banyak pertanyaan dan permintaan tentang beasiswa pendidikan lanjut, kali ini Victory Sriwijaya Education (VSE) membuka kelas eksklusif untuk para calon penerima beasiswa bergengsi seperti AAS, Fulbright, LPDP, StunNed, dan beasiswa bergengsi lainnya.
.
Apa saja keuntungan mengikuti kelas ini? (1) Kamu akan dibimbing secara langsung dan intensif oleh Coach dan Global Scholars yang berpengalaman dan merupakan alumni/awardee beasiswa bergengsi. (2) 1 Kelas hanya terdiri dari 6 sampai 8 siswa (3) 8X Kelas bimbingan langsung secara intensif (snack dan minuman disediakan setiap pertemuan), (4) Kesempatan untuk terhubung secara langsung dengan Global Scholars VSE yang tersebar di berbagai belahan dunia, (5) Mendapatkan kesempatan konsultasi secara online (unlimited), (6) Luaran dari program : Pengisian formulir beasiswa yang lengkap, essay yang telah direvisi, CV/Resume dan berkas-berkas pendukung lainnya.
.
Modul yang kami tawarkan : (1) Pengenalan informasi beasiswa yang tersedia untuk pelamar dari Indonesia (2) Pengenalan tentang TOEFL dan IELTS (3) Memilih jurusan dan kampus (4) Penulisan essay (motivation letter, personal statement, dll), (5) Penulisan CV/Resume, (6) Proses online pendaftaran kampus, (7) Pengisian formulir applikasi beasiswa, (8) FGD, (9) Simulasi wawancara beasiswa, (10) Penulisan Proposal Penelitian, (11) Konsultasi online (skype) dengan Global Scholars (12) Pengecekan akhir applikasi beasiswa
.
Siapa yang bisa mengikuti kelas ini ? (1) Mahasiswa S1 minimal semester 6 ke atas, fresh graduate, pekerja atau professional lainnya, (2) Memiliki IPK minimal 3,00, (3) Memiliki nilai toefl min.500 atau IELTS 5.5 atau sejenisnya, prediction diperbolehkan dan (4) Memiliki motivasi yang kuat untuk melanjutkan pendidikan tinggi keluar negeri (5) Berkomitmen mengikuti program hingga selesai
.
Jika kamu memenuhi criteria diatas silahkan daftarkan dirimu melalui formulir online pada tautan berikut bit.ly/VSEBimbingan sebelum tanggal 25 January 2018 (Kelas dapat ditutup sewaktu-waktu jika kuota penuh). Tim akan menghubungi anda jika anda terpilih untuk mengikuti kelas ini.
.
Berapa biaya untuk mengikuti kelas ini? Kamu hanya perlu menginvestasikan Rp.1.500.000 (normal Rp. 2.500.000) untuk mengikuti kelas yang khusus untuk membimbing kamu untuk meraih beasiswa yang diimpikan.
.
Informasi lebih lanjut silahkan kontak kami melalui email victorysriwijayaeducation@gmail.com atau whatsapp 0821 7815 8505 dengan subject : VSE Exclusive Class 2018.

VSE Scholarship Mentorship Program

Program Mentorship Beasiswa 2018

.
#everyonecanstudyabroad #victorysriwijayaeducation #kelaspersiapanbeasiswa #informasibeasiswa #infopalembang #S2 #kuliahmaster #essay #researchproposal #scholarshipconsultation

Ini adalah Permulaan..

Tulisan dari istri di hari yang penuh makna dan pembelajaran dalam hidup.

IMG-20170723-WA0001

Dear suamiku, imamku,

Hari ini, 14 september 2017 adalah kedua kalinya aku melihatmu menangis..

Hancur rasanya hatiku melihatnya..

Ingin rasanya aku ambil alih kesedihanmu dan aku simpan sendiri, namun aku hanya bisa memelukmu dan mengucapkan kalimat2 yang aku pikir bisa untuk menenangkanmu, sambil dlm hatiku berdoa agar Allah membantumu, hanya itu yg bisa aku lakukan..

Aku tau ini adalah keinginan terbesarmu saat ini, untuk kuliah lagi, agar nanti engkau bisa memperbaiki perekonomian kita dimasa depan..

Aku sangat bangga dengan impianmu itu, dengan semangatmu untuk mengubah masa depan kita, dengan ketekunanmu belajar dan belajar setiap hari, aku salut..

Bersabarlah suamiku, insha Allah Tuhan sudah menuliskan cerita indah dibalik cerita sedih hari ini..

Tetaplah berbaik sangka, dan tetaplah tegar dalam menghadapi cobaan Tuhan..

