Assalamu’alaikum 2017

Tidak terasa 365 hari di tahun 2016 sudah kita lalui bersama. Tentu awal tahun adalah saat yang tepat untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas target yang sudah dibuat tahun lalu. Saya masih mencatat ada 5 target yang saya perjuangan di tahun lalu, antara lain mencapai nilai toefl 550 atau ielts 7.5, lulus S2, karya / jurnal ilmiah nasional, beasiswa S3 di Eropa dan Berkunjung ke Bangka Belitung. Dari target-target tersebut, Alhamdulillah 3 dari 5 bisa saya capai seperti nilai ielts 7.5, lulus S2, dan presentasi di seminar internasional. Tapi ada 2 impian yang belum kesampaian yaitu melanjutkan kuliah ke eropa dan berkunjung ke Bangka Belitung. Anyway, hal paling penting di tahun 2016 selain target-target tersebut adalah Allah memberikan amanahnya kepada kami dengan lahirnya Shanum Audy Setiawan di bulan Desember 2016.

Lalu apa target tahun 2017?

Sepertinya target tahun ini tidak sebanyak tahun 2016 karena saya ingin lebih fokus dalam berikhtiar. Hal ini saya lakukan setelah mendengar nasehat istri yang tidak bosan-bosanya mengingatkan untuk selalu fokus, focus dan focus. Finally saya memutuskan untuk fokus pada satu target yang akan saya perjuangkan di tahun 2017 ini.

Bismillahirrahmannirrahim, Saya ingin melanjutkan pendidikan S3 ke salah satu universitas terbaik di Eropa melalui beasiswa tahun 2017.

Ya Allah yang maha pengasih lagi maha kuasa atas segala sesuatu, mampukanlah dan berilah kesempatan bagi hamba-Mu yang bodoh ini agar bisa mewujudkan impian untuk bisa melanjutkan pendidikan S3 ke universitas di eropa melalui beasiswa. Insha Allah jalan ini akan memberikan multiplier effect yang luar biasa, tidak hanya bagi keluargaku tapi juga bagi lingkungan sekitar, bangsa dan negara. Aamiin YRA.

Palembang; January 1, 2017.

Iklan

Shanum: Email and Exponential Growth of Population

email-shanum

Saya teringat dengan pengalaman sekitar akhir tahun 2004, waktu itu pihak sekolah meminta biodata siswa yang akan digunakan sebagai database alumni, lengkap dengan alamat email. Anyway peristiwa di sekolah 12 tahun lalu merupakan perkenalan pertama saya dengan email. Sama seperti siswa pada umumnya, saya juga berharap bisa menggunakan nama sendiri sebagai alamat email, tapi hal itu tidak bisa diwujudkan karena akun budisetiawan@gmail.com, budi.setiawan@gmail.com, dan setiawanbudi@gmail.com (termasuk yahoo dan hotmail) sudah digunakan oleh orang lain. Alhasil saya menggunakan nama lain untuk akun email, tentunya dengan tidak mencantumkan nama lengkap saya di alamat email pribadi.

Belajar dari pengalaman itu, hari ini saya membuat akun email untuk Shanum di usianya yang belum genap sebulan. Membuat alamat email untuk anak yang baru lahir bisa jadi bukan sesuatu hal yang lumrah di tengah masyarakat kita, tapi saya sebagai orang tua merasa mempunyai tanggung jawab untuk mempersiapkan masa depan Shanum. Termasuk untuk hal yang paling simple sekalipun, membuatkannya email. Saya tidak menunda create new email untuk Shanum karena beberapa pertimbangan. Pertama, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kelahiran yang cukup tinggi di dunia, rata-rata 1,49% per tahun. Jangan lihat 1,49%-nya tapi coba kita lihat faktor pengalinya yaitu jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 255 juta jiwa.  Menurut data BPS dari Januari hingga akhir tahun 2015, jumlah bayi yang lahir di Indonesia menyentuh angka 4.880.951 orang. Artinya angka itu akan menjadi lebih dari 48 juta dalam 10 tahun mendatang. Misalnya 50% dari jumlah tersebut adalah bayi perempuan, maka ada sekitar 24 juta bayi perempuan yang akan lahir di Indonesia dalam 10 tahun ke depan. So kemungkinan nama Shanum untuk digunakan adalah 1 berbanding 24 juta. Kedua, berdasarkan survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2016, ada 132 juta orang Indonesia yang sudah terhubung dengan internet.  Ketiga, saya dan istri berharap bisa mendokumentasikan apapun yang berhubungan dengan Shanum. Pertumbuhan Shanum dari hari ke hari, kebiasan-kebiasan dia sejak lahir, termasuk rencana-rencana yang akan kami lakukan beberapa tahun mendatang juga akan kami kirim ke email Shanum. Termasuk mengupdate perjuangan ayahnya yang sedang berjibaku untuk mendapatkan beasiswa :).