Ingatlah bahwa Tuhan tak tidur, dia selalu melihat usahamu, dan yakinlah suatu saat usahamu akan membuahkan hasil yg manis..

Aku, istrimu, akan selalu bersamamu, melewati masa-masa sulit disampingmu, mendukungmu, melindungimu dari dinginnya air mata..

Bersabarlah suamiku, ini bukanlah akhir dari perjuangan.. Ini adalah awal dimana Tuhan ingin melihat kesungguhanmu dalam meraih cita2..

Bersabarlah suamiku, percayalah suatu hari aku akan melihatmu berdiri di podium kehormatan untuk memberikan pidato kelulusan S3 disebuah universitas ternama di tanah eropa.. Percayalah..

I love u till Jannah, imamku..

 

Sent from my iPhone

Bapak isn’t a Dreamer

Bapak

Bapak is certainly more than a dreamer, He is an achiever

Saya mengambil foto ini secara diam-diam. Foto saat kedua orang tua memegang dan mengamati ijazah Agil (anak bungsu di keluarga kami) cukup lama. Saya percaya, beliau tidak ingin membaca satu persatu kata yang ada di setiap kalimat di selembar kertas itu. Tapi saya seperti merasakan bahwa Bapak sedang berimajinasi jauh, jauh sekali hingga saat pertama kali beliau bermimpi untuk memberi kesempatan dan mengawal perjalanan anak-anaknya agar bisa lulus di perguruan tinggi. Bapak tidak hanya seorang pemimpi yang sangat tangguh, tapi beliau adalah achiever. He is a dreamer and an achiever with immense value of perseverance and persistence.

Impiannya untuk bisa menyekolahkan anak-anaknya ke perguruan tinggi seakan tidak bisa digantikan dengan apapun. His dream is inviolable. Tentu komitmen itu memiliki beberapa konsekuensi baik bagi dirinya dan kehidupan keluarga. Jika foto itu bisa saya ekstrak, mungkin akan bisa menghasilkan beberapa cerita yang tidak bisa saya lupakan sampai detik ini, antara lain:

  1. Bapak sempat berprofesi sebagai penarik becak saat saya masih kecil demi mencukupi kehidupan keluarga
  2. Jendela rumah kami tidak terpasang selama 15 tahun karena Bapak harus memprioritaskan biaya pendidikan daripada memperbaiki rumah. Sempat ada beberapa teman kantor Bapak yang berbaik hati, menawarkan diri untuk menjadi donatur agar jendela rumah kami bisa dipasang, tapi Bapak tetap tidak mau.
  3. Haburger, Pizza dan KFC menjadi makanan mewah bagi keluarga kami di bawah tahun 2000an.
  4. Sebagai alat transportasi, Bapak menggunakan motor pespa dan kami dibelikan sepeda bekas untuk pergi kesekolah
  5. Saya masih ingat ketika keinginan untuk membeli sandal merk “Ando” harus di trade off dengan sandal merk “Zando” seharga Rp.2.500 untuk dipakai di hari raya idul fitri tahun 1995. Sampai hari ini, saya masih ingat dengan sandal yang terbuat dari bahan busa dengan corak dua warna biru muda dan putih. Tinggi sandal itu kurang lebih 3 cm dengan selang warna putih mengitari bagian penjepit antara jari jempol dan telunjuk. Saat sandal itu basah menjadi sangat licin sekali.
  6. Suatu hari tahun 2000, saat menyambut tahun ajaran baru di sekolah. Saya bersama Bapak pergi ke toko sepatu di pasar 16 ilir Palembang. Saya tertarik sepatu merk “Kasogi” tapi yang kami bawa pulang adalah sepatu “kungfu” warna hitam tanpa tali J
  7. 3 hari menjelang lebaran tahun 2002, saya pergi ke toko sepatu “Idaman” di Pasaraya Megaria Palembang. Saya ingin sekali membeli sandal gunung merk Neckermann tapi sekali lagi belum bisa terwujud. Di saat yang bersamaan, saya melihat orang membeli sepatu “Reebok” seharga Rp.450.000,- dan saya menganggap orang itu “aneh” karena mau mengeluarkan uang sebanyak itu untuk sebuah alas kaki. Saat ini, virus keanehan orang yang membeli sepatu “mahal” itu sudah menyerang saya, bahkan berkali-kali.

Tapi “inti sari” dari foto itu adalah inspirasi kami (saya) untuk terus bermimpi, belajar dan sekolah sampai ke jenjang formal yang paling tinggi (suatu hari nanti). Aamiin YRA.

Palembang; August 1, 2017.