Selain alasan di atas, jika kita bicara dalam spectrum yang lebih luas yaitu populasi global. Saya teringat dengan pesan yang disampaikan oleh Pak Gita Wirjawan dalam Indonesia Economic Forum 2016 bulan November lalu. Mantan menteri perdagangan itu menyebutkan bahwa diperlukan waktu sekitar 1000 tahun untuk mencapai jumlah penduduk sebanyak 1 miliar pertama di planet ini, itu terjadi pada tahun 800an. Penambahan 1 miliar berikutnya, yaitu jumlah penduduk dari 1 miliar menjadi 2 miliar hanya diperlukan waktu 120 tahun, terjadi sekitar tahun 910an. Setiap peningkatan 1 miliar jumlah penduduk di dunia tiap tahunnya, membutuhkan waktu yang lebih singkat. Data terakhir yang beliau sampaikan adalah hanya diperlukan waktu sekitar 13 tahun untuk mencapai jumlah penduduk 7 miliar seperti saat ini. Hal itu memberi gambaran kepada kita bahwa populasi global tumbuh dengan sangat cepat (the world faces exponential growth of population) dan tentu saja diikuti dengan jumlah nama-nama baru.

Well pada saatnya nanti, ketika Shanum ingin membuat email untuk pertama kalinya. Setidaknya dia tidak perlu merasakan apa yang ayahnya alami saat namanya tidak bisa digunakan untuk akun email pribadinya karena sudah digunakan oleh orang lain. Anyway membuat email adalah suatu hal yang sangat mudah tapi hal ini mungkin saja akan menjadi hadiah yang cukup berharga bagi anak kita. Apalagi saat mereka membaca inbox di email tersebut ada rekam perjalanan dirinya sejak lahir (termasuk video saat ayahnya mengumandangkan azan di telinga Shanum) dan rajutan perjuangan yang dilakukan oleh ayah dan bundanya untuk kebaikan Shanum di masa depan, Insha Allah. Semoga Shanum juga bisa mengerti bahwa kami selaku orang tua sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi Shanum dalam hal apapun. We love you so much Shanum Audy Setiawan.

Palembang; December 18, 2016.

 

Pelajaran Pertama dari Shanum

He knows what is (presently) before them and what will be after them, and they encompass not a thing of His knowledge except for what He wills (Al-Baqarah; 255).

bermain-bersama-shanum

Sejak kelahiran Shanum tanggal 3 Desember lalu, saya dan istri mencoba membuat pattern terkait sleeping cycle. Setelah melakukan observasi selama 8 hari, kami mendapat temporary conclusion bahwa Shanum tidur selama 2 jam per sekali tidur. Lalu bangun karena lapar atau buang air dan setelah itu tidur lagi selama 2 jam, dan begitu seterusnya. Kebiasaan tidur menjadi variabel pertama yang kami amati karena ini  mempunyai multiplier effecs dan pengaruh ke beberapa variabel lain seperti mengatur jadwal tidur kami, waktu kami belajar, keluar rumah dan kembali lagi ke rumah dalam rentan waktu 2 jam, termasuk membuat dan mengantar susu ke kamar mertua setiap 2 jam sekali saat istri sedang sakit dan tidak bisa merawat Shanum di malam hari.

Mempelajari pola tidur Shanum selama 8 hari membuat pikiran saya terasosiasi pada moving average 8 hari. Moving average merupakan salah satu jenis analisa teknikal yang sering digunakan pelaku pasar untuk memprediksi harga saham. Para technical analyst membuat berbagai macam pendekatan seperti fibonanci, moving average convergence divergence, relative strength index, stochastic dan lain-lain. Intinya mereka menggunakan historical price untuk membuat pola dalam rentan periode waktu tertentu dan menggunakannya untuk memprediksi harga saham.

Pada observasi di hari ke 9, tiba-tiba pola tidur Shanum berubah. Deviasi dari Shanum’s sleeping pattern mulai terlihat. Ia tidak lagi tidur setiap 2 jam tapi justru mengajak bermain selama 2 jam setelah ia bangun dari tidur. Malam ini contohnya, kami bermain dengan Shanum dari pukul 12 a.m sampai 2 a.m. Pola tidurnya yang berubah dan tanpa adanya antisipasi dari kami atas perubahan tersebut, tentu menciptakan impact tersendiri bagi kami. Hal yang relatif sama juga dialami oleh pelaku pasar saham. Para penganut teknikal sudah paham betul bahwa pendekatan pola masa lalu tidak selalu menghasilkan ramalan yang selalu menguntungkan tapi tak jarang juga membawa ke jurang kerugian. Oleh karena itu mereka menggunakan beberapa approaches untuk memprediksi harga saham guna meminimalisir error dalam melakukan peramalan.

Malam ini Shanum memberi kami pelajaran pertamanya tentang uncertainty dan unpredictable change. Terima kasih baby Shanum, buah hati sekaligus guru kecil kami atas pelajaran yang adik berikan malam ini. Menemanimu bermain selama hampir 2 jam, meskipun dengan mata setengah terpejam. Sepertinya seimbang dengan apa yang sudah Shanum ajarkan kepada kami. Terima kasih ya nak.

Mari kita tidur nak dan bermain lagi esok hari, insha Allah dengan hikmah dan pelajaran yang baru lagi. Aamiin YRA.

Palembang; 12 Desember 2016.

Saber Pungli Bukan Sekedar Retorika

Kemarin saya datang ke kantor camat untuk memasukkan nama anak pertama (Shanum Audy Setiawan) ke dalam Kartu Keluarga dan prosesnya sangat cepat. Bahkan tak lebih dari 10 menit untuk melengkapi semua dokumen yang diperlukan. Setelah itu petugas kecamatan memberikan tanda terima yang akan saya gunakan untuk mengambil hasilnya dalam 3 hari kerja. Tentu saja tidak ada uang sepeserpun yang saya keluarkan. Hal ini jauh berbeda dibandingkan dengan sekitar 1 tahun lalu ketika saya mengurus KK pertama. Prosesnya lama dan tentu saja ada usaha oknum untuk meminta sesuatu agar proses cepat selesai.

Melihat fenomena luar biasa ini, saya semakin yakin dengan komitmen pemerintah dalam hal memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Berantas pungli tak hanya sekedar nice on the paper tapi benar-benar dijalankan dan diawasi prosesnya. Saya jadi teringat pesan dari CEO perusahaan tempat saya bekerja 4 tahun lalu. Beliau bilang, jika kalian ingin melihat masa depan perusahaan itu baik atau tidak, tanyalah ke staff yang paling bawah. Jika mereka memahami dan menerapkan arahan perusahaan, kemungkinan perusahaan tersebut akan maju. Jika asumsi tersebut juga berlaku untuk lembaga pemerintah, maka bukan tidak mungkin kita akan melihat Indonesia yang lebih baik di masa mendatang.

Sekarang saya seperti mempunyai alasan baru untuk meyakini ramalan McKinsey tentang Indonesia yang akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor 7 terbesar di dunia pada tahun 2030. Semoga kita bisa menjadi salah satu kontributor positif dalam proses pencapaian kegemilangan Indonesia di masa depan. Aamiin YRA.

Shanum Audy Setiawan

Alhamdulillah. Hari ini, tepatnya jam 10.15 a.m putri pertama kami yang bernama Shanum Audy Setiawan telah lahir dengan kondisi yang sehat dengan berat badan 2.9 kg dan tinggi 34 cm. Proses persalinan yang cukup singkat dan lancar. Tidak lebih dari satu jam setelah istri masuk ruang operasi, akhirnya kami mendengar tangisan Shanum untuk pertama kali. Bukan hanya baby yang menangis, saya sendiri tak mampu membendung air mata.

wp-1480776445443

Setelah Shanum dibawa suster ke ruang bayi, selang sekitar 10 menit, istriku keluar dari ruang operasi untuk dipindahkan ke kamar. Satu jam pertama, istri masih terbaring lemah. Mungkin masih terpengaruh sisa obat bius tapi setelah efek obat bius mulai habis, sayapun tak bisa membendung air mata ketika melihat istriku merintih menahan rasa sakit yang luar biasa. Jujur, baru kali ini saya melihatnya menahan rasa sakit sampai mengeluarkan air mata, bibirnya gemetar, dan tangannya menggenggam tangan saya dengan sangat kencang. Sesekali dia ucapkan zikir dan takbir untuk mengurangi rasa sakit tersebut.

Dalam rintihan menahan sakit sekitar lima jam tersebut, saya berpikir tentang hikmah apa yang bisa saya pelajari dari sini. Akhirnya tanpa sadar, rintihan suara istri saat menahan rasa sakit inilah yang menginspirasi saya untuk tidak menyerah. Insha Allah saya akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan kebahagiaan bagi mereka baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin YRA.

shanum-audy-setiawan

Terima kasih istriku, hari ini saya terkagum-kagum dengan kehebatanmu untuk menyembunyikan rasa sakit itu. Insha Allah, ini menjadi motivasi saya jika suatu hari nanti terpikir untuk menyerah.

Note: Azan untuk Shanum Audy Setiawan https://www.youtube.com/watch?v=pOX1EfRIMjc&feature=youtu.be

RS Az-Zahra Palembang.

3 Desember 2016.